Senin, 30 September 2013

AGRESI MILITER BELANDA I

RAHMAT ARIFAN/PIS

17 agustus 1945 merupakan hari yang paling bersejarah bagi seluruh bangsa indonesia dari sabang sampai merauke,bagaimana tidak hari tersebut merupakan hari kemerdekaan republik indonesia hari dimana bangsa indonesia mampu melepaskan diri dari penjajahan bangsa asing. Tetapi bangsa belanda yang pernah menjajah indonesia tidak mau mengakui kemerdekaan bangsa indonesia tersebut.
Dan pada tanggal 21 juli 1947 bangsa belanda melakukan agresi terbuka terhadap bangsa indonesia tujuan utama dari agresi yang dilakukan oleh bangsa belanda terhadap bangsa indonesia adalah ingin menjajah indonesia kembali yang kaya akan sumber daya alam maupun hasil tambang.dan tepat pada tengah Malam Belanda melancarkan agresi militernya keseluruh wilayah republik Indonesia. agresi yang dilakukan bangsa belanda tersebut disebut dengan nama  aksi polisional ini merupakan agresi yang dikenal dengan Agresi Militer I. 
Tentara-tentara belanda mulai bergerak ke  wilayah Jakarta dan Bandung untuk menguasai Jawa Barat, dan dari Surabaya untuk menguasai Madura dan wilayah Jawa Timur, serta satu pasukan tentara lagi untuk memduduki Semarang. Di Sumatra tentara-tentara Belanda berusaha menguasai perkebunan-perkebunan  yang ada disekitar Medan. Instalasi minyak dan batubara di Palembang dan sekitarnya juga diserang dan akhirnya berhasil dikuasai tentara belanda.
 Agresi militer yang dilakukan oleh belanda terhadap bangsa indonesia menimbulkan reaksi dari dunia internasional. Tepat pada tanggal 30 juli 1947 permintaan resmi diajuhkan oleh pemerintahan india dan pemerintahan australia agar masalah agresi militer yang di lakukan oleh belanda terhadap indonesia dimasukan dalam daftar agenda dalam pembicaraan dewan keamanan PBB.
Setelah dewan keamanan PBB turun tangan masalah agresi militer yang dilakukan oleh belanda terhadap bangsa indonesia tepat pada tanggal 1 agustus 1947 dewan keamanan PBB  meminta penghentian pertikaian antara belanda dengan bangsa indonesia yang mulai berlaku pada tanggal 4 agustus 1947.
Dan untuk mengawasi genjatan senjata antara belanda dengan bangsa indonesia maka PBB  membentuk komisi konsuler yang beranggotakan konsul jenderal amerika serikat Dr walter foote sebagai ketuanya dan sebagai anggotanya kosul jenderal dari cina,belgia,prancis inggris dan australia
Dan dari hasil pengamatan dari komisi konsuler mengatakan bahwa pada tanggal 30 juli sampai tanggal 4 agustus 1947 pihak dari belanda masih melakukan agresi militer terhadap indonesia.
Dan amerika serikat mungusulkan kepada PBB agar membentuk komisi untuk mengawasi penghentian permusuhan antara belanda dengan bangsa indonesia, akhirnya dewan keamanan PBB menyetujui permintaan dari amerika serikat. Belanda dan indonesia diberi sempatan untuk memilih satu negara sebagai wakil untuk menjadi anggota komisi,australia yang diwakili oleh richard kirby yang di pilih oleh indonesia sebagai wakil untuk menjadi anggota komisi,sedangkan belanda diwakili oleh paul van zeeland dari belgia.
Dan australia dan belgia menunjuk amerika serikat sebagai penengah yang diwakili oleh Dr frank graham dan komisi ini dikenal dengan sebutan komisi tiga negara ( KTN).
DAFTAR PUSTAKAN
  Wayan,I Badrika.2006.sejarah untuk SMA jilid 3 kelas XII program ips.jakarta.penerbit erlangga

KERAJAAN TARUMANEGARA

ABDULLAH / PIS

Kerajaan Hindu tertua kedua di Indonesia terdapat di Jawa Barat. Kerajaan itu bernama Tarumanegara. Dalam berita Cina, Tarumanegara disebut To-lomo. Berdirinya Kerajaan Tarumanegara diduga bersamaan dengan Kerajaan Kutai, yaitu pada abad ke-5 M. Bukti yang memperkuat pendapat itu adalah ditemukannya tujuh prasasti, yaitu Prasasti Citarum (Ciaruteun), Prasasti Kebon Kopi, Prasasti Jambu, Prasasti Pasir Awi (Pasir Muara), dan Prasasti Muara Cianten (di Bogor); Prasasti Tugu (di Jakarta); Prasasti Lebak Munjul (di Banten
Selatan). Ketujuh prasasti itu ditulis menggunakan huruf Pallawa dengan menggunakan bahasa Sanskerta.
Bidang Politik
Pada abad ke-5 M telah berdiri Kerajaan Tarumanegara. Kerajaan Tarumanegara diperintah oleh Raja Purnawarman. Raja Purnawarman merupakan raja yang cakap dan berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, rakyatnya hidup makmur dalam suasana aman dan tenteram. Pengaruh agama Hindu dan adanya berita dari Cina membuktikan bahwa Kerajaan Tarumanegara telah mengadakan hubungan dengan luar negeri. Adanya hubungan dengan luar negeri menyebabkan kehidupan masyarakat Tarumanegara bertambah maju, baik bidang ilmu pengetahuan maupun bidang perdagangan.
Bidang Sosial Budaya
Hasil peninggalan kebudayaan dari Kerajaan Tarumanegara berupa arca dan prasasti. Peninggalan kebudayaan berupa tujuh buah prasasti. Prasasti Ciaruteun ditemukan di daerah Ciaruteun, Jawa Barat. Dalam Prasasti Ciaruteun, terdapat bekas pahatan tapak kaki yang menerangkan bahwa sepasang tapak kaki yang dipahatkan tersebut milik Raja Tarumanegara yang digambarkan seperti tapak kaki Dewa Wisnu. Prasasti Kebun Kopi ditemukan di Kampung Muara Hilir, Kecamatan Cibungbulang. Di situ tergambar dua tapak kaki gajah yang diidentikkan dengan gajah Airawata (milik Dewa Wisnu). Pribadi yang Cakap Prasasti yang terpenting adalah Prasasti Tugu yang ditemukan di Cilincing, Jakarta. Prasasti itu berisi, antara lain tentang penggalian sebuah saluran air sepanjang 6.112 tombak (11 km) yang diberi nama Gomati. Pekerjan itu dilakukan pada pemerintahan yang ke-22 dan selesai dalam 21 hari. Prasasti itu juga menyebutkan penggalian Sungai Candrabhaga atau Sungai Bekasi sekarang (menurut penafsiran Prof. Dr. Purbacaraka). Prasasti Jambu ditemukan di Bukit Koleangkak, tepatnya 30 km sebelah barat Bogor. Isi prasasti itu mengagungkan dan menyanjung keperkasaan Raja Purnawarman, baik dalam pemerintahan maupun dalam peperangan. Prasasti Pasir Awi dan Prasasti Muara Cianten belum dapat terbaca. Sementara itu, Prasasti Lebak ditemukan pada tahun 1947. Meskipun sudah terbaca, prasasti itu juga belum dapat diketahui maknanya. Di samping tujuh prasasti itu, ditemukan pula Arca Rajarsi dan dua Arca Wisnu dari Cibuaya yang mempunyai langgam seni Pallawa, India Selatan dari abad ke-7 sampai dengan ke-8 M. Arca itu memiliki persamaan dengan arca yang ditemukan Malaya (Malaysia), Siam (Thailand), dan Kampuchea.
Diperkirakan kehidupan sosial masyarakat Tarumanegara bertumpu pada kegiatan pertanian. Aspek gotong royong menjadi pola hidup mereka. Pembuatan saluran air Gomati merupakan salah satu contoh kehidupan gotong royong yang mereka lakukan. Pemberian 1.000 ekor hewan sapi dari Raja Purnawarman kepada para brahmana juga menunjukkan bahwa peternakan merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat Tarumanegara.
Bidang Ekonomi
Pada masa pemerintahan Raja Purnawarman, rakyat hidup aman dan teratur. Mata pencaharian penduduknya adalah pertanian. Selain itu, untuk kepentingan rakyat, Raja Purnawarman memerintahkan penggalian saluran air yang diberi nama Gomati dengan panjang lebih kurang 11 km. Manfaat saluran tersebut untuk mengairi sawah dan mencegah bahaya banjir. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tingkat kehidupan masyarakat Tarumanegara sudah cukup tinggi.
DAFTAR PUSTAKA
Yamin, Muhammad. 1986. Lukisan Sejarah. Jakarta: Djambatan
Suryandari. 1981. Sejarah Nasional Indonesia untuk SMA I, II. Jakarta: Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan.

HUBUNGAN KEHIDUPAN KEKOTAAN DENGAN MUNCULNYA PERGERAKAN KEBANGSAAN INDONESIA

RINALDI AFRIADI SIREGAR/ PIS
Masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda yang begitu lama telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Pengaruh sosial dan budaya Barat serta kemajuan ekonomi di Indonesia telah mengubah dan membentuk pola kependudukan di Indonesia secara modern. Salah satu dampaknya, di Indonesia mulai lahir desa-desa dan kota-kota modern menggantikan ibu kota kerajaan menjadi pusat kegiatan masyarakat Indonesia. Kota-kota baru pada umumnya sebagai pusat pemerintahan, pusat perdagangan, dan pusat-pusat perkebunan........
Pengaruh kebudayaan Barat yang diterima masyarakat Indonesia seringkali disebut proses westernisasi. Pengaruh westernisasi pada umumnya berlangsung melalui jalur pemerintahan dan pendidikan. Proses westernisasi ini sangat jelas terlihat di kalangan bangsawan dan birokrat pribumi. Kehidupan yang dipengaruhi kebudayaan Barat sangat jelas terlihat pada kehidupan perkotaan. Kota sangat terlihat majemuk kehidupan masyarakatnya. Oleh karena pusat-pusat perkotaan baru banyak yang terbentuk karena adanya kepentingan pemerintah kolonial, maka jelas budaya kolonial yang paling kelihatan.
Masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda juga memberikan pengaruh terhadap perkembangan dunia pendidikan bangsa Indonesia. Sebelum pemerintahan kolonial berlangsung, sistem pendidikan Indonesia sangat tradisional. Pusat-pusat pendidikan hanya berada di lingkungan istana dan pusat keagamaan (pesantren). Kelompok masyarakat yang berhak mendapatkan pendidikan juga sangat terbatas pada keluarga bangsawan.
Namun, pada akhir abad ke-19 terjadi kemajuan pada dunia pendidikan Indonesia. Meskipun awalnya hanya untuk memperoleh tenaga administrasi rendahan dan murah, pemerintah kolonial Hindia Belanda mulai mengembangkan pendidikan. Di beberapa pusat kota baru, pemerintah kolonial Hindia Belanda mulai membuka sekolah-sekolah. Meskipun awalnya yang boleh bersekolah adalah anak-anak priayi, ini merupakan langkah baru bangsa Indonesia untuk memperoleh pengetahuan baru. Perkembangan pendidikan di Indonesia menunjukkan gairah setelah pemerintah kolonial Hindia Belanda melaksanakan kebijakan Politik Etis. Salah satu kebijakan Politik Etis adalah mengembangkan pendidikan (edukasi) di Indonesia. Meskipun sekolah-sekolah masih terdapat di kota-kota tertentu, pengaruhnya sangat luas dan kelak menjadi awal lahirnya Pergerakan Nasional Indonesia.
Inilah titik awal peranan kota dalam memunculkan semangat kebangsaan Indonesia sehingga melahirkan organisasi Pergerakan Nasional Indonesia. Kehidupan masyarakat kota pada umumnya sangat dinamis dibandingkan kehidupan desa. Kota menjadi tempat bertemunya berbagai jenis budaya, adat-istiadat, dan ras manusia yang berbeda. Apalagi di kota tersebut terdapat tempat-tempat yang menarik untuk didatangi. Pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda salah satu yang menjadi daya tarik orang mendatangi suatu kota adalah adanya sarana pendidikan (sekolah). Dengan bersekolah terbuka peluang bagi seseorang untuk mengubah status sosialnya. Pada perkembangan berikutnya, pendidikan menjadi sarana penyadaran nasionalisme Indonesia.
Berbagai kota di Indonesia pada masa kolonial Hindia Belanda, seperti Batavia (Jakarta), Bandung, Bogor, Surabaya, dan Probolinggo menjadi tempat pendidikan yang menarik. Banyak rakyat Indonesia yang datang ke kota tersebut untuk memperoleh pendidikan. Mereka berharap dengan pendidikan yang diperoleh akan mengubah nasib.
Kesamaan penderitaan dan kesengsaraan akibat penjajahan mereka sampaikan di antara para pelajar tersebut. Bangkitnya nasionalisme di negaranegara Asia dan Afrika dapat dengan mudah mereka peroleh informasinya karena mereka hidup di kota. Akibatnya dari kota-kota tersebut, bangkitlah kesadaran mereka untuk membebaskan diri dan bangsanya dari cengkeraman penjajahan asing. Dengan demikian, dari kota-kota yang memiliki tempat pendidikan semangat kebangsaan mulai berkobar dan menyebar ke seluruh tanah air.....

DAFTAR PUSTAKA :
- http://ozikucluk.blogspot.com/2010/02/hubungan-kehidupan-perkotaan-dengan.html
- http://www.erlangga.co.id/

NASIONALISME DAN DEKONOLISASI DI ASIA AFRIKA

Rinaldi Afriadi Siregar/ PIS 
Pasca-Perang Dunia II, semangat untuk menentukan nasib sendiri dari Negara-negara jajahan sangat mendominasi Negara-negara Asia dan Afrika seperti India, Filipina, Turki, dan Mesir. Semangat untuk menentukan nasib sendiri ini juga menular ke Indonesia. Proses dekolonisasi Negara-negara Asia dan Afrika kemudian menjadi fenomena yang dominant pada akhir Perang Dunia II. Kondisi ekonomi dan politik Indonesia pun mengalami berbagai perubahan yang signifikan.  
            Runtuhnya kekuasaan colonial di kawasan Asia dan Afrika ini menjadi awal dari berubahnya struktur politik global. Jumlah Negara-negara menjadi berkembang lebih banyak. Tercatat pada pasca Perang Dunia II jumlah Negara mencapai 51 negara, dan saat ini telah mencapai 192 negara. Proses dekolonisasi ini dipicu oleh adanya gerakan-gerakan nasionalisme yang berkembang di masing-masing Negara di Asia dan Afrika. Tercatat seperti Gerakan Turki Muda, Gerakan Nasionalisme Filipina, Gerakan Nasionalisme Cina, Gerakan Nasionalisme India, dan berbagai gerakan serupa yang muncul di Negara-negara seperti Cina, Jepang, Mesir, Libya,India, dan lainnya.
1. Nasionalisme di Jepang
Nasionalisme di Jepang muncul setelah kedatangan bangsa barat ke Jepang yang dipelopori oleh Komodor Matthew Calbraith Perry yang ditandai dengan penandatanganan perjanjian Shimoda oleh Shogun Yoshinabu Tokugawa pada tahun 1854 yang isinya pelabuhan-pelabuhan Shimoda dan Hakodate dibuka untuk perdagangan bangsa asing. Sejak saat itu Jepang menjadi negara yang terbuka untuk bangsa barat dan bangsa-bangsa yang lain. Sebelumnya Jepang menerapkan politik isolasi yang membatasi kontak dengan bangsa lain. Pada waktu itu, di Jepang sedang terjadi gerakan anti Shogun (Shogun adalah pemerintahan yang bercorak militer yang dipimpin oleh seorang panglima tentara, Sering juga disebut dengan pemerintahan Bakufu artinya pemerintahan tentara di bawah Shogun). Para pendukung gerakan ini menginginkan kekuasaan pemerintahan diserahkan kembali kepada kaisar. Akhirnya pada tanggal 8 November 1867 Shogun meletakkan jabatannya dan menyerahkan kekuasaannya kepada kaisar Meiji atau Kaisar Mutsuhito. Pada masa pemerintahan kaisar Meiji dilaksanakn program restorasi yang bertujuan mengejar ketertinggalan bangsa Jepang terhadap bangsa lain, khusunya Barat.
Pembaharuan awal :
a. Pada tanggal 3 Januari 1868 Kaisar Meiji mengumumkan dihapuskannya sistem pemerintahan bakufu.
b. Kaisar Meiji membentuk Gen-fo-in (badan konstituante), yang bertugas menyusun undang-undang dan mengurus kehakiman
c. Untuk memperkokoh kedudukan pemerintah dan kesatuan bangsa Jepang maka Kaisar Meiji mengambil tindakan-tindakan berikut:
- Memindahkan ibu kota negara dari Kyoto ke Tokyo
- Diciptakan bendera kebangsaan Hinomaru
- Syintoisme dijadikan agama negara
- Diciptakan lagu kebangsaan Kimigayo
- Semangat Busyido menjadi cita-cita umum rakyat Jepang
d. Pada tanggal 6 April 1868 Kaisar Meiji mengumumkan proklamasi yang akan membentuk parlemen sebagai wakil rakyat.
e. Tentara-tentara pribadi milik kaum bangsawan dibubarkan dan dibentuk tentara nasional Jepang.
Pembaharuan secara modern merupakan kelanjutan dari pembaharuan tahap pertama yang meliputi beberapa aspek yakni:
a. Dalam bidang politik / pemerintahan dilakukan penghapusan sistem feodalisme dan membentuk pemerintahan yang bersifat desentralisasi agar pemerintahan menjadi kuat. Pada tahun 1889 diumumkan berlakunya Undang-Undang dasar negara Jepang parlemen (Gikai) yang terdiri dari 2 majelis yaitu majelis tinggi dan majelis rendah.
b. Dalam bidang sosial menghapuskan sistem hukum yang berdasarkan pelapisan sosial dan menegakkan persamaan derajat
c. Dalam bidang militer, Kaisar Meiji membentuk Gunbatsu atau Departemen Pertahanan yang bertanggung jawab kepada kaisar. Setiap warga negara yang berusia 20 tahun dikenakan wajib militer. Persenjataan dibeli dari negara-negara Eropa Barat. Mengirim keluarga Satsuma untuk belajar pada Angkatan Laut Inggris dan keluarga Chosu untuk belajar pada Angkatan Darat Prusia (Jerman)
d. Pada bidang pendidikan, Jepang mengirim mahasiswanya untuk belajar di negara-negara barat. Selain itu juga mendatangkan tenaga ahli dari negara-negara Barat. Tahun 1871 dibentuk Departemen Pengajaran, bertugas melakukan pembaharuan pendidikan dengan sistem Eropa Barat. Dikeluarkannya Undang-undang wajib belajar, bagi setiap anak yang berusia 6-14 tahun. Didirikan sekolah-sekolah menengah dan perguruan tinggi di seluruh negeri jepang.
e. Bidang Ekonomi dan industri, Dikeluarkan peraturan baru tentang kepemilikan tanah dan pajak pertanian, mendirikan laboratorium-laboratorium penelitian tanaman pertanian, mendatangkan ahli-ahli pertanian dan mesin-mesin pertanian modern dari Eropa Barat, mendatangkan mesin-mesin industri modern dari Inggris, meningkatkan hasil produksi teh dan sutera untuk memperoleh devisa negara , membangun pabrik, galangan kapal, pusat pembangkit listrik, jaringan telekomunikasi, jalan kereta api, dsb.
Akibat dari restorasi ini, jepang menjadi negara yang paling maju di kawasan Asia. Salah satu prestasi dari kemajuan di bidang militer adalah keberhasilan Jepang mengalahkan Rusia pada tahun 1905.
2. Nasionalisme di Cina
Akibat kalah pada perang candu Cina yang saat itu dikuasai dinasti manchu harus menandatangani perjanjian nanking yang isinya antara lain :
a. Cina harus menyerahkan Hongkong ke Inggris
b. Cina harus membayar kerugian kepada pedagang Inggris yang barang dagangan (candu) telah dibakar
c. Pelabuhan Kanton dan beberapa pelabuhan lainnya dibuka untuk perdagangan dengan Inggris
Pada tahun 1900 terjadi pemberontakan Boxer, sebagai wujud kebencian rakyat Cina terhadap orang-orang barat yang menduduki tanah airnya. Pemberontakan ini dipimpin oleh Ratu Tshe -Shi. Akan tetapi pemberontakan boxer berhasil dipadamkan oleh bersatunya bangsa bangsa Eropa di Cina. Kekalahan-kekalahan yang di derita oleh kekaisaran Cina dalam menghadapi bangsa Asing menyadarkan jiwa nasionalisme rakyat Cina untuk menentang penjajahan. Muncullah tokoh nasional Cina yaitu Dr. Sun Yat sen. Dasar perjuangan Sun Yat Sen di kenal dengan " San Min Chu-i atau tiga asas kerakyatan yang meliputi:
a. Nasionalisme atau kebangsaan
b. Demokrasi atau kedaulatan rakyat
c. Sosialisme atau kesejahteraan sosial
Pada tanggal 2 Januari 1912 Sun Yat Sen memproklamasikan berdirinya Republik Cina yang berpusat di Kanton. Presiden pertamanya adalah Yuan Shih Kai (1912-1916) yang kemudian digantikan oleh Sun Yat Sen (1916-1925).
3. Nasionalisme di India
Gerakan nasionalisme di India muncul pada tahun 1885 dengan di tandai berdirinya All Indian National Congress, atau biasa disebut Congress. Congress adalah semacam majelis rakyat yang di dalamnya terdapat wakil-wakil dari golongan hindu, Budha, dan Islam. Tokoh-tokohnya yang terkenal antara lain Mahatma Gandhi, Ali Liqut Khan, Jawaharlal Nehru, Mohammad Ali Jinnah, B.G Tilaq dan Banerjee. Di antara mereka yang paling menonjol adalah Mahatma Gandhi, dengan dasar perjuangannya sebagai berikut:
a. Ahimsa yaitu melakukan gerakan perlawanan tanpa menggunakan kekerasan.
b. Hartal yaitu gerakan yang bersifat pasif atau disebut juga mogok kerja
c. Satyagraha yaitu gerakan cinta tanah air dengan tidak bekerja sama dengan penjajah
d. Swadesi yaitu menggunakan barang produksi dalam negeri
Selain 4 dasar tersebut, terdapat juga gerakan-gerakan perlawanan antara lain:
a. Gerakan Sosial Brahma Samaj yang dipimpin oleh raja Ramohan Ray. Gerakan ini bertujuan untuk menghapuskan adat tradisi kuno, aturan kasta dan mengajar dasar monotheisme dalam agama Hindu.
b. Gerakan pendidikan Santiniketan yang dipimpin oleh Rabindranath Tagore, penyair besar bangsa India. Gerakan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan budaya India
c. The Great India Mutiny (Pemberontakan Sipahi), yaitu pemberontakan bersenjata para prajurit EIC yang mendapat dukungan dari rakyat. Pemberontakan ini dipimpin oleh Bahadur Syah, raja Moghul di India.
4. Nasionalisme Filipina
Pada tahun 1898 pecahlah pemberontakan Katipunan dari rakyat Filipina melawan Spanyol. Pemberontakan ini merupakan awal dari gerakan nasionalisme di Filipina. Dipimpin oleh Yose Rizal yang akhirnya dijatuhi hukuman mati oleh pemerintah Spanyol. Nasionalisme Filipina dilanjutkan oleh pemimpin Emilio Aqunaldo yang berhasil mendirikan Liga Pembebasan Filipina dan pada tanggal 12 Juni 1898 memproklamasikan Republik Filipina Merdeka. Filipina jatuh ke tangan Amerika serikat dari tangan Spanyol. Untuk menyiapkan kemerdekaan Filipina maka Amerika serikat mengeluarkan Undang-Undang "The Tydings Mc Duffie Act" pada tahun 1934. Berdasarkan undang-undang ini Filipina mendapat status Commonwealth selama 12 tahun. Sebagai realisasi The Tydings Mc Duffie Act, kemerdekaan Filipina dilaksanakan pada tanggal 4 Juli 1946 dengan presiden pertama Manuel Roxas.
5. Nasionalisme Turki
Pemerintah Turki yang sangat lemah mendapat julukan "The Sick Man from Europe". Pada tahun 1919 muncullah gerakan Turki Muda yang dipimpin oleh Mustafa Kemal Pasha, tujuannya adalah untuk mengusir kekuatan sekutu dan rezim lama yang lemah. Pada tanggal 23 Juli 1923 ditandatangani perjanjian Laussane antara Turki dan Sekutu yang isinya:
a. Thracia Timur dikembalikan ke Turki]
b. Turki melepaskan semua daerah yang penduduknya bukan bangsa Turki, yaitu Arab yang menjadi negara merdeka, Libia diambil alih Italia, Mesir, Palestina, Irak dan Siprus diambil alih oleh Inggris, Suriah dan Libanon diambil alih oleh Prancis.
c. The Straits (selat) terbuka untuk semua kapal
d. Semua hak ekstrateritorial bangsa asing dihapuskan
e. Tidak ada keharusan bagi Turki untuk mengurangi angkatan perangnya
f. Turki tidak perlu membayar kerugian perang
g. Turki harus melindungi minoritas
Mustafa Kemal Pasha berupaya menjadikan Turki republik modern. Kebijakannya untuk memodernkan Turki yaitu dengan :
a. Menyusun undang-undang dasar baru
b. Melaksanakan ekonomi etatisme
c. Melaksanakan rencana pembangunan lima tahun
d. Huruf Arab diganti dengan huruf latin
e. Melaksanakan pemerintahanan sekuler
6. Nasionalisme Mesir
Pada tahun 1881 timbul pemberontakan rakyat di Mesir yang dipimpin Arabi Pasya. Peristiwa ini merupakan kebangkitan semangat kebangsaan Mesir, yang kemudian berkembang dalam bentuk gerakan pembaharuan dalam Islam, yang dikenal dengan Gerakan Salafiah, dipelopori oleh para alim ulama seperti Jamaluddin Al Afghani, Syah Muhammad Abduh, dan lain-lain. Pada bulan februari 1922 Inggris menyatakan kemerdekaan Mesir.
7. Nasionalisme di Libya
Di Libya, prgerakan nasionalisme dipelopori oleh Raja Idris El-Sanusi. Ia mulai memimpin perjuangan rakyat Libya dalam melawan dominasi penjajahan Italia tahun 1916. Keberhasilan pergerakan nasionalisme yang dipimpin olehnya tercapai pada tahun 1949. Ia memelopori pendeklarasian Libya sebagai Negara merdeka dengan menetapkan Tripoli sebagai ibukota Negara. Peristiwa itu terjadi dengan seiring kalahnya Italia pada Perang Dunia II. Idris El-Sanusi juga berperan dalam memersatukan Tripolitania, Fezzan, dan Cyrenaica tahun 1949. Meskipun tersingkir dari kudeta militer yang dipimpin oleh Muammar Khadafi di tahun 1969, Idris telah berhasil memimpin perjuangan nasionalisme Libya.
8. Nasionalisme di Birma (Myanmar)
Di Birma (Myanmar), proses dekolonisasi berlangsung dalam rangka melepaskan diri dari jajahan Inggris. KolonialInggris menjajah Birma sejak 1886 hingga 1942. Penjajahan Inggris di Birma mempunyai peran dalam meningkatkan rasa nasionalisme rakyat Birma dalam menentang pemerintahan kolonial ini. Meningkatnya nasionalisme rakyat Birma dipicu oleh pindahnya pemerintahan colonial Inggris dari kota Mandalay ke kota Yangoon tahun 1886. Kota Yangoon digunakan Inggris sebagai subbagian dari pemerintahan Inggris di India.
Akibatnya, banyak warga India yang bermigrasi ke Birma. Di sisi lain, di bawah pemerintahan colonial Inggris, Birma menjadi salah satu Negara pengekspor beras terbesar di dunia. Hal ini membuat Birma mengalami masalah disintegrasi social. Penyebabnya karena system perekonomian tersebut tidak dikuasai oleh rakyat Birma, melainkan oleh pemerintah colonial Inggris. Pergerakan nasionalisme pun mulai muncul. Salah satunya adalah pergerakan yang bernama Young Men's Buddhist Association atau Asosiasi Pemuda Budha. Perwujudan aksinya adalah dengan melakukan demonstrasi dan pemogokan kerja, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam politik dan pemerintahan Negara bentukan Inggris. Hal itu dilakukan untuk melancarkan reformasi total di Birma. Mereka juga melakukan agitasi mengenai pentingnya pemisahan diri dari India dan pembentukan Negara Birma merdeka.
Munculnya pergerakan nasionalisme masyarakat Birma tidak hanya terjadi di perkotaan, melainkan juga di pedesaan di derah pedesaan, muncul gerakan pemberontakan terhadap pemerintahan kolonial Inggris yang bernama Saya San Rebellion pada 1930 hingga 1932. Pergerakan inimendapat dukungan yang kuat dari rakyat Birma, meskipun tidak lama kemudian diberantas habis oleh pemerintahan kolonial Inggris. Akan tetapi bibit-bibit penggerak kemerdekaan Birma lainnya pu bermunculan. Para penggerak ini lazimnya adalah aktivis dari kalangan mahasiswa atau yan biasa disebut dengan Thakin. Salah satu Thakin yang menonjol adalah U Aung San. Ia adalah mantan prajurit yang dididik oleh Jepang dan kemudian membentuk Burma Independence Army (BIA), atau Tentara Pembebasan Birma. Meskipun BIA membantu Jepang untuk menginvasi Birma pada masa Perang Dunia II, pergerakan ini kemudian menjadi pelopor dalam menyingkirkan penjajahan Jepang dari Birma. Pada proses deklnisasi Jepang dari Birma, BIA mengubah namanya menjadi Anti-Fascist People's Freedom League (AFPFL). Kemerdekaan Birma kemudian da proklamirkan pada 4 Januari 1948. presiden pertamanya adalah Sao Shwe Thaik, dengan perdana mentri Thakin Nu.
Transformasi politik di kawasan Asia dan Afrika pasca-Perang Dunia II memiliki kecenderungan berupa faham sosialisme yang cukup mendominasi. India, Birma, bahkan Indonesia sekalipun memiliki unsur sosialisme yang sangat kental di dalam pergerakan nasionalismenya . Di India, pemerintahan Pandit Jawaharlal Nehru yang berlangsung pada masa awal kemerdekaan India sangat bernuansa sosialis demekian pula Birma, unsure komunisme berperan cukup besar. Mayoritas kursi pemerintahan Birma oleh orang-orang berpemikiran sosialisme-komunisme. Di Indonesia, faham komunisme berkembang dengan dibentuknya Partai Komunis Indonesia pada masa pergerakan nasional, tetapi surut pada masa pendudukan Jepang. Gerakan komunis muncul lagi pasa Perang Dunia II ketika terjadi pemberontakan komunis pada 1948 di Madiun.
DAFTAR PUSTAKA :