Selasa, 05 Januari 2016

GEJOLAK EROPA PADA PERANG DUNIA II


RINGGA MUKTIAN/PIS/A

A.    EROPA DALAM PERANG DUNIA II
Perang Dunia II, secara resmi mulai berkecamuk pada 1 september 1939 sampai 14 agustus 1945. Umumnya dapat dikatakan bahwa peperangan dimulai pada saat pendudukan Jerman di Polandia pada 1 september 1939.
B.     LAHIRNYA NEGARA-NEGARA FASIS
Negara Fasis adalah Negara yang menjalankan kekuasaan pemerintahannya dengan cara dictator sehingga rakyat tidak bebas mengeluarkan pendapat. Sejak semula, fasisme sangat menentang komunisme, sosialisme, dan libralisme. Fasisme ingin membentuk Negara otoriter-totaliter. Adapun Negara yang melambangkan paham fasisme, yaitu:

1.      Fasisme Italia di Bawah Mussolini
Tidak hanya Negara yang kalah perang yang mengalami masalah ekonomi dalam negerinya, tetapi Negara-negara yang menang perang pun tidak luput dalam krisis tersebut. Italia yang masuk dalam Blok Sekutu pada waktu Perang Dunia I mengalami masalah di bidang ekonomi di dalam negerinya sehingga mendorong timbulnya gerakan dari partai yang menentang Raja Victor Immanuel III di bawah pimpinan Benito Mussolini melalui partai fasis.
Meskipun Mussolini memegang kekuasaan pemerintahan secara dictator setelah merebutnya dari tangan raja Victor Immanuel III, ia tidak berhasil memulihkan keadaan ekonomi Negara. Dengan demikian, pemerintah memutuskan untuk mengalihkan perhatian rakyat dengan perang keluar negeri, yaitu dengan menyerbu Abbesinia (Ethiopia) pada 1934.
2.      Naziisme Jerman di Bawah Hitler
Sebagai Negara yang kalah dalam perang dunia I, situasi dalam negeri Jerman mengalami krisis ekonomi yang sangat hebat, situasi ekonomi yang sangat labil, inflasi melonjak, dimana-mana pengangguran bertambah banyak. Sementara itu, selain tidak bisa mengatasi masalah ekonomi, pemerintah juga tidak mampu membayar hutang rugi perang kepada pihak sekutu.
Ketidakmampuan pemerintah Jerman mengatasi krisis Ekonomi mengakibatkan rakyat tidak lagi mempercayai pemerintah sehingga mendorong timbulnya partai-partai baru yang bersifat lebih keras, seperti Partai Spartacis (Komunis), partai Sosial Demokrat dan Partai Nasional Sosial. Perati terakhir ini disebut National Sozialistische Deutsche Arbeiter Partai (NAZI) yang dipimpin oleh Adolf Hitler. Kesengsaraan rakyat menurut Hitler diakibatkan karena kalah perang. Orang Komunis dan Yahudi disebut sebagai pengacau ekonomi Jerman.
Dalam bukunya, Mein Kampf (Perjuanganku), Hitler menyatakan bahwa dunia akan baik jika dipimpin oleh orang-orang Jerman ditakdirkan untuk menguasai Negara-negara lain. Selama memimpin Jerman, Hitler bertindak sangat dictator. Hitler bercita-cita melaksanakan pemerintahan yang lebensraum (memperluas ruang lingkup).
3.      Militerisme Jepang di Bawah Kaisar Hirohito
Pada masa kekaisaran Hirohito, perindustrian Jepang semakin berkembang dan kehidupan politik bertumpu dengan kuat pada pemerintahan perlementer. Akan tetapi, kemunculan faktor-faktor baru pada masa itu dapat merusak dan menurunkan wibawa dan pengaruh partai-partai politik, antara lain kehidupan perekonomian bangsa jepang semakin tidak menentu. Selain itu, kepercayaan rakyat terhadap partai politik semakin merosot karena beberapa skandal terbuka dimuka umum. Keadaan ini dimanfaatkan oleh kaum ekstremis dan kaum militer sehingga memperburuk keadaan jepang saat itu. Bahkan partai politik digabungkan dan rakyat di paksa untuk berperang melawan cina.
Sejarah partai politik jepang berakhir dengan dihapusnya seluruh partai politik dan digantikan dengan sebuah gabungan partai nasional yang hanya formalitas saja. Sama halnya dengan fungsi perlemen yang kurang mampu menyumbangkan gagasan atau menyaring berbagai kebijakan dari penguasa. Hal ini pula yang menyebabkan timbulnya perang pasifik 1942.
C.    LATAR BELAKANG TERJADINYA PERANG DUNIA II
Keadaan damai di Benua Eropa paska-perang dunia I hanya berlangsung tidak lebih dari 15 tahun. Pada periode 1930-an keadaan politik dunia kembali memanas menyerupai kondisi politik pada 1900-1912, sebelummeletusnya prang dunia I. maka Negara-negara yang pernah teribat dalam perang dunia I segera mempersiapkan diri untuk menghadapi perang yang mungkin terjadi lebih dahsyat dari perang yang sebelumnya.
Pada hakikatnya, latar belakang Perang Dunia II sama dengan Perang Dunia I, yakni terbagi atas sebab umum dan sebab khusus. Sebab umum melatarbelakangi berkecamuknya politk dunia paska-perang dunia I.
a.      Sebab umum
1.      Kegagalan Liga Bangsa-bangsa (LBB)
LBB yang diharapkan dapat menjadi suatu lembaga yang dapat menciptakan perdamaian dunia, ternyata tidak menjalankan peranannya dengan baik. Seperti pada 1935, ketika italia melakukan agresi terhadap Ethiopia. LBB tidak dapat mencegah agresi itu. Oleh karena itu, dalam waktu satu tahun, italia dapat menguasai Ethiopia.
2.      Perlombaan Senjata
Industri angkatan perang berkembang dengan pesat karena mendapat dukungan dari keuangan Negara sebagian besar anggaran belanja Negara ditunjukan untuk bidang industri agar dapat membangun kembali industry yang telah hancur pada masa Perang Dunia I.
Tiap-tiap Negara berusaha saling mengungguli lawanlawan mereka dengan melengkapi persenjataannya. Curiga mencurigai di antara sesama Negara Eropa saring muncul sehingga menyebabkan masing-masing Negara mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan adanya serangan dari Negara-negara lain untuk menyerang Negara lain.
3.      Persekutuan dan pertentangan paham
Berkembangnya berbagai paham setelah perang dunia I telah menjadikan Negara-negara Eropa membentuk persekutuan-persekutuan berdasarkan kepentingan ideology yang berkembang di Negara masing-masing.
Menjelang perang dunia II, terdapat tiga paham yang saling bertentangan, yaitu paham komunis yang dipimpin Rusia (Blok Komunis), paham fasis yang totaliter dipimpin Jerman dan Italia (Blok Fasis), serta paham Demokrasi dan Liberalisme yang dipimpin oleh Amerika Serikat, Inggris, Prancis (Blok Demokrasi).
Terjadinya blok-blok ini sebagai akibat dari timbulnya politik mencari kawan yang sepaham dan seperjuangan (aliansi). Dari sinilah,mulai timbul saling mencurigai antara satu Negara besar dan Negara besar lainnya. Dunia Barat, termasuk Italia dan Jerman mulai mencurigai Komunisme Rusia. Selanjutnya, Rusia dan sekutunya mencurigai gerakan fasisme di Italia dan nazisme yang berkembang pesat di Jerman. Ketegangan di antara Negara-negara tersebut mulai menghangat dan masing-masing pihak memperkuat dan mencari dukungan dari Negara lain.
b.      Sebab Khusus
Sebab khusus yang memicu meletusnya perang dunia II adalah serangan Jerman atas polandia pada 1 september 1939. Serangan yang dilancarkan Jerman ini telah mengawali pertemparan dunia di front Eropa. Sedangkan  sebab khusus yang mengawali perang dunia II di kawasan Asia Pasifik adalah pemboman pangkalan angkatan laut Amerika Serikat di Pearl Harbour oleh Jepang pada 7 Desember 1941. Pemboman ini telah mengawali berkobarnya perang pasifik atau Perang Asia Timur Raya.
D.    JALANNYA PERANG DUNIA II
Setelah Jerman melancarkan serangan ke Polandia pada 1 september 1939, tiga hari kemudian, 3 september 1939 Prancis dan Inggris menyatakan perang terhadap Jerman. Maka, dimulailah Perang Dunia II antara Blok Axis (Poros) yang dipimpin Jerman denga Blok sekutu yang dipimpin Inggris, dengan politik lebensraum, pada 9 april 1940 tentara Jerman dalam Waktu Singkat melakukan serangan secara besar-besaran ke wilayah utara dan berhasil menduduki Denmark dan Norwegia.pada 10 mei 1941 ,pasukan jerman melakukan serangan pula ke wilayah barat ,yaitu kenegeri Luxemburg,belanda,belgia dan selanjutnya mengancam perancis.
Pada 10 juni 1940 italia terjun kekancah peperangan dengan memihak jerman .akhirnya dengan gempuran-gempuran yang sangat dahsyat dari jerman dan italia selama 12 hari,perancis dapat menaklukkan pada 22 juni 1940. Selanjutnya jerman mencoba untuk menguasai inggris.namun serangan-serangan jerman,baik angkatan udara maupun laut dapat dipatahkan oleh pasukan inggris dibawah pimpinan perdana menteri wiston Churchiil.jerman dan italia kemudian menduduki daerah Balkan dan mendapatkan perlawanan sengit,dari pasaukan partisanYugoslavia dibawah pimpinan Josep Broz Tito.
Pada 22 juni 1941, jrman memulai serangan-serangan kerah timur,yaitu Rusia.serangan-serangan tersebut berhasil dengan gemilang sehingga Negara-negara sekutu dalam posisi bertahan namun pada musim dingin 1944 ,pasukan Rusia dapat memukul mundur pasukan jerman dengan menerobos jauh kerah polandia ,Rumania,Yugoslavia,Hungaria sehingga dapat mengusir pasukan Jerman dari daerah Balkan .
Di daerah pasifik ,jepang telah memulai perang Asia Timur Raya dengan melakukan pemboman terhadap pangkalan militer amerika di Pearl Harbour ,hawai pada 7 Desember 1941 keesokan harinya ,amerika menyatakan perang dengan jepang dan Negara poros lainnya.dalam waktu 100 hari ,jepang berhasil merebut koloni inggris di Malaya dan Burma, kolonii amerika di filifina ,koloni belanda di Indonesia.
Pada awal 1945 ,pasukan sekutu melancarkan serangan langsung kewilayah jeman dengan menghancurkan pusat-pusat industry jerman dan berhasil menduduki kota berlin .pasukan jerman
Terdesak pada tanggal 7 mei 1945 ,jerman akhirnya menyerah jerman dan jepang kepada sekutu ,berakhirlah perang dunia ke II kekalahan yang dialami ada perang dunia I terulang kembali oleh jerman dan italia .
Akhir dari perang dunia dunia II ditandai dengan penandatanganan perjanjian Potsdam antara jerman dan sekutu pada 17 juli-2 agustus 1945 dan perjanjian San Fransisco pada 8 September 1951 antara jepang dan sekutu . pihak yang kalah perang diharuskan ganti rugi perang, pembagian wilayah,pembagan daerah-daerah yang disebut pada masa perang .selain itu,mereka yang bertindak sebagai otak perang dunia II dinyatakan sebagai penjahat perang dan diadili di depan Mahkamah Internasional .
E.     Akibat Perang Dunia II
Perang dunia II merupakan perang terbesar dan trdahsyat yang pernah terjadi selama ini. Perang ini menelan korban yang sangat besar ,yakni sekitar 40 juta orang .perang ini juga membawa akibat besar bagi dunia terutama terjadi perubahan –perubahan dibidang ekonomi,politik,dan sosial.
a.      Bidang politik
Munculnya dua kekuatan besar dunia (adikuasa atau super power),yakni Amerika Serikat dengan ideology komunisnya .
Terjadi persaingan antara kedua ideologi yang berbeda berakibat munculnya perang Dingin (Cold War).namun perang dingin ini sudah pudar bahkan brakhir setelah unisoviet terpecah pada 1991 menjadi (CIS).
Pada masa perang dingin ini kedua kekuatan mencoba mempengaruhi Negara-negara sepaham untuk membentuk aliansi yaitu fakta pertahanan Amerika serikat dengan bersama ngara eropa barat.adapun aliansi tersebut pembentukan uni soviet adalah pakta Warsawa,yaitu pertahan uni soviet bersama Negara-negara eropa timur.
Munculnya Negara-negara merdeka di asia,seperti Indonesia ,Filifina ,India,Pakistan,dan Srilanka.
b.      Bidang ekonomi
Setelah perang dunia II berakhir, perekonomian dunia mengalami kekacauan sehingga Amerika Serikat ketakutan pihak komunis akan mempengaruhi Negara-negara yang sedang kesulitan. Untuk itu, Amerika Serikat memberikan bantuan (kredit) bagi Negara-negara eropa yang hancur akibat perang dunia II. Misalnya melalui program Marshall plan 1947. Akibatnya, paham komunis dapat dibendung di wilayah Eropa Barat.selain itu, Negara Jerman dan Jepang muncul sebagai Negara industri besar setelah mendapat bantuan dari amerika Serikat.
c.       Bidang Sosial
Munculnya keinginan yang kuat dari sebagian Negara di dunia untuk menciptakan perdamaian abadi. Dari tekad inilah muncul lembaga internasional yang berwibawa dalam melakukan perdamaian, yaitu perserikatan bangsa-bangsa (PBB) pada tahun 1945. Adapun para pelopor pendiri PBB ialah Franklin Delano Roosevelt (Amerika), Winston Churchill (Inggris), dan Josef Stalin (Uni Soviet).

DAFTAR PUSTAKA:
·         Djaja, Wahjudi. 2012. Sejarah Eropa dari Eropa Kuno hingga Eropa Modern. Yogyakarta: Penerbit Ombak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar