PENDIDIKAN DI NEGARA ARAB SAUDI


EGI SEPTIA WINDARI / SP
A.    Latar Belakang
Pendidikan merupakan suatu aspek kehidupan yang sangat penting. Melalui pendidikan, kualitas suatu negara dapat diketahui. Pendidikan mampu menunjukkan maju tidaknya suatu negara. Tak jarang pendidikan dijadikan sebagai tolok ukur dalam kemajuan suatu negara. Oleh karena itu, setiap negara berlomba-lomba memajukan bidang pendidikan untuk memajukan negaranya termasuk di negara Arab Saudi.
Nama resmi negara ini adalah Kerajaan Arab Saudi, yang  berdiri pada tanggal 23 September 1932 dengan ibukota Riyadh. Kerajaan ini dipimpin pertama kali oleh Raja Abdul Aziz bin Abdurrahman as-Sa'ud, dengan kata lain nama Saudi berasal dari kata nama keluarga Raja Abdul Aziz bin Abdurrahman as-Sa'ud.
Arab Saudi menempati 80 persen luas semenanjung Arab. Secara geografis negara ini berbatasan dengan Jordania, Kuwait, dan Irak di sebelah utara, Laut Merah di sebelah barat, Qatar dan Uni Emirat Arab di sebelah timur, serta Yaman dan Oman di sebelah selatan.  Saudi Arabia adalah negara yang menganut hukum berbasis Islam di mana hukum syariah sebagai dasar konstitusi dan sistem hukum. Penemuan ladang minyak dan peningkatan konsumsi minyak pada awal tahun 1970-an mendorong perkembangan industri dan urbanisasi yang begitu pesat. Saat ini, 70% populasinya menghuni kota-kota besar dan tulang punggung perekonomian masih bergantung pada industri minyak, sementara Arab Saudi banyak menggunakan tenaga asing karena kebutuhan SDM yang begitu besar. [1]
B.     Tujuan Pendidikan
Disamping sisi dunia kerja, daya tarik Arab Saudi yang lain adalah dunia pendidikan. Tujuan pendidikan Arab Saudi ialah :
1.      untuk memberikan sekurang-kurangnya pendidikan dasar bagi seluruh penduduk
2.      untuk mempersiapkan murid-murid dengan berbagai keterampilan yang diperlukan untuk pengembangan ekonomi yang terus berubah
3.      untuk memdidik anak-anak dalam kepercayaan, praktek, nila-nilai serta kebudayaan islam.
C.     Jenis Pendidikan
Secara umum, sistem pendidikan dibagi menjadi 3 bagian utama:
1.      Pendidikan umum untuk laki-laki
2.      Pendidikan umum untuk perempuan
3.      Pendidikan Islam untuk laki-laki
Untuk pendidikan umum, baik laki-laki dan perempuan mendapat kurikulum yang sama dan ujian tahunan yang sama pula. Pendidikan umum dibagi menjadi 4 bagian:
1.      Pendidikan Dasar yang terdiri dari SD (6-12 tahun).
2.      Pendidikan Menengah (12 – 15 tahun).
3.      Pendidikan Sekunder (15-18 tahun).
4.      Pendidikan Tinggi (Universitas atau Akademi).
Pendidikan Islam tradisional bagi laki-laki difokuskan untuk membentuk calon-calon anggota dewan ulama. Kurikulum untuk sekolah Islam tradisional juga sebagian menggunakan kurikulum pendidikan umum, tetapi fokusnya pada Studi Islam dan Bahasa Arab. Untuk pendidikan agama, dilakukan di bawah supervisi dari Universitas Islam Imam Saud (Riyadh) dan Universitas Islam Madinah (Madinah). Namun demikian, di universitas-universitas umum pelajaran agama Islam merupakan mata kuliah wajib apapun jurusan yang diambil mahasiswa.
Pada tahun 1985, total anggaran untuk pendidikan mencapai US$ 2.5 milyar atau setara dengan 3.6 % dari total anggaran belanja nasional Arab Saudi. Setiap mahasiswa lokal maupun asing di universitas negeri mendapat beasiswa setiap bulan dari kementerian pendidikan sebesar SAR 800 hingga SAR 1000.
Sistem Pendidikan  di Arab Saudi terdiri dari pendidikan dasar,  pendidikan sekunder,  dan pendidikan tinggi yang akan dijabarkan lebih jauh sebagai berikut:
1.    Pendidikan Dasar (Primary Education), terdiri dari:
1.    Sekolah Dasar
Durasi: 6 tahun (umur 6 – 12 tahun)
Pelajaran wajib: bahasa arab, seni, geografi, sejarah, ekonomi rumah tangga (khusus perempuan), matematika, pendidikan fisika (khusus laki-laki), studi Islam, dan sains.
2.    Sekolah Menengah
Durasi: 3 tahun (umur 12 – 15 tahun)
Pelajaran wajib: bahasa arab, seni, bahasa inggris, geografi, sejarah, ekonomi rumah (khusus perempuan), matematika, pendidikan fisika (khusus laki-laki), studi Islam, dan sains.
2.  Pendidikan Lanjutan (Secondary Education), terdiri dari:
1.    Pendidikan Lanjutan Umum
Durasi: 3 tahun (umur 15 – 18 tahun).
Pelajaran wajib: selama tahun pertama mendapat pelajaran umum yang sama, 2 tahun terakhir dibagi menjadi sains dan sosial (literacy). Siswa yang mempunyai grade 60% atau lebih boleh memilih keduanya, sedangkan yang kurang 60% harus memilih sosial.
Pelajaran umum: Bahasa arab, biologi, kimia, bahasa inggris, geografi, sejarah, ekonomi rumah tangga (khusus perempuan), matematika, pendidikan fisika (khusus laki-laki), dan pendidikan agama.
2.    Pendidikan Lanjutan Agama
Durasi: 3 tahun (umur 15 – 18 tahun).
Bahasa arab dan literature, bahasa Inggris, kebudayaan umum, geografi, sejarah, dan pendidikan agama.
3.    Pendidikan Lanjutan Teknik
Ada tiga tipe pendidikan lanjutan teknik yaitu teknikal, komersial, dan agrikultural.
Durasi: 3 tahun (umur 15 – 18 tahun).
Kurikulum:
-  Teknikal: gambar arsitektur, otomotif, elektrikal, mekanika mesin, mekanika metal, radio dan televisi. Dengan pelajaran tambahan bahasa Arab, kimia, bahasa Inggris, matematika, pendidikan fisika, fisika, dan pendidikan agama.
-  Komersial: bahasa Arab, akuntansi dan pembukuan, korespondensi komersial, ekonomi, bahasa Inggris, matematika ekonomi, matematika umum, geografi, manajemen dan kesekretariatan, dan pendidikan agama.
-  Agrikultural: ekonomi agrikultur, agronomi, perkembangbiakan hewan, biologi terapan, kimia terapan, matematika terapan, fisika terapan, bahasa Arab, bahasa Inggris, manajemen pertanian dan lahan, holtikultura, pendidikan agama, pemasaran, dan nutrisi pangan. [2]
3.  Pendidikan Tinggi
Pendidikan tinggi atau universitas di Arab Saudi terbagi menjadi dua bagian utama yakni Pendidikan Agama dan Pendidikan Umum. Namun demikian, sekarang sudah sangat banyak universitas yang menggabungkan keduanya. Jenis perguruan tinggi di Arab Saudi adalah universitas, institut untuk perempuan (college for women), institut administrasi publik (institute of public administration) dan institut keguruan (teacher training college). Semua universitas berada di bawah supervisi Kementerian Pendidikan Tinggi (Ministry of Higher Education) kecuali Universitas Islam Madinah (Islamic University of Medinah), Universitas terbaik di Arab Saudi untuk pendidikan agama Islam, yang berada di bawah supervisi dewan menteri (Council of Ministers). Untuk memasuki perguruan tinggi di Arab Saudi, calon mahasiswa harus memenuhi tes masuk perguruan tinggi (General Secondary Education Certificate Examination) atau Tawjihi.
1.        Pendidikan Tinggi Universitas
                   Untuk pendidikan tinggi universitas, tingkatannya sama seperti universitas pada umumnya, yaitu: Strata 1 (Bachelor), Strata 2 (Master), dan Strata 3 (Doctor). Untuk S1, waktu yang dibutuhkan adalah 4 tahun (minimal), tetapi untuk teknik, medis, dan farmasi dibutuhkan minimal 5 tahun untuk menyelesaikannya. Untuk S2 (Master) dibutuhkan minimal 2 tahun untuk menyelesaikannya dengan syarat harus sudah menyelesaikan S1.
Ada dua jalur untuk S2, dengan tesis (by thesis) atau dengan kuliah (by course). Apabila kita mengambil jalur tesis, maka setelah menyelesaikan matakuliah yang sudah ditentukan, kita harus menyelesaikan tesis kurang lebih selama satu tahun ( 2 semester), sedangkan untuk jalur kuliah, kita hanya perlu menyelesaikas seluruh mata kuliah yang telah ditentukan, namun dengan jumlah mata kuliah yang lebih banyak.
Untuk S3, lama waktu yang dibutuhkan adalah 3 tahun setelah menyelesaikan S2. untuk S3, kita harus menyelesaikan mata kuliah dan mengumpulkan disertasi yang merupakan hasil riset independen yang telah dilakukan. Selain itu, tambahan syarat kadang-kadang diperlukan, seperti: minimal mempublikasikan jurnal internasioanl atau konferensi internasional.
Sebagai tambahan, ada beberapa universitas khusus untuk perempuan yang sebagian besar berfokus kepada ilmu pendidikan. Jenjang yang tersedia untuk universitas khusus perempuan ini mulai dari S1 sampai S3.
Universitas besar di Arab Saudi di antaranya King Saud University, King Fahd University of Petroleum and Mineral, King Abdul Aziz University, King Faisal University, dan universitas baru King Abdullah University of Science and Technology (KAUST).
2.        Pendidikan Tinggi Non Universitas
a.     Technical College
Pendidikan tinggi ini setara dengan diploma yang harus diselesaikan selama 3 tahun. Bidang-bidang yang tersedia: control otomatis, sistem elektrikal otomatis, otomotif, perlengkapan elektrik, instalasi elektrik, kimia industri, elektronik industri, dan teknik produksi.
b.    Higher Technical Institute
Pendidikan ini seperti layaknya D1 yang dapat diselesaikan selama 1 tahun saja.
c.     Higher Technical Institutes for Financial and Commercial Science
Pendidikan tinggi ini khusus untuk ilmu keuangan dan komersial. Kurikulum yang tersedia adalah: akuntansi, korespondensi komersil dan bisnis, bahasa ingris, asuransi, kebudayaan Islam, pemasaran dan periklanan, pembelian dan inventori, dan kesekretariatan. Lama pendidikan yang harus ditempuh adalah selama 2 tahun.
d.    The Institute of Public Administration
Lama studi untuk jenis pendidikan tinggi ini adalah selama 2 sampai 3 tahun. Bidang-bidang yang tersedia adalah: perbankan (2 tahun), pemrosesan data elektronik (2.5 tahun), administrasi rumah sakit (2 tahun), ilmu kepustakaan (3 tahun), ilmu personil (2 tahun), ilmu kesekretariatan (2 tahun), dan ilmu pergudangan (2 tahun).
e.     Teacher Training College
Untuk pendidikan keguruan terbagi menjadi 3 jurusan: guru sekolah dasar dan menengah pertama (primary school), guru sekolah menengah atas (secondary school), dan guru pendidikan lanjut (higher education). [3]
D.    Kurikulum dan Metode Pengajaran
Sistem pendidikan di Arab Saudi pada dasarnya mengambil kurikulum yang ada pada negara-negara Arab lainnya, terutama Mesir, dengan lebih menekankan pada mata pelajaran keagamaan. Kurikulum untuk sekolah-sekolah pria dan wanita pada setiap jenjang yang sama pada prakteknya sama kecuali sekolah wanita menambah mata pelajarannya manajemen rumah tangga, sementara sekolah pria menambah mata pelajaran pendidikan jasmani, yang tidak diajarkan pada sekolah wanita.
Sekolah-sekolah swasta diharuskan oleh peraturan mengikuti kurikulum yang sama seperti pada sekolah-sekolah negeri. Namun boleh menambah mata pelajran populer seperti bahasa Inggris dan komputer.
Mengenai metode mengajar tidak mungkin dapat diseragamkan, dan akan berbeda antar mata pelajaran. Guru-guru mata pelajaran agama lebih menekankan hafalan, dan jarang sekali menggunakan peralatan mengajar selain papan tulis. Guru bahasa Arab menggunakan papan tulis disamping menggunakan metode hafalan teks. Guru-guru ilmu eksakta menggunakan laboratorium kalau peralatan itu tersedia di sekolahnya. Tetapi hampir semua laboratorium sekolah serba tidak lengkap,baik kekurangan dalam peralatannya, atau dalam tenaga yang profesional, atau keduanya. Laboratorium bahasa tersedia hanya pada sekolah-sekolah yang tergolong elit untuk pengajaran bahasa Inggris.
Bahasa arab merupakan bahasa pengantar mulai dari sekolah dasar, menengah pertama sampai ke level menengah atas. Pada perguruan tinggi, bahasa Arab menjadi bahasa pengantar dalam bidang seni, humaniora dan ilmu-ilmu sosial. Bahasa Inggris merupakan bahasa pengantar pada bidang engineering, kedokteran dan ilmu-ilmu alami.
E.     Ujian, Kenaikan kelas, dan Sertifikasi
Pada grade 1 sampai 12, tahun ajaran dibagi dalam dua semester. Bahan pelajaran untuk satu tahun dibagi 2 bagian.pada akhir semester, diadakan ujian yang mencakup bahan pelajaran satu semester. Nilai ujian murid ditambahkan untuk kedua semester dan menghasilkan nilai untuk tahun itu. Apabila nilai itu lebih rendah dari persentase tertentu, biasanya 50%, murid itu gagal dalam mata pelajaran itu dan harus mengikuti ujian kembali pada libur musim panas. Sekiranya murid yang bersangkutan gagal lagi memperoleh nilai minimal, ia terpaksa mengulang pada grade yang sama, mengambil kembali semua mata pelajaran, termasuk yang sudah mendapatkan nilai baik. Berhasil melewati ujian,merupakan kriteria untuk naik dari grade yang lebih tinggi.
Perguruan tinggi juga berlangsung dalam sistem semester, tetapi pada beberapa universitas dipakai satuan kredit semester (SKS), dan dengan demikian mahasiswa yang gagal dalam satu mata kuliah tidak harus mengulang keseluruhan tahun tau semester, atau mengulang semua mata kuliah yang diambil tahun atau semester itu. Yang diulang hanya mata kuliah yang belum lulus saja, dengan catatan kalau mata kuliah tersebut merupakan mata kuliah wajib.
F.      Evaluasi dan Penelitian Pendidikan
Terdapat perbaikan kualitas penelitian pendidikan Arab Saudi dalam tahun-tahun 1980-an. Akan tetapi perbaikan ini terjadi pada penelitian yang dilakukan oleh profesor atau mahasiswa program doktor pada fakultas-fakultas pendidikan. Pusat-pusat penelitian pada Kementerian Pendidikan dan GAGE kekurangan staf dan kekurangan dana sehingga penelitian yang dihasilkan tetap tidak memadai, baik segi kualitas, kuantitas maupun dalam skopnya.
Sementara kualitas penelitian yang dilakukan dalam rangka penyelesaian pendidikan-gelarnya, pada umumnya diterima menurut standar, namun masih dianggap lemah dari segi fokus. Tidak ada peta penelitian dan tidak terdapat prioritas. Lembaga-lembaga pendidikan yang ada jarang sekali yang membiayai penelitian, bahkan juga tidak pernah mengusulkan judul-judul penelitian. Akibatnya hampir semua penelitian pendidikan kurang relevan dengan kegiatan pendidikan Arab Saudi. [4]
Notes :
[1] http://ituapss.blogspot.com/2012/12/makalah-negara-r-b-s-u-d-i.html
[2] http://griyadifa.blogspot.com/2012/06/sistem-pend-di-arab-saudi.html
[3] http://pks-arabsaudi.org/pip/?pilih=lihat&id=218
       [4]Nur Syah Agustiar. 2001. Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara. Lubuk Agung. Bandung. Hal : 38

No comments:

Post a Comment