Sabtu, 05 Oktober 2013

PENGARUH REVOLUSI INDUSTRI DI EROPA TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI DAN POLITIK DI INDONESIA

FITRI YANI AMRINA / PIS

 Revolusi industri terjadi di negara-negara eropa berpengaruh terhadap berkembangnya imperialisme modern. Revolusi industri bukan merupakan suatu proses yang terjadi secara mendadak, melainkan melalui proses sejarah yang terjadi sebelumnya. Pengertian revolusi industri merujuk pada dua hal:

1.    Proses perubahan yang cepat di bidang ekonomi, yaitu dari kegiatan ekonomi agraris ke ekonomi industri yang menggunakan mesin dalam mengelola bahan mentah menjadi bahan siap pakai. Dapat dikatakan bahwa revolusi industri telah mengubah cara kerja manusia dari menggunakan tangan menjadi menggunakan mesin.

2.    Revolusi industri ditandai dengan akibat-akibatnya yang revolusioner dalam kehidupan ekonomi politik dan sosialDengan demikian pada masa revolusi industri terjadi penghematan tenaga manusia.

a.    Latar belakang revolusi industri .
Revolusi industri berawal di negara inggris. Faktor faktor yang mendorong perkembangan revolusi industri di inggris terbagi menjadi dua,yaitu faktor eksternal dan faktor internal.
1.Faktor eksternal
Adalah terjadinya revolusi ilmu pengetahuan pada abad ke-16. Para ilmuan,seperti Prancis bacon,Rene D Cartes, Galileo Galilei,Copernicus,Kepler dan Issac newton mengembangkan temuan temuanya. Mereka menemukan alat alat yang sangat berguna bagi kemajuan tingkat kehidupan manusia . adapun riset riset yang ditemukan adalah The Royal for Improving natural knowledge dan The Royal society of England serta The Franch Academy of science.

2.Faktor Internal
a. Keamanan dan politik negeri Inggris yang mantap
b.Inggris memiliki jajahan yang sangat luas sehingga mudah dalam memperoleh bahan mentah dan daerah pemasaran
c. munculnya minat yang luar biasa dari masyarakat Inggris terhadap isndustri manufaktur Inggris kaya akan sumber alam batu bara dan beji besi
d. kegiatan wiraswasta di negeri Inggris berkembang sehingga melahirkan kelompok masyarakat yang kaya dan pemodal bagi industri-industri baru
e. munculnya revolusi agraria, yaitu perubahan yang sangat cepat dalam penataan tanah.perubahan ini disebabkan adanya metode baru dalam pertanian seperti sistem pemagaran,pemupukan,pengolahan terus menerus, dan irigasi. Faktor-faktor pendorong terjadinya revolusi agraria di Inggris :
•    Adanya sistem pemagaran lahan pertanian (enclosuret field) dan kemudinan diundangkan dalam enclosured act

•    Lahirnya sekelompok petani menyewa tanah milik golongan ArisTokrat. Dengan dibiayi oleh golongan Aristokrat(tuan tanah pemilik lahan dan muda) , mereka mampu mengelolah lahan dengan baik, membuat irigasi serta meningkatkan kualitas tanah menjadi lebih subur.

b.     Kegiatan Perekonomian bekembang dengan pesat

Revolusi industri di Inggris digerakkan oleh para inovator. Mereka adalah penemu teknologi mesin tenun,mesin uap,dan alat-alat transportasi. Lalu temuan tersebut dimanfaatkan oleh golongan wiraswastawan yang berusaha memperoleh keuntungan yang sebanyak-banyaknya dari kegiatan produksinya. Misalnya, mesin pintal pertama diciptakan oleh seorang tukang kayu bernama James Hargreafes (1765). Dalam waktu yang sama Richard Arkwright menemukan model mesin pintalnya dengan menggunakan kerangka air untuk menggerakkan mesin. Begitu juga Samuel Crompton dan Edmun Cartwright juga menciptakan mesin yang lebih ekonomis. Para inovator tersebut sekaligus juga berperan sebagai wiraswastawan atau pengusaha.

c.    Lahirnya Kapitalisme

Salah satu akibat dari revolusi industri adalah lahirnya kapitalisme. Kapitalisme adalah suatu perubahan atau aliran dibidang ekonomi yang berpendapat bahwa untuk meningkatkan pendapatan perlu ditunjang dengan jumlah modal atau kapital yang banyak, penguasaan sektor produksi, sumber bahan baku distribusi (pemasaran), dan teknologi baru. Para kapitalis merupakan golongan baru dalam masyarakat eropa yang lahir sebagai akibat dari evolusi industri. Dalam struktur masyarakat, mereka disebut sebagai kelas menengah atau middle class.Golongan menengah bukan hanya terdiri atas para pengusaha, melainkan juga para ahli dibidang teknologi. Golongan ini memiliki pandangan baru dibidang ekonomi yang dipengaruhi oleh ajaran liberalisme dari para pemikir zaman pencerahan (enlightment). Dalam dunia usaha para kapitalis menginginkan adanya kebebasan individu dalam berusaha dan persaingan yang bebas tanpa adanya pemaksaan aturan dari negara.
Golongan kapitalis Eropa sependapat dengan kapitalis Inggris, Adam Smith (1723-1790) yang mengemukakan bahwa untuk mengembangkan perekonomian perlu dikembangkan konsep laissez-faire, free enterprise, ekonomi individu dan usaha mengejar kepentingan pribadi (pesuit self interes).Sejak abad ke 19, golongan kapitalis berkembang disemua kawasan Eropa. Golongan kapitalis eropa menjadi golongan penggerak ekonomi nasional yang menyebabkan eropa memiliki keunggulan atas negara-negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Ketika bangsa-bangsa Asia, Afrika, dan Amerika Latin berada dibawah kolonialisme, bangsa Eropa sedang mengalami kemakmuran akibat industrialisasi.

d.    Timbulnya Imprealisme Modern

Revolusi industri yang melanda eropa pada abad ke 19 menimbulkan imprealisme modern.  Imprealisme modern memiliki landasan filosofis yang berada dengan kolonialisme dan imprealisme kuno.

e.    Pengaruh Revolusi Industri Terhadap Kehidupan
1.    Bidang sosial
2.    Bidang ekonomi
3.    Bidang politik

SUMBER :  
Sejarah SMA kelas XI IPS, penerbit Amara,berdasarkan standar isi 2006.
Revolusi Industri
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar