IKATAN GUBERNUR JENDERAL, ANGGOTA DEWAN DAN PEJABAT VOC


MUHAMMAD FIKRI MUZAKI  /  SI 3  /  B

Sejak berdirinya VOC pada tahun 1602, banyak pegawai, pedagang, maupun Gubernur Jenderal dan para dewan menaiki jabatan tersebut dengan berbagai macam jalan. Dari sekian puluh orang, ada yang memulai karir mereka dari seorang prajurit, seorang pegawai rendahan, dan ada juga dengan jalan yang lain, seperti pedagang junior, senior hingga bisa menjadi seorang Gubernur Jenderal. Bagi seorang pemula yang baru pertama kali datang ke Indonesia, tentu menjadi tantangan yang sangat besar. Tantangan tersebut bisa didapatnya dari perjalanan menuju Indonesia maupun sudah tiba dan menatap di Indonesia. Seperti pada makalah sebelumnya, kebanyakan para prajurit, dan pegawai rendahan ini untuk kali pertamanya didatangkan langsung dari Belanda. Kondisi mereka sudah sakit-sakitan sebelum dikirim ke Indonesia.
Hal tersebut tentu menjadi hal yang sangat penting untuk di bahas, demi kelangsungan VOC di Indonesia, khusunya di Batavia sekarang Jakarta. Adapun tentang masalah jabatan atau tingkatan kerja yang ada di VOC, tanpa kita sadari sebelumnya. Ternyata Gubernur Jenderal tersebut memiliki hubungan satu sama lain. Hubungan ini dapat dilihat dari ikatan darah yang menghubungkan mereka. Berikut adalah Gubernur jenderal yang memiliki hubungan tersebut satu sama lain :
1.      Willem Arnold Alting
Ia pertama kali datang ke Indonesia pada tahun 1750 sebagai pedagang yunior dan jabatanya dalam hirarki VOC Batavia semakin naik. Ia menjadi anggota dewan luar biasa pada 1759 dan menjadi anggota dewan penuh pada 1772. Dia adalah anggota senior dalam dewan dibawah Gubernur Jenderal Reynier De Klerk. Dia sendiri menjadi Gubernur Jenderal dari 1780 sampai 1797. Periode  tersebut menandai pemerintahan yang ditandai dengan aliansi keluarga, khususnya antara Alting, van Riemsdijk dan keluarga Senn van Basel.
            Alting memiliki sepuluh anak dari isteri pertamanya. Lima orang bertahan hidup hingga dewasa, semuanya perempuan, dan semuanya menikah dengan laki-laki Belanda asli. Para menantu Alting memegang jabatan sebagai pedagang senior dan residen di distrik-distrik di Jawa. Yang paling menonjol Adalah suami kedua dari anak perempuan Alting. Pieternella Gerhardina, yaitu Mr. Johannes Sieberg. Sieberg mengikuti jejek ayah mertuanya sebagai Gubernur Jenderal selama 1801-1805
            Isteri kedua Alting adalah Maria Susanna Grebel. Suami pertama Susanna Grebel adalah anggota dewan Huybert van Basel, kepala keluarga dari klan Senn van Basel. Anak tiri Alting, Maria Wilhelmina Senn van Basel ( 1770-1821 ), menikah dengan keponakanya, Nicolas Engelhard, Gubernur Pantai Utara Jawa yang nantinya menjadi anggota dewan. Kerabat Alting yang lain, Pieter Engelhard, menikah dengan anak perempuan dari anggota dewan luar biasa Antonij Berkeij. Nantinya, Pieter Engelhard menikah dengan salah satu anak perempuan van Riemsdijk, yang membawanya lebih jauh dalam hubungan kekerabatan dengan klan Senn van Basel.

2.      Hendrik Breton
Hendrik Breton menikah dengan Sara Maria van Oordt. Selama masa jabatanya sebagai seorang Residen Surabaya, anak perempuanya, Catharina Geertruida, lahir. Catharina lalu menikah dengan P.A van der Parra Jr., di Batavia pada 1778. Anak keturunan mereka sangat banyak pada abad ke-19. Breton adalah salah satu anggota dewan dan direktur jenderal pertama di bawah Gubernur Jenderal Alting. Breton meninggal dalam masa jabatanya pada tahun 1780.

3.      Johan Vos
Jabatan Johan Vos pertama kali terlibat dalam VOC yaitu sebagai pedagang senior dan Gubernur Pantai Utara Jawa ( 1765-1771 ), dan ia ditunjuk sebagai anggota dewan penuh pada 1777. Isteri pertamanya menghubungkan dirinya dengan keluarga Gubernur Jenderal, karena isterinya adlah Adriana Agatha Smith, saudara perempuan David Smith. Mereka menikah pada 1753. Adriana Smith meninggal pada 1761. Pada tahun itu, Vos menikah dengan Ida Wilhelmina Bake, keponakan dari Gubernur Jendral van der Parra. Anak perempuan Johan Vos, Ida Petronella Jocabo Vos, menikah dengan F.H van Reede tot de Perkeler, sebagaimana sudah disebutkan diatas.


4.      Willem Fockens
Willem Fockens merupakan salah seorang anggota dewan luarbiasa dan menjadi anggota dewan penuh selama masa Gubernur Jenderal van der Parra. Fockens meninggal dalam masa jabatanya pada 1780. Isterinya, Catharina Tobison, kemudian menikah lagi dengan anggota dewan David Smith.

5.      Thomas Schippers
Thomas Schippers pertama kali datang ke Indonesia pada 1740sebagai pedagang yunior. Berkat karirnya ini, bisa menghantarkanya ke Banten dan Malaka, ketika dai menjabat sebagai Gubernur disana pada 1764-1772. Ditahun terakhir masa jabatanya, dia ditunjuk sebagai anggota dewan luarbiasa dan presiden pengadilan di Batavia. Dia menjadi anggota dewan penuh pada 1778 dan meninggal di Batavia 1780. Isteri ketiga Schippers adalah Catharina Cornelia van Mijlendonck, janda anggota dewan Hendrik van Ossenberg dan juga anak perempuan Johan Elias van Mijlendonck, Gubernur Ternate pada 1755-1765 yang juga anggota dewan luarbiasa. Perkawinan ini menghubungkan Schippers dengan keluarga Reynst, yang jumlah keturunan nya banyak tersebar di Indonesia.


6.      Jacobus Johannes Craan
Ia lahir di Ambon pada tahun 1728. Ia merupakan anak seorang Perdana Menteri Belanda, Petrus Craan. Jacobus Craan memulai petualangan karirnya yaitu sebagai seorang juru tulis di VOC pada tahun 1741, dan karirnya tersebut terus menanjak di Malaka dan di Jawa  hingga akhirnya ia ditunjuk sebagai-anggota dewan luarbiasa. Pada tahun 1780 dai menjadi anggota dewan penuh. Tak lama berselang, pada tahun itu juga ia meninggal di Batavia.
Craan adalah paman dari Hendrik Breton. Craan menikah dengan Johanna Henrietta Breekpot pada tahun 1753. Ketika itu Johanna Brekpot baru berusia 15 tahun. Johanna Brekpot adalah anak dari Cornelis Brekpot, komandan VOC di Malabar pada 1764-1769. Dari pernikahanya ini, lahirlah Catharina Margaretha Craan, yang nantinya menikah dengan anak Jeremias van Riemsdijk pada 1773 dan memiliki 14 anak.


DAFTAR PUSTAKA
Encyclopedaedie van Nederlandsch-Indische
Tt   (Ensiklopedi Belanda-Hindia). 's-Gravenhage, Leiden: M. Nijhoff  dan E.J Brill.
 Chijs, J.A van der
1879                Proeve eener Ned. Indische bibligeograpie ( 1659-1870 ): Vermeerdarde en verberterde herdruk voor de jaren 1659-1720, supplement en verberteringen voor de jaren 1721-1870 ( contoh Bibliografi Belanda-Indies, 1659-1870: pembesaran dan perbaikan dicatak ulang untuk 1659-1720, tambahan dan ravisi 1721-1870 ). Batavia: W. Bruining & Co.
Buur, Dorothee
      1973-1290 Persoonlijke Documenten Nederlands-Indie/Indonesie(Dokumen Pribadai Hindia-Belanda/Indonesia).Leiden: Koninklijk Instituut voor Taal-,Land-en Volkenkunde.
Echols Jhon. M. dan Hassan Shadily
1963                An Indonesian-English Dictionary. Ed. ke 2. Ithaca: Cornell University Press.

No comments:

Post a Comment