Rabu, 15 Juni 2016

TARI SILAT PANGEAN DALAM UPACARA PERNIKAHAN ADAT MELAYU KHUSUSNYA DAERAH KERUMUTAN KABUPATEN PELALAWAN


FRIDA PURNAMASARI/PBM/

Kabupaten Pelalawan merupakan salah satu Kabupaten yang baru dimekarkan di wilayah Propinsi Riau. Dengan disahkan Undang-undang Nomor 53 tahun 1999, maka mulai tanggal 12 Oktober 1999 resmilah Kabupaten Pelalawan memisahkan diri dari Kabupaten Kampar.
Dengan ditetapkan Pangkalan Kerinci sebagai ibukota Kabupaten, Pelalawan mulai berpacu mengejar segala bentuk ketertinggalan dan keterbelakangan yang selama ini menyelimuti segala sektor kehidupan.
Dengan kawalan dan panduan berbagai nilai itulah tiap suku bangsa membentuk tradisi kehidupannya. Tradisi kehidupan itu biasanya terbentuk setelah nilai-nilai itu diteruskan dan dipelihara paling kurang dalam tiga generasi, sekitar dalam rentangan tujuh puluh lima sampai seratus tahun, dan seterusnya. Keberadaan tiap insan yang terjalin dengan kehidupan masyarakatnya, telah menyebabkan peristiwa-peristiwa kehidupannya juga berhubungan dengan peri kehidupan setiap insan itu berada. Tiap insan ternyata telah dibesarkan dalam jalinan kehidupan masyarakat, sehingga dalam perjalanan hidupnya insan itu harus mengenal, memahami, menghayati, menyerap,dan mengamalkan nilai-nilai yang terpelihara oleh masyarakatnya (Hamidy, 2012: 21-22)


Di Kabupaten Pelalawan tepatnya Desa Pangkalan Panduk Kecamatan Kerumutan Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau memiliki berbagai kesenian daerah,salah satunya dalam upacara pernikahan. Di Desa Pangkalan Panduk Kecamatan Kerumutan, terdapat pertunjukan tari Silat Pangean dalam upacara pernikahan adat Melayu. Tari Silat Pangean dahulu ditarikan di acara peresmian kepala desa dan kedatangan pejabat-pejabat negara dan kemudian tari Silat Pangean mengalami perubahan, sehingga sekarang tari Silat Pangean hanya ada pada upacara pernikahan adat Melayu.

Silat Pangean ini adalah satu-satunyan seni pertunjukan yang ada di desa Pangkalan Panduk. Dalam upacara pernikahan adat Melayu Tari Silat Pangean ditarikan secara berpasangan dengan dua sesi, sesi pertama ditarikan dua orang dan sesi kedua ditarikan oleh empat orang penari laki-laki, yang menari secara bersamaan dengan mempelai laki-laki memasuki halaman rumah mempelai perempuan dan kemudian sampai kedua mempelai duduk di atas pelaminan.
Di depan rumah mempelai perempuan terdapat kain panjang yang diikat, ini sebagai pembatas. Mempelai laki-laki diarak oleh keluarga dan rombongan datang kerumah mempelai perempuan masyarakat setempat menyebut raja sehari, sebelum mempelai laki-laki sampai di depan kain pembatas rombongan tersebut ditaburi beras kunyit dari keluarga mempelai perempuan. Kemudian penghulu balang dari mempelai laki-laki memulai tari Silat Pangean didepan kain pembatas dan penghulu balang dari mempelai perempuan melakukan tari Silat Pangean di halaman rumah mempelai perempuan, masyarakat setempat menyebutnya permainan. Penghulu balang dari laki-laki tidak boleh melewati kain pembatas atau masuk sebelum dipersilahkan oleh penghulu balang mempelai perempuan,menurut sejarahnya ini dilakukan untuk penangkis mempelai laki-laki dari ilmu jahat.Setelah beberapa menit para penghulu balang dari kedua belah pihak menarikan tari Silat Pangean .maka barulah penghulu balang perempuan mempersilakan penghulu balang laki-laki masuk disusul mempelai laki-laki memasuki halaman rumah mempelai perempuan . namun tari Silat Pangean tetap dilanjutkan dari kedua penghulu balang menari dengan berpasangan ini adalah bentuk penghormatan kepada kedua mempelai. Dan kemudian mempelai laki-laki dijemput oleh mempelai perempuan untuk naik keatas pelaminan.Setelah kedua mempelai duduk dipelaminan kemudian dilanjutkan kembali pertunjukan Silat Pangean di depan kedua mempelai dan para tamu undangan yang sedang dijamu makan siang. Tari Silat Pangean dalam pernikahan adat Melayu ditarikan oleh laki-laki di halaman rumah mempelai perempuan dengan dua bentuk sendiri dan berpasangan, yaitu sendiri-sendiri pada waktu mempelai laki-laki datang dan berpasangan setelah kedua mempelai disandingkan. Tari Silat Pangean ditarikan sebanyak enam orang.
Pernikahan yang dilakukan oleh masyarakat Melayu merupakan gabungan dua aspek yang saling melengkapi yakni hablu mina Allah dan hablu mina nasyaitu sebagai pedoman agama untuk menjalani kehidupan di akhirat dan aspek adat sebagai pedoman pelaksanaan untuk menjalani kehidupan di dunia. (Jamil,2008: 2-6).
GERAK TARI SILAT PANGEAN
Gerak adalah bahasa komunikasi yang luas, dan variasi dari berbagai kombinasi unsur-unsurnya terdiri beribu-ribu "kata" gerak, juga dalam konteks tari gerak sebaiknya dimengerti sebagai bermakna dalam kedudukan dengan lainnya. (Smith,1985: 16).
Tari adalah ekspresi jiwa manusia melalui gerak-gerak yang ritmis yang indah. Gerak-gerak ritmis yang indah yaitu mencakup jiwa manusia yang jiwa itu berupa akal, kehendak,dan emosi. (Soedarsono, 1972: 4-5).
 Berdasarkan bentuk geraknya, secara garis besar dibagi menjadi dua jenis yaitu gerak murni dan gerak maknawi. Gerak maknawi ialah gerak yang mengandung arti yang jelas misalnya
ulap-ulap dalam tari Jawa, sedangkan gerak murni ialah gerak yang sekedar digarap untuk mendapatkan bentuk yang artistik dan tidak dimaksudkan menggambarkan sesuatu misalnya ukel.Gerak yang terdapat dalam tari Silat Pangean adalah gerak maknawi dan gerak murni yaitu gerak maknawi dilakukan seperti gerak togak ali, tikam, concang, popat, dan simbuh sedangkan gerak murni yaitu pada sendinya
a. Togak Ali
Gerak Togak Ali adalah berdiri lurus kedua tangan berada disamping badan pandangan lurus dan kaki dibuka. gerak ini sama seperti berdiri mau mendirikan shalat membaca niat sehingga di berinama togak ali.
b. Langkah ompat
Gerak langkah ompat adalah gerak melangkah maju dalam tari Silat Pangean langkah ompat adalah kunci dalam tari  Silat Pangean. Karena jika langkahnya salah atau lupa maka dia akan terkena oleh lawan atau tidak bisa menangkis serangan.Gerakan ini dilakukan oleh penari selama pertunjukan, karena dalam tari Silat Pangean hanya sebagian besar gerakan kaki dan tangan.
c. Tikam
Gerak tikam adalah gerak meninju lawan dilakukan tangan kanan dengan posisi lawan didepan. Gerak ini bersamaan dengan langkah ompat setiap gerak selalu diiringi dengan langkah ompat
d.Concang
Gerak ini adalah gerak pukulan dari lawan yang dilakukan dalam tari Silat Pangean. Gerak concang dilakukan dengan tangan kanan yang bergerak dari atas kepala kemudian kebawah lurus depan badan.
e.Popat
Gerak popat adalah gerak memotong dengan sasaran pinggang lawan yang dilakukan oleh penyerang dalam Silat Pangean, cara melakukannya tangan kanan diluruskan kesamping badan setinggi pinggang kemudian tarik kedepan badan dan akan mengenai lawan kemudian lawan menangkis serangan tersebut.
f. Simbuh
Simbuh adalah gerak yang melakukan penyerangan dengan posisi lawan ada disamping kanan. Gerak ini dilakukan dengan cara tangan kanan lurus kedepan setinggi bahu posisi badan serong, kaki kanan maju.

DESAIN LANTAI
Dalam tari Silat Pangean pola lantai atau garis yang dilalui oleh penari ada dua macam yaitu pola garis lurus dan lengkung. Garis lurus di dalam tari Silat Pangean yaitu pada waktu penari memulai gerakan untuk mendekati lawan dan garis lengkung yaitu pada bertukar posisi. Pola lantai yang garis lurus yaitu dilalui oleh penari pada waktu pertunjukan dalam tari Silat Pangean pola lantai garis lurus penari akan mendekati pasangan atau lawan mainnya dalam Silat Pangean dan kemudian penari ganti posisi. Pola lantai garis lengkung dalam tari Silat Pangean yaitu pada waktu penari Silat Pangean proses beganti posisi karena tari Silat Pangean dilakukan dengan gerak yang berputar-putar.

IRINGAN TARI
Iringan dapat dibentuk menjadi dua yaitu musik internal dan musik eksternal. Musik internal ialah musik yang ditimbulkan dari dalam diri penari sedangkan musik eksternal adalah musik yang ditimbulkan dari luar diri penari. Di dalam pertunjukan tari, tugas iringan adalah mempertegas maksud dan memberikan rangsangan estetis pada penarinya (Hariyanti, 1999: 15).  
Iringan dalam tari Silat Pangean masyarakat desa Pangkalan Panduk menyebut gondang tak-tawak. Gondang tak-tawak dalam upacara pernikahan adat Melayu di desa Pangkalan Panduk mempunyai beberapa fungsi, yaitu sebagai musik pengiring tari Silat Pangean,sebagai pengiring jalan mempelai laki-laki dan tanda kalau mempelai laki-laki sudah mendekati rumah mempelai perempuan dan sebagai penambahan suasana dalam pernikahan.
Iringan atau gondang tak-tawak dalam tari Silat Pangean ini merupakan gabungan dari tiga alat musik yang dimainkan secara bersamaan dan saling mengisi. Alat musik gondang dimainkan oleh dua orang pemusik dengan arah yang berhadap-hadapan dengan pukulan yang sama sehingga menghasilkan bunyi yang khas. Adapun Gondang tak-tawak dibunyikan dengan pukulan yang sedikit cepat yang melengkapi dari alunan suara gendang.Alat musik yang digunakan dalam tari Silat Pangean yaitu dua buah gendang satu buah tak-tawak(gong).Sehingga diberinama gondang tak-tawak karena berdasarkan alat musik yang dimainkan. Adapun cara memainkan alat musik tersebut yaitu tak-tawak digantung kemudian dipukul dengan alat bantu pemukul kayu yang dilapisi dengan kain pada bagian ujung, sedangkan gendang diletakkan diatas lantai kemudian dipukul dengan bantuan rotan pada tangan kanan pendek dan dalam tari Silat Pangean mempunyai ciri khas dengan menggunakan kain samping yaitu yang diikat di pinggang  dan peci atau tutup kepala.

FUNGSI TARI SILAT PANGEAN
a. Sebagai Sarana Hiburan Masyarakat
Tari Silat Pangean merupakan sarana hiburan masyarakat desa Pangkalan Panduk, karena tari Silat Pangean disajikan dengan musik tradisional yang dimainkan oleh 3 orang pemusik, dilengkapi dengan gerak-gerak yang menarik dan menghibur yang langsung bisa dinikmati oleh tamu undangan dalam upacara pernikahan. Meskipun sekarang sudah ada bentuk hiburan lain namun masyarakat desa Pangkalan Panduk tetap melestarikan tradisi dan kebudayaan yang diwariskan oleh nenek moyang secara turun temurun.

b. Sebagai Sarana Pelestarian Tradisi Kebudayaan Suku Melayu
Tari Silat Pangean adalah suatu tradisi adat Melayu sehingga disajikan dalam upacara pernikahan adat Melayu. Karena upacara pernikahan di desa Pangkalan Panduk merupakan suatu acara perkumpulan masyarakat tidak hanya masyarakat setempat melainkan masyarakat dari luar daerah. Dengan disajikannya tari Silat Pangean dalam upacara pernikahan maka dapat melestarikan tradisi suku Melayu.

c. Sebagai Penghormatan untuk kedua mempelai dan tamu undangan
Dalam suku Melayu kedua mempelai dan tamu undangan adalah raja sehingga sangat  dihormati, sebagai penghoramatan maka tari Silat Pangean disajikan didepan kedua mempelai dan tamu undangan dilihat dari gerak yang dilakukan

d. Untuk mengajarkan Bela Diri
 Tari Silat Pangean adalah tari yang menggambarkan bagaimana bentuk membela diri. Namun dalam tari Silat Pangean ini disajikan dengan gerak yang menggambarkan bagaimana cara untuk melindungi diri dari serangan lawan dengan gerak-gerak yang diperhalus lucu dan menarik

SUMBER
Effendy, Tenas. 2009. Adat Istiadat dan Upacara Nikah Kawin Melayu Pelalawan. Pangkalan Kerinci: LKAM Kabupaten Pelalawan
Hamidy, UU. 2012. Jagad Melayu Dalam Lintasan Budaya di Riau. Pekanbaru: Bilik Kreatif  Press.
Jamil, Nizami. 2008. Adat Perkawinan Melayu Riau. Pekanbaru: Lembaga Adat Melayu Riau.

Smith, Jacqueline. 1985. Komposisi Tari Sebuah Petunjuk Praktis Bagi Guru. Yogyakarta: Ikalasti Yogyakarta

Soedarsono. 1972. Djawa Dan Bali Dua Pusat Perkembangan DramaTari Tradisional di Indonesia .Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Dina Mariza. 2014. "Keberadaan Tari Silat Pangean dalam Upacara Pernikahan Adat Melayu di Desa Pangkalan Panduk Kecamatan Kerumutan Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau". Skripsi S1.  Program Studi Pendidikan Seni Tari Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar