Selasa, 09 Juni 2015

PERADABAN KUNO LEMBAH SUNGAI KUNING (HWANG-HO) DI CINA


RAHMAD ILHAM / S / EB

Sungai Kuning atau Hwang-Ho bersumber dari pegunungan Kwen-Lun di Tibet. Melalui daerah pengunungan Cina Utara, sungai panjang yang membawa lumpur kuning  membentuk dataran rendah Cina dan bermuara di Teluk Tsii-Li di Laut Kuning. Sedang di dataran tinggi sebelah selatan mengalir Sungai Yang Tse Kiang yang berhulu di Pegunungan Kwen-Lun (Tibet) dan bermuara di Laut Cina Timur. Di sebelah barat dan utara berbatasan dengan daerah Siberia dan Mogolia (Gurun Gobi). Hal yang paling menonjol dari peradaban ini adalah lahirnya system pemerintahan berdinasti dan beberapa kemajuan di berbagai bidang misalnya pertanian, teknologi, ilmu pengetahuan dan kepercayaan.

Sejarah pemerintahan di Cina ditandai dengan pemerintahan dinasti yang bergantian. Masing-masing dinasti memiliki ciri-ciri tersendiri. Dinasti di Cina memperoleh kekuasaan melalui perebutan kekuasaan. Perebutan kekuasaan terjadi jika pemerintahan yang lama mengalami perpecahan. Kekuasaan raja sangat tinggi dalam bidang agama dan pemerintahan. Rakyat cina percaya bahwa raja di bumi memerintah mewakili raja langit (raja dunia) karena itu harus dihormati. Kerajaan cina yang tertua adalah dinasti hsia yang berakhir tahun 1700 sebelum masehi. Selanjutnya dari tahun 1700 sampai tahun 1050 sebelum masehi yang berkuasa di cina adalah dinasti syang (yin). Namun kedua dinasti ini tidak meninggalkan catatan-catatan tertulis, sehingga peninggalannya dianggap peninggalan prasejarah.
Pada masa pemerintahan Dinasti Chou, filsafat Cina berkembang dengan pesat karena lahirnya tiga ahli filsafat Cina, yaitu Lao Zi, Kong Fu Zi (Kong Hu Cu), dan Mengzi. Lao Zi menuliskan ajarannya dalam buku berjudul Tao Te Ching. Beliau menjunjung tinggi semangat keadilan dan kesejahteraan yang kekal dan abadi yang dinamakan Tao. Ajaran Lao Zi disebut Taoisme dan mengajarkan manusia untuk menerima nasib. Ajaran Kong Fu Zi juga berdasarkan pada Taoisme. Menurut Kong Fu Zi, Tao adalah kekuatan yang mengatur alam semesta ini hingga tercapai keselarasan. Penganut ajaran Taoisme meyakini bahwa bencana yang terjadi di muka bumi merupakan akibat dari ketidak patuhan manusia pada aturan Tao.
Hal yang menarik dari peradaban sungai kuning adalah ajaran-ajaran Filsafatnya yang sampai sekarang dipakai sebagai pegangan hidup orang-orang Cina, sehingga lahirlah agama Tao dan Kong Hu Chu, mendampingi Budha.  Kepercayaan Orang Cina terhadap kekuatan alam sehingga mereka tidak semena-mena dalam menggunakan segala sesuatu yang ada di alam.Sungai kuning di Cina utara ini di kenal juga segala derita cina karena setiap kali banjir, sungai ini menyebabkan banyak kerugian, misalnya pada tahun 2297 SM, jumlah korban yang di sebabkan oleh Sungai ini tidak terhitung banyaknya.
 
Kihidupan Masyarakat Cina Pada Zaman Dinasti 
1.      Aksara dan Astronomi
Masyarakat cina sudah mengenal tulisan gambar dan mempunyai bahasa persatuan yaitu bahasa Kuo-Yo, selain itu, sudah mengenal astronomi (ilmu perbintangan) yaitu system peninggalan yang penting untuk kegiatan pertanian dan pelayaran. 
2.      Pertanian, Perdagangan ,dan Teknologi
            Dua sungai besar, yakni sungai Hoang-Ho dan sungai Yang Tse Kiang merupakan daerah yang subur sehingga menjadi urat nadi kehidupan bangsa Cina. Mereka hidup dari bercocok tanam dengan hasil gandum,padi,jagung,kedelai,han murbal. Selain itu,mampu menghasilkan barang-barang keramik dan sutera yang diperdagangkan sampai ke luar wilayah Cina. Yang menyulitkan masyarakat Cina kuno untuk melaksanakan aktivitas kehidupan adalah  terjadinya pembekuan es di musim dingin dan ketika es mulai mencair akan terjadi banjir serta air bah. Dengan adanya masalah tersebut bangsa Cina  berpikir untuk mengatasinya masalah itu dengan membangun tanggul raksasa di sepanjang sungai.
3.      Kepercayaan
Kepercayaan bangsa Cina adalah polytheisme atau menyembah banyak dewa sebagai kekuatan alam,sepeti Dewa Feng-Pa sebagai dewa angina dan Lei-Shik sebagai dewa taufan. Masyarakat Cina kuno juga mengenal upacara korban manusia (gadis cantik) untuk persembahan dewa tertinggi Ho-Po yang bertahta di Hwang-Ho.
  lsafat
Filsafat
Filsafat kehidupan Cina berkembang pada zaman Dinasti Chou (1100-156 SM) sehingga Dinasti Chou berhasil meletakan dasar-dasar kehidupan dan berpengaru sepanjang sejarah Cina. Ajaran Kong Fu Zi yang mencakup bidang pemerintahan dan keluarga telah memberikan pengaruh yang begitu besar bagi masyarakat Cina karena memengaruhi cara berpikir dan sikap hidup sebagian besar bangsa Cina. Menurut Kong Fu Zi, masyarakat terdiri dari keluarga dan dalam keluarga seorang bapak merupakan pusatnya. Oleh karena itu raja harus memerintah dengan baik dan bijaksana serta rakyat harus hormat dan taat pada raja seperti hubungan bapak dan anak yang seharusnya. Lain halnya dengan Kong Fu Zi, Meng Zi yang merupakan murid Kong Fu Zi mengajarkan pengetahuan kepada rakyat jelata dan menurut ajarannya, rakyatlah yang terpenting dalam suatu Negara.

5.      Sistem Pemerintahan
Kerajaan, kekaisaran di Cina merupakan kerajaan agraris yang menimbulkan susunan masyarakat dan Negara feudal.dimana semua kekuasaan berada ditangan raja, raja yng mengatur semuanya. Dimana negra-negara kecil yang merupakan bagian dari Negara induk akan tunduk. Sebaliknya,bila pusat pemerintahanya lemah,maka raja-raja kecil akan memperkuat dirinya dan melawan pusat. Sejarah pemerintahanya negeri Cina ditandai dengan pemerintahan dinasti yang bergantian dan masing-masing dinasti memiliki ciri tersendiri.

Hasil Kebudayaan
6               Cina memiliki seni arsitektur yang sangat hebat, seperti kuil Dewa Langit di Peking dan Pagar tembok Besar Cina. Seni arsitektur lain yang juga terkenal adalah istana-istana kaisar Cina. Ketika pengaruh Cina telah sampai di Korea dan Jepang, maka seni arsitektur Cina juga diadopsi oleh bangsa Jepang. Hal ini terlihat dari tipe dan corak bangunan kuil dan istana raja atau kaisar, baik di Korea maupun Jepang yang jelas-jelas meniru arsitektur Cina.
 
Hasil-hasil peninggalan peradaban masyarakat lembah sungai kuning (Hoang Ho) yang terkenal, sebagai berikut:

1.      Seni Bangunan
Salah satu peninggalan bangunan yang termasuk bagian dari tujuh keajaiban dunia adalah tembok besar. Seperti telah diuraikan sebelumnya tembok besar ini dibangun sejak masa pemerintahan dinasti Chin untuk membendung masuknya bangsa pengembara dari utara misalnya, Suku Hsiung Nu ke daratan Cina. Pembangunan tembok tersebut dilanjutkan oleh dinasti-dinasti berikutnya sampai dinasti Ming 1364-1644. Sehingga panjangnya semula 2.250 Km lalu mencapai 7000 Km, tinggi tembok Cina adalah 16 meter dan lebar 8 meter. Pada jarak tertentu didirikan benteng pertahanan yang dijaga ketat oleh prajurit. Kini tembok tersebut masih kokoh berdiri dan dijadikan andalan komoditi pariwisata Cina yang mendatangkan banyak devisa.Selain tembok Cina, bangunan lainnya yang terkenal adalah istana kaisar yang megah serta kuil misalnya kuil dewa di Beijing.

2.      Keramik
Keramik merupakan salah satu peninggalan budaya bangsa Cina yang bermutu tinggi. Keramik yang berglasur (diberi lapisan keras yang berkilap) serta porselin Cina yang indah dibuat dengan teknik yang tinggi. Mangkuk, cawan, dan piring-piring keramik Cina dikenal di Eropa juga di Indonesia. Tiap-tiap dinasti di Cina meninggalkan jenis keramik yang berbeda-beda.

3.      Penemuan Kertas dan Alat Cetak
Pada jaman dinasti Han, bangsa Cina telah menemukan kertas sekitar tahun 150 M, serta tinta, sehingga dikenal adanya istilah "tinta Cina". Bangsa Cina juga menemukan tik gerak (movable type) yaitu blok-blok kayu dengan huruf-huruf yang dicungkil ke luar. Dengan penemuan kertas dan alat cetak tersebut memungkinkan adanya penerbitan buku-buku dalam jumlah yang besar dan dengan harga murah. Bangsa Cina termasuk bangsa yang sangat memperhatikan tulisan. Penemuan kertas dan alat cetak juga membantu penyebaran karya sastra di Cina.

KESIMPULAN
Dari peradaban sungai Kuning ini dapat di simpulkan bahwa  Cina adalah Negara yang maju sejak dahulu kala dan peradabannya pernah mengalami pasang-surut begitu juga dengan kehidupan manusia manusia, ada yang senang dan susah namun harus selalu berusaha memperbaiki semua aspek kehidupan. Masyarakat Lembah Sungai Kuning dalam kehidupan sehari-hari juga sangat menghormati nenek moyang dan kekuatan-kekuatan alam yang berpengaruh besar terhadap kehidupan manusia, seperti guntur, kilat, sungai, binatang, matahari dan gempa sehingga orang-orang sekarang wajib menghormati alam seperti yang di lakukan oleh masyarakat cina lampau, dan tetap bersyukur pada Tuhan yang maha esa.

Daftar pustaka :
Ø Thamiend,Nico.2000.Sejarah 1untuk kelas 1 SMA.Jakarta:Yudistira

Tidak ada komentar:

Posting Komentar