MUHAMMADIYAH DI MASA KEBANGKITAN NASIONAL

PITRAWATI/SIV/B

  Muhammadiyah di dirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan  (1868-1923) pada 18 november 1912/8 Dzulhijah 1330 H. Tokoh ini adalah ulama yang menjadi pegawai (Abdi dalem ) keratin Yogyakarta dengan kedudukan sebagai khatib ( ketib ) di mesjid Sultan Yogyakarta , Namun , tokoh ini di kenal sebagai ulama yang ' alim ,saleh , moderat , telorans, dan sangat peduli ,
(concern) dengan keadaan umat islam .
           
Tanggal  18 November Miladiyah bertepatan dengan 8 Dzulhijah 1330 Hijiriyah  di Yogyakarta akhirnya didirkanlah  sebuah organisasi yang bernama " MUHAMMADIYAH". Organisasi baru ini diajukan pengesahannya 20 Desember  1912 dengan mengirim " statuten muhammadiyah " ( Anggaran Dasar         Muhammadiyah yang pertama,1912) , yang kemudian di sahkan oleh Gubernur Jendral Belanda pada tanggal 22 Agustus  1914. Dalam" Statuten Muhammadiyah "  yang pertama itu , tanggal resmi yang diajukan ialah tanggal Miladiyah yaitu 18 November 1912, tidak mencantumkan tanggal Hijiriah , dalam artikel satu dinyatakan , "penghimpun  itu ditentukan buat 29 tahun lamanya , mulaim 18 November 1912. Namanya " Muhammadiyah " dan di tempatkan di Yogyakarta " sedangkan maksudnya artikel 2 ialah a. menyebarkan pengajaran Igama kangjeng Nabi Muhammad Shallalahu ' Alllahi Wassalam  kepada penduduk bumi putra did lam residensi Yogyakarta , dan b. memajukan Igama kepada anggota- anggotanya."
terdapat hal yang menarik bahwa kata " memajukan"( dan sejak tahun 1914 di tambah dengan kata " menggembirakan " ) dalam pasal dan maksud tujuan muhammadiyah " pada periode kiyai Dahlan hinngga 1946 ( yakni statuten Muhammadiyah 1912, tahun 1914. Tahun 1931 dan tahun 1941). Sebutan statuten 1914, maksud persyirikatan yaitu :
1. Memajukan dan menggembirakan pengajaran dan pembelajaran Igama di hindia Nederland
2. Dan memajukan dan meggembirakan kehidupan (cara hidup) sepanjang kehidupan agama islam kepada lid-lidnya.
(1)
Kelahiran muhammadiyah  sebagaiman itu melekat dengan sikap, pemikiran ,dan langkah kyai Dahlan sebagai pendirinya , yang mampu memadukan paham islam yang ingin kembali pada Al-Qur'an dan sunah Nabi  dengan membuka pintu ijtihad untuk kemajuan sehingga memberikan karakter yang khas dari kelahiran dan perkembangan Muhammadiyah di kemudian tiap hari.
            Latar belakang mengapa K.H. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah  karena mempertimbangkan  dua factor :  subjektif dan objektif . factor subjektif  berangkat dari pengulatan pemikiran yang dialami K.H. Akmad Dahlan dengan gagasan –gagasan  pembaharuan islam ( baik yang pra – modern seperti gagasannya ibnu Taimiyah dan
Muhammad ibnu Abdul Wahhab maupun yang modern ,terutama gagasannnya  Syeikh
Muhammad Abduh ), dan keprihatianan beliau akan kondisi objektif kaum muslim .
kyai Dahlan , sebagaiman apembahruan islam lainnya ,tetapi dengan tipikal yang khas , memiliki cita- cita  membebaskan umat islam dari keterbelakangan dan membangun kehidupan yang berkemajuan melalui tajdid ( pembaharuan ) yang meliputi aspek tauhid ( aqidah) , ibadah , muamalahdan pemahaman terhadap ajaran island an kehidupan umat islam  dengan mengembalikan kepada  sumber islam yang asli yakni Al-Qur'an dan sunnah nabi yang shakhih dengan membuka ijtihad.
Dahlan ingin membersihkan aqidah islam dari macam syirik, dalam bidang ibadah, ,membersihkan cara-cara ibadah dari bid'ah, dalam bidang mua'malah , yang membersihkan fikiran dari khurafat, serta dalam bidang pemahaman terhadap ajaran islam , ia merombak taklid untuk kemudian memberi kebebasan dalam ber ijtihad.
            factor  objektif  berkenaan  dengan kondisi  internal  dan eksternal  kaum  Muslim  Indonesia . kondisi internal  kaum muslim , disini mengutip  HAMKA  1908-1981)  dan kuntowijoyo (1943-2005) .
(2)
            HAMKA  melihat 3 faktor pendorong lahirnya Muhammadiyah : (1) keterbelakangan dan kebodohan umat islam Indonesia pada hamper semua bidang kehidupan , (2) kemiskinan yang parah diderita oleh umat  padahal hidup di negri yang kaya raya, dan (3) kondisi pendidikan islam yang sudah sangat kuno  seperti terlihat pada pesanteren.
            Kuntowijoyo  mencermati dua  lingkaran kultur umat islam Indonesia menjelang kelahiran Muhammadiyah  : ( 1) kultur islam –sinkretis  dengan budaya jawa yang menghasilkan produk yang takhayul , dan (2) kultur islam tradisional yang menghasilkan  produk budaya Bid'ah dan khurafat , Tiga hal ini ( Takhayul, Bid'ah , Khurafat / TBKH) yang ingin di berantas oleh muhammadiyah
            menurut Kuntowijoyo gagasan pendidikan yang di pelopori oleh Kyai Dahlan merupakan pembaharuan karna mampu menginteraksikan aspek " iman" dan "kemajuan
" , sehimgga menghasilkan sosok muslim yamg terpelajar , yang mampu hidup di zaman modern tanpa terpecah kepribadiannya ( Kuntowijoyo 1985: 36 )
            sejak awal didirikan , Muhammadiyah telah memilih untuk berorientasi dan bergerak di bidang social – keagamaan dan khusunya di lapangan pendidikan pilihan ini terbukti sebuah pilihan cerdas , sebab  dengan cara demikian Muhammadiyah mampu memberikan kesan positif bagi pemerintah kolonial belanda   sebagai organisasi yang  tidak membahayakan esksistensi colonial mereka.muhammadiyah tidak di curigahi oleh kolonial  belanda karena dapat menghindqarkan diri dari taktik penggerakan kemerdekaan yang di anggap illegal  seperti rapat – rapat rahasia di tengah malam buta, hasilnya tidak  ada konfrontasi yang berarti dalam muhammadiyah mampu berkembang dengan pesat dan masih survice hingga sekarang , serta telah memberikan kontribusi yang cukup berarti bagi eksistensi Negara- Negara Indonesia .
Visi  dan Misi  Muhammadiyah
Visi
           Muhammadiyah sebagai  gerakan islam yang berlandaskan Al-Qur'an dan As Sunnah  dengan watak tajdid yang dimiliki nya senantiasa istoqomah  dan aktif dalam melaksanakan dakwah islam amar ma'ruf  nahi mungkar di semua bidang dalam upaya menwujudkan islam sebagai rahmatan  lil'alamin mewujudkan terciptanya masyarakat yang sebenar-benarnya.
Misi
Muhammadiyah senagai gerakan islam , dakwah amar ma'ruf nahi munkar memiliki misi :
1. Mmenegakkan keyakinan tahuid yang murni sesuai dengan ajaran Allah SWT, yang di bawa oleh para Rasull sejak  Nabi Adam as  sampai Nabi Muhammad Saw
2. Memahami ajaran agama dengan menggunakan akal fikiran sesuai ajaran islam untuk menjawab dan menyelesai persoalan- persoalan kehidupan .
3. Menyebar luaskan ajaran islam yang bersumber pada kitab Al-Qur'an  terakhir dan sunnah rasul sebagai pedoman hidup umat manusia .
4. Mewujudkan amalan- amalan islam dalam kehidupan pribadi dan masyarakat.
  Faktor Internal dan Eksternal Lahirnya Muhammadiyah
 (3)
1. Faktor obyektif bersifat internal
a) kelemahan dan praktek ajaran islam
kelemahan praktek ajaran agama islam dapat di jelaskan dua bentuk.
1. Tradisionalisme  dan 2. Sinskretisme
b ) kelemahan lembaga pendidikan islam
lembaga pendidikan tradisional islam  pesanteren merupakan sistem pendidikan pendidikan islam yang khas di Indonesia .  transformasi nilai – nilai ke islam sangat berhutang budi pada lembaga ini,  namun terdapat kelemahan dalam sistem pesanteren  yang menjadi kendala untuk mempersiapkan kader – kader umat islam yang  dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan zaman .
2. Faktor objektif yang bersifat Eksternal
a. kristenisasi
untuk mempengaruhi umat islam  dan kristenisasi menjadi peluang bagi kolonialisme belanda, misi Kristen baik katolik maupun protestan di Indonesia memiliki dasar hokum yang kuat dalam konstitusi belanda.
b. kolonialisme belanda
penjajahan membawa perkembangan buruk bagi perkembangan islam di wilayah nusantara ini baik secara social , politik, ekonomi maupun budaya.
c. Gerakan pembaharuan timur tengah
gerakan muhammadiyah di Indonesia merupakan salah satu mata rantai dari sejarah panjang gerakan pembaharuan yang di pelopori oleh ,ibnu Taymiyah, ibnu Qayyim, Muhammad Bin Abdul Wahhab, jamalud din al-afgani , Muhammad abduh, Rasyid Ridha  dan lain sebagainya.
Tokoh – Tokoh Muhammadiyah dari masa ke masa
1. KH. Ahmad Dahlan 1912  1923
2. KH. Ibrahim 1923  1932
3. KH. Hisyam 1932  1936
4. KH. Mas Mansur 1936  1942
5. Ki Bagoes Hadikoesoemo 1942  1953
6. Buya AR Sutan Mansur 1953  1959
7. KH. M Yunus Anis 1959  1962
8. KH. Ahmad Badawi 1962  1968
9. KH.Faqih Usman 1968  1971
10. KH. AR Fachruddin 1971  1990
11. KH A. Azhar Basyir 1990  1995
12. Prof. Dr. H.Amien Rais 1995  2000
13. Prof. Dr. H. Ahmad Syafi'I Ma ' arif 2000  2005
14. Prof . Dr. H. Din Syamsuddin 2005 dan sampai sekarang habis masa jabatannya 2015
Perkembangan Muhammadiyah Di Indonesia
(4)
1. Perkembangan secara Vertikal
dari segi perkembangan vertical, muhammadiyah telah berkembang ke seluruh penjuru tanah air , akan tetepi di bandingkan organisasi NU , Muhammadiyah sedikit ketinggalan , hal itu terlihat jama'ah NU lebih banyak di bandingkan dengan jam'ah Muhammadiyah
2. Perkembangan secara Horizontal
dari segi horizontal , amal Muhammadiyah lebih banyak berkembang meliputi berbagai bidang kehidupan ,  muhammmadiyah dalam bidang keagaman telihat dari upaya- upayanya.
Dalam bidang kemasyarakatan usaha- usaha yang di tempuh muhammadiyah meliputi :
1. Mendirikan rumah sakit modern , lengkap dengan peralatan , rumah bersalin , apotek dan lainnya.
2.Mendirikan panti asuhan baik putra – putri untuk menyantuni mereka
3. Mendirikan perusahan percetakan , penerbitan , took buku yang sangat mudah membantu pemahaman tentang keagaman , budaya dan lain- lain
4. Pengusahan dana bantuan hari tua , yaitu dana yang di berikan pada saat seseorang tidak bekerja karena tua , cacat .
5. Memberikan bimbingan dan penyeluhan keluarga mengenai hidup sepanjang tuntunan illahi
dalam bidang politik usaha- usaha yang di tempuh muhammadiyah meliputi :
1.Ikut mempelopori partai islam di Indonesia
2. Aktif dalam keanggotaan MIAI ( Majelis Islam A'la Indonesia
3.Ikut menanam rasa rasionalisme  dan cinta tanah air di Indonesia di kalangan umat isalam
4.pada saat ini partai politik yang bias menyalurkan cita – cita perjuangan muhammadiyah tidak ada, muhammadiyah tampil sebagai dakwah islam sekaligus mempunyai fungsi politik rill.


Notes :
(1 Pasha , Musthaf Kamal dan Ahmad Adaby Darban , 2000.
Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam(dalam perspektif  Historis dan ideologis )
(2)Yogyakarta : LPPI . Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
(3) http:id.wikipedia.org/wiki/Muhammadiyah
(4) http:id.wikipedia.org/wiki/Muhammadiyah
DAFTAR PUSTAKA
Pasha , Musthaf Kamal dan Ahmad Adaby Darban , 2000.
            Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam  ( dalam perspektif  Historis dan ideologis ) . Yogyakarta : LPPI . Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

No comments:

Post a Comment