Selasa, 17 Mei 2016

ADAT ISTIADAT PERKAWINAN ORANG MELAYU KHUSUSNYA DAERAH RANTAU PENJANG KABUPATEN SIAK


UMI KALSUM / PMB/ F

ADAT PERKAWINAN DAERAH SETEMPAT
            Ungkapan adat Melayu sangat banyak mengenai adat, karena adat merupakan pandangan orang melayu, ungkapan yang mengatakan "Tak Beradat" atau "Tak Tahu Adat"  sangat memalukan karena itu segala aspek kehidupan orang melayu mempunyai adat istiadat.
            Dari sisi lain, ungkapan "Adat Bersendikan Syarak"(agama). Adat melayu yang berpunca serta syarak mengandung nilai-nilai luhur keislaman yang menjadi landasan dan sandaran orang melayu.
            Salah satu adat yang harus ditegakkan dalam masyarakat Riau adalah perkawinan. Di daerah Rantau Panjang adat perkawinan merupakan cerminan luhur agama dan budaya sehingga hal ini baik dan harus dilaksanakan dalam masyarakat. Dalam adat perkawinan di daerah Rantau Panjang Kec Koto Gasib Kab Siak pelaksanaan mempunyai tahap dan kegiatan yaitu :
1. MERINTIS
            Rahmad  ( 2014 ) menyatakan bahwa "Merintis adalah meninjau seorang gadis yang disukai oleh seorang laki-laki melalui utusan dengan cara menyamar pura-pura ada keperluan".
a. Risik kecil ; Pada risik kecil dikirim utusan dengan membawa sebuah tepak sirih dengan kelengkapannya untuk menanyakan hal/tentang keadaan si gadis.
b. Risik besar; suatu musyawarah tentang diterima atau ditolaknya maksud  tujuan pihak laki-laki
c. Meminang ; Keluarga laki-laki mendatangi pihak perempuan untuk meminang si gadis apakah si gadis pada laki-laki pihak perempuan.
d. Ikat janji; Bertunangan adalah suatu ikat janji antara keluarga laki-laki dengan perempuan.
2. Upacara Antar Belanja.
Antar belanja atau disebut juga seserahan boleh dilakukan beberapa waktu sebelum Akad Nikah dan boleh pula dilakukan beberapa saat.  Antar belanja hakikatnya mencerminkan rasa senasib sepenanggungan, rasa seaib dan semalu yang berat sama dipikul, yang sama dijinjing.
Didalam ungkapan adat dikatakan :
            Adat orang Berantar Belanja
            Tanda beban sama dipikul
            Tanda hutang sama dibayar
            Tanda adat sama diisi
            Tanda lembaga sama dituang
Upacara Antar belanja adalah upacara adat  perkawinan  di mana pihak laki-laki mengatur sejumlah uang keppada pihak wanita,uang yang diserahkan berupa :
- seperangkat perlengkapan kamar
- seperangkat pakaian calon pengantin wanita
- seperangkat pakaian adat.
3. Upacara Menggantung – gantung.
Riau Daily ( 2011 ) menyatakan bahwa "Menggantung- gantung ialah menghiasi rumah atau bangunan tempat upacara akan dilangsungkan ( luar dan dalam), memasang alat kelengkapan uapacara, seperti pelaminan, peterakna, tempat tidur, tabir, tenda, dan sebagainya sesuai dengan ketentuan adat yang dipakai ".
Didalam ungkapan adat dikatakan :
            Adat orang berhelat jamu
            Menggantung – menggantung lebih dahulu
            Menggantung mana yang patut
            Memasang mana yang layak
4. Upacara Akad Nikah.
Aqad nikah biasanya dilaksanakan dirumah pengantin perempuan dan ada juga dilaksanakan di Kantor Urusan Agama (KUA). Dalam pelaksanaan akad nikah dihadir :
a. Wali, ayah kandung pengantin perempuan atau boleh diwakili oleh abang, adik kandung laki – laki dari pihak perempuan atau paman.
b. Saksi dua orang. 
 c. ke dua calon pengantin.
Orang tua – tua mengatakan :
Seutama-utama upacara pernikahan
Ialah ijab kabulnya
Di situlah ijab disampaikan
Si situlah kabul dilahirkan
Di situlah syarak ditegakkan
Di situlah adat didirikan
Di situlah janji dibuhul
Di situlah simpai diikat
Di situlah simpul dimatikan
Tanda sah bersuami isteri
Tanda halal hidup serumah
Tanda bersatu tali darah
Tanda terwujud sunnah Nabi
Upacara aqad nikah ditutup dengan nasehat / khutbah nikah dan do'a.
5. Upacara Berinai
Berinai lazimnya dilakukan pada malam hari, karenanya selalu disebut Malam Berinai. Acara ini mengandung makna untuk menjauhkan balak bencana, memagar diri dari segala yang berniat tidak baik, membersihkan diri dari segala yang kotor dan menaikkan seri ( cahaya ) tuah dari marwahnya ( Amanriza Edirusman, 1999 ).
Orang tua – tua mengatakan :
Malam berinai disebut orang
Membuang sial muka belakang
Memagar diri dari jembalang
Supaya hajat tidak terhalang
Supaya niat tidak tergalang
Supaya sejuk mata memandang
Muka bagai bulan mengambang
Serinya naik tuah pun datang
6. Upacara Tepuk Tepung Tawar
Usai acara menyembah, dilanjutkan dengan acara tepuk tepung tawar. Tepuk tepung tawar hakikatnya mengandung makna menolak segala bala dan pemberian restu do'a bagi kesejahteraan kedua pengantin dan seluruh keluarga.
Didalam ungkapan adat dikatakan :
            Yang disebut Tepuk Tepung Tawar
            Menawar segala yang berbisa
            Menolak segala yang menganiaya
            Menjauhkan segala yang menggila.
            Mendiding segala yang menggoda
Menepis segala yang berbahaya.
7. Upacara Berandam.
a. Berandam ; berandam hakikatnya adalah membersihkan lahiriah untuk menuju kebersihan batiniah.
            Didalam ungkapan adar dikatakan :
                        Adat berandam disebut orang
                        Membuang segala yang kotor
                        Membuang segala yang buruk
                        Membuang segala yang sial.
b. Mandi Tolak Balak ; rangkaian acara dari berandam yang hakikatnya menyempurnakan kesucian, mengekalkan seri muka dan tuah badan pengantin perempuan, serta menjauhkannya dari segala balak bencana.
8. Upacara Khatam Qur'an
Upacara berkhatam  qur'an  hakikatnya  menunjukkan bahwa pengantin perempuan sudah ditunjukn ajar oleh orang tuanya dalam kehidupan beragam islam, sudah patut pula menjadi seorang istri, dan menjadi ibu dari anak- anaknya.
Dalam pantun adat dikatakan :
            Berbuah redan dalam jerami
            Merah menyala dipandang dekat
            Bertuah perempuan berkhatam mengaji
            Tuah berguna dunia akhirat.
9. Upacara Langsung
a. Upacara Mengarak Pengantin Lelaki
            Salah satu upacara adat dalam rangkaian upacara perkawinan adalah Mengarak pengantin laki-laki kerunah orang tua pengantin perempuan. Upacara ini beragam macamnya, sesuai dengan ketentuan adat tempatan. Kelompok pengantin laki- laki dengan penginang ( gading- gading) dan penjawatannya,
kelompok bebano ( bunyi- bunyian ), kelompok ninik mamak, alim ulama, orang tua- tua dan cerdik pandai, berikutnya kelompok anak kemenakan dan orang ramai.
b. Upacara menyambut arak- arakkan pengantin laki- laki.
            Orang tua – tua mengatakan :
                        Sudah menjadi adat melayu
                        Memuliakan sahabat menghormati tamu
                        Tua dan muda bahu membahu.
c. Permainan Pancak Silat
            Permainan pancake silat adalah  perlambang dari pertarungan pihak laki- laki yang tidak mudah untuk memetik atau menyunting pengantin perempuan. Selain itu pencak silat adalah perlambang sifat kepahlawanan tetapi penuh persahabatan dan kasih saying. Itulah sebabnya orang tua- tua pengatakan, bahwa kata silat bermakna silaturahmi, yakni persaudaraan.
d. Berbalas pantun pembuka pintu
Orang – orang tua mengatakan :
Sudah sah hidup sekelambu
Didalam pantun pembuka pintu
Adat dan kelakar sama menyatu
Gunanya tanda member tahu
Pengantin mohon melangkahi pintu
Menepati janji sudah di padu.
10. Malam Keluarga
            Kasimin Amran ( 2002 )  menyebutkan bahwa "Lazimnya usai acara bersanding pada siang harinya, kedua pengantin berkunjung kerumah orang tua pengantin laki- laki untuk menyembah sambil menemui seluruh kaum  keluarganya ".  Orang tua- tua mengatakan :
            Adat menyembah keorang tua
Tanda hidup beradat lembaga
Tanda menjunjung tuah dan marwah
Tanda memuliakan yang tua- tua.
Tanda menyatu dalam keluarga
Tanda berkekalan kasih sayangnya.
DAFTAR PUSTAKA
Amanriza, Ediruslan. 1999. Senarai Upacara Adat Perkawinan Melayu Riau.  Pekanbaru : Universitas Riau
Amran, Kasimin. 2002. Perkawinan Melayu, Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.
Dailyriauphoto. 2011. Prosesi adat perkawinan melayu riau. www.riaudailyphoto.com/2011/12/prosesi-adat-perkawinan-melayu-riau.html?m=1
Rahmad, M. 2014. Tata upacara adat perkawinan melayu riau. Smkbungaraya. Blogspot.com/2014/01/tata-upacara-adat-perkawinan-melayu-riau.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar