Rabu, 23 Desember 2015

ISLAMISASI DI BAGIAN-BAGIAN AMERIKA TENGAH


ANNA FASIRI/PIS/1A

Di Amerika Tengah terdapat banyak bagian-bagian negara.Dan di sana tidak luput dari masuknya dan perkembangan islam di wilayah tersebut.Bagian-bagian dari Amerika Tengah yang telah masuknya ajaran islam sebagai berikut:
1.      Islamisasi di Antigua dan Barbuda
Statistik Islam di Antigua dan Barbuda memperkirakan bahwa jumlah penduduk Islam kurang lebih 200 jiwa, atau setara dengan sekitar 0.3 % dari total penduduk mereka yaitu 67,448. Mayoritas kaum muslim di kepulauan ini adalah orang Arab berketurunan Suriah atau Lebanon. Ada dua organisasi Islam terkenal yang menyebabkan perkembangan Islam di St. John's, diantaranya International Society dan American University of Antigua (School of Medicine) Persatuan Pelajar Islam.

Muslim Antigua and Barbuda belum mempunyai masjid, pusat Islam atau institusi yang untuk kepentingan kaum Muslim di negara ini. Walaupun demikian, masih terlihat masjid pertama yang didirikan dan diperjuangkan oleh Antigua and Barbuda International Islamic Society (ABIIS) yang terletak di American Road di St. John's. Lokasi yang digunakan untuk pembangunan masjid adalah sebuah rumah kecil yang dapat memuat kurang lebih tiga puluh orang dan diadakan sholat Jum'at, sholat lima kali sehari, dua hari raya, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.
2.      Islamisasi di Barbados
Barbados, negara pulau yang terkenal dengan sebutan The Little England atau Inggris Kecil ini adalah sebuah pulau di Laut Karibia berjarak sekitar 218 kilometer sebelah timur laut pulau Trinidad & Tobago. Pulau ini merupakan rantai paling selatan dari rangkaitan gugus pulau pulau Karibia bagian timur.
Berdasarkan pada hasil riset diketahui bahwa muslim pertama yang tiba di Barbados lebih dari 90 tahun yang lalu, ketika di tahun 1913 Abdul Rohul Amin seorang pedagang sutera dari Benggala Timur (India bagian timur atau Bangladesh) tiba di Barbados. Segera setelah itu beberapa orang Bengali menyusul datang ke Barbados dan secara bersama sama berbagi tempat tinggal di Wellington Street di pusat kota. beberapa dari mereka juga menetap di Milk Market dan Tudor Street di lantai atas toko sepatu Bata di Bridgetown.  Sebagian besar imigran dari Bengali tersebut menikah dengan wanita setempat dan memulai membina keluarga disana. Kini begitu banyak orang orang Barbados yang merupakan keturunan dari pertalian pernikahan tersebut.
Kaum muslimin pertama di Barbados ini menjalani kehidupan mereka sebagai pedagang keliling dan masih berlanjut hingga hari ini. pada tahap awal proses perniagaan mereka dilakukan dengan warga Barbados yang tinggal di kawasan pedesaan yang memang menemui kesulitan untuk pergi ke Bridgetown guna membeli kebutuhan hidup mereka. Para pedagang ini pergi ke wilayah pedesaan menggunakan Bis untuk membawa barang dagangan mereka, ketiadaan angkutan umum terkadang membuat mereka harus berjalan kaki menembuh jarak yang begitu jauh.
3.      Islamisasi di Belize
Belize merupakan negara kecil di pantai timur Amerika Tengah menghadap ke Laut Karibia. Negara ini berbatasan dengan Guatemala di timur dan selatan, sebelah utara seluruhnya berbatasan degan Meksiko dan disebelah timur menghadap ke laut Karibia. Tak ada bukti tertulis tentang sejarah masuknya Islam ke Belize, Namun ada bukti nyata tentang kedatangan muslim dari India Timur ke British Honduras di awal tahun 1858 sebagian besar dari mereka merupakan muslim dari wilayah Benggala. 1857 terjadi pemberontakan Sepoy yang dilakukan oleh orang India yang merupakan anggota tentara Inggris. Diantara mereka ada yang beragama Islam, paska pemberontakan itu sebagian mereka dikirim ke berbagai koloni di Karibia seperti Guyana, British Honduras (Belize) dan Guatemala. Menyusul kemudian kedatangan para pekerja paksa perkebunan di sekitar tahun 1880 yang tiba ke Belize melalui Jamaica, sebagian kecil dari mereka beragama Islam.
Islam di Belize diperkirakan dipeluk oleh sekitar 2,794 jiwa atau sekitar 1 persen dari total penduduk negara tersebut. komunitas muslim disana dibawah kepemimpinan the Islamic Mission of Belize (IMB) yang bermarkas di Belize City. IMB didirikan lebih dari 40 tahun yang lalu sebagai organisasi Islam pertama di negara itu. tahun 1978 IMB secara resmi didaftarkan ke pemerintahan sebagai organisasi keagamaan. IMB saat ini dibawah pimpinan
4.      Islamisasi di Dominica
Statistik Islam di Dominica tidak menyediakan informasi tentang perkembangan Islam disana. Menurut Laporan Kebebasan Agama internasional (International Religion Freedom) pada tahun 2005, para pengikut agama-agama dan mazhab-mazhab agama minoritas lain, memperkirakan bahwa Islam berkisar dari 1.6 sampai dengan 0.2% dari penduduk total, termasuk Rastafarians, Jehovah's Witnesses, Anglicans, dan Islam. Komunitas Islam lain, terdiri dari pelajar asing di Ross Medical School, yang didanai oleh pembinaan masjid tahun 2004 di Portsmouth. Umat Muslim memiliki wadah organisasi untuk mengembangkan  Islam di kepulauan ini yaitu, Muslim Community of Dominica di Roseau dan Association of Muslim Students di Ross University School of Medicine di Portsmouth.
5.      Islamisasi di El Salvador
Saat ini, belum ada kajian sejarah yang tepat dan meyakinkan tentang kedatangan kaum Muslim pertama ke negara itu. Walaupun demikian, beberapa ahli telah mencoba untuk mengungkap beberapa peristiwa dan fenomena ini. Menurut sebuah karya akademik yang ditulis oleh Pedro Escalante dan Abraham Daura berjudul Sobre Moros y Cristianos, y otros Arabismos en El Salvador, kehadiran Muslim pertama kali terjadi ketika negara ini dijajah oleh Spanyol.
Namun, El Salvador tidak sepenuhnya lepas dari pengaruh luar Budaya Islam (sebagian besar dibawa dari Al-Andalus atau Spanyol Islam), yang tercermin dalam seni arsitektur, keahlian memasak, bahasa dan pakaian.
Kedatangan muslim di El Salvador terutama berasal dari negara-negara Arab (Suriah, Lebanon dan Palestina) terutama terjadi selama awal abad ke-20. Walaupun sedikit jumlahnya, keturunan mereka telah mencapai kekuatan ekonomi dan politik besar di negeri ini, sebagaimana dibuktikan oleh Presiden Antonio Saca - yang mengikuti pemilihan presiden pada tahun 2004. Namun, mayoritas para pendatang dari Timur Tengah adalah Kristiani - keluarga Muslim sedikit, sedikit atau tidak ada yang didokumentasikan.
Pada tahun 1994, pusat pertama keislaman diresmikan di El Salvador, yaitu Centro Islámico Árabe Salvadoreño, didirikan di ibukota San Salvador oleh komunitas muslim asli Salvador dan muslim keturunan Palestina. Beberapa tahun kemudian (tahun 2004), sebuah masjid kedua diresmikan di ibukota: namun, tidak seperti pusat pertama, kumpulan ini terdiri dari muslim Syiah. Mereka memberi nama Pusat Islam tersebut dengan Fátimah Az-Zahra, Hal itu dilakukan untuk menghormati Fatimah, anak perempuan dari nabi Islam Muhammad dari isterinya yang pertama Khadijah.
6.      Islamisasi di Guatemala
Penduduk Muslim Guatemala adalah kurang lebih 1,200. Dari penduduk ini, 95% adalah pendatang Arab Palestina. Ada sebuah masjid di pinggiran Guatemala City yang dijadikan sebagai Masjid Dakwah Guatemala (bahasa Sepanyol: Mezquita de Aldawaa Islámica) yang diadakan untukk sholat 5 kali sehari dan memberikan kelas dalam kajian Islam. Presiden Komunitas Islam negara ini adalah Jamal Mubarak. Selain itu, ada juga masjid yang bernama Masjid Baitul Awwal yang terbuka bagi setiap orang beriman dari berbagai pemeluk agama yang mencari hubungan murni dengan Tuhan. Masjid ini beralifiansi pada aliran Ahmadiyah.

7.      Islamisasi di Haiti
Persentase umat Islam di Haiti hanya 0,04 % atau sekitar 3000 jiwa dari total penduduk.   Pertubuhan Islam di Haiti termasuk Masjid dan Pusat Islam Bilal di Cap-Haïtien cukup signifikan, yang memberikan sumbangsih terhadap perkembangan pendidikan Islam dan kualitas sholat. Masjid pertama di Gonaives adalah Mosque-ul-Munawwar.
Sejarah Islam di pulau Hispaniola (salah wilayah di Amerika Latin) bermula dengan perbudakan di Haiti. Banyak umat Islam diasingkan dan dijadikan budak ke Haiti. Bahkan diantara banyak dipaksa untuk meninggalkan Islam dari masa ke masa. Namun, warisan Islam telah kekal dalam budaya orang asli Haiti, sehingga mereka tetap mempertahankan keyakinannya.
Pada awal abad ke-20, imigrasi kaum muslim Arab tiba di benua Amerika ini, di mana diantara jumlah mereka menetap di Haiti (dan negara-negara lain juga). Sejarah menyebutkan bahwa gelombang pertama yang tiba di Haiti terjadi pada tahun 1920 dari seorang lelaki yang datang dari kampung Fes di Maghribi bersama dengan 19 keluarga lain. Saat ini, mayoritas umat Islam negara ini adalah penduduk asli Haitians, diikuti oleh suku Maghribi.
8.      Islamisasi di Honduras
Beberapa komunitas Muslim di Honduras pada abad 16 dan 17, kerap menyebut diri mereka dengan istilah Almamys. Ini merujuk pada tempat asal mereka dari Spanyol. Mereka nampaknya juga memiliki kaitan erat dengan penduduk Muslim asal Afrika yang ditemui Columbus di kawasan utara dan timur.
Honduras mulai menerima kehadiran gelombang imigran Arab sekitar tahun 1896 hingga 1918. Sebagian besar imigran itu warga keturunan Arab asal Palestina. Secara demografi, kebanyakan merupakan kaum Nasrani, namun terdapat pula umat beragama Islam. Namun mereka bisa cepat berbaur dengan warga lokal serta mulai menjalankan kehidupan baru.
Di Honduras, para imigran Arab itu menjalankan berbagai aktivitas. Ada yang menjadi politisi atau pegawai pemerintahan, tapi paling banyak terjun di dunia bisnis dan perdagangan. Diperkirakan jumlah mereka mencapai 100 hingga 200 ribu jiwa dari tujuh juta populasi penduduk. Hinduras pun tercatat sebagai negara dengan jumlah imigran Arab Palestina terbesar di kawasan Amerika Tengah sejajar dengan Amerika Serikat, Kanada dan Chile. Jumlah imigran Arab Muslim sekitar 2.790 jiwa atau 0,04 persen dari populasi. Kendati tidak signifikan dari segi kuantitas, kehadiran mereka cukup memberi kontribusi dalam pembangunan bidang sosial, ekonomi, dan politik atau pun keagamaan.
Sejak tahun 1984, umat Muslim memiliki wadah oragnisasi. Namanya Centro Islamico de Honduras yang berkedudukan di kota San Pedro Sula, pimpinan Yususf Amdani. Orgsnisasi lainnya adalah Comunidad Islamica de Honduras di Cortez. Organisasi keagamaan ini semakin cepat akselerasi umat Muslim pada kegiatan-kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan.
9.      Islamisasi di Jamaika
Jamaika, sebuah negara pulau di Amerika Utara ini menjadi rumah bagi lebih dari 5.400  Muslimin. Jumlah mereka minoritas, hanya sekitar 0,2 persen dari total populasi negara seluas 10.991 kilometer persegi tersebut.
Menurut laman Carribean Muslim, Islam pertama kali datang ke Jamaika dibawa oleh bangsa Afrika Barat, terutama dari kawasan Gold Coast, yaitu Ghana, Nigeria, Mali, Benin, dan Togo. Mereka merupakan para budak yang diperjualbelikan. Menggunakan kapal, para budak Afrika tersebut dijual ke Jamaika.
Pada 1845 hingga 1917, datang imigran dari India ke Jamika. Sebanyak 16 persen dari 37 ribu imigran tersebut beragama Islam. Sesepuh mereka, Muhammad Khan, datang pada 1917 di usia 151 tahun. Putranya, Naim Khan, kemudian membangun Masjid Ar Rahman di Kota Spanyol pada 1957. Sejak itu, para imigran lain pun mulai mendirikan masjid di penjuru Jamaika. Muhammad Golaub yang datang menjadi imigran bersama ayahnya di usia tujuh tahun kemudian mendirikan Masjid Hussein di Westmoreland. Sejak 1960, Muslimin bertahap meletakkan dasar delapan masjid lain. Hingga kini, masjid pun tersebar di seluruh penjuru negeri.
Bahkan di bidang pendidikan, Ulama dari Dewan Islam Jamaika Abdul Baseer memiliki dua sekolah Islam, yakni Sekolah Dasar Islamiyah dan TK di Masjid Arrahan. Meski hanya dua, sekolah tersebut pun terbuka dan banyak mendidik siswa dari keluarga Kristen.
Selain lembaga pendidikan resmi, berbagai organisasi Islam pun menyediakan kelas pendidikan. Organisasi Islam sangat tersebar di Jamaika. Beberapa, di antaranya, Dewan Islam Jamaika serta Pendidikan Islam dan Dakwah Center di Kingston. Organisasi lain bergerak di Masjid Al Haq di Mandeville, Masjid Al-Ihsan di Negril, Masjid-e-Hikmah di Ocho Rios, dan Islamic Center di Saint Mary.
Kedatangan imigran India telah memberikan sumbangsih besar bagi Muslimin Jamaika. Banyak masjid dibangun di segala penjuru pulau. Menurut data Dewan Islam Jamaika, terdapat 12 masjid berdiri di negeri tersebut. Masjid berada di Kingston, Kota Spanyol, Town St Catherine, Pelabuhan Maria, Albany St Mary, Newell St Elizabeth, dan Westmoreland. Masjid Jamaika di Kota Spanyol merupakan masjid pertama yang berdiri.
10.  Islamisasi di Kosta Rika
Berdasarkan data CIA World Factbook, persentase umat Islam di Kosta Rika hanya 0,01 persen atau sekitar 500 jiwa dan 4,2 juta penduduk.  Kebanyakan adalah kaum imigran dan sebagian warga lokal yang menjadi mualaf. Meskipun secara kuantitas tidak signifikan, umat Islam di sana tidak berkecil hati. Justru, hal itu memacu mereka untuk terus berkiprah di berbagai bidang.  Di kalangan umat Islam sendiri, mereka senantiasa berupaya memperkuat jalinan ukhuwah dan kerjasama satu sama lain. Kegiatan shalat berjamaah ataupun buka puasa bersama mencerminkan tekad itu. Dalam berbagai kesempatan, mereka saling merajut kebersamaan.
Islam masuk ke Kosta Rika seiring sampainya dakwah Islam ke Kepulauan Karibia pada 1845 M. Islam dibawa oleh keturunan Muslim yang berasal dari sebuah provinsi di India, Uttar Pradesh.  Mereka adalah para buruh yang dibawa oleh para tuan tanah setempat dari daerah asalnya. Orang-orang Islam dijanjikan kesejahteraan dengan memperoleh tanah. Tapi, janji tinggal janji. Di sana, para imigran ini dipekerjakan di perkebunan tebu dan tembakau dengan sistem imbal tenaga. Sejak perbudakan dihapuskan di seluruh wilayah jajahan Inggris, tuan tanah menerapkan sistem tersebut. Akibatnya, pekerja tidak menerima upah sebagai konsekuensi pembayaran utang-utang mereka dan biaya perjalanan.
Selain oleh imigran dari India, Islam juga dibawa oleh komunitas Muslim yang berasal dari Afrika. Mereka merupakan suku asli Afrika Barat, yaitu Mandingo.  Merekalah pemeluk Islam pertama yang datang ke Karibia pada 1777. Orang-orang Afrika ini juga dipekerjakan di perkebunan tebu sebagai budak.  Jumlah mereka terus bertambah hingga mencapai 20 ribu jiwa pada 1830. Selanjutnya, Islam dibawa oleh Muslim yang berasal dari Timur Tengah, Indonesia, dan Pakistan.
11.  Islamisasi di Nikaragua
Menurut statistik tahun 2007 yang dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri A.S. tentang Islam di Nikaragua, sekitar 1,200 hingga 1,500 Muslim, mayoritas dari mereka adalah muslim sunni yang berasal dari penduduk asing atau penduduk berwarganegara dari Palestina, Libya, dan Iran atau penduduk asli Nikaragua. Pusat Kebudayaan Islam di Managua (ibukota Nikaragua) berfungsi sebagai pusat keislaman bagi umat Islam di bandar, sekitar 320 orang menghadiri setiap harinya secara konsisten. Umat Islam dari Granada, Masaya, Leon, dan Chinandega juga melakukan sholat Jum'at di Managua. Karena Granada, Masaya, dan Leon mempunyai pusat-pusat sholat yang lebih kecil dibandingkan di Managua. Pada bulan Mei 2007, pemimpin Islam Sunni di Managua dihentikan, kerana peningkatan pengaruh Iran di masyarakat Muslim dan harus diganti dengan pemimpin agama Syiah. Pada akhir tempoh pelaporan (Mei 2007) pemimpin Syiah belum diketahui secara pasti.
12.  Islamisasi di Panama
Salah satu sumber mengenai masuknya Islam di Panama ditulis oleh Abdul Khabeer Muhammad, seorang juru dakwah yang giat menyebarkan Islam di Panama. Dalam artikel yang dimuat di majalah Islam Canada, A Brief History of the Muslim in Panama, Abdul Khabeer Muhammad mencatat ada dua gelombang kedatangan penganut Muslim di negeri itu. Pertama, tahun 1552, pendatang Muslim menginjakkan kakinya di Panama sebagai budak yang dibawa penjajah Spanyol untuk dipekerjakan di tambang emas. Mereka adalah para budak Afrika dari suku Mandinka yang dibawa oleh orang-orang Spanyol. Para budak dari suku Mandinka, yang keseluruhannya adalah Muslim. Mereka tiba dalam jumlah cukup besar, yakni sekitar 500 orang. Sebelum memerdekakan diri, wilayah Panama merupakan bagian dari wilayah koloni Spanyol. Pada masa itu, bangsa Spanyol membuat kebijakan untuk mendatangkan para budak ke wilayah jajahan mereka di kawasan Amerika Tengah saat ini.
Kedua, tahun 1904-1913, ajaran Islam mulai bergema kembali di tanah Panama. Setelah adanya gelombang imigran dari wilayah anak benua India, Lebanon dan negara Timur Tengah lainnya datang sebagai pedagang ke Colon, sebuah kota di tepi lautan Atlantik.. Para imigran yang mayoritas laki-laki ini di kemudian hari menikah dengan perempuanperempuan setempat.
Gelombang imigran Muslim ke wilayah Panama tidak terhenti sampai di situ. Pada 1929, masyarakat Muslim Sunni India-Pakistan dari Bombay, India, menjajakkan kakinya di Panama. Mereka kemudian membentuk sebuah organisasi yang diberi nama Panama Muslim Mission. Organisasi Muslim pertama di Panama ini kemudian memprakarsai pendirian sebuah masjid di Kota Panama. Selain sebagai tempat ibadah, bangunan masjid tersebut juga digunakan sebagai tempat untuk mencari informasi mengenai seputar Islam, terutama bagi para mualaf.
13.  Islamisasi di Puerto Rico
Setidaknya ada 5.000 orang pemeluk agama Islam di Puerto Rico. Mereka adalah para pengungsi Palestina yang hijrah ke negeri ini, karena kekejian Israel yang terus menbantai warga Palestina ditanah kelahiran mereka sendiri. Kini, hijrahnya warga Palestina menjadi berkah tersendiri, Islam tersebar di negeri mungil ini.
Kedatangan warga Palestina ke Puerto Rico, dimulai semenjak tahun 1958. Itu berarti hampir satu dekade setelah tanah dinegeri orang, ternyata berubah manis. Bukan saja mereka dapat menyelamatkan diri dan mempersiapkan hari esok yang lebih baik, tetapi juga menyebarkan Islam di kawasan baru.
Benar saja, hanya dalam jangka waktu 50 tahun, kehidupan perekonomian para pendatang dari Palestina ini, mengalami perbaikan. Mereka kebanyakan bergerak dalam bidang perdagangan. Antara lain membuka restoran, toko-toko perhiasan dan outlet pakain.
Pulihnya nasib mereka di atas, kian menambah semangat para pendatang untuk menyebarka agama Islam di pulau Puerto Rico. Hingga kini , cukup banyak bangunan masjid berdiri tersebar merata di pulau ini.
Di kota-kota besar seperti , Aguadila, Fajardo, San juan, Hatilo, Ponce, Arecibo, Rio Piedres, Monterheisra dan Vega Alta, masjid telah berdiri. Bukan itu saja, organisasi Islam Amerika Utara, (AMANA) juga membuka kantor di sini, tepatnya di kota Cavey. Mungkin karena kehadiran pendatang Palestina ini membuat perekonomian rakyat setempat juga mengalami perubahan  yang berarti, banyak warga penduduk setempat yang mulai tertarik dengan ajaran Islam. Kebanyakan pemeluk Islam mendiami kota RIo Piedras.
Fakor lain yang menarik hati para penduduk untuk mempelajari Islam lebih jauh adalah tentang sejarah Islam di Eropa. Warga pulau yang dahulu sempat dijajah bangsa Spanyol ini, baru mengetahui bahwa Islam pernah menguasai Spanyol lebih 700 tahun.
Para keturunan Latin yang memeluk Islamtanpa ragu mengklaim bahwa Islam sangat berpengaruh di kawasan. Hal itu bukalah barang baru. Sebab, pengaruh Islam di Afrika yang menyebar di Spanyol, turut dibawa oleh nenek moyak mereka ke Puerto Rico. Tak heran, ketika warga Palestina memperkenalkan budaya Arab, warga setempat tidak merasa asing. Berbeda kata Spanyol yang mereka pergunakan, ternyata merupakan unsur serapan dari bahasa Arab.(dikutip dari majalah risalah)
14.  Islamisasi di Trinidad dan Tobago
Republik Trinidad dan Tobago adalah republik kepulauan yang terletak di laut Karibia bagian selatan ber-ibukota di Port of Spain. Lokasinya berada Teluk Paria persis di timur laut lepas pantai Venezuela, dan di sebelah selatan Grenada di gugus kepulauan Antilles kecil. Negara kecil ini hanya terdiri dari dua pulau utama yakni pulau Trinidad dan Pulau Tobago ditambah dengan beberapa pulau pulau berukuran mini.
Para ahli sejarah termasuk situs resmi ASJA yang merupakan organisasi Islam terbesar di Trinidad dan Tobago, meyakini masuknya Islam ke negara pulau itu dibawa oleh budak-budak hitam dari suku Mandigo di Afrika Barat, bukan oleh orang India Timur, Hal ini terlihat dari banyaknya anggota suku Mandigo di Trinidad & Tobago yang memeluk Islam di tahun 1740. Budak budak Afrika ini tiba di Trinidad & Tobago sekitar tahun 1817 bersama dengan Resimen India Timur yang kemudian mendiami kawasan yang kini dikenal sebagai pemukiman sungai Hondo (Hondo River Setlement).
Orang-orang India Timur ini pertama kali datang ke Trinidad sebagai pelayan berdasar perjanjian. Perjanjian yang diterima oleh para buruh ini adalah bentuk kerja paksa tanpa bayar. Para buruh tani ini bekerja di perkebunan tebu selama periode tertentu—biasanya lima tahun—untuk menghapus hutang-hutang mereka. Kondisi kemiskinan dan kehidupan yang keras menggelayuti para buruh tani ini dibarengi dengan usaha kristenisasi terhadap mereka oleh para majikan.

DAFTAR PUSTAKA
Taufik Abdullah dalam Ensiklopedia Tematis Dunia Islam, Pemikiran dan Peradaban Jilid 6.,(Jakarta: PT. Ichtiar baru Van Hoeve, 2002) Hlm. 202.
Smith, Jane I., Pola-pola Imigrasi Muslim, Kehidupan Muslim di Amerika, (Kantor Program Informasi Internasional Departemen Luar Negeri AS. 2005). hlm. 14-16,
 Smith, Jane I., Pola-pola Imigrasi Muslim, Kehidupan Muslim di Amerika, (Kantor Program Informasi Internasional Departemen Luar Negeri AS. 2005). hlm. 14-16,
 Jane smith, Islam di Amerika, 2005. hlm. 97
 Muslim immigration has bounced back
 Fakta-fakta demografi, Kehidupan Muslim di Amerika,  (Kantor Program Informasi Internasional Departemen Luar Negeri AS.2005). hlm. 35
 www. Islam di Amerika. Com
 Jane smith, Islam di Amerika, 2005. hlm. 200

Tidak ada komentar:

Posting Komentar