Minggu, 29 Mei 2016

Latarbelakang Terbentuknya Partai Nasional Indonesia


Ega Elfischa/SI IV/14B

Lahirnya PNI dilatarbelakangi oleh situasi sosio-politik yang kompleks, yang mau tidak mau organisasi baru itu harus menyesuaikan dengan situasi baru. Pemberontakan-pemberontakan PKI tahun 1926 menimbulkan gerakan nasionalis. Pertama, pemberontakan dengan kekerasan itu tidak ada gunanya karena akan mudah ditekan Belanda. Kedua, pembubaran PKI membuat para pemimpin-pemimpin di buang ke Boven Digul untuk menyingkirkan komunis dari area politik. Ketiga, kegagalan PKI akan menyadarkan untuk membentuk organisasi nasionalis. Keempat, dengan tidak adanya PKI akan tercipta kekosongan gerakan nasionalis akan memerlukan arahan partai-partai nasionalis. Pemberontakan PKI tahun 1926 membangkitkan semangat baru untuk menyusun kekuatan baru dalam menghadapi pemerintah. Pemberontakan itu menggerakkan Sudjadi, wakil resmi PI di Indonesia bersama Iskaq dan Budyarto akan
membentuk suatu partai baru sesuai dengan PI. Partai baru tidak didasarkan pada Islam maupun komunisme. keyakinan Hatta bahwa partai baru itu akan dikendalikan oleh PI dan dapat mengendalikan kegiatan partai dari negeri Belanda. sementara rencana PI untuk membuat partai baru akan mulai terwujud, tetapi di Indonesia muncul gerakan nasionalis. Rencana pembentukan SRNI (Sarekat Ra'jat National Indonesia) berpindah tangan dari tangan Hatta di negeri Belanda ke kelompok nasionalis dalam Kelompok Studi Umum di Bandung.Terdapat perbedaan pendapat dimana Hatta menginginkan partai yang dibuat harus melalui pendidikan karena pendidikan menyiapkan rakyat secara pelan-pelan untuk merdeka. Hatta menekankan bahwa partai baru itu supaya berwatak radikal tetapi ini berbeda daripada PKI karena harus didasarkan prinsip non-kooperasi. Sementara Kelompok Sudi Umum percaya bahwa rencana Hatta terlalu moderat, serta tekanan pendidikan partai dianggap sebagai taktik yang tidak tepat yang tidak akan cukup cepat untuk membawa rakyat ke arah Indonesia merdeka.Di Bandung pada tanggal 4 Juli 1927 diadakan pertemuan yang diputuskan untuk membentuk Perserikatan Nasional Indonesia (PNI) anggaran dasar sementara disusun oleh Sudjadi, Budhyarto, dan Iskaq untuk SRNI dipakai sebagai landasan AD PNI. Pada bulan September atau Desember akan diadakan konggres dimana akan meresmikan partai tersebut. Sementara Sukarno sebagai ketua, Iskaq sebagai sekertaris merangkap bendahara dan Dr. Samsi sebagai komisioner. Kemudian tahun 129 dan 1930, Iskaq mulai tidak gembira atas perkembangan PNI, sementara Budhyarto nampak memberikan dukungan penuh kepada PNI.Dalam 3 tahun, PNI memainkan pengaruh yang besar yang menentukan nasionalis. PNI sejalan dengan apa yang diharapkan Hatta dan pengurus PI tentang partai baru pada akhir tahun 1926. Tetapi dari segi taktik, gaya, massa, PNI berbeda dengan keinginan Hatta. PNI pun mulai berkembang. Pada akhir tahun 1927 tercatat menjadi 3 cabang yakni di Bandung, Yogyakarta dab Batavia. Selain di Bandung juga terbentuk cabang di Yogyakarta dan di Batavia. Pada bulan Desember dibentuk juga sebuah panitia di Surabaya untuk persiapan pembentukan cabang baru di kota tersebut.Propaganda PNI sama dengan PI yakni dengan tema : watak dari hubungan yang bersifat penjajahan dan konflik yang tak terelakkan antara penguasa dan yang dikuasai, perlunya front sawo matang orang-orang Indonesia untuk melawan front putih orang Eropa di wilayah jajahan, perlunya membuang ketergantungan psikologis kepada Belanda dan melalui usaha sendiri mencapai kemerdekaan, perlunya membentuk suatu negara didalam negara. Dalam rapat terbuka tanggal 9 Oktober Sunarjo menegaskan bahwa agar Volksraad dapat diterima oleh PNI ialah jika seluruh anggotanya adalah orang Indonesia dan terikat dengan pemerintahan Indonesia. Menurut Sukarno, PNI didirikan karena tidak ada di Indonesia yang mempunyai organisasi dengan tujuan nasionalis yang murni. Dalam rangka kaderisasi organisasi itu para pemuda mendirikan Jong Indonesia (Indonesia Moeda) kemudia berubah menjadi Pemuda Indonesia dan Organisasi wanita Putri Indonesia. Jakarta, Yogyakarta, Surakarta, dan Surabaya menjadi cabang organisasi pemuda dan wanita.Program PNI sederhana saja. Pasal 2 anggaran dasarnya merumuskan sebagai tujuan perkumpulan ini yakni mengusahakan kemerdekaan Indonesia. Pasal 3 menentukan bahwa untuk mencapai tujuan partai ini akan bekerjasama dengan semua organisasi di Indonesia yang mengejar tujuan yang sama. Sesuai dengan anjuran PI, PNI memilih jalan non-kooperatif dan swadaya.Tujuan PNI adalah kemerdekaan Indonesia dan tujuan itu akan dicapai dengan asas "percaya pada diri sendiri". Artinya: memperbaiki keadaan politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang sudah dirusak oleh penjajahan, dengan kekuatan sendiri. Semua itu akan dicapai melalui berbagai usaha, antara lain:
v  usaha politik, yaitu dengan cara memperkuat rasa kebangsaan persatuan dan kesatuan. Memajukan pengetahuan sejarah kebangsaan, mempererat kerja sama dengan bangsa-bangsa Asia dan menumpas segala perintang kemerdekaan dan kehidupan politik. Dalam bidang politik, PNI berhasil menghimpun organisasi-organisasi pergerakan lainnya ke dalam satu wadah yang disebut Permufakatan Perhimpunan-perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia;
v  .usaha ekonomi, yaitu dengan memajukan perdagangan rakyat, kerajinan atau industri kecil, bank-bank, sekolah-sekolah, dan terutama koperasi
v  usaha sosial, yaitu dengan memajukan pengajaran yang bersifat nasional, emngurangi pengangguran, mengangkat derajat kaum wanita, meningkatkan transmigrasi dan memperbaiki kesehatan rakyat.Gerakan PNI dipimpin oleh tokoh-tokoh berbobot, seperti Ir. Soekarno, Mr. Ali Sastroamijoyo, Mr. Sartono, yang berpengaruh luas di berbagai daerah di Indoenesia. Ir. Soekarno dengan keahliannya berpidato, berhasil menggerakkan rakyat sesuai dengan tujuan PNI. Pengaruh PNI juga sangat terasa pada organisasi-organisasi pemuda hingga melahirkan Sumpah Pemuda dan organisasi wanita yang melahirkan Kongres Perempuan di Yogyakarta pada 22 Desember 1928.Pada kongresnya yang kedua tanggal 18-20 mei 1929 di jakarta PNI memutuskan akan mengadakan pelatihan-pelatihan untuk mengajarkan sosialisme, anarkisme, komunisme dsb. Hal itu dimaksudkan supaya orang dapat menjunjung "nasionalisme" nya sendiri dengan sadar dan juga dapat memisahkandaripengaruhaliran-aliranlain. menjadi suatu perbuatan, yaitu perbuatan nasional.
Dan di dalam anggaran dasar PNI dicantumkan maksud dan tujuannya secara tegas,yaitu Indonesia Merdeka. Ini berarti PNI mengambil jalan non-kooperatif dengan pemerintah Hindia. Belanda. Masa-masa awal sangat dipengaruhi oleh ideologi PNI dan mentalitas PNIdalam membentuk mesin birokrasi dan mengerahkan massa. Maka, disinilah arti pentingPNI-Birokrasi menjadi eksis dalam percaturan politik yang terjadi Indonesia.Melihat aktifitaspolitik PNI yang semakin meningkat, pemerintah Hindia Belanda memberi peringatan kepadaimpinan PNI pada tanggal 15 Mei 1928 di sidang pembukaan "Volksraad" yang diucapkanoleh Gubernur Jenderal de Graeff untuk menahan diri.Bung Karno memantapkan kebulatanhati anggota PNI untuk mengejar Indonesia Merdeka dibawah panji-panji "Merah-Putih-Kepala   Banteng". Pada   organisasi-   organisasi   putri   pun   kelihatan   kecenderungan   untukbersatu ini. Dalam Kongres Wanita Indonesia yang pertama, pada tanggal 22-25 Desember1928 di Yogyakarta yang dihadiri oleh sejumlah organisasi wanita yang berpengaruh waktuitu  dapatlah   dihasilkan   suatu organisasi persatuan wanita  yang berbentukfederasi.Pemerintah Hindia Belanda yang semakin hari bertambah cemas melihat pengaruh yang diperoleh PNI dimana-mana,mulai menunjukkan tangan besi.Walaupun   merekabertindak masih dalam batas kewajaran.Pada akhir tahun 1929 tersiar kabar yang bersifatprovokasi bahwa PNI akan mengadakan pemberontakan pada awal tahun 1930. SehinggaBung Karno danGatot Mangkoepraja, setelah   selesa menghadirikongres PPPKI (Permufakatan Perhimpunan politik Kebangasaan Indonesia) yang kedua di Solo pada tanggal 29 Desember 1929 ditangkap pemerintah Hindia Belanda. Kemudian mereka dibawa keBandung dengan penjagaan yang ketat kemudian ditempatkan di penjara Sukamiskin. Begitupula dengan beberapa pimpinan teras PNI lainnya. Setelah itu mereka diadili di pengadilan landraad   pada   18   Agustus   1930   di   bandung.   
Keputusan   landraad   di   Bandung yang menghukum Ir.soekarno 4 tahun penjara, Gatot Mangkuprojo 2 tahun, Maskun 1 tahun 8bulan, dan Supriadinata 1 tahun 3 bulan. Pengadilan menjatuhkan hukuman berdasarkanpasal 153 dan 169 KUHP.  Keputusan itu ditetapkan oleh Raad van justitie pada 17 April 1931.
DAFTAR PUSTAKA
-          Imran.(1998).SejarahNasional danUmum. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
-          Imran.(1998).SejarahNasional danUmum. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
-          Poesponegoro, MJ,Sejarah Nasional Indonesia V. PN Balai Pustaka.
-          Wawan Tunggul Alam, 2005, Demi Bangsaku: Pertentangan Bung Karno VS. Bung Hatta, Jakarta:Gramedia Pustaka Utama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar