Selasa, 09 Juni 2015

REVOLUSI KUBA

NUR ANNISA/S/EB

Kuba berasal dari kata Indian Cubanancan yang artinya pusat atau tempat Pusat dan dengan ibukota negara sekarang Havana, denganpenduduk 12.000.000 jiwa dan menggunakan bahasa spanyol, pemerintahan Republik Komunis di pegang oleh kepala Negara dan pemerintahan. Mata uang Peso, hari besar Nasional kuba jatuh pada  1 Januari dan lagu kebangsaan Himno de Bayemo.
Kuba adalah negara pulauyang terdiri 1.600 pulau yang lebih kecil dan batu karang.  Kuba yang terletak di Teluk Meksiko, Laut Karibia. Kuba merupakan negara yang terkenal dengan cerutunya. Kuba sebelumnya juga lama menjadi jajahan Spanyol. Pada masa Perang Dingin, Kuba yang letaknya sangat strategis juga tidak luput dari incaran perluasan pengaruh dan ideologi negara kolonialisme. Kuba merupakan negara republik komunis pertama yang berada di belahan bumi Barat.
Kuba pertama kali ditemukan oleh Columbus, yang berasal dari Spanyol pada tahun 1492. Seperti halnya tempat-tempat lain yang ditemukan orang Eropa dalam masa penjelajahan samudra, yaitu diakui sebagai miliknya, begitu pula dengan Kuba. Columbus segera mengklaim bahwa Kuba adalah milik Spanyol. Sejak saat itu, Kuba menjadi koloni Spanyol. Pada sekitar tahun 1868-1878 di Kuba timbul gerakan menuntut kemerdekaan.
A.Sebab Terjadinya Revolusi Kuba              
Pada awalnya, ketika itu pemerintahan Kuba dipimpin oleh seorang presiden yang merupakan seorang mantan tentara bernama Filguenco Batista y Zaldivar. Dia mendapatkan posisi sebagai presiden Kuba setelah merebut  kekuasaan presiden sebelumnya.dia mulai berkuasa di Kuba pada tahun 1934. Dia berhasil mendapatkan pengaruh dari Amerika Serikat. Namun, sayang sekali saat kepemimpinan Batista ini, dia bertingkah sebagai diktator sehingga kekayaan alam yang dimiliki Kuba tidak bisa dinikmati sepenuhnya oleh yang berhak menikmatinya, yaitu rakyat Kuba itu sendiri. Selain itu pula ia ingin maju kembali sebagai presiden Kuba walaupun dengan cara yang tidak semestinya.
 Kekayaan negara itu tidak selalu dibagi rata dan dimanfaatkan sebaiknya untuk memakmurkan rakyatnya1 (Szulc; 1988, 239). Padahal Kuba merupakan negara yang cukup subur. Kuba terkenal dengan hasil alamnya, yaitu gula yang merupakan hasil dari tanaman tebu yang merupakan tanaman yang dapat tumbuh dengan baik di Kuba.
Ketika Batista duduk sebagai presiden Kuba,ia mendapatkan dukungan dari Amerika karena  ketika tahun 1898 terjadi suatu perang antara Spanyol dan Amerika Serikat. Ketika itu pemilik wilayah Kuba adalah Spanyol. Namun, saat terjadi perang tersebut Spanyol mengalami kekalahan. Hal ini yang membuat Kuba jatuh ke tangan Amerika Serikat dan ditambah lagi dengan berpindah tangannya wilayah jajahan Spanyol lainnya kepada Amerika Serikat yaitu wilayah Puerto Riko dan Filipina. Maka dengan demikian Amerika menjadi pemilik wilayah Kuba.
Memang, Kuba diberi kemerdekaan resmi pada tahun 1902. Akan tetapi, Kuba baru diperkenalkan memperoleh kemerdekaan resmi setelah menerima Amandemen Platt sebagai bagian dari konstitusi militer Amerika Serikat di pulau itu  (termasuk pangkalan yang terkenal di Guantanamo, yang masih dikuasai oleh Amerika Serikat sampai sekarang). Amandemen ini juga mencakup syarat-syarat berikut ini: " Pemerintah Kuba sepakat untuk memperkenankan Amerika Serikat memperoleh hak untuk melakukan intervensi untuk melindungi kemerdekaan Kuba, pelestarian suatu pemerintahan yang layak untuk melindungi perikehidupan, hak milik, dan kebangsaan perorangan.2" (Szulc; 1988, 245). Namun, hal ini yang membuat Kuba berada dalam cengkraman Amerika Serikat dan hal ini pulalah yang termasuk ke dalam sebab-sebab munculnya revolusi 1953.
B.Terjadinya Revolusi Kuba
  Semenjak kemerdekaannya pada tahun 1898, Kuba dipimpin oleh sejumlah presiden yang korupsi. Salah satunya adalah Fulgencio Batista y Zaldivar. Batista setelah gagal melegitimasi kekuasaannya melalui pemilu demokratis kemudian melakukan kudeta dan berhasil memperoleh kekuasaan. Namun, saat Batista berkuasa muncul gerakan Anti Batista dari seorang pengacara yang berasal dari Santiago de Cuba yaitu Fidel Alejandro Castro Ruz atau lebih akrab dengan panggilan Fidel Castro.
  Tanggal 26 Juli 1953 merupakan langkah awal revolusi yang disuarakan Fidel Castro. Fidel Castro dan 119 orang yang tergabung dalam kelompok tersebut menyerang Barak Moncada yang terletak di Santiago de Cuba. Banyak diantara mereka yang meninggal dalam penyerangan ini dan yang masih hidup termasuk Fidel Castro beserta adiknya Raul Castro divonis hukuman penjara 15 tahun. . Namun setelah pemilu 1955, mereka dibebaskan beserta tahanan politik lainnya dan kemudian beranjak menuju Meksiko dan bergabung dengan orang-orang Kuba yang siap membebaskan negerinya.
  Selama masa itu, Castro juga bertemu dr. Che Guevara dari Argentina, disana ia bergabung dengan angkatan mereka. Pada bulan Desember 1956, 82 pemberontak meninggalkan Meksiko menuju Kuba.Dengan bantuan penduduk Kuba, mereka bisa memperbesar pasukannya dan mencatat beberapa kesuksesan melawan pasukan Batista. Dari akhir tahun 1957, Castro menemukan markas tetap di La Plata. Wartawan dari berbagai negara, termasuk AS  mengunjungi para pemberontak dan menawarkan dukungan terhadap sang diktator.
  Pasukan pemberontak memulai serangannya pada tahun 1958 dan terbagi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama dipimpin oleh Castro bersaudara menuju ke bagian timur pulau dengan kota terbesar keduanya yaitu Santiago de Cuba. Kelompok yang ke dua berada di bawah pimpinan Che Guevara dan Camilo Cienfuegos menuju barat. Pertempuran Santa Maria adalah titik terang karena perang ini dimenangkan oleh kelompok tersebut. Pada tanggal 1 Januari 1959 sang diktator Batista melarikan diri dari Kuba ke Republik Dominika dan esok harinya pemberontak menduduki Havana dan Santiago de Cuba. Kemudian, Hakim Manuel Urrutia diangkat sebagai pejabat presiden. Pada tanggal 8 Januari, Fidel Castro mencapai Havana, menyempurnakan kemenangan revolusi.
 1 januari 1959 ketika Batista meninggalkan Kuba menuju Republik Dominika merupakan tanda dari kemenangan revolusi yang dimotori oleh Fidel Castro yang dikenal dalam Movimiento 26 de Julio atau Gerakan 26 Juli tersebut. Namun di tengah perayaan dan kekacauan di Havana, hal ini ternyata tidak didukung oleh negara tetangganya Amerika Serikat yang justru memperdebatkan cara terbaik untuk menangani tindakan radikal yang dilakukan oleh Castro karena menyebarkan anti Amerikanisme di Kuba. Amerika Serikat khawatir dengan ideologi yang dibawa oleh Fidel Castro juga Che Guevara yang intinya  adalah menyerang investasi dan properti penting Amerika Serikat di Kuba, maka dari itu dalam keputusannya mereka menentang gerakan revousioner tersebut.
            Fidel Castro, Che Guevara dan para gerilyawan telah merebut kekuasaan pada tahun 1959 karena kediktatoran Batista ambruk secara spontan, sehingga terjadi sebuah kevacuman politik. Dalam sebuah pidato di universitas Princeton di AS Castro menegaskan bahwa "Bertentangan dengan pola Revolusi Rusia dan model Marxis, revolusi di Kuba tidak berdasarkan perjuangan kelas.
            Amerika Serikat yang awalnya mendukung pemerintahan di Kuba masa kekuasaan Batista 1933-1944 perlahan mulai menarik dukungannya karena pemerintahan Batista yang tidak mendapat kepercayaan rakyatnya kembali karena korupsi. Hal tersebut menandai bahwa usaha Amerika Serikat dalam membendung revolusi dengan berpihak pada Batista telah gagal karena rakyat pada akhir 1950-an mulai tumbuh dukungan terhadap revolusi Castro.

            Amerika Serikat berubah dari berhati-hati menjadi curiga bahkan frontal pada pemerintahan revolusioner Kuba setelah Castro menasionalisasi properti-properti yang dimiliki oleh Amerika Serikat, bersekutu dengan Partai Komunis dan bersahabat dengan Uni Soviet, musuh bebuyutan Amerika Serikat dalam Perang Dingin, memutuskan hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Kuba dan memberlakukan embargo perdagangan dan perjalanan3(Ismanto, 2011).
Walaupun memunculkan ideologi komunisme, rezim Castro berkuasa melalui semacam "demokrasi langsung" dengan besar-besaran. Namun lama-kelamaan dia membutuhkan sebuah sistem pemerintahan yang lebih formal. Mereka tidak memobilisasi kaum buruh dan rakyat pekerja lainnya untuk mengambil alih pemerintahan sendiri. melainkan mengundang Partai Komunis untuk bersatu dengan mereka. Partai Komunis itu sudah lama tidak revolusioner lagi, dan tidak begitu antusias dengan pemberontakan yang dijalankan Castro.
           Proses politik di Kuba dikontrol secara ketat oleh rezim Partai Komunis selalu memiliki mayoritas tunggal dalam semua lembaga politik. Media massa disensor, para pengkritik dibredel bahkan dipenjarakan. Ahli sejarah sosialis Ariel Hidalgo telah menulis sebuah analisis Marxis yang membuktikan bahwa Kuba masih sebuah masyarakat berkelas. Dia berseru agar kelas buruh bangkit lagi untuk melakukan revolusi baru yang betul-betul sosialis. Kemudian Ariel Hidalgo dijebloskan di penjara.
  Pada April 1961, Amerika Serikat melaksanakan Invasi Teluk Babi, sebuah usaha untuk menyingkirkan Castro dari tampuk kekuasaan. disponsori CIA pada tahun 1961, Amerika Serikat menjalankan boikot ekonomi. Operasi-operasi berikutnya untuk menjatuhkan Castro pun pada akhirnya mengalami kegagalan.
  Ketika Castro menjalankan beberapa reform agraria yang agak moderat pada tahun 1969, bantuan finansial Amerika segera dihentikan. Setahun kemudian, ketika Uni Soviet menawarkan minyak mentah, perusahaan minyak barat seperti Texaco, Shell dan Esso menolak membersihkannya. Castro menasionalisasi fasilitas mereka. Amerika Serikat melarang impor gula dari Kuba, Kuba membalas dengan mengambil alih lebih banyak perusahaan Amerika Serikat, kemudian Amerika Serikat menjalankan boikot total terhadap perdagangan Kuba termasuk makanan dan obat-obatan, dan juga berusaha menumbangkan Kastro dengan invasi di Teluk Babi, walaupun usahanya ini gagal 4(tanpa nama, 2008).
  Castro menjadi salah satu pemimpin di dunia yang berkuasa paling lama. Castro berkuasa dari 2 Desember 1976 hingga 24 Februari 2008 walaupun secara de facto berakhir pada 31 Juli 2006 dan menyerahkan kekuasaannya sementara pada adiknya Raul Castro karena kesehatannya yang bermasalah. Raul merangkap jabatan, yakni sebagai Presiden Kuba dan Menteri Pertahanan Kuba. Pada 19 Februari 2008, lima hari sebelum mandatnya berakhir, Castro menyatakan tidak akan mencalonkan diri maupun menerima masa bakti baru sebagai presiden atau komandan angkatan bersenjata Kuba. Jabatannya digantikan oleh adiknya, Raul Castro. Dengan demikian castro mengakhiri masa jabatannya saat itu  .
C.Dampak Revolusi Kuba
    Revolusi di kuba yang berhasil menggulingkan rezim Batista yang pro Amerika ini menimbulkan beberapa dampak yang sangat berpengaruh dalam Negara Kuba, dengan  jalan revolusi, Kuba mendapat perkembangan besar d iberbagai sudut dan komponen yang mengarah ke arah kemakmuran. Modernisasi ini pun tercipta dengan sangat pesatnya di Kuba. Tapi tidak telalu bebas, karena adanya kontrol sosial dan struktural negara berperan sangat penting. Dengan jatuhnya rezim Batista maka berdirilah Negara sosialis pertama di belahan barat dunia, dengan paham ini maka berdampak di berbagai bidang seperti bidang politik, ekonomi, sosial, pendidikan dll.
D. Kesimpulan
      Revolusi yang di lakukan oleh Fidel Castro dan Che Guevara membuahkan hasil    Masyarakat yang awalnya tidak mendukung dengan gerakan revolusioner namun meruntuhkan rezim kekuasaan Batista dengan kekuasaanya yang otoriter. Selama proses Revolusi yang terjadi di kuba, Fidel Castro dan Che Guevara sangat berperan penting dalam serangkaian pemberontaan untuk menyerukan Revolusi di Kuba. Revolusi tersebut merubah segalanya dikuba.
          lambat laun masyarakat mulai menyadari bahwa gerakan yang dibangun oleh Fidel Castro membawa dampak positif bagi masyarakat maupun Negara Kuba sendiri.  Fidel Castro harus menyekutukan kekuasaanya dengan dunia komunis. Dia pun sendiri harus menyebut bahwa dirinya adalah komunis. Dengan demikian kuba berhak untuk mendapat bantuan dari Negara komunis dan mampu ketahanannya sebagai akibat putusnya hubungan dengan Amerika Serikat.
                                                                                    Referensi
1.Szulc, Tad. (1988). Negara dan Bangsa (Jilid 8, Amerika Utara dan Amerika Tengah). Jakarta: Groulier International dan PT. Widyadira
2.Arnold Toynbee , (1967). Sejarah umat manusia . Jakarta:Pustaka Pelajar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar