Kamis, 10 Oktober 2013

GERAKAN ANGKATAN PERANG RATU ADIL (APRA)

SHALEHATUL MAWADDAH/PIS

            Pada bulan Januari 1950 di Jawa Barat muncul gerakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) yang dipimpin oleh mantan Kapten Raymond Westerling dalam dinas tentara kerajaan Belanda (KNIL). Gerakan ini memanfaatkan kepercayaan rakyat akan datangnya Ratu Adil. Westerling memahami penderitaan rakyat Indonesia selama masa penjajahan Belanda dan Jepang yang mendambakan adanya kemakmuran seperti yang terdapat dalam Ramalan Jayabaya. Menurut ramalan tersebut akan datang seorang pemimpin yang disebut Ratu Adil yang akan memerintah dengan adil dan bijaksana sehingga rakyat menjadi makmur dan sejahtera. Adapun tujuan sebenarnya dari gerakan APRA adalah :
1.       Tetap berdirinya Negara Pasundan
2.      APRA sebagai tentara Negara Pasundan
3. mempertahankan bentuk negara Federal di Oindonesia dan memiliki tentara tersendiri pada negara-negara begian RIS
.Pada tanggal 23 Januari 1950,pasukan APRA pembunuhan terhadap setiap anggota TNI yang ditemuinya.Markas Divisi Siliwangi berhasildidudukinya.Pasukan APRA membunuh setiap regu jaga termasuk Letkol Lembong.
Melihat keadaan seperti ini,Pemerintah RIS segera mengirimkan pasukannya ke kota Bandung.Di Bandung Kepala Staf Divisi Siliwangi Letnan Kolonel Eri Sudewo menemui Panglima Divisi C tentara Belanda, Mayor Jendral Engels (Komandan Tentara Belanda) dan hasilnya Mayor Jendral Engels mendesak agar APRA segera meninggalkan kota Bandung. Setelah meninggalkan kota Bandung gerombolan APRA menyebar ke berbagai tempat dan terus dikejar oleh tentara APRIS dan dengan bantuan penduduk gerombolan tersebut berhasil dilumpuhkan.
Sementara itu Perdana Menteri RIS,Moh.Hatta segera mengadakan perundingan dengan Komisaris Tinggi Belanda di Jakarta.Westerling didesak untuk meninggalkan kota Bandung dan pasukan APRA meninggalkan kota Bandung pada sore harinya.pasukan APRA semakin terdesak dan terus dikejar oleh pasukan APRIS bersama dengan rakyat.akhirnya gerakan APRA berhasil dilumpuhkan.
Kemudian diketahui,bahwa dalang gerakan APRA adalah Sultan Hamid II,seorang Menteri Negara pada Kabinet RIS.Rencana sebenarnya dari gerakan itu adalah menculik Menteri Pertahankan Keamanan,Sri Sultan Hamengku Buwono IX Sekjen Pertahanan Mr.Ali Budiardjo dan pejabat Kepala Staf Angkatan Perang,Kolonel T.B.Simatupang.Dengan keberhasilan pasukan APRIS menumpas Gerakan APRA,maka keamanan diwilayah Jawa Barat berhasil dipulihkan kembali
          
            Kegagalan gerakan APRA menyebabkan perasaan anti federal semakin meningkat. Pada 30 Januari 1950, R.A.A Wiranatakusumah, mengundurkan diri sebagai Wali Negara Pasundan. Pada 8 Februari 1950, Perdana Mentri Moh. Hatta mengangkat Sewaka sebagai penggantinya dengan jabatan Komisaris RIS di Pasundan.
Sumber: Sumber:Wayan,I Badrika.2006.Sejarah Untuk  SMA Kelas xll.Jakarta.Penerbit Erlangga
mkssej6.blogspot.com/.../angkatan-perang-ratu-adil-a.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar