SEJARAH MAJUNYA PENDIDIKAN DI NEGARA FINLANDIA

FEBBY INDRI R/SP
Finlandia atau Republik Finlandia adalah sebuah negara Nordik yang terletak di Fennoscandian wilayah utara Eropa. Di sebelah barat berbatasan dengan Swedia, di sebelah timur berbatasan dengan Rusia, dan di sebelah utara berbatasan dengan Norwegia, sementara Estonianya terletak di bagian selatan Teluk Finlandia. Ibu kota Finlandia adalah Helsinki.
Finlandia terkenal dengan pendidikan terbaik di dunia. Ini terbukti dari peringkat PISA (Program for International Student Assesment) pada tahun 2003 siswa Finlandia menduduki peringkat pertama dan meraih skor tertinggi di dunia secara konsisten. Tes yang diadakan oleh PISA menguji siswa yang berusia 15 tahunan di sekiatr 40 negara industri seluruh dunia, pengukuran tes dalam PISA yaitu keaksaraan dalam membaca, matematika, dan ilmu pengetahuan.
Finlandia juga menduduki peringkat ketiga dari 65 negara peserta lainnya. Kualitas pendidikan di negara dengan ibukota Helsinki tersebut,memang luar biasa. Finlandia muncul sebagai satu-satunya negara non-Asia yang mampu menempati posisi tiga besar setelah China dan Korea Selatan.
Kurikulum pendidikan Finlandia tidak sepadat kurikulum yang diberlakukan di  negara-negara lainnya, khususnya negara Asia. Anak-anak di Finlandia menghabiskan waktu lebih sedikit di sekolah dibandingkan anak-anak di negara lain. Jam istirahat sekolah juga lebih panjang, yakni 75 menit, dibandingkan dengan negara seperti Amerika yang membatasi waktu 30 menit istirahat. Mereka juga diberikan tugas yang lebih sedikit. Selain itu, anak-anak Finlandia memulai pendidikan akademik di usia 7 tahun, berbeda dengan kebanyakan negara yang memulai pendidikan akademik anak-anak di usia yang lebih muda.
Prinsip kurikulum pendidikan Finlandia adalah" Less is More". Sekolah berfungsi sebagai tempat belajar dan eksplorasi potensi dimana sekolah menjadi lingkungan yang relaks dan tidak terlalu mengikat siswanya dengan jam belajar dan kapasitas tugas yang tidak terlalu membebani siswa. Di samping itu, tidak ada sistem peringkat untuk prestasi akademik dan ujian standarisasi dari tingkat sekolah dasar sampai dengan menengah pertama. Para siswa juga baru diuji dengan ujian standarisasi pada sekolah menengah tingkat akhir. Ujian ini pun bersifat optional, hanya bagi mereka yang mau melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Bagi yang tidak mengikuti ujian, tetap bisa melanjutkan ke institusi pendidikan yang berorientasi ke praktek dunia kerja.[1]
Sistem pendidikan Finlandia sangat menitikberatkan bimbingan bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar. Finlandia optimis bahwa hasil terbaik hanya dapat dicapai bila kita lebih memperhatikan siswa yang kurang daripada terlalu menekankan target kepada siswa yang unggul. Dengan begitu, tidak ada anak-anak yang merasa tertinggal. Finlandia terbukti mampu mencetak anak-anak berprestasi di bidang akademik tanpa harus mengikuti standarisasi akademik konvensional yang kaku.
Pemerintah Finlandia juga menetapkan standar tinggi untuk profesi guru. Dimana semua tenaga pengajar di Finlandia setidaknya diwajibkan mempunyai latar belakang pendidikan Master. Proses seleksi tenaga pengajar pun sangat ketat, hanya 10% dari lulusan perguruan tinggi yang bisa diterima menjadi guru. Mereka yang lolos seleksi ini pun masih harus melalui proses training yang kompleks terlebih dahulu sebelum dinyatakan siap berkecimpung dalam profesi guru.  Finlandia percaya bahwa guru adalah modal utama untuk menghasilkan siswa yang unggul.[2]
Tujuan utama dari kebijakan pendidikan Finlandia adalah semua warga mendapatkan kesempatan yang sama dalam hal menerima pendidikan, tanpa memperhitungkan usia, tempat tinggal, situasi keuangan, jenis kelamin atau orang tua. Pendidikan dianggap sebagai salah satu hak-hak dasar semua warga negara. 
1.                  Pertama, ketentuan tentang pendidikan dasar menjamin hak setiap orang untuk mendapatkan pendidikan dasar secara gratis, yang juga merupakan ketentuan wajib belajar. 
2.                  Kedua, pejabat publik juga berkewajiban untuk menjamin setiap orang berkesempatan sama dalam memperoleh pendidikan lainnya selain pendidikan dasar sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan khusus, dan untuk mengembangkan diri agar terhindar dari kesulitan ekonomi. Pejabat publik wajib menyediakan untuk kebutuhan pendidikan di Finlandia.
Jenjang Pendidikan di Finlandia 
1.                  Pra pendidikan dasar
2.                  Pendidikan dasar dan menengah
3.                  Tertiary pendidikan
4.                  Pendidikan tinggi 
5.                  Pendidikan dewasa. 
Pra Pendidikan Dasar  
Wajib belajar dimulai pada tahun ketika seorang anak menjadi tujuh tahun. Selama sebelum usia anak menginjak usia wajib belajar, anak dapat berpartisipasi dalam pendidikan anak usia dini. Pihak yang berwenang dapat memberikan pra-pendidikan dasar di sekolah, hari-pusat perawatan, dan perawatan keluarga sehari di rumah atau tempat lain yang sesuai. Partisipasi dalam pendidikan anak usia dini adalah sukarela tetapi di kota berkewajiban untuk memberikan pendidikan anak usia dini. Di Indonesia wajib belajar dimulai pada tahun ketika anak berusia enam tahun. Pra-pendidikan dasar atau dinamakan dengan pendidikan usia dini diselenggarakan bagi anak sejak lahir sampai dengan enam tahun dan bukan merupakan prasyarat untuk mengikuti pendidikan dasar. pendidikan anak usia dini di Finlandia adalah agar anak yang belajar dapat mengembangkan keterampilan dan self-image positive, mengakui sisi dasar keterampilan, pengetahuan dan kemampuan dari berbagai bidang pelajaran sesuai dengan umur dan kemampuan.
Pendidikan Dasar dan Menengah 
Sistem pendidikan di Finlandia berdasarkan wajib belajar sembilan tahun (Finlandia peruskoulu, Swedia grundskola, sekolah dasar), dengan kehadiran wajib. Dimulai pada usia tujuh dan berakhir pada usia 16 tahun. Meskipun secara hukum sekolah penuh komprehensif, namun secara de facto wajib belajar dibagi menjadi dua bagian, pendidikan dasar untunk usia 7-12 tahun dan sekolah menengah atas pada usia 13-15 tahun. Untuk siswa sekolah dasar dalam satu kelas ada guru yang mengajar untuk sebagian besar mata pelajaran di kelas yang sama. Untuk siswa kelas menengah ke atas pengajaran yang dilakukan oleh beberapa guru di kelas yang berbeda. Pendidikan dasar dan menengah biasanya berada pada gedung sekolah yang berbeda. Namun, saat ini beberapa di gedung yang sama, meskipun kebanyakan tidak. Setelah lulus dari sekolah komprehensif, ada pilihan antara sekolah menengah atas (lukio, gimnasium) dan sekolah kejuruan (ammatillinen oppilaitos, yrkesinstitut). [3]
Sekolah menengah atas bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa perguruan tinggi, sehingga semua materi yang diajarkan adalah "studi umum". Sekolah kejuruan bertujuan mengembangkan kompetensi dan tidak mengutamakan persiapan pendidikan tinggi, meskipun lulusan sekolah kejuruan secara resmi memenuhi syarat untuk memasuki pendidikan tinggi.
Tertiary Pendidikan  
Ada dua di sektor pendidikan: universitas (yliopisto, universitet) dan politeknik (ammattikorkeakoulu, yrkeshögskola, atau disingkat dengan AMK/Yh). Ketika merekrut mahasiswa baru, ujian nasional matrikulasi dan ujian masuk akan digunakan sebagai kriteria seleksi siswa. Fokus universitas pada penelitian dan memberikan pendidikan yang lebih teoretis. Sedangkan Politeknik fokus pada keterampilan praktis dan jarang melakukan penelitian, tetapi apa yang mereka lakukan terlibat langsung dalam proyek-proyek pembangunan industri. Misalnya, dokter adalah lulusan universitas, sedangkan dasar perawat adalah lulusan sekolah teknik.
Pendidikan Dewasa 
Menyelesaikan sekolah menengah kejuruan pada program dengan kelas penuh pada tiga tahun kurikulum formal menyediakan kualifikasi untuk melanjutkan studi lebih lanjut. Namun, mungkin diperlukan untuk membuktikan memperoleh pendidikan pasca-sekolah menengah sebelum masuk universitas, sebagai pintu masuk memerlukan ujian yang relatif tinggi tingkat pengetahuannya. Pasca pendidikan menengah diberikan oleh kota atau sekolah independen 'pusat-pusat pendidikan orang dewasa', yang dapat memberikan pendidikan kejuruan baik atau komprehensif atau mengajar di sekolah menengah tingkat atas. Hal ini dimungkinkan untuk memperoleh matrikulasi diploma, atau yang lebih komprehensif nilai sekolah, dalam program tersebut.[4]
Kata kunci dalam kebijakan pendidikan Finlandia adalah kualitas, efisiensi, keadilan dan internasionalisasi. Pendidikan merupakan faktor untuk daya saing. Saat ini prioritas dalam pembangunan pendidikan adalah untuk meningkatkan tingkat pendidikan dan meningkatkan kompetensi di kalangan penduduk dan angkatan kerja, meningkatkan efisiensi sistem pendidikan, untuk mencegah pengecualian di antara anak-anak dan kaum muda, dewasa dan untuk memperbesar kesempatan belajar. Perhatian khusus juga diberikan kepada peningkatan kualitas dan dampaknya dalam pendidikan, pelatihan dan penelitian dan internasionalisasi. 
Notes :
[1] sistem pendidikan suatu Negara.http://jeducation.
[2] Pendidikan di Finlandia.www.edu.fi/engslish/subpage.
[3] Oph.fi. 2008. Guru.www.oph.fi/nayttotukinnot
[4] Pendidikan di Finlandia.www.edu.fi/engslish/subpage.
DAFTAR PUSTAKA
Sistem pedidikan di finlandia.wwwedufi/English/subpage.
Musbir.blogspot.com/2013/04/potret-pendidikan-indonesia-finlandia.
Nurani soyomukti.pendidikan berperspektif globalisasi.Tahun 2008.penerbit Ar-Ruzz Media.
Korpella, Sella. 2008. Keberhasilan sekolah Finlandia masyarakat menunjukkan nilai-nilai.www.finland/fi/Netcom/news.

SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM DI THAILAND DAN PERKEMBANGANNYA

Hari Sulistiawati/ SP

            Kedudukan umat Islam di berbagai Negara Asia Tenggara bermacam-macam. Di Indonesia, Malaysia, dan Brunei, umat Islam sangatlah mayoritas, sedangkan di Thailand, Singapura, dan Filiphina, bisa dikatakan umat Islam sangatlah minoritas. Agama yang dipeluk oleh kebanyakan mereka atau rakyat Thailand adalah Budhisme, dan rupanya upaya kodifikasi sejarah umat Islam telah mengalami distorsi, baik pada masa lalu maupun masa sekarang.[1]
A.    Sejarah Masuknya Islam di Thailand dan perkembangannya
Banyak pendapat-pendapat yang dikemukakan tentang sejarah masuknya Islam di Thailand dan perkembangannya yaitu antara lain:
1.      Pada tahun 1400 M atau sekitar abad 15-16an, penyebaran agama Islam yang paling banyak datang ke Nusantara. Dan dikatakan pula bahwa penyebar-penyebar agama islam tersebut adalah keturunan dari Bani Abbasyiah.
2.      Diperkirakan abad ke-10 atau 11, Islam masuk ke negara Thailand melalui jalur perdagangan. Yang mana penyebaran agama Islam ini dilakukan oleh para guru sufi dan pedagang yang berasal dari wilayah Arab dan pesisir India.
3.      Pada tahun 1028 M, Islam masuk ke negara Thailand melalui Kerajaan Samudra Pasai di Aceh. Dan salah satu bukti yang menguatkan pendapat-pendapat tersebut adalah ditemukannya sebuah batu nisan yang bertuliskan Arab di dekat Kampung Teluk Cik Munah, Pekan Pahang.
Dahulu, ketika Kerajaan Samudra Pasai ditaklukkan oleh kerajaan Siam (Thailand), banyak orang-orang Islam yang ditawan, yang mana ketika itu Raja Zainal Abidin lah salah tawanan kerajaan Siam yang kemudian di bawa ke Thailand. Para tawanan itu akan dibebaskan apabila telah membayar tebusan. Kemudian setelah itu para tawanan yang telah bebas, ada yang kembali ke Indonesia dan ada pula yang menetap di Thailand untuk  menyebarkan agama Islam di wilayah Thailand Selatan yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Pada tahap pertama atau pada abad ke-17, Islam diwarnai dakwahnya dengan Tasawuf dan Mistik oleh ulama terkenal yaitu Syeikh Syaifuddin di Pattani. Dan banyak yang menduga bahwa beliaulah yang pertama mengislamkan masyarakat Pattani, atau barangkali anggapan ini adalah satu kekeliruan karena Pattani memeluk agama Islam jauh lebih awal dari kedatangan beliau di Pattani, dan bahkan Pattani dianggap tempat yang telah lama menerima Islam contohnya seperti Aceh.[2]
B.     Kondisi Pemerintah di Thailand
Peristiwa-peristiwa yang sangat kejam dan keji telah terjadi di negara Thailand pada waktu itu yang membuat banyak masyarakat Thailand tewas, dan itu juga disebabkan karena kurangnya perhatian atau suatu kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah Thailand atau sejenis hukuman agar setiap orang yang memerangi umat Islam di Thailand tersebut merasa jera dan tidak akan mengulangi tindakan-tindakan yang merugikan orang lain khususnya umat Islam.
1.      Pada tahun 2004 bertepatan pada bulan April, pada masa kepemimpinan Thaksin Shinawarta, insiden berdarah telah terjadi, sehingga mengakibatkan 30 pemuda muslim tewas di masjid Kru Se.
2.      Peristiwa keji terjadi yang kedua kalinya pada bulan oktober 2004 yang mengakibatkan 175 tahanan pejuang Muslim Takbai meninggal dunia. Sehingga di penghujung tahun 2008, Thailand ingin memiliki Perdana Menteri baru yang diharapkan dapat membawa angin perubahan, dengan rezim barunya harus berjuang keras mencari alternative dalam menangani masalah konflik Thailand Selatan.
Pada tahun 1961 pemerintah Thai mengeluarkan suatu kebijakan yaitu mengubah pondok tradisional menjadi sistem pondok modern atau Sekolah Pondok Swasta. Perubahan itu sengaja di buat oleh pemerintah Thai agar ia bisa mengubah sistem pendidikan, yang tadinya sistem pendidikan yang berbasis islami menjadi sistem pendidikan semisekuler. Dan ternyata strategi pemerintah Thailand memang membuahkan hasil. Dalam waktu sekitar 50 tahun, banyak generasi muda Melayu Muslim menjadi lebih suka berbahasa Thai dibandingkan dengan bahasa Melayu, baik di Sekolah maupun dalam pergaulan sehari-hari. Tetapi mereka seperti itu awalnya bukan karena mereka yang menginginkan namun disebabkan pemerintah Thai mengambil kebijakan yang memaksa agar setiap pergaulan di sekolah oleh anak-anak muda maupun dalam suatu forum pekerjaan para pejabat-pejabat tinggi menggunakan bahasa Thai.
Penggunaan bahasa Thai diwajibkan oleh pemerintah, baik di kantor kerajaan, pemerintah, sekolah, media dan bahkan Madrasah atau sekolah Pondok Swasta. Padahal pendidikan tradisional melayu adalah pendidikan yang muncul sejak abad ke-17, dengan institusi seperti Madrasah dan Mesjid. Dan mesjid disini juga digunakan bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga digunakan sebagai pusat pengajian dan penyebaran agama Islam.[3]
C.    Kehidupan Keberagamaan
94,6% (sensus 2000) penduduk Thailand adalah pemeluk agama Budha aliran Theravada. Thailand adalah negara dengan jumlah umat Buddha terbesar di dunia. Dan pada tahun 2013 lalu pemeluk agama Budha di Thailand masih mencapai 80%.
Umat Islam di Thailand tidak seberuntung seperti Umat Islam di Malayia, yang mana hampir semua sarana dakwah seperti masjid-masjid, mushala dan fasilitas-fasilitas untuk menyebarkan agama Islam seperti TV maupun radio disediakan oleh pemerintah Malaysia. Demikian pula dengan Imam, Khotib, Bilal, dan pengurus-pengurus masjid digaji langsung oleh pemerintah.
Kawasan Thailand bagian Selatan yang merupakan basis masyarakat melayu muslim adalah daerah konflik agama dan persengketaan wilayah dengan latar belakang ras dan agama yang berkepanjangan. Konflik Thailand Selatan terjadi sejak diserahkannya wilayah Utara Melayu oleh pemerintah kolonial Inggris kepada kerajaan Siam. Saat itu dibuatlah Traktat Anglo-Siam yang menabut hak-hak dan martabat Muslim Pattani. Akibatnya, muncullah aksi-aksi perlawanan dan ditanggapi pemerintah pusat sebagai separatisme, hingga diberlakukan darurat militer di wilayah tersebut.
Dibeberapa kota pelabuhan, Islam bukanlah agama bagi komunitas perkampungan melainkan agama para individu yang menyatu dalam jaringan asosiasi internasional. Dari Singapura pembaharuan Islam menyebar ke seluruh Asia Tenggara melalui perdagangan, haji, dan melalui gerakan pelajar, guru dan sufi.
Sudah pada tempatnya dunia Islam segera menyampaikan appel kepada pemerintah supaya keselamatan umat Islam dan memberikan persamaan hak di segala bidang kepada mereka, termasuk hak-hak untuk beribadah dan melaksanakan ajaran-ajaran Islam, hak yang sama dengan hak-hak yang dimiliki penduduk yang beragama Budha.[4]
D.    Pendidikan di Thailand
Pendidikan yang digalakkan oleh pemerintah Kerajaan Thailand tergolong bersifat deskriminatif terhadap Islam. Pada tahun 1923 M, beberapa Madrasah Islam yang dianggap ekstrim ditutup, dalam sekolah-sekolah Islam harus diajarkan pendidikan kebangsaan dan pendidikan etika bangsa yang diambil dari inti sari ajaran Budha. Pada saat-saat tertentu anak-anak sekolah pun harus menyanyikan lagu-lagu bernafaskan Budha, dan kepada guru harus menyembah dengan sembah Budha. Kementrian pendidikan memutar balik sejarah, dikatakannya bahwa orang Islam itulah yang jahat ingin menentang pemerintahan shah di Siam dan menjatuhkan raja. Dan bahkan mereka menuduh bahwa umat Islam atau sekolah pondok yang berbasis Islam telah menyebarkan keganasan yang menyebabkan krisis Selatan Thailand menjadi berkepanjangan. Sekolah pondok dengan mudah juga dituduh telah merekut militan di Selatan Thai, katanya sekolah pondok telah melahirkan pembrontak yang memandang bahwa penganut agama Budha adalah kafir .
Strategi yang perlu di bangun masyarakat muslim di Thailand Selatan pada saat ini adalah memajukan pendidikan, mendukung pembangunan nasional, dan menjaga stabilitas lokal. Namun, sampai saat inipun masyarakat muslim Pattani Thailand menghadapi diskriminasi komplek dan teror yang berlarut-larut. Sehingga kehidupan sosial maupun politik menjadi sangat terbatas. Dan akhirnya pemerintah Thailand juga belum mampu memberi pendidikan merata terhadap kaum muslim. Tekanan berbasis keamanan selalu mengancam mereka. Kesenjangan ini menurunkan nasionalisme masyarakat di luar mayoritas Thai Budha.[5]
Namun adapula sekolah pondok yang berada di Selatan Thailand mereka melakukan pembrontakan secara halus kepada pemerintah Thai yaitu dengan memasukkan sistem pendidikan cara tradisional yang menekankan asas agama Islam. Nah dengan cara itulah mereka berharap agar pendidikan yang diajarkan di Sekolah dapat mempertahankan akidah dan anak-anak mereka akan sepenuhnya penganut agama islam secara menyeluruh, yang akhirnya mereka akan mendapat kemahiran untuk mencari pekerjaan dengan mudah.
E.     Muslim Thailand sebagai Minoritas
Islam di Thailand dikatakan sangat minoritas yaitu di wilayah Selatan khususnya Pattani, Yala dan Marathiwat jumlah kaum yang beragama Islam hanya sekitar 5% atau 1,5 juta jiwa. Mereka kerap terdiskriminasi dalam segala sektor kehidupan. Tercatat pada saat ini mayoritas penduduk Thailand yang beragama Budha sekitar 80%. Daerah-daerah di Thailand awalnya merupakan bagian dari sebuah kerajaan Melayu Islam Pattani Darusalam. Daerah yang sekarang disebut Thailand Selatan pada masa dahulu berupa kesultanan-kesultanan yang merdeka dan berdaulat, dan diantara kesultanan yang terbesar adalah Pattani. Thailand sebelumnya bernama Siam, kemudian pada tahun 1939 M, nama Siam tersebut lalu diganti menjadi Muangthai.
Pada waktu itu Islam di Thailand Selatan sangatlah minoritas, dan karena sangat minimnya masyarakat yang beragama Islam, maka banyak derita yang telah dialami masyarakat muslim. Diantaranya yaitu:
1.      Pembatasan-pembatasan terhadap ruang gerak mereka sendiri, misalnya untuk memperoleh hak-haknya dalam bidang ekonomi, politik dan keagamaan. Dan karena problematika klasik yang telah berlangsung lama itulah yang akan menyalahi nilai-nilai keyakinan dan nilai-nilai keislamannya itu sendiri.
2.      Dalam tatanan sosial, muslimin Thailand mendapatkan julukan yang kurang enak untuk didengar yang datang dari mulut saudara-saudaranya yang tidak beragama Islam. Misalnya yaitu Kheik atau Khaek yang berarti orang luar, yang diartikan secara harfiah berarti pendatang atau orang yang datang hanya menumpang. Istilah seperti itu yang menyebutkan bahwa orang muslim itu hanyalah sebagai pendatang ternyata sudah berabad-abad terkenal dalam kalangan masyarakat Thai itu sendiri. Namun masyarakat Islam di Thai tidak mau menerima begitu saja tentang sebutan itu, lalu mereka balik menyatakan bahwa kedatangan mereka itu lebih awal daripada kedatangan orang-orang Budha di Thai, hingga akhirnya istilah Thai-Islam muncul pada tahun 1940-an. Akan tetapi istilah ini banyak menimbulkan kontradiksi, karena istilah Thai sebenarnya merupakan sinonim dari kata Budhase, dan sedangkan Islam identik dengan kaum muslim melayu pada waktu itu. Jadi bagaimana mungkin seseorang menjadi budha dan muslim pada saat waktu yang bersamaan? Nah, maka dari itu kaum muslim melayu lebih suka dipanggil dengan sebutan Malay-Islam.[6]

Catatan Kaki
[1] Jurnal kalimah, Volume: 4 Nomor: 2 September 2006, artikel ditulis oleh Drs. H. Rif’at Husnul Ma’afi, M.Ag, hal:147
[2] Ensiklopedi Tematis Dunia Islam: Asia Tenggara, ibid, hal: 446
[4] Harun Lukman, Potret Dunia Islam, Pustaka Panjimas, Jakarta, 1985, hal:235
[6] Ahmad al-Usairy, Sejarah Islam Sejak Zaman Nabi Adam hingga Abad XX, Akbar Media Eka Sarana, Jakarta,2007, hal:551

AWAL KEPENDUDUKAN JEPANG


JONI SAMJA/S.IV/A
A.     Kekuasaan PemerintahanJepang.
            Seperti yang kita ketahui,sejak tahun 1942 sampai 1945,jepang menduduki Indonesia.pada saat memiliki rencana untuk melakukan ekspansi ke selatan.termasuk ke indonnesia,salah satu pesiapan penting yang di lakukan oleh pemerintah jepang adalah merencanakan pemerintah di seluruh wilayah selatan yang diduki oleh pemerintahan militer jepang,, pengaturan sistem pemerintahan,sisistem hokum,ekonomi dan pengaturan begitu bayak sector di Indonesia merupakan wajah penduduk jepang di Indonesia.pengaturan segala sector tersebut,selain hanya menguntungkan jepang,secara tidak lansung juga membawa bayak pengaruh bagi indonesia salah satu pengaruh yang di dapat di peroleh para pejuang Indonesia adalah keterempilan mereka dalam mempersiapkan kemardekaan Indonesia,baik dari segi miloiter maupun politik.zaman pendudukan jepang adalah menjadi suatu zaman yang begitu penting bagi arga Negara Indonesia dalam mempesiapan kemerdekaan.[1]
B.     Langkah Awal Jepang.
            Kebijakan damai merupakan langkah awal yang di ambil oleh bangsa jepang untuk menguasai Indonesia,kebijakan damai ini di rumuskan oleh letnan kazuto dari forum peneliti gabungan angkatan laut jepang menjadi sebuah recana aksi angkatan laut jepang.dengan alasan-alasan tadi jepang melakukan ekspansi ke indomesia wilayah selatan eksapansi ini di mulai saat jepang mendarat pasukan di tarakan (Kalimantan timur)pada tanggal 11 januari 1942
Pada hari minggu malam,8 maret i942,pukul 23.00 wib.radio NIROM (nederlansh indisch radiao omreop maatshchappij)yang melakukan siaran melalui siaran darurat di ciumbuleuit,untuk terahirkalinya mengudara,dalam arti penyiaran ini adalah; kami tutup siaran ini sekarang,selamat berpisah,sampai berjumpa di waktu yang baik.dan pada minggu sore telah terjadi peristiwa besar,yaitu:penyeraahan belanda kepada jepang di lapangan terbang mmiliter kali jati subang.
Setelah pasukan japnag berhasil wilayah penghasil minyak di Kalimantan,tentara ke-16 (osamu butai) di bawah komando letnan jendral hotosi Imamura mulai bergerak untuk merebut pulau jawa,pada waktu itu jendral letnan memercayakan divisi ke-2 di bawah komando mayor jendral muramuya masao.divisi ke-38 di bawah komando mayor jendral sano tadayoshi,diisi ke-48 di bawah komando mayor jendral thuchilshi yuetsu. Dan dea semen sagaguchi di bawa komanddo mayor jendral sagaguchi salkhan.[2]
C.     Jepang Merebut Pulau Jawa Dari Hindia Belanda
Untuk merebut pulau jawa,letnan jendral hitoshilmamura memerintahkan jendral maruyama masao,untuk merebut jawa barat di laut jawa dan mereka di hadang oleh angkaan luat hindia belanda di bwah komando laksamana muda karel doorman.dalam pertemuan itu dua buah kapal penjelajah dekutu berhasil menenggelamkan beberapa kapal angkut jepang,salah satu kapal yag di tumpangioleh jendral letnan hitoshi himuara.meskipun demikian.pada ahirnya angkatan laut jepang berhasil juga menghancurkan armada hindia belanda.
Hinga pada tanggal 11 maret 1942 sebagian dievisi ke-2 tetara ke-16 angkatan darat jepang berhasil mendaratkan pasukanya di teluk banten.sselain devisi ke-2 kesatuan lain yag bertugas merebut jawa barat adalah detasemenshoji dari devisi ke-38 di bawah komando klonel tasnyinari shoji.detarsemen berkkekuatan sama dengan 5.000 orang prajurit ini di beri tugas untuk merebut kota bandung,jawa barat.pada tanggal 1 maret 1942 dinihari mereka berhail mendararat di eretan dan beberapa jam kemudian berhasil menguaisai subang.
            Sementara itu,letnan jendral hitoshi Imamura mememrintah kan devisi ke-48 tentara ke-16 angkatan darat jepang untuk merebut jawa tangah dan jawa timur,selain itu deta seman sakaguchi di perintahkan juga utuk bergabung dengan devisi ke-48 setelah sebelumnya berhasil merebut tarakan.balik papan.dan Banjarmasin.mereka berhasil mendarat di kragan (jawa  tengah)pada tanggal 5 maret  1942 divisi ke-48 kemudian bergerak kea rah timur dan tanpa bererti  arah perlawanan berarti sejak tanggal8 maret 1942 mereka berhasil menguasai Surabaya,di tempat lain.detasemen sagaguchi bergerak ke arah selatan jawa tengah dan pada tanggal 7 maret 1942 mereka sudah datang di sungai timur yang di namakan sungai srayu garis yaitu pertahanan terkhir hindia belanda.tanpa perlawanan yang berarti,detasemen sakaguchi pada  ahirnya berhasil menguasai cilacap sebagai salah satu daerah penghasil minyak di jawa tengah bagian selatan.
Meskipun jawa tegah dan jawa timur mulai dapat di kkembalikan oleh pasukan jepang,pertempuran belum berahir,jawa barat merupkan ahir pertepuran baik pasukan jepang maupun pasukan hindia belanda.untuk mempertahan kan jawa barat panglima tertinggi adalah penglima hindia belanda membagi daerah ini menjadi daerah dua bagian garis pertahanan.yakni daerah sebelah barat sengai citarum.(bogor,Batavia dan banten)di bawah naungan divisi satu pimpinan mayor jendral schilling dan daerah sebelah timur sungai citarum.
(priangan dan dan Cirebon).di bawah devisi 11 mayor jendral j pesman.di lain pihak baik deisi ke-2 maupun devisi detasemen shoji mulia bergerak menuju kota bandung,devisi ke-2 tantara ke-16bergerak menuju kea rah timur jawa barat dalam dua klone satu klone bergerak melalui rute serang blaraja melalui tanggerang dn yang lain melelui rute serang berhasil menguasai leuwwilang bogor setelah memetahkan perlawana perlawanan pasukan balck force dari pasukan australiaa pmppinam brigadir jendral blackbuln.pada hari iu juga komandan devisi satu tentara hindia melepaskan Batavia  dan menyatakan sebagai koa terbuka,artinya tentara hindia belanda tidakakan mempertahankan Batavia mempertahankan Batavia dari serangan pasukan jepang
            Sejak tangal tersebut,letnan jendral hitoshi imuara menjadian Batavia sebagai markas besar tentara ke-16 sementara itu,pasukan schilling kemudian bergerak menuju kota bandung dan tiba di kota tersebut pada tanggal 6 maret 1942.dari arah utara jawa barat padatangaal 1 maret 1942,bataliaon wakamatsu dari deta semen shiji telah berhasil mengiasai lapangan udara kali jati yang pada waktu itu yang di pertahankan oleh angkatan udara ingris,selama tiga hari yakni dari tanggal 2 hingga tanggl 4 maret 19542,angkatan udara ingris berusaha untuk merbut kembali pangkalan udara tersebut.namun mengalami kegagalan.untuk dapat menguaasai sepenuhnya daerah strategis tersebut.selain menggunakan kekuatan militer,klonel shiji pun melakukan konsulidasi pasukan dengan medapatkan bantuan dari pejabat setempat.berkaitan dengan hal tersebut,pada tanggal 3 maret 1942,klonel shoji berhasil memebentuk pranntara dan propaganda nipon subang yang di ketuai oleh o.sutatdmadja,strategi yang di jalan kan oleh klonel shoji dapat di katakana berhasil dengan baik,dengan bukt sejak tanggal 4 maret 1942 .detasemen shoji dapat benar-benar dapat menguasai sepenuhnya lapangan kalijati.
Pada tanggal 5 maret 1942,detasemen shoji mulai menggempurkan pertahan hindia belanda di ciater dan berhasil memaksa paukan hindia belanda mundur sampi e lembang.dalam menghadapi ofensif pasukan jepang.lembang kemudian di jadika garis pertahan terahir,ketika detasemen shoji mulai bergerak mendekati lembang pada tanggal 6 maret 1942,jendral terproten memerintahkan mayor 1 jendral j pesman untuk menghindari pertempuran di kota bandung.jtuhya lembang mengkibatkan pasukan jepang sudah berada di pitu gerbang kota bandung.[3]
D.    Kekuasaan Hindia Belanda di Alih kan Kepada Jepang
Kota bandung pada 7 maret 1942,di padati oleh penduduk sipil pejabat pemerintahan hndia belanda.danpada saat itu kota bandung akan diderang oleh jepnag mengkibatkan bayaknya korban dari srangan sipil,terutama dari kalangan wanita dan aak-anak.oelh karna itu perundingan oleh kalangan jepang agar tidak jathnya kalangan wanita dan kalangan anak-anak.
Jalan perundingan di mulai sejak tanggal 7 meret1942,ketika jendral ter porten mengutus mayor jjendral j.pesman untuk menemui klonel thosyinar shoji di lembang.utusan tersebuut membawa pesan bahwa japang akan bersedia melakukan penyerahan local.yakni daerah yang berada diantara garis utara.-selata yang melewati purwakarta dan sumedang.untuk sementara waktu,klonel shoji menyetujui sikap emerintahan hidia belanda tersebut.memerintahkan agar pada tanggal 8 maret 1942.wakail pemerintah india belanda hrus hadir di gedung isola.(sekarang bumi siliwangi-rektorat universitar pendidikan Indonesia bandung)adalah penyerahan local dari hindi belanda.klonel shoji melaporkan kepada letnan tawaran daripemerintahan hindia belanda.
Dan pada  aktu itu,ia meneroma pesan,letnan iimuara mengirim pesan lagi,maasalah penyerahan kekuasan akan saya sendiri lagi secara pribadi.di memeritahkan klonel shiji lagi unuk menuntut atas penyerahan total dari pemerintahn hindia belnda atas wilayah hndia belanda.letnan hitoshiimuara memutuskan bahwa penyerahan total trsebut akan di langsunkan di kalijatai pda tanggal 8 maret 1942 pukul 10.00,dan apa bila waktu yang telah di tentukan dan pemerintahan hindia belanda belum datang ke  kali jati.pasukan jepang akan membombardir kota bandung melalui serangan akngkatan udara meski pun bandung bayak yag menghuni penduduk sipil,denganmmempertimbang kan ultimate tersebut gubernur jandral tjarda van starenbord stachouwer yang di damping oleh jendral hitoshi imuara,dalam perundigan ttersebut,secara reemi pemerintahan hinia belanda menyerahkan seluruh kekuasan hindia belana menyerahkan kepda jepang tanpa syyarat.
keesokan harinya melalui siaran radio bandug,jendral ter porel mengumumkan penyerahan tersebut dan memerintah kepada passukannya untuk menghentikan perlawanan mereka kepada pasukan jepang,dan di tanda tangani lah perjanjian ersebut.maka sejak tanggl 8 maret 1942 berahir lah masapenjajahan belanda maka di mulai lah peenjajahan jepang di Indonesia.dalam pandangan jeoang cita-cita utuk mewujutkan lingkungan kemakuran bersama asia timur raya ebagi tahap pertama dari upaya mewujudkan lingkungan kemakmuran bersama dan perdamain dunia telah dapat dirampuhkan.
[1]Eko Praptanto,2010.Sejarah Indonesia.Jakarta:PT.Bina Sumber Daya MIPA hal.3
[2] Praptanto,2010.Sejarah Indonesia.Jakarta:PT.Bina Sumber Daya MIPAhal.4
[3] Praptanto,2010.Sejarah Indonesia.Jakarta:PT.Bina Sumber Daya MIPAhal.8-9
[4]Drs Sudyo. 1991. Sejarah Revolusi Kemerdekaan (1945-1949). DKI Jakarta; CV Tumantis Jakartahal.6
DAFTAR PUSTAKA
Eko Praptanto,2010.Sejarah Indonesia.Jakarta:PT.Bina Sumber Daya MIPA
Drs Sudyo. 1991. Sejarah Revolusi Kemerdekaan (1945-1949). DKI Jakarta; CV Tumantis Jakarta

PENGARUH MASUKNYA JEPANG TERHADAP PERUBAHAN SISTEM PEMERINTAHAN DI INDONESIA

JUHERI SEPTIAWAN/ A / SIV
Pada awal mula Ekspansi Jepang ke Indonesia di dasari oleh kebutuhan Jepang akan minyak bumi untuk keperluan perang. Menipisnya persedian minyak bumi yang dimiliki oleh jepang untuk keperluan perang ditambah lagi tekanan dari pihak Amerika yang melarang ekspor minyak bumi ke Jepang. Langkah ini kmudian diikuti oleh Inggris dan Belanda keadaan inilah yang akhirnya mendorong Jepang mencari minyak buminya sendiri.
Pada tanggal 1 Maret 1942 sebelum matahari terbit, Jepang mulai mendarat di tiga tempat dipulau Jawa yaitu di Banten, Indramayu, dan Rembang. Masing-masing dengan kekuatan lebih kurang satu devisi. [ 1 ]
 Pada awalnya misi utama pendekatan Jepang adalah mencari bahan-bahan keperluan perang. Pendaratan ini nyatanya di sambut dengan antusias oleh rakyat Indonesia. kedatangan Jepang memberi harapan baru bagi rakyat Indonesia yang saat itu telah menaruh kebencian terhadap pihak Belanda. Tidak adanya dukungan terhadap perang Gerilya yang dilakukan oleh Belanda dalam mempertahankan pulau jawa ikut memudahkan pendaratan. Melalui Indramayu dengan cepat Jepang berhasil merebut pangkalan udara kalijati untuk di persiapkan sebagai pangkalan pesawat hingga akhirnya tanggal 9 Maret upacara serah terima kukuasaan dilakukan antara tentara Jepang dan Belanda di Kalijati.
Meskipun ambisi Jepang demikian besar untuk menguasai Indonesia, namun Jepang menyadari dan berkaca dari kekuasaan Belanda selama di Indonesia. Sebab Belanda melakukan Imprealisme di Indonesia yaitu kurang lebih sekitar 350 tahun. Begitu banyak pergerakan-pergerakan baik yang bersifat politik maupun bersenjata yang tidak mengingankan adanya bangsa asing di wilayah Indonesia, hal ini menjadikan Jepang berhati-hati dan waspada. Jepang berusaha menarik simpati kepada rakyat Indonesia dengan berbagai macam cara.
            Jepang dalam menguasai kekuasaan penjajahannya di Indonesia, mereka menanamkan ideology yang mereka punya agar bisa mempengaruhi Indonesia yaitu dengan cara menghapuskan pengaruh barat ( Belanda ) yang ada di Indonesia. Jepang melakukan sistem Jepangnisasi dan menghapuskan berbagai macam warisan-warisan adat istiadat peninggalan Belanda. Tindakan-tindakan yang dilakukan Jepangnisasi terhadap bangsa Indonesia, salah satunya adalah Bendera Kimigayo yang boleh di kibarkan pada setiap perayaan hari-hari besar Nasional dan wajib mengemumandangkan lagu Kimigayo sebagai lagu kebangsaan Jepang. Sehingga dengan cara ini membuat bangsa Indonesia setidaknya lebih mempunyai rasa anti Belanda dan Pro terhadap Jepang.
            Pada tanggal 1 April 1942 Jepang menetapkan bahwa Indonesia harus menggunakan waktu Jepang ( waktu Tokyo ) dengan selisih waktu 90 menit untuk pulau Jawa. Waktu lama, yaitu waktu yang di gunakan pada masa penjajahan Belanda tidak boleh digunakan lagi. Selain perubahan waktu yang dilakukan oleh Jepang untuk kegiatan perekonomian yaitu kegiatan jual beli jepang menetapkan mata Uang Rupiah Hindia Belanda sebagai satu-satunya mata uang yang berlaku dan melarang penggunaan mata uang lain.
            Pengaruh terhadap doktrin dari Jepangnisasi ini sangat mempengaruhi terhadap kultur dan kehidupan bangsa Indonesia, sebab jepang menanamkan jiwa Rakyat Indonesia dengan rasa anti dunia Barat ( Belanda ). Pengaruh ini berdampak sekali terhadap perubahan seperti sosial, budaya, ekonomi bahkan politik. Pada bidang politik perubahan yang mendasar yaitu banyaknya terjadi perombakan dalam sistem pemerintahan pada masa penjajahan Jepang, karena setiap pergantian kekuasaan pasti memiliki perubahan. Seperti contonya, pada pergantian kepemimpinan Presiden Indonesia pasti setiap kepemimpinanya mempunyai kebijakan tersendiri. Begitulah yang terjadi pada masa penjajahan jepang ini, sistem pemerintahan masa Belanda tidak berlaku lagi di saat Jepang telah menguasai Indonesia.
Perubahan-perubahan Sistem Pemerintahan.
Pada bulan Agustus 1942 usaha pemerintahan Jepang meningkatkan dengan di keluarkannya Undang-undang No, 27 ( Tentang aturan pemerintahan daerah ) dan Undang-undang No.28 tentang pemerintah Syu dan Tokebetsu Syi. Yang menunjukan berakhirnya masa pemerintahan sementara. Ke dua Undang-undang tersebut merupakan pelaksanaan struktur Pemerintahan setelah datangnya tenaga pemerintahan sipil Jepang di pulau Jawa. Mereka mulai di pekerjakan pada badan-badan pemerintahan guna melaksanakan tujuan peorganisasian jepang yang hendak menjadikan pulau Jawa sebagai sumber perbekalan perangnya di wilayah selatan, oleh karena itu aparat pemerintahan harus berada dibawah kekuasaan bangsa Jepang terbukti dengan jumlah pegawainya yang ada di Pulau Jawa. [ 2 ]
            Menurut Undang-undang No.27 ( Perubahan Pemerintahan ) Indonesia di bagi menjadi 3 wilayah yaitu Wilayah 1 meliputi Pulau Jawa dan Madura, wilayah 2 meliputi daerah Pulau Sumatera dan Wilayah 3 meliputi daerah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Timor dan Maluku. Pembagian menjadi 3 wilayah ini bukan hanya sebagai pemindahan tangan pada penjajahan yang ada di Indonesia, alasan Jepang melakukan dengan membagi wilayah yang menjadi 3 yaitu agar mempermudahkan sistem pemerintahan jepang  dalam mengatur daerah kekuasaanya, sistem ini disebut dengan Desentralisasi. Jadi setiap daerah di pimpin oleh seorang yang dipilih Jepang sendiri yang tugasnya di atur oleh pemerintahan jepang untuk mengatur daerahnya yang di pimpin itu agar maju tanpa campur tangan orang lain.
            Jika daerah itu maju dan menghasilkan Sumber Daya yang banyak, tentu akan menguntungkan Jepang dalam peperangan tanpa pemerintahan jepang harus bersusah payah mengatur setiap wilayah jajahannya. Alasan yang ke dua adalah untuk menarik simpati bangsa Indonesia terhadap penjajahan Jepang di Indonesia, karena pimpinannya adalah orang Indonesia asli hanya saja tidak di pilih secara tidak Demokrasi tetapi di pilih langsung oleh pemerintahan Jepang yang berkuasa di Indonesia.
Pulau jawa dan Madura kecuali kedua koci Surakarta dan Yogyakarta di bagi atas Syu, Syi, Ken, Gun, Son, dan Ku. Daerah Syi sama dengan daerah Stands gempente dahulu ( istilah kotapraja ). Daerah Syu sama dengan keresidenan dahulu yang terbagi atas Syi dan Ken.
            Daerah Ken sama dengan Kabupaten Gu sama dengan Kewedanaan atau di strick daerah son, son sama dengan kecamatan atau onder district. Sedangkan Ku sama dengan keluruhan atau desa dahulu. Selaku kepala daerah pada Syi, Ken, Gun son dan Ku masing-masing di angkat oleh Syico, Kenco, Gunco, Sonco&Kuco. Dengan demikian pembagian daerah pemerintahan daerah yang pada zaman Hindia Belanda terdiri dari atas Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur di hapuskan,. Sebagai gantinya pada tanggal 8 Agustus 1942 di tetapkan Syu sebagai pemerintahan tertinggi. Meskipun luas daerah Syu sama dengan keresidenan dahulu. Fungsi dan kekuasaannya berbeda, Residen dahulu merupakan daerah dari pembantu Gubernur ( Resident ). Sementara itu, Syu merupakan pemerintah daerah yang tertinggi dan berotonomi di bawah seorang Syucokan yang kedudukannya sama dengan seorang gubernur. Seoarang Syukokan memegang kekuasaan tertinggi di daerah Stu karena ia mempunyai kekuasaan Legislatif dan Eksekutif. Sehingga dapat di sebutkan sebagai satu otokrasi yang terdapat dari bawahan sampai ke atas. [ 3 ]
Untuk lebih jelas lagi pembagian sistem pemerintahan atau kebijakan yang dilakukan oleh Jepang pada masa penjajahannya yaitu sebagai berikut :
1.      Keresidenan ( Syu ) di pimpin oleh seorang Syuco
2.      Kotapraja ( Syi ) di pimpin oleh seorang Syico
3.      Kabupaten ( Ken ) di pimpin oleh seorang Kenco
4.      Kewedanaan/Distrik ( Gun ) di pimpin oleh Gunco
5.      Kecamatan ( Son ) di pimpin oleh Sonco
6.      Kelurahan/Desa ( Ku ) di pimpin oleh Kuco
            Dalam melaksanakan tugasnya, Syucokan dibantu oleh cokan kabo ( Mp cokan) yang mempunyai tiga bu ( 3 bagian ) sebagai berikut :
1.      Naiseibu ( Bagian pemerintahan umum )
2.      Keizaibu ( Bagian Ekonomi )
3.      Keisatsubu ( Bagian kepolisian )
Para syucokan secara resmi di lantik oleh Gunseikan pada bulan September 1942. Pelantikan ini menjadi tonggak awal pelaksanaan organisasi pemerintahan daerah dan penyingkiran pegawai-pegawai Indonesia yang pernah digunakan masa Hindia Belanda.
            Di Sumatera pemerintahan militer dibawah panglima tentara ke 20 membentuk kerisedenan Syu yang terdiri atas bun Syu ( Sub-keresidenan) gun dan son. Jabatan tertinggi di pegang oleh Jepang kesepuluhan Syu yang di bentuk adalah Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Timur, Sumatera Utara, Bangka, Belitung, Riau, Bengkulu, Lampung, Palembang.
            Pada umumnya Struktur pemerintahan di bawah Syu sama dengan struktur pemerintahan di jawa. Perbedaannya hanya pada perubahan struktur di bawah. Salah satu di antaranya ialah perubahan afdeling ( kabupaten ) Siak dan Kepulauan Riau Lingga yang pada masa keresidenan Hindia Belanda masuk pada bagian Sumatera Timur dan pada masa Jepang di gabungkan ke dalam Riau Syu, sedangkan Kepulauan Riau Lingga berada di bawah otoritas Singapur. Jika di bawah jabatan gubernur di hapuskan pada masa pendudukan Jepang di Sumatera justru di angkat tiga orang gubernur masing untuk Sumatera Utara, Sumatera Tengah, Sumatera Selatan mereka bertugas mengkoordinasi beberapa Syu mengingat luasnya pulau Sumatera.
            Pemerintahan mileter Jepang telah mengadakan pemisahan Jawa dengan Sumatera sebagai daerah otonomi yang berdiri sendiri dengan demikian Sumatera tidak lagi berpusat di Jakarta ( Batavia ) seperti zaman Hindia Belanda. Pulau Sumatera di gabungkan dengan semenanjung Malaya dengan pusatnya di shonanto ( singapur ). Berdirinya Gunseikanbu terdiri dari beberapa Departemen seperti, Departeman dalam negeri, Departemen kepolisian, Departemen kehakiman, Departemen Industri, Departemen Keuangan, Departemen Perindustrian. [ 4 ]
            Pengawasan Jepang yang sangat ketat tersebut telah mengakibatkan bangsa Indonesia hidup sangat menderita. Kelaparan terjadi dimana-mana dikarenakan semua sumber daya alam baik hasil pertambangan, perkebunan, dan pertanian. Semuanya harus diserahkan kepada pemerintahan Jepang. Rakyat Indonesia dipaksa menyerahkan hasil panennya baik berupa padi, sayur-sayuran, palawijaya, buah-buahan dan lain-lain kepada Jepang.  Sehingga wabah kemiskinan yang parahpun terjadi di mana-mana, pada masa jepang sudah tidak asing lagi jika di temukan bangsa Indonesia yang mati bergelimpangan karena keparan.
Note :
1.      DR.A.H. Nasution (1977). Sekitar perang Kemerdekaan Jilid 1. Bandung. Penerbit Angkasa, Hal. 84.
2.      Nugroho. Notosusanto (2010). Sejarah Nasional Indonesia 6. Jakarta. Balai Pustaka, Hal. 14.
3.      S. Silalahi (2001). Dasar-dasar Indonesia Merdeka. Jakarta. Gramedia Indonesia, Hal. 32.
4.      Nugroho. Notosusanto (2010). Sejarah Nasional Indonesia 6. Jakarta. Balai Pustak, Hal. 17.
DAFTAR PUSTAKA
G. Nugroho (2010). Sejarah Nasional Indonesia 6. Jakarta: Balai Pustaka.
S. Silalahi (2001). Dasar-dasar Indonesia Merdeka. Jakarta: Gramedia Indonesia.
Adrian Vickers (2005). Sejarah Indonesia Modern. Sleman Yogyakarta: Univesity Pres.
http://www.bimbie.com/kebijakan-jepang.htm
http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Indonesia