Minggu, 07 Juni 2015

SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM DI AMERIKA SERIKAT


SISKA MAYA RENTI/SP

Sejarah Masuknya Islam di Amerika.
Ternyata Amerika yang selama ini identik sebagai pusat kekafiran, justru lebih dulu mengenal Islam sebelum para penyebar agama lain dari Eropa menguasai negeri itu. Fakta-fakta ini mungkin akan membuat kita berbeda memandang Amerika, yaitu sebagai bagian dari wilayah yang dakwah disana harus diteruskan.

Masuk dan kedatangan Islam sudah dimulai sejak zaman Bani Umayyah di Spanyol yaitu pada masa pemerintahan Abdurahman III (912-961M). Pada masa kepemimpinan Abdurahman III, ia berhasil menciptakan kemakmuran dan kemajuan Spanyol, seperti kemajuan dalam bidang perekonomian, seni arsitektur serta kemajuan dalam bidang armada laut, dengan kekuataan armada laut tersebut Abdurahman bisa memperluas kekuasaannya sampai ke Afrika Barat. Seperti dalam sumber lain yang kami temukan mengatakan bahwa:
            Pada pertengahan abad ke-10, pada waktu pemerintahan Khalifah Umayyah, yaitu Abdurrahman III (929-961 M.), kaum muslimin yang berasal dari Afrika berlayar ke Barat dari pelabuhan Delbra di Spanyol, menembus 'samudera yang gelap dan berkabut' yang disebutnya Ard Majhoola. Setelah menghilang beberapa lama, mereka kembali dengan sejumlah harta dari negeri yang 'tak dikenal dan aneh'. Ada kaum muslimin yang tinggal bermukim di negeri baru itu, dan mereka inilah yang dianggap kaum imigran Muslim gelombang pertama di Amerika.
            Sehingga dengan demikian sekitar abad ke 10 umat Islam telah menemukan dunia baru yang dalam hal ini adalah benua Amerika, dan umat muslim telah melakukan interaksi dengan masyarakat atau dengan orang Amerika tersebut sejak abad 10M. Sehingga dari sinilah awal dimulainya hubungan antara Islam dengan benua Amerika, dan ternyata jauh sebelum kedatangan Columbus.
            Bukti-bukti lain yang memperkuat pendapat mengenai adanya hubungan antara Islam dengan benua Amerika sekitar abad ke 10 M atau jauh sebelum kedatangan Columbus adalah sebagai berikut:
• Adanya pengaruh Afrika dalam industri-industri tradisional yang dimiliki oleh orang Indian Amerika dan ditemukannya peningglan-peningglan Afrika berupa tulisan pada batu-batu di Amerika Tengah dan selatan.
• Selain itu juga ditemukan mata uang logam Arab yang di cetak di Andalusia (Spanyol) yang ditemukan di Amerika Selatan.
• Loe Weiner, pakar sejarah dari Harvard University, dalam bukunya "Africa and the Discovery of America" (1920) menulis bahwa Columbus telah mengetahui kehadiran orang-orang Islam yang tersebar seluas Karibia, Amerika Tengah dan Utara, termasuk Canada. Mereka berdagang dan telah melakukan asimilasi perkawinan dengan orang-orang Indian dari suku Iroquois dan Algonquin.
• Geografer dan pembuat peta bernama Al-Syarif Al-Idrisi (1099- 1166) menulis dalam bukunya yang terkenal Nuzhat al-Musytaq fi Ikhtiraq al-Afaaq (Ekskursi dari yang Rindu Mengarungi Ufuq) bahwa sekelompok pelaut dari Afrika Utara berlayar mengarungi Samudra yang gelap dan berkabut dari Lisbon (Portugal) dengan maksud mendapatkan apa yang ada di balik samudra itu, betapa luasnya dan di mana batasnya. Mereka menemukan pulau yang penghuninya bercocok tanam dan telah mempergunakan bahasa Arab.
• Didalam buku 105 tokoh penemu dan perintis dunia, ditemukan biodata serta profil tentang Al-Idrisi, ia merupakan kelahiran Spanyol dan merupakan orang yang pertama kalinya membuat globe. Didalam buku tersebut diceritakan bahwa kemampuan Al-Idrisi membuta Globe sangat menarik perhatian Raja Roger II, yakni raja Sicilia turunan Normandia yang memerintah pada tahun 1129-1140. Raja Roger II meminta Al-Idrisi  memperkenankan memasukan data bahwa Siscilia pernah berada dalam kekuasaan Islam sebelum Raja Roger berkuasa disana, dan masih banyak bukti-bukti lainnya yang secara terang-terangan membantah bahwa Columbus sebagai penemu benua Amerika.
     Sehingga jelas sekali bahwa bukti-bukti serta fakta-fakta yang menunjukan bahwa Islam telah ada di Benua Amerika jauh sebelum kedatangan Columbus memang benar-benra tidak bisa dibantahkan lagi.


a)        Sejarah Singkat
Dimulai dengan dibukanya jalur sutra dan berkembangnya keinginan bangsa berkuasa di Eropa untuk mencari daerah baru dan memperluas wilayah jajahan, munculah nama penjelajah terkenal seperti Ibnu Batuta, Marco Polo, Zheng He (Cheng Ho), Columbus yang mengitari dunia luas ini.
Dari fakta diatas, Dr Barry Fell seorang ahli bahasa dari Harvard University mengungkapkan ternyata Islam telah berkembang di amerika sebelum nama benua Amerika untuk pertama kali disebutkan. Dirinya mendapatkan adanya sekolah sekolah Islam di Valley of Fire, Allan Spring Logomorismo dan Indiana sekitar tahun tahun 700-800 masehi. Kemudian pada tahun 1178 masehi, sebuah dokumen Cina bernama Sung mencatat perjalanan pelaut Muslim ke sebuah wilayah bernama Amerika atau dalam bahasa Cina pada dokumen tersebut disebut Mu-Lan-Pi.
Kemudian pendapat ini juga disetujui oleh Gavin Menzies, seorang bekas pelaut yang mengemukakan hasil penelusurannya bahwa dirinya telah menemukan bekas peninggalan seorang laksamana muslim bernama Cheng Ho di Amerika pada tahun 1421, 71 tahun lebih awal dari kedatangan Columbus di Benua itu.
Setelah sebuah penemuan benua baru yang kontroversial oleh columbus pada tanggal 21 Oktober 1492 , perdagangan budak mulai marak terjadi di Amerika dan dunia barat lain.    Tahun 1530 masehi, para budak budak dari Afrika Barat pertama datang ke Amerika. Selama masa perbudakan yang berlangsung hingga 300 tahun itu, sekitar 10 juta orang Afrika dijual ke Amerika, dan sekitar 30% adalah beragama Muslim dan merekalah yang menjadi cikal bakal kaum Muslim yang sekarang berada di Amerika. Kemudian pada tahun 1732 masehi, Ayyub bin Sulaiman Jalloh, seorang budak Muslim di Marylan dibebaskan oleh pendiri Georgia (kota kelahiran Martin Luther King) bernama James Oglethorpe.
Dilanjutkan menurut Dr A Zahoor, nama negara bagian seperti Alabama berasal dari kata Allah bamya. Sedangkan Arkansas berasal dari kata Arkan-Sah. Sedangkan Tennesse dari kata Tanasuh. Selain itu, ada pula nama tempat di Amerika yang menggunakan nama-nama kota suci Islam, seperti Mecca di Indiana, Medina di Idaho, Medina di New York, Medina dan Hazen di North Dakota, Medina di Ohio, Medina di Tennessee, serta Medina di Texas. Begitulah peradaban Islam turut mewarnai di benua Amerika.
Perkembangan Islam di Amerika Serikat sekarang mengalami kemajuan pesat. Berbagai kawasan muslim kini tumbuh sedikitnya di sepuluh negara bagian AS, seperti di California, New York, Illinois, New Jersey, Indiana, Michigan, Virginia, Texas, Ohio, dan Maryland.Jumlah Muslim di AS saat ini sudah mengalahkan Episkopalian, Lutheran, Presbyterian, United Church of Christ, dan agama lainnya.

b)       Sejarah Kegiatan Pendidikan Amerika Serikat
Pada awal perkembangannya persekolahan di Amerika telah dimulai sejak zaman penjajahan. Persekolahan ketika itu bersifat elitis dan berorientasi pada agama. Masyarakat yang berada pada lapisan sosial-ekonomi bawah hanya boleh mengenyam pendidikan di "sekolah ibu", yaitu suatu sekolah yang mengajarkan membaca, menulis, berhitung, dan agama.
Sedangkan masyarakat pada lapisan sosial-ekonomi atas dipersiapkan untuk menjadi pemimpin gereja, pemimpin masyarakat, ataupun pemimpin negara melalui sekolah latin dan colleges. Pada masa itu anak wanita tidak mempunyai kebebasan untuk bersekolah suatu bentuk nyata diskriminasi gender yang terjadi di banyak negara yang sedang terjajah— (Dimyati, 1988).
Rakyat Amerika berhasil memperoleh kemerdekaannya dan membentuk negara Amerika Serikat pada 4 Juli 1776. Iklim kemerdekaan ini berdampak pada perubahan pola pendidikan di Amerika. Pendidikan yang bersifat elitis diubah. Pada masa ini muncullah gerakan Public School yang bersifat terbuka untuk semua anak kulit putih baik pria maupun wanita. Public School dibentuk dan dirancang untuk membentuk kompetensi dan keterampilan dasar warga negara.
Upaya pengembangan Public School telah menimbulkan pro dan kontra dalam masyarakat. Sebagian masyarakat setuju dengan campur tangan dan intervensi pemerintah dalam pengembangan Public School, namun sebagian lagi menolaknya. Kelompok masyarakat yang kontra tersebut berpendapat bahwa campur tangan pemerintah justru akan menghambat perkembangan Public School itu sendiri.
Kegiatan pendidikan di Amerika tidak terhenti sampai disini saja. Sejarah panjang mewarnai kegiatan pendidikan di negeri Paman Sam tersebut. Tiga periode reformasi pendidikan berikut ini akan mengisi catatan panjang sejarah pendidikan Amerika. Ketiga periode reformasi pendidikan tersebut adalah gerakan sekolah umum pada tengah abad 19, alam progressive pada awal abad 20, dan gerakan fermentaso generasi terakhir. Setiap periode selalu mempertanyakan dan mengubah pola-pola pendidikan yang telah ada.
Pada abad 19 Public School tersebar luas di seluruh Amerika, namun ironisnya tenaga pendidik dan fasilitas-fasilitas penunjang pendidikan ketika itu sangat minim. Dalam perkembangan selanjutnya, terjadilah reformasi di bidang pendidikan yang berhasil memunculkan gerakan yang bisa mempersatukan kelompok-kelompok sosial yang berbeda keinginannya. Keberhasilan gerakan tersebut mendukung perkembangan Public School. Pada tengah abad 19 ini Public School dirancang untuk memberikan pendidikan dasar umum sehingga lulusannya diharapkan mampu berpartisipasi dalam kehidupan politik dan dapat memasuki dunia kerja.
Pada zaman progressive terjadi sentralisasi pengawasan dan elaborasi dalam sistem pendidikan Common School. Para ahli pendidikan menggunakan kekuatan negara untuk memperkuat posisi, misalnya untuk memperoleh sertifikasi, dana, standarisasi fasilitas dan kurikulum.
Pada masa ini muncul pemikiran bahwa Common School tidak hanya membekali siswanya dengan pendidikan dasar di bidang 3 R (reading, writing, aritmathic) dan pendidikan moral saja, tetapi juga diharapkan mampu menyiapkan siswa secara langsung agar dapat melakukan peranan dalam hidup bermasyarakat, sehingga disini sekolah merupakan suatu lembaga yang menjadi pintu gerbang untuk mengarahkan siswa ke arah dunia kerja.
Gerakan fermentaso generasi terakhir dalam sejarah pendidikan Amerika diawali pada 1958 sampai tengah tahun 1970-an. Pada masa ini terjadi reformasi di bidang pendidikan yang berciri lebih menekankan fungsi daripada tujuan pendidikan. Sentralisasi kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan semakin bertambah sebagai akibat dari reformasi pendidikan tersebut. Dalam perkembangan selanjutnya, organisasi-organisasi guru tumbuh, makin berpengaruh, dan memperoleh kekuatan politik.
Hal itu menyebabkan guru bersatu untuk menuntut perbaikan ekonomi dan sosial. Pada awal tahun 1980-an peminat public school merosot. Ketika itu public school menghadapi suatu krisis kepercayaan umum dan moral profesional yang rendah. Masyarakat menghendaki terjadinya perubahan-perubahan pada public school, namun para pengambil keputusan seringkali kurang memahami public education itu sendiri, sehingga mereka tidak dapat menentukan prioritas untuk memperbaiki lembaga ini (public school). Reformasi datang dan pergi silih berganti, tetapi pemecahan rasional yang dilakukan tidak menggarap masalah yang sebenarnya (Dimyati, 1988).

c)        Sistem Dan Kebijakan Pendidikan
Sistem pendidikan di Amerika bukanlah merupakan suatu sistem yang dikuasai dan dikelola oleh pemerintah federal dan juga tidak oleh pemerintah negara bagian secara langsung. Pelaksanaan dan pengaturan sistem pendidikan di negara adidaya ini dijalankan oleh Unified School District (USD). Anggaran belanja USD dibiayai oleh PBB, dana anggaran belanja dari pemerintah negara bagian dan dana dari pemerintah federal.           Sekolah yang berada di bawah pengelolaan USD harus memenuhi standar minimum mutu sekolah. Setiap sekolah akan mendapatkan evaluasi berkala dari negara bagian. Biasanya USD mengelola SD, SMP, SMA, dengan pendidikan SD 6th., SMP 2th., dan SMA 4th. Anak-anak diwajibkan untuk sekolah dari usia 6/7th. Diakumulasikan menjadi 18th.
Mulai usia 6/7th., anak-anak Amerika dapat mengikuti sekolah dasar selama 5/6th. Kemudian masuk ke SMP selama 2/3th., dan SMA selama 3/4th. Setelah menyelesaikan SMA, para siswa dapat bisa meneruskan belajar ke Universitas. Belajar di Sekolah tinggi bertujuan untuk meraih gelar B.A. sebagai pendidikan tingkat sarjana strata 1. jenjang setelahnya dikenal dengan pasca sarjana.
Pendidikan tinggi dapat ditempuh di berbagai lembaga, Universitas Negeri, Swasta, Sekolah tinggi 2th., Sekloah Tinggi Komunitas, Sekolah Keahlian, institut teknologi, institut teknik dan sekolah yang terkait dengan gereja. Sebelum memasuki dunia Universitas, seorang calon mahasiswa harus mempersiapkan diri semenjak di SMA dengan persiapan yang terarah dan terpadu.
Kunci keberhasilan dalam memasuki Universitas terletak pada kedisiplinan dan kegigihannya menguasai mata pelajaran. Di Universitas Negeri, mereka bisa mendapat gelar sarjana muda, sarjana, dan doktoral dengan waktu belajar 4-1-3th., kecuali untuk program dokter umum yang membutuhkan waktu 4 tahun lagi.
`           Universitas yang ada di Amerika Serikat diantaranya adalah Boston University, University of Chicago, dan UCLA. UCLA adalah Universitas terbesar di California dan terpopuler di Amerika Serikat. Universitas riset publik ini merupakan kampus utama yang menawarkan lebih dari 300 program sarjana dan pasca sarjana. Untuk masuk di Universitas ini seorang siswa harus mempersiapkan dirinya mulai dari kelas 9 (Shopomor) hingga kelas 12 dengan GPA 4 pada setiap tahunnya.biasanya siswa yang sudah duduk di kelas 11 sudah harus memasukka lamarannya ke Universitas ini. Akan tetapi, yang mempunyai GPA 4 hingga kelas 11, maka akan mendapat tawaran dari berbagai Universitas terkemuka dengan disertai beasiswa, mulai kecil hingga beasiswa penuh.
Jenjang berikutnya adalah pendidikan pasca sarjana untuk meraih gelar magister. Gelar M.B.A.  merupakan gelar yang amat populer yang ditempuh selama 2 tahun, tetapi ada juga gelar magister yang ditempuh selama 1 tahun. Gelar ini dipandang sebagai batu loncatan untuk menuju jenjang doktoral (Ph.D.). Tetapi ada sebagian mahasiswa yang bisa mempersiapkan secara lansung bagi pendidikan doktoral, bahkan tanpa memperoleh jenjang magister hanya dibutuhkan waktu selama tiga tahun.

d)       Sekolah Islam
Di Amerika, studi-studi Islam pada umumnya memang menekankan pada studi sejarah Islam,bahasa-bahasa Islam selain bahasa arab,sastra dan ilmu-ilmu sosial,berada dipusat studi Timur Tengah atau Timur dekat. Di UCLA studi Islam dibagi kepada komponen-komponen.
Pertama, mengenai doktrin agama Islam, termasuk sejarah pemikiran Islam. Kedua, bahasa arab termasuk teks-teks klasik mengenai sejarah, hukum dan lain-lain. Ketiga, bahasa-bahasa non arab yang muslim, sperti Turki, Urdu, Persia, dan sebagainya. Sebagai bahasa yang dianggap telah ikut melahirkan kebudayaan Islam. Keempat, ilmu-ilmu sosial, sejarah, bahasa arab, sosiologi dan semacamnya. Selain itu, ada kewajiban menguasai secara pasif satu atau dua bahasa eropa
Para Umat Muslim di Amerika yang jumlahnya semakin bertambah juga membutuhkan pendidikan. Meskipun sekolah Islam telah ada di Amerika sejak tahun 1930an, jumlahnya masih di bawah 60 pada tahun 1990an, namun lambat laun sekolah sekolah islam di Amerika telah banyak tumbuh berdampingan dengan sekolah lain.    Mereka membangaun sekolah sekolah muslim yang dahulu hanya merupakan tempat perkumpulan sesama umat muslim lain, atau bahkan hanya sebuah masjid. Sekarang di negeri Paman Sam itu sudah berdiri sekitar 1.209 masjid. Lebih dari 20 persen masjid Amerika memiliki sekolah penuh waktu. Sedangkan sekolah-sekolah Islam kini sudah lebih dari 250 sekolah Islam, tiga perguruan tinggi, 400 lembaga, sekitar 200.000 usaha dan lebih dari 200 penerbitan, jurnal dan surat kabar mingguan.
Di AS ada kantor dinas pendidikan yang disebut American Association of School Administrator (AASA). Kantor ini melakukan lobby untuk menggoalkan kebijakan yang diinginkan. Masyarakat diberitahu issu yang dimunculkan agar dapat menelepon pihak penentu kebijakan. Karena banyak yang memunculkan issu dimaksud, bisa jadi pihak pengambil kebijakan memenuhi keinginannya.
Lobby kepada orang-orang tertentu ternyata lebih baik ketimbang dengan cara pengambilan keputusan secara voting. Nampaknya sangat berbeda dengan kondisi di Indonesia, karena masyarakat cukup "mewakilkan" orang di DPR yang sering tidak memenuhi harapan yang memberi mandat perwakilan.
Salah satu sekolah Islam yang terkenal di Amerika adalah Sekolah Noor-Ul-Iman di kampus Brunswick Selatan. Kemudian dibagian New Jersey terdapat sekolah bernama Society of Central New Jersey, yang memiliki sekolah parokial penuh waktu yang meliputi taman kanak-kanak hingga sekolah dasar. Di daerah daerah new Jersey sendiri terdapat 17 sekolah Islam yang telah bekerja penuh waktu layaknya sekolah sekolah di amerika pada umunya.
Kemudian sekolah Islam juga tengah giat giatnya membangun kawasan pendidikan Muslim di daerah Ibukota Negara seperti Washington D.C. Untuk mengetahui tentang pendidikan Islam di Washinton D.C. , kita dapat melongok ke sebuah sekolah di negara bagian Maryland yang tak jauh dari Virginia dan Washington D.C. Sekolah tersebut adalah Al-Huda School Darus Salam berlokasi di 5301 Edgelwood Road, College Park, Maryland, 20740. Kepala sekolah, Dr. Khalid Obeid, dan anggota Syura, Sayeed Jaweed menjelaskan tentang misi, proyek, dan pendanaan. Sedangkan wakil kepala sekolah, Jose Acevedo menjelaskan tentang kurikulum, dan pengembangan kurikulum.
Sekolah Al-Huda sendiri didirikan tahun 1995 dengan maksud untuk memberikan pendidikan kepada anak didik agar ajaran Islam yang dipeluk tidak musnah ditelan situasi. Pelajaran akhlak sangat ditekankan, guna mengantisipasi kebrutalan anak remaja seperti terjadi di AS dalam penembakan terhadap guru atau teman sekolahnya.
Bahasa Arab diperkenalkan dengan penggunaan langsung dalam kehidupan sekolah. Metode pembelajaran bahasa Arab sebagai bahasa kedua sama dengan cara yang dipakai dalam pengajaran bahasa Inggris sebagai bahasa kedua. Pada prinsipnya kurikulum yang dipakai adalah standar yang diberlakukan di Kabupaten Montgomery, ditambah dengan bahasa Arab, al-Quran, dan pelajaran keislaman lainnya.
Orang tua murid tidak mutlak harus beragama Islam. Ada murid yang salah satu orang tuanya muslim, tetapi yang lainnya masih belum menerima ajaran Islam sebagai suatu kebenaran. Meski jumlah murid tidak banyak, namun hasil yang dicapai memuaskan. Ada seorang anak kelas 6 yang dapat berdakwah mengajak orang tuanya masuk Islam, dan berangan-angan kakek dan neneknya mau masuk Islam.
Sekolah Islam juga tidak identik dengan pewajiban para peserta didiknya untuk menggunakan Jilbab atau penutup kepala, penulis menemukan sebuah sekolah di Amerika yang menurut warga Amerika secara luas merupakan sekolah Paling toleran mengenai peraturan yang diberlakukan.
Yang lebih unik adalah bahwa sekolah yang terletak di Pasadena, California itu memiliki peserta didik dan tenaga pengajar yang bukan hanya dari kalangan muslim, tetapi juga banyak kalangan non Muslim. Sekedar informasi, bahwa kelebihan sekolah New Horizon School itu adalah mereka merupakan sekolah Islam pertama yang berdiri di Amerika Serikat sejak 25 tahun lalu.
Semua fasilitas sekolah didanai dari orang-orang Islam sendiri. Sebagai sekolah swasta, tak ada bantuan dana dari pemerintah, sehingga tiap orang tua membayar kontribusi untuk SPP sebanyak $3.700. Karena itu gaji guru lebih rendah dari pada guru di sekolah negeri, yaitu $ 22.000-$24.000 per tahun.
Melihat perkembangan sekolah Islam yang cukup berkembang cukup pesat di Amerika, ini menandakan warga Muslim di Amerika mampu bertahan meskipun dibawah kekhawatiran yang terus melanda setelah tragedi 9/11 hampir satu dasawarsa silam. Kemudian dari berkembangnya sekolah sekolah islam di Amerika, terlihat bahwa mereka mampu beradaptasi dan membaur dengan kehidupan sosial yang berkembang di daerah tersebut.
Sebagai Negara yang menganut Liberalisme dan kebebasan pribadi seperti Amerika, maka sudah sewajarnya mereka dapat menerima dengan sepenuh hati warga Muslim mereka.

e)        Kurikulum Islam
Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyambut positif niat kelompokmuslim AS yang sedang mengupayakan kurikulum Islam masuk ke dalam sistem pendidikan di negara itu. Mereka berharap dengan masuknya kurikulum Islam akan terbangun pemahaman yang lebih baik mengenai Islam di kalangan warga AS.
Demikian pernyataan Duta Besar AS untuk Indonesia, Scot Marciel dalam jumpa wartawan sebelum membuka diskusi mengenai Islam di AS yang berlangsung di Pusat Kebudayaan AS, di Jakarta Selatan pada Rabu malam.
Menurut pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Asisten Duta Besar AS untuk ASEAN ini, dengan adanya kurikulum mengenai Islam pemahaman warga AS terhadap Islam dan kaum muslim akan semakin baik.
"Penyebab dari berbagai prasangka dan pendapat negatif adalah kurangnya pendidikan, sehingga pendidikan merupakan jalan yang bagus untuk dapat mengenal Islam lebih baik. Menurut saya itu akan memberikan efek yang positif," ujarnya.
Saat ini, kaum muslim di AS tengah berupaya untuk dapat memasukkan kurikulum Islam ke dalam sistem pendidikan di AS. Upaya yang tengah menjadi perbincangan hangat ini sebenarnya sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu.
Dalam sebuah seminar mengenai Islam yang dilakukan oleh 45 guru sekolah menengah di negara bagian Indiana, AS, yang diadakan beberapa waktu lalu, mereka mendesak pemerintah AS untuk memasukkan Islam ke dalam kurikulum pendidikannya.
Menurut ketua penyelenggara seminar tersebut, Christ McGrew, jika Islam masuk ke dalam kurikulum maka warga AS dapat memperoleh informasi yang sebenarnya dan bukan seperti yang selama ini diberitakan oleh media massa di sana.

f)         Pelajaran Ke-Islaman di AS
Ada sebuah organisasi keagamaan yang menyelenggarakan pendidikan keislaman. Islamic Academy of Muslim Community Center (MCC), di 15200 New Hampshire Avenue, Silver Spring, Maryland 20905 misalnya. MCC didirikan tahun 1976 dan mendapat dukungan dari masyarakat cukup bagus. Sebagai organisasi keagamaan, pendidikan, dan LSM sosial, MCC memiliki visi untuk menciptakan masyarakat Muslim yang bangga akan hazanah keislaman dan memberikan contoh kebaikan prinsip dan nilai-nilai Islam. Sekolah Islam MCC pada mulanya hanya menyelenggarakan kegiatan pelajaran keislaman kepada anak-anak setiap hari Minggu dari pukul 11:00-13:00. Arealnya seluas 9,57 hektar yang dibeli tunai. Dengan pengumpulan uang dari para donatur, pada tahun 1980 mendirikan gedung berlantai dua, dan tahun 1981 baru dimulai sekolah minggu.
Tahun 1984 bangunan tahap kedua berlantai tiga yang menggabung dengan bangunan sebelumnya didirikan, dan tahun 1994 selesai membangun masjid senilai $1,2 juta dengan desain dua lantai dan dipersiapkan untuk kemungkinan perluasannya. Daya tampung masjid untuk salat Jumat 600 orang, dan untuk salat Id menggunakan bangunan lainnya guna menampung jamaah yang jumlahnya melebihi 1.000 orang.
Sejak 1997 dibuka sekolah hanya sampai kelas 6, dan lulusannya melanjutkan ke Al-Huda School. MCC. Perpustakaan yang dimiliki terdiri dari buku dengan berbagai macam bahasa, paling banyak bahasa Urdu.

DAFTAR RUJUKAN
l  Ali K. 2003. Sejarah Islam (Tarikh Pramodern). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
l  Supriyadi D. 2008. Sejarah Peradaban Islam. Bandung: CV. Pusataka Setia
l  Alwi Shihab, dalam Kata Pengantar Buku Jane I. Smith, Islam di Amerika , Jakarta: yayasan Obor Indonesai, 2005
l  Deddy Mulyana, Islam di Amerika ,Suka Duka Menegakkan Agama. Bandung: Pustaka, 1988
l  Dedi Supriyadi, Sejarah Peradaban Islam, Bandung :CV Pustaka Setia, 2008
l  Jane I. Smith, Islam di Amerika (Jakarta: yayasan Obor Indonesai, 2005







Tidak ada komentar:

Posting Komentar