Sabtu, 05 Oktober 2013

PERJALANAN DI NEGARA-NEGARA ASIA TENGAH

ABDULLAH / PIS

Lihatlah Tajikistan banyak orang miskin namun berwawasan disana singgahlah di Kirgiztan maka kau akan melihat kultur nomad yg amat melekat pada masyarakatnya mampirlah ke Uzbekistan tengoklah sisa peradaban Islam yg masih kuat berdiri kokoh di tanah itu kunjungilah Kazakhstan yg pada kenyataannya bukan seperti yg digambarkan film Borat dan akhirilah perjalanan di Turkmenistan negara diktator dengan biaya hidup yg sangat murah.
Di dalam buku karya Agustinus Wibowo ini pertama-tama kita diajak bertualang ke negara Tajikistan sebuah negeri yg terletak di utara Afghanistan yg wilayahnya 93% pegunungan dan para penduduknya rata-rata mempunyai wawasan yang cukup luas serta hampir semua orang-orangnya tidak ada yang buta aksara. Tajikistan bukanlah negara kaya pendapatan perkapita negeri ini masih di kisaran US$ 800 yang pada akhirnya menobatkan negri ini sebagai negara termiskin di kawasan Asia Tengah. Sebagian besar warga Tajikistan pada umumnya menggunakan bahasa Persia kuno dan abjad Cyrillic (alfabet Rusia) dalam berkomunikasi hal ini perlu dicermati mengingat kondisi topografis negara ini yg menyebabkan perkembangan bahasanya menjadi mandeg. 
Sebagian rakyat Tajikistan percaya bahwa mereka merupakan keturunan dari dinasti Samanid yang berasal dari Persia. Dinasti Samanid sendiri merupakan kerajaan Islam yang berdiri pada abad kesembilan karena penaklukan bangsa Arab terhadap para penganut Zoroasterian di Persia. Nama dinasti ini sendiri diambil dari nama bangsawan Zoroaster Saman Khuda yg menjadi penganut Islam. Dinasti ini mempunyai raja besar yang bernama Ismail yang dipuja sebagai bapak pendiri Tajikistan selain itu tokoh-tokoh hasil peradaban Islam seperti Ibnu Sina, Al Biruni, Jalalludin Rumi, Ferdowsi, & Omar Khayyam dijadikan pahlawan nasional oleh negara ini beralih ke Kirgiztan negara ini merupakan negara yang masih kental akan kultur nomadnya yang didirikan oleh 40 klan Manas yang notabene merupakan legenda nasional bangsa Kirgiz. Kultur nomad yang mengakar kuat dalam masyarakat Kirgiztan dapat dilihat dari nama orang-orang Kirgiz yg hampir semuanya mengandung nama-nama legenda Manas berbeda dengan nama-nama orang di negeri-negeri Asia Tengah yang pada umumnya mengandung nama-nama Arab, Persia, ataupun nama-nama Slav. Selain itu kota Bishkek yang merupakan ibukota negara ini juga mempunyai unsur kultur nomad dimana Bishkek ternyata mempunyai arti 'alat pengaduk susu kuda' yang pada intinya merupakan minuman nasional bangsa Kirgiz.
Seperti negara-negara Asia Tengah pada umumnya Kirgiztan juga tak lepas dari masa lalunya sebagai daerah yg lekat dengan ideologi komunis. Jejak jalan hidup para warga negara dimasa Uni Soviet tersebut bisa dilihat dari peninggalan berupa supermarket sentral milik negara yang bernama TsuM selain itu ibukota negara ini sebelum merdeka dari Uni Soviet adalah Frunze yg merupakan nama seorang pemimpin Bolshevik pejuang komunis. Pemerintah Kirgiztan gagal menggalakan penggunaan bahasa Kirgiz dikalangan para penduduknya hal ini dikarenakan masih adanya pemikiran penggunaan bahasa Rusia terdengar lebih intelek ketimbang bahasa mereka sendiri.
Kuranglah adil jika kita membayangkan negara Kazakhstan seperti yang digambarkan oleh film Borat. Film yang dibintangi oleh komedian Inggris Sacha Baron Cohen yg dirilis pada tahun 2006 ini mengisahkan tentang seorang reporter TV Kazakhstan yang tinggal di pemukiman kumuh yang ditinggali oleh para pemerkosa dan tukang aborsi. Dirumahnya ia tinggal bersama istrinya yang seorang juara tingkat lokal dalam perlombaan pelacur. Dalam film ini Borat Sangdiyev ditugasi oleh kementrian informasi Kazakhstan untuk membuat film dokumenter mengenai Amerika Serikat alhasil dalam perjalanannya di Amerika Ia malah mempertontonkan kekonyolan tingkah laku orang Kazakhstanpada umumnya.
Nyatanya Kazakhstan merupakan negara terkaya sekaligus terluas dikawasan Asia Tengah dengan pendapatan perkapita sebesar US$ 6000 yang sebagian besar merupakaan penerimaan dari sektor Migas menjadikan kota – kota besar di Kazakhstan dipenuhi oleh para golongan Noveau Riche. Peninggalan sisa-sisa kejayaan Islam pada abad pertengahan adalah salah satu elemen yang menjadikan Uzbekistan sebagai negara yang paling kuat identitasnya dikawasan Asia Tengah. Kota-kota kuno di Uzbekistan seperti Samarkand, & Bukhara mempunyai landmark berupa Registan dan menara Kalon yang mentabiskan Uzbekistan sebagai pusat peradaban Islam dikawasan Asia Tengah namun sayangnya keberadaan peninggalan tersebut tidak berbanding lurus dengan keislaman para pemeluknya di Uzkbekistan seiring dengan peran historis komunisme di bekas wilayah Uni Soviet dan juga sebagaimana lazimnya orang-orang Islam di Asia Tengah yang jarang sekali melakukan shalat dan puasa ramadhan serta kehidupan para penduduknya yang tidak bisa lepas dari vodka.
Komunisme telah membentuk kebencian orang-orang Uzbek terhadap orang-orang Slav. Tidak seperti dinegara Asia Tengah lainnya dimana orang-orang Slav rata-rata hidup mapan di Uzbekistan banyak sekali orang-orang Slav yang menjadi pemungut sampah dan juga pengangguranyang hidup dibawah kolong jembatan seiring dengan kebijakan pemerintah Uzbekistan yang menutup pintu pekerjaan rapat-rapat bagi orang Slav maka tidak heran jika Uzbekistan merupakannegara yang paling anti Rusia.
Turkmenistan merupakan negara yang paling tidak bersahabat dengan orang asing negara yang merdeka pada 27 Oktober 1991 ini pernah dipimpin oleh seorang diktator yang bernama Saparmurat Niyazov yang memberi gelar dirinya sendiri sebagai Turkmenbashi (bapak bangsa Turkmen). Semboyan orang Turkmen:Halk, Watan, &Turkmenbashi(Rakyat, Negara, & Pemimpin) sangat mirip dengan semboyan orang Jerman dizaman Hitler yakni Ein Reich, Ein Volks, & Ein Fuhrer. Patung dan gambar sang Turkmenbashi dipampang disetiap jalan di ibukota Ashgabat dan juga dikantor-kantor pemerintahan Turkmenistan selain itu para pelajar di negara ini sama dengan para pelajar di negara Korea Utara yang menyematkan bros bergambar kepala sang diktator di dada kiri.
Air, Listrik, & Gas disediakan gratis oleh pemerintah Turkmenistan untuk para rakyatnya selain itu harga minyak dinegara ini sangatlah murah hanya sekitar Rp.120 per liter dan juga ongkos transportasi di negara ini juga terbilang murah hanya dibutukan uang sekitar Rp. 14.000 untuk tiket pesawat penerbangan domestik dan Rp. 5400 untuk tiket kereta api yang menempuh jarak tempuh selama 6 jam. Dengan gaji rata-rata orang Turkmen yg sekitar US$ 50 dan biaya hidup yang serba murah maka tidak heran negara ini menempuh jalan isolasi seperti Korea Utara

DAFTAR PUSTAKA
Selimut debu.2011. Garis batas negeri asia tengah.jakarta: PT Gramedia pustaka utama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar