Rabu, 23 Desember 2015

KETEGANGAN MEMUNCAK (PERANG DUNIA I)


JELY NOVIANTI/PIS/B

A.    Eropa Pada Perang Dunia I
Pada abad ke-19, penjajahan bangsa-bangsa Eropa telah tersebar luas. Bangsa Eropa seperti Inggris dan Prancis telah membangun kekuasaan penjajahan di keempat penjuru dunia. Jerman, yang telah membangun kesatuan politiknya lebih lama dari pada Negara-negara lain, bekerja keras untuk menjadi pelopor dalam perlombaan ini.

Pada awal abad ke-20 hubungan yang didasarkan pada kepentingan telah membagi Eropa menjadi dua Kutub yang berlawanan. Inggris, Prancis, dan Rusia berada di satu pihak, dan Jerman beserta kekaisaran Austria-Hungaria yang diperintah oleh keluarga Hapsburg asal Jerman berada di pihak lainnya. Ketegangan antara kedua kelompok ini semakin hari semakin meningkat, hingga akhirnya suatu pembunuhan pada 1914 menjadi pemicu perang. Pangeran Franz Ferdinand, pewaris tahta kekaisaran Austria-Hungaria, dibunuh oleh kaum nasionalis Serbia yang berusaha menekan pengaruh kekaisaran tersebut di daerah Balkan.
Dalam kurun waktu yang amat singkat, hasutan setelah peristiwa ini menyeret seluruh benua Eropa ke dalam kancah peperangan. Pertama,Austria-Hungaria menyatakan perang kepada Serbia. Rusia, sekutu abadi bangsa Serbia kemudian menyatakan perang terhadap Autria-Hungaria. Lalu satu demi satu, Jerman, Inggris, dan Prancis, memasuki peperangan. Sumbu sudah di nyalakan.
B.     Faktor Penyebab Perang Dunia I
·     Sebab Umum
1.    Adanya pertentangan antara negara-negara eropa seperti antara Jerman dengan Perancis, Jerman dengan Inggris dan Jerman dengan Rusia. Penyebab pertentangan antara Jerman dengan Perancis karena Perancis ingin melakukan politik kevanche, Perancis balas dendam terhadap Jerman atas kekalahannya pada perang tahun 1870-1871. Sedangkan pertentangan antara Jerman dengan Inggris karena Inggris merasa tersaingi oleh Jerman dalam bidang Industri, daerah jajahan dan pembangunan Angkatan Laut yang dilakukan oleh Jerman. Untuk penyebab pertentangan Jerman dan Rusia karena Jerman dianggap menghalangi Politik Air Hangat Rusia yang akan menerobos ke laut tengah.
2.    Adanya politik persekutuan/System of Alliances politik persekutuan tersebut terbentuk karena masing-masing negara di Eropa merasa terancam oleh negara tertentu sehingga membentuk persekutuan yang memputai kesepakatan apabila salah satu anggota persekutuan diserang, maka anggota yang lain harus membantuinya. Politik persekutuan yang terbentuk adalah TRIPLE ALLIANTIE tahun 1882 dengan anggotanya Jerman Austria dan Italia, sedangkan persekutuan yang lain adalah TRIPLE ENTENE tahun 1907 yang beranggotakan Inggris, Rusia dan Perancis. Perlombaan senjata yang timbul akibat adanya alliansi masing-masing
3.    Perlombaan senjata yang timbul akibat adanya alliansi masing-masing negara saling curiga mencurigai dan saling mempersenjatai diri. (gambar tank CA1 buatan Perancis).
·     Sebab Khusus
Tahun 1914 tentara Austria mengadakan latihan perang di Bosnia. Bagi Serbia latihan perang tersebut merupakan tindakan provokatif atau tantangan, karena Serbia ingin menguasai Bosnia Herzegowna sebagai akibatnya putra mahkota Australia, yaitu Frans Ferdinand yang mengunjungi latihan perang tersebut dibunuh Jerman untuk mengumumkan perang kepada Rusia tgl 1 Agustus 1914, karena Rusia mendukung Serbia. dan tgl 3 Agustus 1914 Jerman mengumumkan perang kepada lagi terhadap Jerman tgl 4 Agustus 1914.
Terbunuhnya Putra Mahkota Austria Francis Ferdinand di Sarajevo pada tanggal 28 Juni 1914 oleh Gavrilo Princip (anggota gerakan Serbia Raya). Kejadian tersebut menyulut meletusnya Perang Dunia I.
C.    Pihak-Pihak yang Terlibat Dalam Perang Dunia I
Dalam perang dunia I, kekuatan antara dua kubu saling berhadapan, kubu-kubu tersebut dinamakan blok, yang terdiri atas blok sentral yang dipimpin oleh Jerman dan blok sekutu yang dipimpin oleh Prancis. Amerika serikat pada 1917 menggabungkan diri, dan kedua Blok sekutu diambil alih oleh Amerika Serikat.
Anggota Blog sentral yang dipimpin oleh Jerman terdiri atas Jerman, Austria, Turki, dan Bulgaria. Adapun anggota Blok sekutu yang dipimpin oleh Amerika Serikat berjumlah 23 neara, yang terdiri atas Prancis, Inggris, Rusia, Italia, Amerika Serikat, Serbia, Belgia, Rumania, Yunani, Portugal, Jepang dan Negara-negara Eropa barat lainnya.
Blok Sentral berhadapan dengan blok sekutu untuk memenangkan peperangan yang berlangsung kurang lebih empat tahun tersebut. Sekitar 8 juta orang tewas dalam perang dunia I dan berakhir dengan kemenangan blok Sekutu. Ada beberapa hal yang menyebabkan kalahnya blok sentral antara lain tidak seimbangnyakeuatan yang saling berhadapan, terjadinya perpecahan di dalam blok sentral, dan timbulnya pemberontakan-pemberontakandi Negara-negara blok sentral.
D.    Berlangsungnya Perang Dingin
Perang antara Austria dan Serbia, meluas karena melibatkan sekutu-sektunya. Serbia medapatakan bantuan dari Rusia dan Prancis. Jerman memihak Austria dengan menyatakan Perang dengan Prancis. Ketika Jerman menerobos Belgia untuk menyerang Prancis, Inggris membantu Belgia dan Prancis dengan menyatakan perang dengan Jerman pada 4 agustus 1914. Dalam jangka waktu seminggu, lima Negara besar terlibat ke dalam kancah perang Austria-Serbia. Maka terjadilah perang besar-besaran.
Perang dunia I ini terjadi ke dalam dua Blok yang berseteru, yaitu Blok Serikat atau Sekutu (Allied) dan Blok sentral (Axis). Blok Serikat terdiri dari Negara-negara yang tergabung dalam Triple Entente, sedangkan Blok Sentral terdiri dari Negara-negara yang bergabung dalam Triple Alliance.
Peperangan terjadi di dua front, yaitu barat dan timur. Jerman menghadapi Prancis di Front Baat dan Rusia di Front Timur. Jerman merencanakan untuk menghancurkan Prancis di Front Barat sebelum menghadapi Rusia di Timur. Pada September 1914, Jerman sudah mencapai Sungai Marne dan mengancam Paris. Selain itu Jerman harus menghadapi Rusia yang sudah menuju Jerman.
Prancis dapat menahan jerman di sungai Marne, Inggris tetap dapat menguasai selat Inggris, serta Rusia tetap dapat bertahan di Prusia. Akhirnya, peperangan yang semula bersifat langsung kilat, kini menjadi peperangan pasif. Pasukan militer kedua belah pihak mengambil posisi masing-masing dalam parit-parit perlindungan yang memanjang sejauh 78Km dari laut utara sampai perbatasan Swiss.
Sementara perang berjalan lambat, kedua belah pihak berusaha memperkuat dirinya di luar Eropa dengan memperluas daerah jajahanya. Inggris dan Prancis menyerang daerah jajahan Jerman di Togoland, Kamerun, dan Afrika Timur. Di Asia Pasifik, Jepang megambil alih daerah jajahan Jerman di kepulauan Marshall, Mariana, dan Karolina.
Menurut perhitungan kekuatan, angkatan perang Blok Serikat lebih besar tiga kali lipat dari kekuatan blok sentral. Keadaan ini mengakibatkan Blok sentral banyak mengalami kekalahan. Pada 12 Desember 1916, Jerman mengusulkan perdamaian. Usul etrsebut diterima oleh pihak Serikat dengan persyaratan yang memberatkan bagi blok Sentral, yaitu pembebasan Belgia, Serbia, dan Montegro yang dikuasai Jerman pada tahun 1915, penarikan tentara Jerman dari Prancis, Rusia, dan Rumania, pembebasan bangsa Italia, Slavia, Rumania, dan Cekoslovakia yang berada di bawah kekuasaan Austria dan pembebasan bangsa-bangsa yang berada di bawah kekuasaan Turki, ganti rugi perang dari pihak Sentral, serta jaminan yang meyakinkan bahwa perdamaian di Eropa akan dipelihara dengan baik. Dengan persyaratan yang demikian berat, pihak sentral pun akhirnya membatalkan usul perdamaian tersebut.
Untuk mematahkan blockade Inggris, Jerman pada 31 Januari 1917 melancarkan perang kapal selam tak terbatas. Akibatnya 5 kapal dagang dan penumpang Amerika Serikat ditenggelamkan Jerman pada Maret 1917, termasuk kapal RMS Lusitania yang sudah lebih dulu ditenggelamkan oleh Jerman pada 7 Mei 1915. Amerika yang semula bersikap netral, akhirnya mengumumkan perang terhadap Jerman pada 10 April 1917.
Sementara itu di Rusia terjadi pergolakan dari kaum buruh yang menginginkan perdamaian. Terjadi revolusi buruh yang menginginkan perdamaian.terjadi revolusi buruh yang menggulingkan kekaisaran Nicolas II di bawah pempinan Lenin dari kaum Bolshevik. Salah satu langkah dari pemerintahan kaum Bolshevik ini ialah menarik diri dari perang dunia I dengan melakukan perjanjian Brest-Litovsk (1918). Hal ini sangat menguntungkan blok Sentral.
Sejak pasukan Amerika mengalir ke Benua Eropa, sekutu mampu memukul mundur pasukan blok sentral. Akibatnya, pada September 1918, Bulgaria mengajukan damai dan satu per satu Negara yang bergabung dalam blok sentral mengalami kekalahan.
Pasukan sekutu menduduki Makedonia dan Serbia, inggris berhasil menduduki Yerusalem. Bersama-sama pasukan Arab, Inggris di bawah Jendral Allenby berhasil mendesak Turki dan berhasil merebut benteng-benteng pertahanan daari Baghdad sampai Aleppo. Turki tidak lagi menahan serangan-serangan Serikat. Akhirnya Turki harus menandatangani perjanjian Sevres pada 1920. Sementara itu, bangsa-bangsa Polandia, Cekoslovakia, Kroasia dan Slavia membebaskan diri dan membentuk Negara merdeka setelah kekaisaran Austria-Hongaria runtuh.
Pasukan Jerman bertahan mati-matian sambil mundur menahan gempuran-gempuran sekutu. Semangat pasukan Jerman mulai rontok dan rakyat Jerman mengalami kelaparan. Sementara itu, di dalam negeriJerman sendiri terjadi pemberontakan rakyat. Gerakan orang-orang komunis di munich dapat menggulingkan kekaisaran Wilhelm II sehingga terbentuklah Negara Republik. Akhirnya Jerman pada 11 November 1918 menandatangani perjanjian gencatan senjata menurut syarat-syarat yang di tentukan pihak sekutu. Perang dunia I berakhir setelah jerman menandatangani perjanjian Versailles pada 28 juni 1919.
E.     Akhir Perang Dunia I
Kekalahan Jerman di Front Barat mengakibatkan kehidupan rakyat semakin bertambah susah. Keadaan Jerman seperti ini menimbulkan gerakan dari kaum komunis (spartacis) yang hendak menggulingkan pemerintahan. Jerman menghadapi serangan dua kali yaitu dari pihak sekutu dan pemberontakan dari kaum komunis. Karena serangan itu Jerman terpaksa menyerah pada tahun 1918. Hitler menamakan gerakan spartacis itu sebagai tusukan pisau dari belakang punggung Jerman, yang menyebabkan Kaisar Wilhelm II turun takhta dan pemerintahan dipegang oleh Elbert (beraliran sosialis). Akhirnya, Jerman dijadikan republik dan selanjutnya menyerah kepada pihak sekutu.
Sementara itu di Austria timbul pemberontakan-pemberontakan yang dilakukan oleh kaum komunis dan kaum Slavia, yang mengakibatkan Kaisar Karl (pengganti Kaisar Frans Joseph II) terpaksa turun takhta tahun 1918 sehingga Austria-Hongaria menjadi republik.
Setelah Perang Dunia I berakhir, baik negara-negara yang menang perang maupun negara-negara yang kalah perang sibuk mengadakan perjanjian-perjanjian perdamaian seperti;
·      Perjanjian Versailles (28 Juni 1918) antara pihak Jerman dengan Sekutu, yang isinya:
1.    Jerman menyerahkan Alsace-Lorraine kepada Perancis dan Eupen-Malmedy kepada Belgia.
2.    Danzig dan sekitarnya menjadi kota merdeka di bawah LBB.
3.    Jerman kehilangan semua tanah jajahannya yang diambil oleh Inggris, Perancis, dan Jepang.
4.    Jerman harus membayar ganti rugi perang sebesar 132 Milyar Mark emas.
5.    Angkat perang Jerman diperkecil.
6.    Kapal perang maupun kapal dagang Jerman diambil alih oleh Inggris. Daerah Jerman sebelah barat Sungai Rhijn (Rhein) diduduki oleh sekutu selama 15 tahun.
Dalam perjanjian Versailles itu peranannya dipegang oleh Woodrow Wilson (Presiden USA), Georges Clemenceau (Perancis), Lloyd George (Inggris) dan Vittorio Emanuele Orlando (Italia). Keempat orang ini dikenal dengan The Big Four.
·      Perjanjian St. Germain (10 Nopember 1919) antara Sekutu dengan Austria yang isinya antara lain:
1.    Tidak diperkenankan adanya gabungan Jerman-Austria.
2.    Austria harus menyerahkan daerah Tirol Selatan, Istria kepada Italia dan Bohemia, Moravia kepada Cekoslowakia.
·      Perjanjian Neuilly (27 Nopember 1919) antara pihak sekutu dengan Bulgaria yang isinya adalah Bulgaria menyerahkan daerah pantai Aegia kepada Yunani.
·      Perjanjian Trianon (4 Juni 1920) antara sekutu dengan Hongaria yang isinya antara lain:
1.    Daerah Hongaria diperkecil.
2.    Keluarga Hapsburg tidak boleh menjadi raja di Austria-Hongaria.
·      Perjanjian Sevres (20 Agustus 1920) antara Sekutu dengan Turki yang isinya antara lain:
1.    Daerah Turki diperkecil dan hanya tinggal kota Konstantinopel dan sekitarnya.
2.    Daerah yang penduduknya bukan orang Turki harus dilepaskan.
3.     Smyrna dan Thracia diduduki oleh Yunani.
4.    Dardanella, Laut Marmora, Selat Bosporus harus dibuka untuk kapal-kapal dari semua bangsa.
5.    Armenia diberi status merdeka.
6.    Kurdi merdeka.
F.     Akibat Perang Dunia I
Perang dunia I merupakan pergerakan total dari segala kekuatan yang dimiliki oleh Negara-negara diberbagai belahan dunia, terutama Negara-negara di Benua Eropa. Negara-negara yang terlibat dalam perang dunia I, baik yang kalah maupun yang menang sama-sama menanggung resiko. Lebih dari 10 juta orang meninggal dan sekitar 20 juta orang terluka sebagai ke dahsyatan perang dunia I. selain itu, perang dunia I berpengaruh besar terhadap kehidupan manusia dalam bidang sosial, ekonomi, dan politik.
1.      Bidang Politik
Di bidang politik terlihat dari wilayah kekuasaan Negara-negaa yang berperang mengalami perubahan. Jerman, Austria, dan Turki menjadi Republik dan wilayahnya menjadi sempit. Akibat perang dunia I, banyak Negara-negara baru bermunculan seperti, Polandia, Cekoslovakia, Yugoslavia, Hongaria, Mesir, Arab Saudi, dan Syria (Suriah). Selain itu munculnya paham-paham baru, seperti Fasisme Italia, Nazisme Jerman, Nasionalisme Turki, Militerisme Jepang, dan Komunisme Rusia.
2.      Bidang Sosial
perang dunia I membutuhkan perlengkapan, sehingga mendorong produktivitas industry yang semakin besar. Dengan demikian buruh semakin dibutuhkan, sehingga kedudukan buruh dan wanita semakin penting. Undang-undang sosial pun dikeluarkan di berbagai Negara. Sementara itu, gerakan emansipasi wanita mendapat sambutan yang menggembirakan karena daam peperangan yang menjadi tenaga palang marah. Perang yang berkepanjangan juga menimbulkan rasa Marah, bosan, dan ngeri, sehingga memunculkan keinginan perdamaian. Maka di bentuklah League of Nasions atau liga bangsa-bangsa pada 1919.
3.      Bidang Ekonomi
Selama perang dunia I berkecamuk, perekonomian tidak mendapat perhatian yang layak. Akibatnya, krisis ekonomi yang dahsyat melanda dunia. Hal ini dikenal dengan sebutan "MALAISE" 1929. Adapun penyebab dari krisis tersebut sebagai berikut;
·       kemiskinan akibat tenaga manusia tercurah untuk keperluan perang, dan faktor-faktor produksi rusak.
·       Produksi yang berlebihan, akibat perdagangan internasional terhenti oleh proteksi yang dilakukan oleh Negara-negara totaliter seperti Jerman, Italia, Dan Rusia.
·       Terhambatnya pemberian kredit. Banyak nasabah yang menarik depositnya karena terjadi inflasi yang sangat tinggi serta banyak perbankan yang menarik kembali pinjamannya.
·       Terjadinya kekacauan pemayaran. Terjadi pernedaan besar dalam nilai mata uang Jerman, ustria, dan Prancis terhadap dollar Amerika. Pada puncak krisis nilai mata uang mencapai 1$=4.000.000.000 Deutsche mark.
DAFTAR PUSTAKA
ü  Djaja, Wahjudi. 2012. Sejarah Eropa dari Eropa Kuno hingga Eropa Modern. Yogyakarta: Penerbit Ombak
ü  http: //www.intel . co .id /content/dam/www/program /education/apac/id/id /documents  /assessing-projects/plans/wwi/world-war-i.pdf

6 komentar: