Sabtu, 04 Juni 2016

PENDIDIKAN DI SELANDIA BARU



DESI WIDIA YANTI / SP / 2A


            Sebagian besar sekolah di selandia baru merupakan sekolah negeri. Hanya sebagian kecil yang merupakan sekolah swasta. Data statistik tahun 2013 menunjukkan sedikitnya terdapat 2550 sekolah negeri dan 115 sekolah swasta di selandia baru. Yang menarik dalam sistem pendidikan di selandia baru adalah kebebasan siswa untuk menentukan pilihan hendak bersekolah di mana. Pendidikan formal untuk anak usia dini di selandia baru bukanlah merupakan level pendidikan yang wajib ditempuh oleh anak.
            Sistem pendidikan di Selandia Baru memiliki tiga tingkatan – pendidikan anak usia dini, sekolah menengah, dan pendidikan tinggi – di mana siswa dapat mengikuti berbagai jalur yang fleksibel.Sistem dirancang untuk mengenali kemampuan yang berbeda, keyakinan agama, kelompok etnis, tingkat pendapatan, ide-ide tentang pengajaran dan pembelajaran, dan memungkinkan penyedia pendidikan untuk mengembangkan karakter khusus mereka sendiri.Kebijakan nasional dan kerangka kerja untuk regulasi dan bimbingan, persyaratan dan pengaturan pendanaan ditetapkan oleh pemerintah pusat dan dikelola melalui badan-badan tersebut. Kewenangan administratif untuk sebagian besar pelayanan pendidikan diserahkan kepada lembaga-lembaga pendidikan, yang diatur oleh Dewan Perwakilan Rakyat.Selandia Baru memiliki
sistem jaminan kualitas yang kuat yang memastikan konsistensi, pendidikan berkualitas tinggi di semua tingkat sistem pendidikan, baik negeri maupun swasta.
            Sejarah pendidikan dasar di Selandia Baru dimulai pada sekitar awal tahun 1877 dimana didirikan sekolah dasar nasional pertama di negara tersebut. Sekolah-sekolah dasar yang ada di Selandia Baru pada saat itu didirikan oleh tiap pemerintah provinsi atau yang lebih dikenal sekolah pemerintah. Selain sekolah-sekolah yang didirikan oleh pemerintah ada juga beberapa sekolah yang didirikan oleh gereja-gereja dan beberapa sekolah yang dibangun oleh dikelola oleh swasta.
            Kurikulum di New Zealand sifatnya adalah kurikulum umum yang memfokuskan pada pembelajaran secara individual dan dalam kelompok kecil. Karena sifatnya hanya mencakup hal-hal yang umum saja, maka sekolah diberi kesempatan untuk melakukan modifikasi kurikulum sesuai dengan kebutuhan sekolah masing- masing. tidak ada ujian nasional yang diselenggarakan di sekolah- sekolah di New Zealand hingga siswa berusia 15 tahun, ketika siswa belajar di secondary school. Penilaian lebih banyak dilakukan secara formatif. Selain itu, outdoor education juga menjadi salah satu titik fokus pada kurikulum yang berlaku di New Zealand. Kebanyakan sekolah di New Zealand adalah sekolah negeri, sehingga dukungan dari pemerintah dan masyarakat merupakan faktor pendukung utama penyelenggaraan pendidikan di sekolah.
            Ada delapan bidang ilmu yang diajarkan di SD yaitu: - English - Arts - Health and Physical Education - Learning Languages - Mathematics and Statistics - Science, Social Sciences, dan Technology. Semua anak naik kelas. Namun setiap anak dimasukkan dalam kelompok-kelompok kecil di dalam kelas sesuai dengan kemampuannya. Sehingga setiap anak merasa percaya diri dengan kemampuannya.Sejak tahun 1989, NZ menerapkan perubahan yang signifikan dalam sistem pendidikannya. Pemerintah melimpahkan urusan manajerial sekolah langsung kepada pihak sekolah. Tugas yang diemban oleh Kementrian Pendidikan berubah, yaitu membuat kebijakan pendidikan, mengalokasikan dana kepada sekolah, serta memonitor sistem pendidikan nasional secara keseluruhan.  
            Berkaitan dengan kualifikasi dan kompetensi guru di NZ, untuk mengajar di level pendidikan anak usia dini, guru disyaratkan untuk memiliki ijazah diploma. Untuk level sekolah dasar guru harus merupakan lulusan sarjana kependidikan dan untuk jenjang pendidikan menengah, selain bergelar sarjana kependidikan. Untuk dapat disebut sebagai seorang guru di NZ yang fully-registered, seorang guru harus melewati dua tahun pertama dengan kinerja yang bagus dan sertifikat guru yang dimilikinya akan selalu diperbarui setiap tiga tahun. "Indonesia sekarang adalah salah satu dari 10 negara yang diprioritaskan oleh Selandia Baru untuk peningkatan hubungan-hubungan di sektor pendidikan. Ini merefleksikan pembangunan Indonesia yang pesat dan meningkatnya permintaan untuk jasa-jasa pendidikan di luar negeri."
            Sistem pendidikan di Selandia Baru jelas terbagi atas tiga jenjang, seperti  yang pertama Primary Education dimulai dari Kindergarten (TK/Taman Kanak-Kanak) ampe Year 8 (kelas 8). Usia yang ada di jenjang ini mulai dari anak usia 5 – 12 tahun. Jadi ini bisa disebut jenjang TK ampe SD.
            Kedua Secondary Education dimulai dari Year 9 – Year10 (SMP) trus lanjut ke Year 11 – Year 13 (SMA), dan Jenjang Year 11 – Year 13 juga biasa disebut NCEA Level 1 – NCEA Level 3. NCEA (National Certificate of Education Achievement) adalah kurikulum dari pemerintah Selandia Baru. Kurikulum ini telah diakui di Negara lain seperti di Inggris, Australia, Amerika, dll. Jadi ini adalah jenjang SMP nyape SMA di Selandia Baru. Ya, mereka emang sampe kelas 13 beda dengan Indonesia yang hanya sampe Kelas 12.Ketiga Tertiary Education, ini jenjang setelah lulus Kelas 13. Di mulai dari Certificate Education, Diploma, Bachelors Degree, Graduate Certificate/Graduate Diploma, Honours Bachelors Degree, Post Graduate Certificate/Post Graduate Diploma, Master, Doctorate/PhD.




Daftar pustaka
Mc Adam, Richad P.(1993). Lessons from abroad : How 0ther countries educate their Children ( chapter 2 : the amerikan education ( 1sted), Oxfor
Panduan Studi Pascasarjana di Australia dan Selandia Baru / Direktorat Jenderal PendidikanTinggi Departemen Pendidikan Nasional. - Cet. 4. - Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional, 2004. v, 109 hlm. : ilus. ; 24 cm. . - ( seri
Henderson, J. (1984). "New Zealand Foreign Policy" dalam New Zealand and The Pacific . Colorado: Westview Press.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar