Selasa, 17 Mei 2016

KURIKULUM DI NEGARA BELANDA

Machmul Alamsyah Harahap/SP A

A.    SISTEM PENDIDIKAN
Sistem pendidikan di Belanda sangat berbeda dengan sistem pendidikan yang dikenal di Asia, Amerika, bahkan di sebagian besar wilayah Eropa. Di Eropa sendiri, sistem pendidikan ala Belanda hanya dikenal oleh beberapa negara, antara lain Jerman dan Swedia. Salah satu  perbedaan sistem pendidikan di Belanda adalah penjurusan yang sudah dimulai sejak pendidikan di tingkat dasar dengan mempertimbangkan minat dan kemampuan akademis dari siswa yang  bersangkutan. Secara umum, sistem penjurusan tersebut dapat dikategorikan sebagai berikut:


1.      Pendidikan Tingkat Dasar Dan Lanjutan (Primary En Secondary Education)
            Pendidikan tingkat dasar di Belanda mulai diwajibkan sejak anak berumur 5 tahun dan  berlangsung selama kurang lebih 8 tahun (7 tahun di antaranya merupakan wajib belajar). Di tahun terakhir para siswa sudah dianjurkan untuk memilih pendidikan lanjutan yang akan mereka  jalani. Pendidikan lanjutan yang dimulai sejak siswa berumur 12 tahun dan diwajibkan sampai umur 16 tahun ini diberikan dalam beberapa tingkatan: VMBO program (4 tahun) memberikan  pendidikan yang merupakan gabungan dari pendidikan umum dan kejuruan, dimana lulusannya  bisa melanjutkan ke pendidikan tingkat menengah kejuruan (senior secondary vocational education and training). Sedangkan 2 jenis tingkat pendidikan yang memberikan akses langsung ke sistem pendidikan tingkat tinggi (higher education) adalah HAVO (5 tahun) dan VWO (6 tahun) yang merupakan pendidikan selektif. Lulusan dari VWO bisa mendapatkan akses langsung ke Universitas sedangkan lulusan HAVO bisa mendapatkan akses langsung ke HBO (hogeschool/universities of profesional education). Dua tahun terakhir di HAVO atau tiga tahun terakhir di VWO merupakan tahun penjurusan untuk memilih bidang pilihan mereka. Dalam  penjurusan ini mereka dapat memilih satu d iantara empat jurusan yaitu:
1.      Science and technology (ilmu teknologi/fisika)
2.      Science and health (ilmu kesehatan)
3.      Economic and society (sosial ekonomi)
4.      Culture and society (sosial dan budaya)

2.      Pendidikan Tingkat Menengah Kejuruan (Senior Secondary Vocational Education And Training)
            Pendidikan tingkat menengah kejuruan yang dikenal dengan tingkatan MBO (4 tahun) diberikan dalam beberapa jurusan, antara lain: ekonomi, teknik, kesehatan, perawatan diri, kesejahteraan dan pertanian. Program MBO diberikan dalam 4 tingkatan (1-4 tahun) dan hanya lulusan dari tingkat 4 MBO saja yang dapat memiliki akses ke HBO.

3.      Pendidikan Tingkat Tinggi (Higher Education)
Pendidikan tingkat tinggi di Belanda terdiri atas 2 bagian, yaitu HBO (hogeschool/universities of profesional education) dan WO (research universities). Hogeschool memberikan pendidikan yang bersifat siap guna untuk siswa yang ingin langsung terjun ke lapangan pekerjaan praktis, sedangkan Universitas memberikan pendidikan yang bersifat spesifik /penjurusan berdasarkan ilmu -ilmu murni. Pada setiap tahun pertama HBO/WO dilakukan  penyaringan yang disebut dengan masa propedeuse. Dalam proses ini, setiap siswa diwajibkan menyelesaikan mata pelajaran tahun pertama mereka dalam waktu dua tahun. Jika siswa tersebut gagal, maka dia akan dikeluarkan dari jurusannya (Drop Out/DO). Setelah tahun 2002, pemerintah Belanda memberlakukan sistem pendidikan tingkat tinggi (higher education) baru. Pada sistem baru ini, pendidikan tingkat tinggi dibagi menjadi tiga tingkat, yaitu: Bachelor dan Master (BAMA), serta Phd degree. Walaupun menurut peraturan  baru lulusan dari HBO maupun WO mempunyai gelar yang sama/setara, ada beberapa perbedaan yang mencolok antara kedua institusi tersebut dalam penerapan sistem Bachelor –  Master (BAMA) serta Phd degree.

B.     BASISSCHOOL DAN RAPORT DI BELANDA
            Basisschool (Sekolah Dasar) di Belanda berlangsung 8 tahun, terhitung dari grup 1 (kelas 0 Kecil di Indonesia), grup 2 (kelas 0 Besar di Indonesia) dan grup 3 s/d grup 8 (kelas 1 s/d 6 Sekolah Dasar di Indonesia). Basisschool menurut UU Pendidikan Belanda wajib diikuti oleh setiap anak di Belanda, pribumi mau pun pendatang asing, yang mencapai usia 5 tahun. Orang tua yang lalai mendaftarkan/mengirim anaknya ke sekolah, akan didenda bahkan dapat dipenjara. Tidak ada alasan tidak punya uang sebab Basisschool di Belanda gratis, bahkan sampai dengan universitas, pemerintah Belanda membiayai seluruh biaya pendidikan dengan uang pendapatan  pajak negara. Di Belanda tercatat ada sekitar 7000 Basisscholen dengan 135.000 tenaga  pengajar, 9000 kepala sekolah dan 1,5 juta siswa.
 Raport siswa di Basisschool memuat 44 butir pendidikan. Banyaknya items yang harus dinilai oleh Basisschool membuat pihak sekolah betul-betul dapat mengenali bakat, mentalitas dan budaya para siswanya. Basisschool bertugas menstimulir bakat, menggembleng mentalitas dan mengembangkan budaya para siswanya dalam suasana demokratis dan sportif, sehingga tercipta generasi penerus Belanda yang bukan cuma pandai, tapi juga berakhlak luhur. 44 butir  pendidikan di Basisschool adalah Bahasa Belanda (11 butir) meliputi teknik membaca ,pemahaman teks entusiasme saat membaca, perbendaharaan kata, teknik mengeja, tata bahasa, pekerjaan rumah, mengarang, kemampuan berargumentasi, kemahiran mengucap/berbicara, menulis tebal tipis. Presentasi (4 butir) meliputi referensi buku, guntingan koran, bercerita di depan kelas, membuat skripsi kecil. World Orientation (5 butir) meliputi ilmu bumi, pengetahuan sumber daya alam, ilmu sejarah, ilmu alam, uu lalu lintas.
Mentalitas Siswa (7 butir) meliputi konsentrasi dalam kelas, kecepatan bekerja, ketelitian bekerja, upaya untuk mencapai prestasi,kemandirian dalam bekerja, kerjasama dengan sesama siswa, penampilan. Ekspresi Siswa (4 butir) meliputi melukis, pekerjaan tangan, musik, sandiwara. Olahraga (2 butir) meliputi permainan, gerak badan. Kelakuan siswa (3 butir) meliputi kelakuan di kelompok sesama siswa, kelakuan di luar kelas sesama siswa, kelakuan terhadap pengajar. Pekerjaan Rumah (2 butir) meliputi belajar sendiri, membuat tugas. Katekese (1 butir) meliputi partsipasi. Berhitung (5 butir) meliputi berhitung umum, berhitung di luar kepala, latihan berhitung, menghitung, penguasaan hitungan.
44 butir penilaian yang ada di dalam Raport setiap siswa Basisschool di atas masih ditambah dua materi ekstra kurikuler, yaitu Berenang dan Bersepeda.
Belanda adalah negara di bawah permukaan air laut, di mana-mana ditemukan air, maka seminggu sekali siswa-siswa Basisschool menuju kolam renang terdekat dengan sekolah mereka. emua biaya renang dibayar oleh Departemen Pendidikan Belanda. Akan ada ujian renang resmi dan setiap siswa wajib menggondol diploma renang level terendah.
Bersepeda adalah hidup rakyat Belanda. Di Belanda ada 18 juta sepeda dibanding 16,4  juta penduduknya, alias setiap warga Belanda rata-rata memiliki 1,1 sepeda. Siswa Basisschool wajib belajar mengendarai sepeda dan belajar Peraturan Lalu Lintas. Akan ada ujian Lalu Lintas Bersepeda teori dan praktek yang diselenggarakan oleh Korps Kepolisian setempat. Siswa yang lulus menerima Diploma Lalu Lintas resmi dari Korps Kepolisian. Semua biaya kursus  bersepeda dan ujian dibayar oleh Departemen Pendidikan Belanda.
Di Sekolah Menengah kegiatan seni, musik, olahraga masih digeluti oleh siswa, selain mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia, Sejarah, Ilmu Bumi, Bahasa Inggeris, Perancis, Jerman, Latin dan Yunani. Meski tak ada kurikulum khusus "mengganyang korupsi", sistem  pendidikan Dasar dan Menengah di Belanda ini terbukti mampu memproduksi generasi penerus Belanda yang bersih korupsi. Di mana persis letak rahasianya? Hal itu pasti telah dipelajari oleh  bu Yulita dkk. yang dikirim oleh Neso/Nuffic ke Belanda memakai beasiswa yang disediakan oleh Departemen Luar Negeri Belanda.

C.     INSTITUSI PENDIDIKAN DI BELANDA
Di Belanda ada 2 macam institusi pendidikan tinggi. Yang pertama adalah HBO atau hoger beroepsonderwijs, yang terjemahan bebasnya dalam bahasa Indonesia "pendidikan kejuruan tinggi", dan WO atau wetenschappelijk onderwijs yang terjemahan bebasnya dalam bahasa Indonesia "pendidikan sains". Institusi yang berjenis HBO biasanya disebut Hogeschool (sekolah tinggi) atau kadang-kadang diterjemahkan dalam bahasa Inggris menjadi University of Applied Science. Di Indonesia HBO ini dapat disetarakan dengan politeknik, dan lulusannya diharapkan dapat langsung  bekerja, tapi biasanya tidak terlalu banyak dibekali pengetahuan teoritis, lebih banyak praktis. Contoh Hogeschool ini misalnya Haagse Hogeschool di Den Haag dan INHolland yang mempunyai kampus di Amsterdam, Alkmaar, Haarlem, Den Haag, Delft, dan Rotterdam. Contoh  jurusan yang ditawarkan di Hogeschool ini misalnya keperawatan, staf untuk pendidikan dan  pendidikan khusus, turisme, teknik elektro, teknik informatika, marketing , manajemen, dan lain-lain. Pendidikan HBO lamanya 4 tahun, dan lulusannya mendapat gelar Bachelor. Sekarang banyak  juga Hogeschool yang menyediakan program master, yang lamanya 1-2 tahun setelah Bachelor.
Di lain pihak institusi berjenis WO biasanya disebut Universiteit (universitas) atau Technische Universiteit (universitas teknik). Dalam bahasa Inggris institusi seperti ini  biasanya disebut University dan University of Technology. Universiteit biasanya mempunyai ruang lingkup yang luas, dan jurusan yang ditawarkan bisa meliputi bahasa, seni, pendidikan, teknik, sains, dll. Contoh Universiteit misalnya Universiteit Leiden, Universiteit van  Amsterdam, Vrije Universiteit (VU, Universitas Bebas) Amsterdam, Universiteit Utrecht, Rijksuniversiteit (universitas kerajaan) Groningen,dan lain-lain. Ada juga universitas yang terspesialisasi ke arah pertanian, kehutanan, dan bioteknologi, misalnya Universiteit Wageningen. Technische Universiteit atau sering disingkat TU biasanya hanya menawarkan  jurusan-jurusan yang berbau sains dan teknik, kadang-kadang ditambah dengan desain. Hanya ada 3 buah TU di Belanda, yaitu TU Delft, TU Eindhoven, dan TU Twente. Perbedaan antara universitas biasa dan TU sekarang ini sering kali kabur, dan teman-teman lebih baik memfokuskan diri pada jurusan yang ditawarkan, ketimbang memilih jenis universitasnya. Universitas dan TU juga memberikan gelar Bachelor dan Master, tapi lama pendidikannya  berbeda dengan Hogeschool. Di Universitas dan TU Bachelor bisa diraih setelah 1-2 tahun studi, dan Master 2-3 tahun setelah Bachelor (total lama studi untuk master 3-4 tahun). Tapi ini adalah teorinya, pada kenyataannya banyak mahasiswa yang molor waktu studinya. Hanya Universitas/TU yang dapat memberikan gelar doktor, yang biasanya diraih setelah melakukan riset sekitar 4 tahun setelah master.
Penyebab perbedaan lama pendidikan untuk gelar yang sama Hogeschool dan Universiteit/TU adalah perbedaan jenis sekolah menengah yang lulusannya dapat masuk ke institusi jenis HBO dan WO. Untuk bisa masuk ke HBO, seorang murid Belanda harus menyelesaikan 5 tahun pendidikan setelah sekolah dasar (8 tahun) di sekolah menengah  berjenis HAVO (hoger algemeen voortgezet onderwijs) atau "sekolah lanjutan atas umum", sedangkan untuk masuk WO pendidikan menengah yang harus ditempuh lamanya 6 tahun setelah sekolah dasar di sekolah menengah berjenis VWO (voorbereidend wetenschappelijk onderwijs) atau "sekolah persiapan sains". Lulusan HAVO tidak dapat langsung melanjutkan ke WO, tapi bisa masuk dengan cara mengulang setahun di VWO, atau masuk dulu ke HBO, dan setelah setahun pindah ke WO. Sebenarnya masih ada satu lagi jenis sekolah menengah dielanda, yaitu yang disebut VMBO (voorbereidend middelbaar beroepsonderwijs) atau "sekolah persiapan untuk pendidikan kejuruan menengah" yang ditempuh dalam waktu 4 tahun setelah sekolah dasar. Lulusan VMBO bisa langsung meneruskan ke MBO (middelbaar beroepsonderwijs) atau "sekolah kejuruan menengah" yang lamanya 4 tahun, dan setelah itu bisa langsung bekerja. Lulusan VMBO tidak bisa langsung meneruskan ke HBO, apalagi ke WO. Untuk masuk ke HBO, lulusan VMBO dapat mengulang setahun di HAVO, atau setelah lulus dari MBO dapat masuk ke HBO. Pemilihan jenis sekolah menengah yang akan diikuti, apakah VMBO, HAVO, atau VWO, secara prinsip ditentukan oleh peserta didik sendiri, tapi biasanya didasarkan pada hasil tes yang dilakukan pada akhir sekolah dasar. Sebagai catatan sekolah dasar di Belanda dimulai pada umur 4 tahun (kelas 1 dari 8). Walaupun tampaknya ada diskriminasi, lulusan VMBO, HAVO, dan VWO secara umum semuanya bisa hidup dengan layak di Belanda. Salah satu faktor penting adalah usia mulai bekerja, misalnya VMBO-MBO sekitar 19 tahun, sedangkan HAVO-HBO (bachelor) 21 tahun, dan VWO-WO (master) 22-23 tahun. Juga tiap  jenis pendidikan mempunyai lingkup pekerjaan tersendiri, yang tidak bisa dimasuki oleh lulusan  pendidikan lain. Misalnya untuk menjadi tukang instalasi listrik di rumah, perusahaan tidak  boleh menerima lulusan universitas. Untuk lulusan sekolah menengah di Indonesia, biasanya  bisa langsung masuk ke HBO atau WO.

Daftar Pustaka : 
Nur, Agustiar Syah. 2001. Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara. Jakarta: Lubuk Agung.
http:// www. european agency. Org/ country-information/Netherlands/netherland images/inclusive education_netherland-webversie. Pdf
http:// www. academia. edu/ 5553221/ Kurikulum _di_ Negara_  Belanda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar