Kamis, 11 Juni 2015

KONDISI PENDIDIKAN DAN PEMERATAAN PENDIDIKAN DI MYANMAR


Muhklis Afandi/2014b/Sejarah Pendidikan

Myanmar adalah persatuan daerah administratif tujuh serikat dan tujuh divisi. Penduduk Myanmar pada tahun 2003 diperkirakan mencapai 52 juta. Diperkirakan 64,1 persen dari populasi terlibat dalam sektor pertanian. Myanmar adalah negara yang kaya akan sumber daya alam. Sejak tahun 1988 pemerintah menerapkan kebijakan ekonomi liberal berdasarkan orientasi pasar menggantikan system ekonomi pusat. Dengan munculnya usaha ekonomi kebutuhan akan tenaga kerja yang terlatih dan terdidik sangat diperlukan. 

Pendidikan di Myanmar saat ini memang tidak lebih baik dari pendidikan di Indonesia. Namun tidak ada salahnya jika Indonesia sekedar bercermin dari Myanmar serta konflik-konflik internal yang terjadi di negara tersebut yang berpengaruh besar terhadap pendidikan Myanmar. Beruntung Indonesia tidak memiliki konflik internal seperti halnya di Myanmar, meskipun dengan adanya konflik Bank Century telah banyak menguras energi dan memecah konsentrasi bangsa ini.
Keyakinan bahwa pendidikan atau lebih tepatnya sekolah formal adalah persiapan untuk hidup, diperkenalkan ke Myanmar dengan kedatangan Inggris. Saat ini pendidikan monastic telah menjadi andalan pendidikan di Myanmar selama berabad-abad mendampingi pendidikan formal. Biara dan biarawan masih berpengaruh dalam kehidupan rakyat, dan penting dalam pengambil keputusan mengingat mayoritas penduduk Myanmar masih tinggal di pedesaan. Vihara masih berfungsi sebagai pusat belajar dan ini masih berlaku di negara Buddhist lainnya di kawasan Asia Tenggara. Para siswa di biara adalah anak-anak yang tidak bisa menghadiri sekolah dasar karena berbagai alasan.
Pendidikan selalu menjadi prioritas utama pemerintah Myanmar. Sejak zaman kuno, biara-biara menjadi pusat pendidikan. Karena tradisi biara yang kuat, tingkat melek huruf di Myanmar menjadi tinggi. Selama Inggris menjajah, tingkat melek huruf turun drastis karena pihak kolonial kurang memberi perhatian pada pendidikan. Namun setelah merdeka tahun 1948, upaya memulihkan pendidikan terus dilakukan hingga tingkat melek huruf mencapai 91,8 persen pada tahun 2002.
Masalah Pemerataan Pendidikan di Myanmar.
Komunitas muslim masih tertinggal dalam akses pendidikan utama dinegara yanmar. sebagian karena kebijakan diskriminatif negara terhadap etnisminoritas dalam mengakses hak-hak dasar, yang menyebabkan penurunan substansial status mereka di masyarakat. Pendidikan merupakan salah satu sektor yang sangat dipengaruhi oleh diskriminasi, di mana umat islam sering menghadapi pembatasan hak mereka atas pendidikan. sementara itu, muslim sendiri dikritik karena tidak bekerja sama dengan pemerintah untuk menyekolahkan anak mereka ke pendidikan formal yang ditawarkan oleh sekolah-sekolah yang dikelola negara, terutama yang diakui secara hukum bagi warga negara Myanmar. Kebanyakan orang tua Muslim masih Kelompok.
memiliki sedikit perbedaan jenjang dalam sektor pendidikan yaitu pendidikandasar dan pendidikan tinggi. Pendidikan dasar di Myanmar hanya sampai kelas untuk kelas sampai 11 adalah  pendidikan menengah. Sedangkan pendidikan dasar di Indonesia kelas 1 merupakan pendidikan dasar dan kelas adalah pendidikan Menengah. Hal yang menjadi permasalahan di Myanmar saat ini adalah konflik agama yang tak kunjung usai. Di mana Warga minoritas Islam belum mendapatkan hak yang sama dalam pemerataan pendidikan.
Struktur pendidikan yang diterapkan di Myanmar adalah pendidikan dasar lima tahun, pendidikan menengah empat tahun, dan dua tahun di tingkat yang lebih tinggi. Ada tujuh departemen yang berada di bawah departemen pendidikan, yaitu:
·         Departemen Pendidikan Dasar, yang bertanggung jawab terhadap pendidikan umum di sekolah dasar, menengah, dan tinggi.
·         Departemen Pendidikan Tinggi, yang bertanggung jawab terhadap universitas dan perguruan tinggi.
·         Departemen Pendidikan Teknik, Pertanian, dan Kejuruan, yang bertanggung jawab terhadap pelaatihan teknis di sekolah dan lembaga pendidikan tinggi, pelatihan pertanian di sekolah, dan lembaga pertanian.
·         Dewan Evaluasi Myanmar yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan ujian dalam pendidikan.
·         Biro Penelitian Pendidikan Myanmar, yang bertanggung jawab mengenai penelitian pengajaran.
·         Departemen Komisi Bahasa Myanmar
·         Organisasi Penelitian Pusat
Departemen Pendidikan menyediakan perumusan kebijakan dan koordinasi melalui berbagai dewan yang dibentuk di bawah Departemen. Selain itu, dana juga merupakan tanggung jawab utama Departemen Pendidikan walaupun sumbangan yang biasanya diberikan oleh masyarakat masih tergolong kecil.
Deklarasi dunia tentang pendidikan untuk semua diadopsi di Jontien tahun 1990 mendesak semua pemerintah untuk menetapkan target mereka sendiri untuk memenuhi kebutuhan belajar dasar ana-anak, pemuda, dan orang dewasa.
Hal-hal pokok yang harus diterapkan adalah:
·         Perluasan perawatan anak usia dinidan kegiatan-kegiatan pembangunan,termasuk keluarga dan intervensi masyarakat khususnya masyarakat miskin, kurang beruntung, dan anak-anak cacat.
·         Akses universal dan penyelesaian pendidikan dasar
·         Peningkatan prestasi belajar sehingga presentase yang disepakati dar kelompok usia mencapai atau melampaui tingkat yang ditetapkan.
·         Pengurangan tingkat buta aksara.
·         Perluasan penyediaan pendidikan dasar dan pelatihan
·         Peningkatan pengetahuan oleh individu
            Departemen pendidikan yang secara fungsional sebagai sponsor pendidikan dan pelatihan memusatkan perhatian pada pendidikan dengan program-program pendidikan sebagai berikut:
·         Pengembangan sistem pendidikan yang sesuai dengan ekonomi, politik, dan situasi sosial negeri.
·         Meningkatkan penerimaan dan tingkat retensi pada semua tingkat pendidikan dasar dan menengah.
·         Perluasan pendidikan non formal.
Sesuai dengan visi pendidikan ini, teori dan praktik pendidikan telah mengalami perubahan. Seluruh sistem pendidikan telah menjadi lebih fleksibel, terbuka dan terdiversifikasi, dan peserta didik diberi kesempatan lagi dan lebih banyak pilihan.
            Pembelajaran di Myanmar terjadi melalui pendidikan formal, informal, dan non formal. Pendidikan diberikan berbeda untuk kelompok  umur yang berbeda dari berbagai modus. Jadi, orang dewasa juga ditawarkan pendidikan sepanjang hayat. Di Myanmar, orang dewasa adalah seorang yang sepenuhnya dewasa pada umur 16 tahun lebih. Jadi dalam konteks pendidikan seumur hidup di Myanmar pendidikan orang dewasa diberikan sebagai pendidikan berkelanjutan melalui pendidikan non formal, program yang diselenggarakan oleh biro penelitian pendidikan Myanmar, LSM lain, dan badan-badan PBB, serta melalui pendidikan formal. Prinsip pendidikan seumur hidup adalah untuk memberikan individu untuk mendidik dirinya sendiri di seluruh hidupnya. Melanjutkan pendidikan meliputi semua peluang semua orang di luar kepentingan pendidikan keaksaraan dasar.
·         Kebijakan Nasional
Dalam kebijakan pendidikan di Myanmar, pendidikan dasar menjadi proyek terpenting dari sistem pendidikan di negara tersebut. Oleh karena itu pemerintah berusaha untuk meningkatkan akses ke pendidikan dasar dan meningkatkan kualitas pendidikan dasar. Sekolah-sekolah akan diubah menjadi pusat-pusat budaya dan pendidikan yang melayani masyarakat. Pendidikan memainkan peran penting dalam mewujudkan sumber daya manusia dalam program-program pembangunan bangsa. Menteri pendidikan membentuk sebuah komite yang bertugas membuat kebijakan penerapan Education for All (EFA) yang dicanangkan oleh UNESCO. Mereka adalah:
Ø  Komite Perencanaan dan Statistik
Ø  Komite Pendidikan Formal
Ø  Komite Pendidikan Non FormaL
Ø  Komite Negara dan Divisi Pelaksanaan
Ø  Komite Penyelenggara dan
Ø  Komite Informasi
Selain itu Myanmar juga meningkatkan kerjasama pendidikan dengan organisasi pendidikan Asia Tenggara dan UNESCO. Pemerintah juga memastikan bahwa semua anak bisa mendapatkan pendidikan dasar serta memungkinkan orang-orang yang telah menyelesaikan pendidikan dasarnya dapat melanjutkan ke pendidikan menengah yang disubsidi.
         Bagian hokum yang paling relevan untuk pendidikan dasar di Myanmar adalah bab IV (20) yang menyatakan:
Ø  Setiap anak akan:
·         Memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan
·         Memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dasar gratis (SD) di sekolah-sekolah yang dibuka oleh Negara
Ø  Departemen pendidikan harus:
·         Memiliki tujuan mengimplementasikan sistem gratis dan wajib belajar pendidikan dasar
·         Melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk kehadiran sekolah regular
·         Membuat pengaturan untuk anak-anak yang tidak mampu bersekolah
              Pendidikan di Myanmar menempati lingkungan yang menguntungkan bagi orang-orang tradisional diberikan prioritas tertinggi dalam hidup mereka. Walaupun pendidikan memainkan peran utama dalam pembinaan keaksaraan dasar di antara orang-orang dari segala lapisan masyarakat, menjadi kurang menonjol di bawah kekuasaan Inggris, namun pendidikan  telah direvitalisasi dan diperkirakan akan memainkan peran yang saling melengkapi terutama pada tingkat dasar.
jenjang pendidikan di Myanmar
sub-sektor utama dalam sektor pendidikan yaitu sub-sektor  pendidikan dasar dan sub-sektor pendidikan tinggi.
·         Pendidikan pra sekolah
Pendidikan dan perawatan anak usia dini 7-(8 didefinisikan sebagai kegiatan mengasuh anak di bawah usia, tahun secara fisik, sosial, mental danspiritual, mengacu pada kedua program prasekolah 7 kelompok umur tahun 8 dan membesarkan beragam anak dan tempat penitipan anak merupakan program yang beragam untuk anak-anak muda dari usia 3 tahun. Program ECCE termasuk  pusat komunitas, rumah dan lingkaran ibu berbasis keluarga dan pendidikan orangtua, serta kegiatan terintegrasi.

·         Pendidikan Dasar
Pendidikan dasar merupakan tahap pertama dari pendidikan dasar dan pada prinsipnya adalah wajib. Pendidikan dasar berlangsung lima tahun, termasuk tahun penerimaan TK atau kelas 1 itu diselenggarakan dalam dua siklus tingkatan yg lebih rendah kelas 1 sampai 3 8, dan primer atas 7kelas " dan ;8. &siamasuk pendidikan dasar adalah ?;, meskipun banyak anak yang masuk kelas 1lebih dari @ tahun. Pada akhir pendidikan dasar, peserta didik mengikuti ujian.

·         pendidikanMenengah
            Pendidikan menengah merupakan tahap kedua dari pendidikan dasar dan terdiri dari dua siklus sekolah menengah pertama yang berlangsung empat tahun dan sekolah menengah atas. Pada akhir pendidikan menengah, siswa menjalani ujian Pendidikan dasar sekolah menengah. Puncak  program pendidikan dasar adalah ujian Pendidikan tinggi matrikulasi. Pendidikan teknis dan kejuruan ditawarkan dalam lembaga pertanian dan sekolah teknik tinggi, sekolah kejuruan dan perdagangan.

·         Sub sector pendidikan tinggi
institusi pendidikan tinggi di myanmar. " lembaga yang sebagian besar, berada di bawah yurisdiksi Kementerian Pendidikan sementara : lembagadi bawah 11 kementerian lain dan Publik Jasa seleksi dan public jasa Pelatihan.) seluruh institusi pendidikan tinggi dibiayai negara. lembaga pendidikan tinggi mengkhususkan diri dalam berbagai bidang seperti seni dan sains, hokum.
pendidikan ekonomi dan bisnis, pendidikan guru, bahasa asing, teknik, ilmukomputer, ilmu kelautan, pertahanan, pertanian, kehutanan, ilmu kedokteranhe#an, dan budaya dan seni, dan lain-lain, dan dan menawarkan berbagai program-sarjana, diploma pascasarjana, program gelar master dan doktor. institusi pendidikan tinggi di bawah departemen Pendidikan juga telah mendirikan PusatPengembangan sumber daya manusia yang menawarkan pendidikan ulang dan mempertahankan program pengembangan sumber daya manusia mulai dari program sertifikat jangka pendek untu program gelar master. dua departemen Pendidikan tinggi yang bertanggung jawab atas administrasi dan koordinasi untuk institusi pendidikan tinggi di bawah departemen Pendidikan. meskipun perguruan tinggi berada di bawah administrasi kementerian yang berbeda, masalah kebijakan akademik dan administrasi yang berkaitan dengan pendidikan tinggi yang dikelola oleh dua dewan yang dipimpinoleh menteri Pendidikan.

·         Pendidikan tinggi
Pendidikan tingkat tinggi merupakan pendidikan bagi siswa yang telah menyelesaikan pendidikan dasar dan telah lulus ujian masuk. Perguruan tinggitermasuk universitas, lembaga teknis dan perguruan tinggi di bawah pengawasan beberapa departemen terutama Pendidikan, Kesehatan, dan lmu Pengetahuan dan eknologi. lulusan sekolah menengah atau tinggi atas dapat bergabung lembaga teknis selama dua tahun untuk mendapatkan penghargaan dari lembaga teknis Pemerintah perguruan tinggi teknologi dan universitas menawarkan program dua tahun yang mengarah ke program empat tahun yang mengarah ke Pasca sarjana teknologi, dan program lima tahun Kelompok.
yang mengarah ke Pasca Sarjana Teknik. Pendidikan tinggi juga menawarkan berbagai macam kursus pelatihan singkat yang berlangsung bulan untuk mendapatkan sertifikat. di tingkat universitas, program gelar sarjana biasanya membutuhkan tiga tahun hingga lulus dari universitas empat tahun untuk hukum, enam tahun untuk sarjana Kedokteran dan gelar sarjana kehormatandiberikan setelah satu tahun tambahan studi. sebuah ijazah pasca sarjana membutuhkan satu atau dua tahun tambahan untuk menyelesaikan kuliahnya,sementara program yang mengarah ke gelar master biasanya berlangsung dua tahun. Program untuk mendapatkan gelar doktor membutuhkan setidaknya empat tahun studi dan penelitian.

Daftar pustaka
·         Steinberg, I. David. 1982. Burma: a Socialist Nation of Southeast Asia. Colorado: Westview Press.
·         Reid, Anthony. 2004. Sejarah Moderen Awal Asia Tenggara. Jakarta: LP3ES.
·         Taylor, Robert H. 1980. Burma, dalam Harold Crouch "Military Civilian Relation in Southeast Asia". Singapore: Koon Wah Printing.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar