TOKOH YANG BERPENGARUH DALAM SAREKAT ISLAM

Musri Indra Wijaya/ SI IV/ B

1.      Kiai Haji Samanhudi
Kiai Haji Samanhudi nama kecilnya ialah Sudarno Nadi. Adalah seorang anak dari pedagang batik bernama haji muhammadzein.keluarga ini pindah ke lawiyan, solo. Setelah menyelesaikan studinya di sekolah kelas dua, samanhudi membantu ayahnya erjualan batik sampai ia dapat berdiri sendiri dengan membuka perusahaan batik pada tahun 1888. Ia berhasil dalam bidang ini sehingga ia membuka cabang-cabang perusahaannya di berbagai kota di jawa seperti Surabaya, banyuwangi, tulung agung, bandung dan parakan. Pada tahun 1904 pergi ke Mekkah untuk naik haji dan kembali pada tahun berikutnya
Dalam dunia perdagangan, Samanhudi merasakan perbedaan perlakuan oleh penguasa penjajahan Belanda antara pedagang pribumi yang mayoritas beragama Islam dengan pedagang Cina pada tahun 1911. Oleh sebab itu Samanhudi merasa pedagang pribumi harus mempunyai organisasi sendiri untuk membela kepentingan mereka. Pada tahun 1911, ia mendirikan Sarekat Dagang Islam untuk mewujudkan cita-citanya.Ia dimakamkan di Banaran, Grogol, Sukoharjo.Sesudah itu,Serikat Islam dipimpin oleh Haji Oemar Said Cokroaminito.
2.      H.O.S. Cokroaminoto
Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto atau H.O.S Cokroaminoto lahir di Ponorogo, Jawa Timur, 16 Agustus 1882 dan meninggal di Yogyakarta, 17 Desember 1934 pada umur 52 tahun. Cokroaminoto adalah anak kedua dari 12 bersaudara dari ayah bernama R.M. Cokroamiseno, salah seorang pejabat pemerintahan pada saat itu merupakan keluarga yang taat beragama[1].
 Kakeknya, R.M. Adipati Tjokronegoro, pernah juga menjabat sebagai bupati Ponorogo. Sebagai salah satu pelopor pergerakan nasional, ia mempunyai beberapa murid yang selanjutnya memberikan warna bagi sejarah pergerakan Indonesia, yaitu Musso yang sosialis/komunis, Soekarno yang nasionalis, dan Kartosuwiryo yang agamis. Namun ketiga muridnya itu saling berselisih. Setelah menyelesaikan sekolah administasi pemerintahan di Magelang, ia menjadi seorang juru tulis pada patih Ngawi selama tiga tahun[2]. Ia kemudian menjadi Patih kemudian meninggalkan pekerjaan itu dan pindah ke Surabaya[3]. Ia mengikuti kursus-kursus malam dalam soal teknik mesin untuk tiga tahun lamanya antara tahun 1907 sampai 1910 dan bekerja sebagai pegawai pada sebuah pabrik gula di luar kota Surabaya pada tahun 1911-1912[4].
 Ketika ia didatangi oleh delegasi dari srekt islam Solo untuk bergabung dengan organisasi ini Tjokroaminoto telah terkenal dengan sikapnya yang radikal dengan menentang kebiasaan-kebiasaan yang memalukan bagi rakyat banyak. Ia terkenal sebagai seorang yang menganggap dirinya sama sederajat dengan pihak manapun juga, apakah dengan seorang Belanda ataupun seorang pejabat pemerintah. Dia berkeinginan sekali untuk melihat sikap  ini juga oleh kawan sebangsanya terutama di dalam berhubungan dengan orang-orang asing. Ia sering disebut orang Gatotkoco sarekat Islam[5].  Pada bulan Mei 1912, Tjokroaminoto bergabung dengan organisasi Sarekat Islam.
Cokroamonoto bergabung dengan sarekat islam di Surabaya atas ajakan dari pendiri sarekat islam sendiri yakni haji haji samanhoeddhi yang memang mencari orang-orang yang telah pernah mendapat pendidikan yang lebih baik dan lebih berpengalaman untuk memperkuat organisasinya[6]. Selanjutnya Tjokroaminoto langsung menyusun sebuah anggaran dasar baru bagi organisasi itu bagi seluruh Indonesia dan meminta pengakuan dari pemerintah untuk menghindarkan diri  dari apa yang disebutkan "pengawasan preventif dan represif secara administrative"[7].
Dengan berbagai alasan pemerintah belanda menolak untuk memenuhi permintaan tadi, tetapi organisasi setempat yang memiliki sifat yang sama dipertimbangkan oleh belanda, sehingga cabang-cabang sarekat islam dikisaran jawa yang memenuhi kriteria menurut sistem  belanda kemudian mengajukan permintaan untuk pengakuan akhirnya diberikan[8].
Keputusan pemerintah yang tidak mengakui pusat sarekat islam yang menaungi cabang-cabang tentu saja mengganggu struktur oganisasi dari sarekat islam yang menuurut kongresnya yang pertama di Surabaya bulan januari 1913 memang menekankan kegiatan yang bersiat menyeluruh untuk semua cabang di tanah air[9].
Sebagai pimpinan Sarikat Islam, HOS dikenal dengan kebijakan-kebijakannya yang tegas namun bersahaja. Kemampuannya berdagang menjadikannya seorang guru yang disegani karena mengetahui tatakrama dengan budaya yang beragam. Pergerakan SI yang pada awalnya sebagai bentuk protes atas para pedagang asing yang tergabung sebagai Sarekat Dagang Islam yang oleh HOS dianggap sebagai organisasi yang terlalu mementingkan perdagangan tanpa mengambil daya tawar pada bidang politik.[10]
Seiring perjalanannya, SI digiring menjadi partai politik setelah mendapatkan status Badan Hukum pada 10 September 1912 oleh pemerintah yang saat itu dikontrol oleh Gubernur Jenderal Idenburg. SI kemudian berkembang menjadi parpol dengan keanggotaan yang tidak terbatas pada pedagang dan rakyat Jawa-Madura saja.[11]. 
Perpecahan SI menjadi dua kubu karena masuknya infiltrasi komunisme memaksa HOS Cokroaminoto untuk bertindak lebih hati-hati kala itu. Perepecahan yang terjadi dalam kubu sarekat islam karena beberapa faktor salah satunya ialah penangkapn oleh pemerinth kolonial belanda terhadap Tjokroaminoto yang memberi peluang bagi para petinggi sarekat islam yang berhaluan marxis untuk mengamil alih politik dalamorganisasi ini[12].
Ia bersama rekan-rekannya yang masih percaya bersatu dalam kubu SI Putih berlawanan dengan Semaun yang berhasil membujuk tokoh-tokoh pemuda saat itu seperti Alimin, Tan Malaka, dan Darsono dalam kubu SI Merah. Namun bagaimanapun, kewibaan HOS Cokroaminoto justru dibutuhkan sebagai penengah di antara kedua pecahan SI tersebut, mengingat ia masih dianggap guru oleh Semaun. Singkat cerita jurang antara SI Merah dan SI Putih semakin lebar saat muncul pernyataan Komintern (Partai Komunis Internasional) yang menentang Pan-Islamisme (apa yang selalu menjadi aliran HOS dan rekan-rekannya)[13].
 Hal ini mendorong Muhammadiyah pada Kongres Maret 1921 di Yogyakarta untuk mendesak SI agar segera melepas SI merah dan Semaun karena memang sudah berbeda aliran dengan Sarekat Islam. Akhirnya Semaun dan Darsono dikeluarkan dari SI.
H.O.S. Cokroaminoto meninggal di Yogyakarta pada 17 Desember 1934 pada usia 52 tahun. Tjokroaminoto dimakamkan di TMP Pekuncen, Yogyakarta, setelah jatuh sakit sehabis mengikuti Kongres SI di Banjarmasin. Salah satu kata mutiara darinya yang masyhur adalah Setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid, sepintar-pintar siasat. Ini menggambarkan suasana perjuangan Indonesia pada masanya yang memerlukan tiga kemampuan pada seorang pejuang kemerdekaan.
3.      Semaun
Semaun (lahir di Curahmalang, kecamatan Sumobito, termasuk dalam kawedanan Mojoagung, kabupaten Jombang, Jawa Timur sekitar tahun 1899 dan wafat pada tahun 1971)[13]. Adalah Ketua Umum Pertama Partai Komunis Indonesia (PKI). Kemunculannya di panggung politik pergerakan dimulai di usia belia, 14 tahun. Saat itu, tahun 1914, ia bergabung dengan Sarekat Islam (SI) afdeeling Surabaya. Setahun kemudian, 1915, bertemu dengan Sneevliet dan diajak masuk ke Indische Sociaal-Democratische Vereeniging, organisasi sosial demokrat Hindia Belanda (ISDV) afdeeling Surabaya yang didirikan Sneevliet dan Vereeniging voor Spoor-en Tramwegpersoneel, serikat buruh kereta api dan trem (VSTP) afdeeling Surabaya. Pekerjaan di Staatsspoor akhirnya ditinggalkannya pada tahun 1916 sejalan dengan kepindahannya ke Semarang karena diangkat menjadi propagandis VSTP yang digaji. Penguasaan bahasa Belanda yang baik, terutama dalam membaca dan mendengarkan, minatnya untuk terus memperluas pengetahuan dengan belajar sendiri, hubungan yang cukup dekat dengan Sneevliet, merupakan faktor-faktor penting mengapa Semaoen dapat menempati posisi penting di kedua organisasi Belanda itu. Sementara itu pengaruh Semaun menjalar ke tubuh SI. Ia berpendapat bahwa pertentangan yang terjadi bukan antara penjajah-penjajah, tetapi antara kapitalis-buruh. Oleh karena itu, perlu memobilisasikan kekuatan buruh dan tani disamping tetap memperluas pengajaran Islam. Dalam Kongres SI Keempat tahun 1919, Sarekat Islam memperhatikan gerakan buruh dan Sarekat Sekerja karena hal ini dapat memperkuat kedudukan partai dalam menghadapi pemerintah kolonial. Namun dalam kongres ini pengaruh sosial komunis telah masuk ke tubuh Central Sarekat Islam (CSI) maupun cabang-cabangnya. Dalam Kongres Sarekat Islam kelima tahun 1921, Semaun melancarkan kritik terhadap kebijaksanaan Central Sarekat Islam yang menimbulkan perpecahan[14].
Rupanya benih perpecahan semakin jelas dan dua aliran itu tidak dapat dipersatukan kembali. Dalam Kongres Luar Biasa Central Sarekat Islam yang diselenggarakan tahun 1921 dibicarakan masalah disiplin partai. Abdul Muis (Wakil Ketua CSI) yang menjadi pejabat Ketua CSI menggantikan Tjokroaminoto yang masih berada di dalam penjara, memimpin kongres tersebut. Akhirnya Kongres tersebut mengeluarkan ketetapan aturan Disiplin Partai. Artinya, dengan dikeluarkannya aturan tersebut, golongan komunis yang diwakili oleh Semaun dan Darsono, dikeluarkan dari Sarekat Islam. Dengan pemecatan Semaun dari Sarekat Islam, maka Sarekat Islam pecah menjadi dua, yaitu Sarekat Islam Putih yang berasaskan kebangsaan keagamaan di bawah pimpinan Tjokroaminoto dan Sarekat Islam Merah yang berasaskan komunis di bawah pimpinan Semaun yang berpusat di Semarang[15].
Di Semarang, ia juga menjadi redaktur surat kabar VSTP berbahasa Melayu, dan Sinar Djawa-Sinar Hindia, koran Sarekat Islam Semarang. Semaun adalah figur termuda dalam organisasi. Di tahun belasan itu, ia dikenal sebagai jurnalis yang andal dan cerdas. Ia juga memiliki kejelian yang sering dipakai sebagai senjata ampuh dalam menyerang kebijakan-kebijakan kolonial.
Pada tahun 1918 dia juga menjadi anggota dewan pimpinan di Sarekat Islam (SI). Sebagai Ketua SI Semarang, Semaoen banyak terlibat dengan pemogokan buruh. Pemogokan terbesar dan sangat berhasil di awal tahun 1918 dilancarkan 300 pekerja industri furnitur. Pada tahun 1920, terjadi lagi pemogokan besar-besaran di kalangan buruh industri cetak yang melibatkan SI Semarang. Pemogokan ini berhasil memaksa majikan untuk menaikkan upah buruh sebesar 20 persen dan uang makan 10 persen.[16]
Bersama-sama dengan Alimin dan Darsono, Semaun mewujudkan cita-cita Sneevliet untuk memperbesar dan memperkuat gerakan komunis di Hindia Belanda. Sikap dan prinsip komunisme yang dianut Semaoen membuat renggang hubungannya dengan anggota SI lainnya. Pada 23 Mei 1920, Semaun mengganti ISDV menjadi Partai Komunis Hindia. Tujuh bulan kemudian, namanya diubah menjadi Partai Komunis Indonesia dan Semaoen sebagai ketuanya. PKI pada awalnya adalah bagian dari Sarekat Islam, tapi akibat perbedaan paham akhirnya membuat kedua kekuatan besar di SI ini berpisah pada bulan Oktober 1921. Pada akhir tahun itu juga dia meninggalkan Indonesia untuk pergi ke Moskow, dan Tan Malaka menggantikannya sebagai Ketua Umum. Setelah kembali ke Indonesia pada bulan Mei 1922, dia mendapatkan kembali posisi Ketua Umum dan mencoba untuk meraih pengaruhnya kembali di SI tetapi kurang berhasil.
Masa kecil
Semaun adalah anak Prawiroatmodjo, pegawai rendahan, tepatnya tukang batu, di jawatan kereta api. Meskipun bukan anak orang kaya maupun priayi, Semaoen berhasil masuk ke sekolah Tweede Klas (sekolah bumiputra kelas dua) dan memperoleh pendidikan tambahan bahasa Belanda dengan mengikuti semacam kursus sore hari. Setelah menyelesaikan sekolah dasar, ia tidak dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Karena itu, ia kemudian bekerja di Staatsspoor (SS) Surabaya sebagai juru tulis (klerk) kecil.
Politik
Kemunculannya di panggung politik pergerakan dimulai di usia belia, 14 tahun. Saat itu, tahun 1914, ia bergabung dengan Sarekat Islam (SI) afdeeling Surabaya. Setahun kemudian, 1915, bertemu dengan Sneevliet dan diajak masuk ke Indische Sociaal-Democratische Vereeniging, organisasi sosial demokrat Hindia Belanda (ISDV) afdeeling Surabaya yang didirikan Sneevliet dan Vereeniging voor Spoor-en Tramwegpersoneel, serikat buruh kereta api dan trem (VSTP) afdeeling Surabaya. Pekerjaan di Staatsspoor akhirnya ditinggalkannya pada tahun 1916 sejalan dengan kepindahannya ke Semarang karena diangkat menjadi propagandis VSTP yang digaji. Penguasaan bahasa Belanda yang baik, terutama dalam membaca dan mendengarkan, minatnya untuk terus memperluas pengetahuan dengan belajar sendiri, hubungan yang cukup dekat dengan Sneevliet, merupakan faktor-faktor penting mengapa Semaoen dapat menempati posisi penting di kedua organisasi Belanda itu.
Pada tahun 1918 dia juga menjadi anggota dewan pimpinan di Sarekat Islam (SI). Sebagai Ketua SI Semarang, Semaoen banyak terlibat dengan pemogokan buruh. Pemogokan terbesar dan sangat berhasil di awal tahun 1918 dilancarkan 300 pekerja industri furnitur. Pada tahun 1920, terjadi lagi pemogokan besar-besaran di kalangan buruh industri cetak yang melibatkan SI Semarang. Pemogokan ini berhasil memaksa majikan untuk menaikkan upah buruh sebesar 20 persen dan uang makan 10 persen.
Bersama-sama dengan Alimin dan Darsono, Semaoen mewujudkan cita-cita Sneevliet untuk memperbesar dan memperkuat gerakan komunis di Hindia Belanda. Sikap dan prinsip komunisme yang dianut Semaoen membuat renggang hubungannya dengan anggota SI lainnya. Pada 23 Mei 1920, Semaoen mengganti ISDV menjadi Partai Komunis Hindia. Tujuh bulan kemudian, namanya diubah menjadi Partai Komunis Indonesia dan Semaoen sebagai ketuanya.
Pada bulan Mei 1921, ketika Partai Komunis Indonesia didirikan setelah pendiri ISDV dideportasi, Semaun menjadi ketua pertama. PKI pada awalnya adalah bagian dari Sarekat Islam, tapi akibat perbedaan paham akhirnya membuat kedua kekuatan besar di SI ini berpisah pada bulan Oktober 1921. Pada akhir tahun itu juga dia meninggalkan Indonesia untuk pergi ke Moskow, dan Tan Malaka menggantikannya sebagai Ketua Umum. Setelah kembali ke Indonesia pada bulan Mei 1922, dia mendapatkan kembali posisi Ketua Umum dan mencoba untuk meraih pengaruhnya kembali di SI tetapi kurang berhasil.
Pada tahun 1917, di Semarang, seorang komunis muda berusia 19 tahun berhasil merebut kepemimpinan Sarekat Islam (S) di Semarang. Pemuda itu bernama Semaun. Ketika SI Semarang masih di bawah pengurus lama, Moehammad Joesoef, pendukungnya sebagian besar berasal dari kaum menengah dan pegawai. Begitu Semaun mengambi kepemimpinanan, sebagian besar pendukung SI Semarang berasal dari kaum buruh dan rakyat kecil[17].
Semaun membangun partainya dengan berpijak pada kenyataan yang hidup di sekitarnya. Dengan begitu, Ia membangun propagandanya berdasarkan kenyataan-kenyataan sosial yang terhampar di depannya, seperti persoalan agraria, wabah pes, Indie Weebaar. Di tangannya, marxisme diterjemahkan dalam keadaan-keadaan khusus di sekitarnya.[18].
Pada tahun 1921, terjadi keretakan antara SI-PKI akibat serangan pribadi Darsono terhadap pimpinan SI, termasuk Tjokroaminoto. Situasi itu dimanfaatkan sayap konservatif SI untuk mendorong disiplin partai dan menendang keluar sayap kiri. Namun, Semaun getol menyerukan persatuan diantara kedua golongan guna mengakhiri keretakan itu[19]
Kebijakan Semaun didukung oleh penggantinya, Tan Malaka, yang menganggap perpecahan timbul karena kritik yang ceroboh terhadap kepemimpinan Sarekat Islam. Ia mengimpikan sebuah kerjasama seperti Kongres Nasional di India, yang bisa menyatukan semua faksi untuk melawan imperialisme[20]
Anak didik Sneevliet ini bernama Semaun, salah satu kader komunisme yang berperan besar menurnbuhkan gerakan ini di Indonesia. Semaun adalah tokoh yang menggerakkan rnassa buruh untuk melakukan pernogokan besar-besaran, yang merongrong perekonomian Hindia Belanda pada dekade 1920-an. Kiprahnya tidak sebatas sebagai tokoh "Sarekat Islam yang berhaluan komunis", seperti yang dikatakan
sejarah Orde Baru, tetapi juga aktivis buruh yang ditakuti oleh Belanda. Bersama Tan Malaka, Semaun memperkenalkan cara agresi pemogokan buruh. Selama satu abad penuh, pernogokan rnerajalela di Hindia Belanda hingga rnembuat pemerintahan kolonial kerepotan dan rugi besar. Sarekat Islam (SI). Paksi dalam SI yang berhaluan komunis kemudian dikenal dengan nama SI merah
Organisasi yang dimotori Haji samanhudi dan Tjokroaminoto, akhirnya bisa diruntuhkan dari dalam. Tanpa disadari, keputusan untuk mengangkat semaun sebagai Presiden Sarekat Islam Semarang, pada 6 Mei 1917, menjadi awal dari bencana. Sosialisme dan komunisme tanpa disadari telah menjadi jamur yang tumbuh dengan cepat di SI. Anggota SI dari kalangan buruh dan rakyat kecil kemudian memisahkan diri dari SI.
4.      Abdul Muis
Abdoel Moeis (lahir di Sungai Puar, Bukittinggi, Sumatera Barat, 3 Juli 1883. Ia menyelesaikan pendidikanya di sekolah belanda di bukittinggi. Ia juga merupakan keturunan bangsawan yang kuat beragama. – meninggal di Bandung, Jawa Barat, 17 Juni 1959 pada umur 75 tahun) adalah seorang sastrawan dan wartawan Indonesia. Pendidikan terakhirnya adalah di Stovia (sekolah kedokteran, sekarang Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia), Jakarta akan tetapi tidak tamat. Ia juga pernah menjadi anggota Volksraad pada tahun 1918 mewakili Centraal Sarekat Islam.
Abdul muis bergabung dengan central sarekat islam atas permintaan cokroaminoto yang melihat dia sebagai  seorang Indonesia yan erpendidikan dan pengalaman yang dapat diharapkan dengan sikap radikal pula terhadap ketidak adilan dn segala macam penderitaan orang-orang Indonesia, sifat-sifat yang sangat diperlukan pada masa itu untuk mebina gerakan tersebut[21].
Kepemimpinan muis terlihat enanjak dan pada1916 ia menjadi wakil presiden central sarekat islam. Ia dan salim merupakan benteng dalam lingkungan sarekat islam terhadap penetrasi komunis pada masa periode kedua. Tetapi pada periode ketiga kedudukannya menurun sedangkan kedudukan salim bertambah menanjak. Namun kepemimpinan cokroaminto tidak tergoyah sama sekali.      
Pada Kongres Sarekat Islam Ketujuh tahun 1923 di Madiun diputuskan bahwa Central Sarekat Islam digantikan menjadi Partai Sarekat Islam (PSI). dan cabang Sarekat Islam yang mendapat pengaruh komunis menyatakan diri bernaung dalam Sarekat Rakyat yang merupakan organisasi di bawah naungan Partai Komunis Indonesia (PKI).
Pada periode antara tahun 1911-1923 Sarekat Islam menempuh garis perjuangan parlementer dan evolusioner. Artinya, Sarekat Islam mengadakan politik kerja sama dengan pemerintah kolonial. Namun setelah tahun 1923, Sarekat Islam menempuh garis perjuangan nonkooperatif. Artinya, organisasi tidak mau bekerja sama dengan pemerintah kolonial, atas nama dirinya sendiri. Kongres Partai Sarekat Islam tahun 1927 menegaskan bahwa tujuan perjuangan adalah mencapai kemerdekaan nasional berdasarkan agama Islam. Karena tujuannya adalah untuk mencapai kemerdekaan nasional maka Partai Sarekat Islam menggabungkan diri dengan Pemufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI).
5. Agus Salim
Tokoh-tokoh lain yang dianggap penting dalam perjuangan sarekat islam adalah agus salim. Ia dilahirkan di kota kedang Bukittinggi pada 8 oktober 1884 sebagai seorang anak dari pejabat pemerintah yang juga berasal dari kalagan bangsawan dan agama, salim menyelesaikan pelajaran sekolah menengahnya (HBS) di Jakarta dan kemudian bekerja pada konsulat belanda di Jeddah tahun 1906 sampai 1909. Perkenalan ia dalam sarekat islam amatlah ganjil, dia mendapat kabar dari seorang polisi belanda yang menyatakan bahwa cokroaminoto telah menjual sarekat islam kepada jerman dengan harga 150.000 poundsterling, dengan menggunakan uang itu I akan membangunkan pemberontakan besar di jawa, dan akan mendapat antuan persenjataan dari jerman.
Dari kabar tersebut dia menyimpulkan dua hal, yang pertama kabar itu hanya bohong belaka. Yang kedua jika kabar itu benar maka akan menjadi yang besar bagi negeri dan rakyat. Lalu dia melakukan penyelidikan dan berkenalan dengan pemimpinnya yakni cokroaminoto, hiingga ia mengetahui tujuan mulia dari sarekat islam ang menyebabkan salim menjadi seorang anggota sarekat islam
NOTES:
Gerakan modern islam di Indonesia 1900-1942  cetakan tahun 1982. Hal 120. [1], [2], [3]
Gerakan modern islam di Indonesia 1900-1942 cetakan tahu 1982. Hal 122.[4], [5]
Gerakan modern islam di Indonesia 1900-1941 cetakan tahun 1982. Hal 116 [6],[7], [8], [9]
Gerakan modern islam di Indonesia 1900-1942 cetakan tahun1982. Hal 136. [14], [15]
Gerakan modern islam di Indonesia 1900-1942 cetakan tahun 1982. Hal 137 [18], [19], [20]
Gerakan modern islam di Indonesia 1900-1942 cetakan tahun 1982. Hal 138. [16], [17]
Gerakan modern islam di Indonesia 1900-1942 tahun 1982. Hal 122 [21]
DAFTAR PUSTAKA
  1. Noer, Deliar. 1982. Gerakan Modern Islam di Indonesia. Jakarta: LP3ES
  2. Http//Id_wkipedia.org.tokoh-sarekat-islam

PENDIDIKAN DI RUSIA


DHEVA EKA PUTRA / SP
Sekilas tentang Rusia
Federasi Rusia atau Rusia (Bahasa Rusia: Росси́я, alihaksara: Rossiya), adalah sebuah negara yang membentang dengan luas disebelah timur Eropa dan utara Asia. Dengan wilayah seluas 17.075.400 km², Rusia adalah Negara terbesar di dunia. Wilayahnya kurang lebih dua kali wilayah Republik Rakyat Cina, Kanada atau Amerika Serikat. Penduduknya menduduki peringkat ketujuh terbanyak di dunia setelah Tiongkok, India, Amerika Serikat, Indonesia, Brasil dan Pakistan.
Negara ini dahulu pernah menjadi negara bagian terbesar Uni Soviet. Rusia adalah ahli waris utama Uni Soviet; negara ini mewarisi 50% jumlah penduduk, 2/3 luas wilayah, dan kurang lebih 50% aset-aset ekonomi dan persenjataannya[1].
Pendidikan di Rusia
Pendidikan di Rusia disediakan oleh negara dan diatur oleh Departemen Pendidikan Federal. Daerah mengatur pendidikan mereka dalam yurisdiksi yang berlaku dalam kerangka undang-undang federal. Pada tahun 2004 belanja negara untuk pendidikan sebesar 3,6% dari APDB, atau 13% dari anggaran negara konsolidasi.
Sekolah menengah terdiri dari 4 tahun sekolah dasar, 5 tahun sekolah menengah utama dan 2 tahun sekolah menengah penuh / kejuruan. Ada sekolah menengah khusus di mana mata pelajaran tertentu diutamakan, misalnya bahasa, matematika, fisika dan lain-lain. Sejumlah perguruan tinggi mengikuti sistem Barat dan mempunyai dua peringkat: BA (4 tahun) dan MA (2 tahun) tetapi kebanyakannya tetap sesuai sistem lama yaitu tanpa gelar BA dan MA (para tamatan diberi kualifikasi saja, misalnya guru sekolah, penerjemah, insinyur dan lain-lain) dengan tempo pelajaran 5-6 tahun. Jumlah universitas negeri (1994) ialah lebih dari 40, disertai 80 universitas khusus (teknik, medis, keguruan, pertanian) yang dulu bertaraf institut saja dan lebih dari 30 universitas swasta[2].
Pendidikan di Rusia diatur dan dikoordinasikan oleh negara , yang menjamin bahwa pendidikan umum gratis dan tersedia untuk semua orang . Sebagian besar sekolah adalah sekolah negeri , tetapi sekolah swasta juga telah didirikan dalam beberapa tahun terakhir .
Pendidikan biasanya dimulai dengan pra-sekolah sebelum usia enam tahun , meskipun tidak wajib. Anak-anak biasanya pergi ke TK atau pra - sekolah lain yang fokus pada kegiatan intelektual dan fisik. Langkah selanjutnya adalah sekolah dasar , yang merupakan bagian dari program pendidikan umum .
Pendidikan umum di Rusia terdiri dari tiga tahap : pendidikan dasar , yang berlangsung selama empat tahun , pendidikan dasar umum yang berlangsung selama lima tahun dan pendidikan menengah yang berlangsung selama dua sampai tiga tahun .
Pendidikan umum Rusia ditujukan pada intelektual , emosional , perkembangan moral dan fisik individu . Hal ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan yang akan memungkinkan siswa untuk beradaptasi dengan kehidupan di masyarakat serta membantu individu untuk membuat pilihan sadar mengenai pendidikan profesional .
Pendidikan umum biasanya terdiri dari 34 minggu belajar per tahun dan 27 sampai 36 jam belajar per minggu . Tahun akademik biasanya berlangsung dari tanggal 1 September hingga awal Juni . Ujian sekolah pada bulan Juni .
Bahasa pengantar adalah Rusia di semua lembaga pendidikan negara - terakreditasi , kecuali dalam pra - sekolah . Warga Federasi Rusia juga memiliki hak untuk menerima pendidikan umum dasar mereka dalam bahasa mereka sendiri .
Pendidikan umum adalah wajib . Dasar kurikulum memiliki beberapa bidang studi wajib seperti bahasa Rusia , bahasa asing , matematika , sejarah, politik , ilmu alam dan lain. Setiap sekolah desain kurikulum sendiri , yang didasarkan pada kebutuhan negara, dan ada beberapa tambahan atau disiplin opsional . Di Moskow , ada juga sekolah yang mengkhususkan diri dalam mata pelajaran tertentu, seperti matematika , musik, seni , dan olahraga. Sekolah-sekolah ini juga dapat menawarkan pendidikan tambahan untuk anak-anak , di samping mata kuliah umum
Setelah menyelesaikan pendidikan umum dasar dan dasar, siswa berpartisipasi dalam ujian akhir .Mereka diberikan Certificate of Education Umum Dasar (Attestat ob Osnovom Obshchem Obrazovani ), yang memberikan hak siswa untuk diterima menjadi baik pendidikan umum menengah, pendidikan kejuruan atau tingkat non -universitas pendidikan tinggi.
Setelah menyelesaikan pendidikan umum sekunder, siswa harus lulus pengesahan akhir Negara ( ujian akhir ) , setelah itu mereka akan diberikan Sertifikat Pendidikan Menengah Umum ,(Attestat ob Sredem Obshchem Obrazovanii) . Sekolah ini meninggalkan sertifikat akan memungkinkan siswa untuk melanjutkan ke pendidikan tinggi : baik pendidikan kejuruan atau keduanya non -universitas dan pendidikan tingkat universitas .
Baru-baru ini , jenis baru dari sekolah menengah telah muncul disebut gimnasium dan bacaan , yang dapat menjadi milik negara atau swasta . Masa studi dapat melebihi dari sekolah umum menengah, dan program pendidikan bisa lebih maju .
Secara total , pendidikan umum membutuhkan waktu 11 tahun untuk menyelesaikannya . Anak-anak terdaftar di sekolah pada usia enam dan biasanya mereka menyelesaikan sekolah pada usia 17 .
Pendidikan Non-Formal Di Rusia
Rusia di kenal dengan negara Komunis ,artinya bebas .Walaupun demikian , Rusia memiliki sistem pendidkan non-formal yang berkualitas dan berorientasi pada bagimana menciptakan seuatu yang baru demi kepentingan diri dan orang banyak di seluruh dunia. Pendidikan non-formal diawali dengan mendidik anak dari rumah hingga di bangku pendidikan. Ibu-ibu di Rusia sangat tangguh mengasuh anak. Iklim di Rusia sangat ekstrim pada musim-musim tertentu seperti musim dingin sehingga sang anak dididik untuk bisa berjuang mengadaptasi musim-musim tersebut. Ibu-ibu Rusia membawa anak mereka ke tempat salju untuk bermain iceskiting guna melatih fisik sang anak. Para ibu-ibu di Rusia tidak hanya menhabiskan waktu untuk berdan-dan mereka memilki tanggungjawab membawa anak ke tempat - tempat bermain di taman kanak-kanak dan Paud.
Di Rusia terdapat berbagai lembaga-lembaga pendidikan non-formal seperti Kursus mekanik,bahasa Inggris, Kursus Pilot , dan lain-lan. Para siswa maupun mahasiswa diwajibkan belajar sejumlah kursus yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga pendidkan non-formal di Rusia . Pendidikan non-formal dianggap sebagai barometer kemajuan suatu bangsa dan pengaplikasian ilmu yang sesuai dengan kondisi dan situasi negara. Pendidikan militer merupakan kewajiban siswa yang harus dikuti pada masa studi baik di sekolah menengah pertama sampai perguruan tinggi negeri maupun suwasta .
Kegiatan diluar sekolah seperti ikatan pemuda, interaksi sosial dilibatkan pelajar dan mahasiswa untuk mengembangkan kepemimpinan dan organisasi.
Kerjasama Pendidikan Antara Indonesia dan Russia
            Dunia pendidikan Indonesia dan Russia mengalami kemajuan pesat pada masa Presiden Soekarno, ketika begitu banyak para pelajar Indonesia yang melanjutkan studinya di Moskow dan sebaliknya, Para pelajar Russia belajar dan bermukim di Jakarta.
            Para mahasiswa Indonesia yang belajar di uni soviet ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah setempat. Meski begitu, para mahasiswa Indonesia diharuskan mengikuti ikatan dinas dengan pemerintah Indonesia[3].

Inilah isi butir – butir perjanjian itu :
- Bahwa saya akan tetap setia kepada kepala Negara RI
- Bahwa saya akan tetap setia kepada Pemerintah RI
- Bahwa saya akan tetap setia kepada Pancasila sebagai falsafah Negara dan USDEK serta Manifesto Politik sebagai Haluan Negara
- Bahwa saya akan berusaha untuk menyelesaikan pelajaran – pelajaran dengan tepat waktu
- Bahwa saya bersedia bekerja untuk Pemerintah RI Sesuai ketentuan perundang – undangan yang berlaku
- Bahwa saya tidak akan berbuat apapun yang mencemarkan nama baik Negara dan Bangsa Indonesia
- Bahwa saya akan bersedia menerima akibat – akibat dari pelanggaran perjanjian tersebut diatas
Koesalah menerjemahkan butir – butir itu dalam kalimat sederhana : "Selesai belajar, mahasiswa harus bekerja pada pemerintah selama dua kali masa belajarnya (5 atau 6 tahun), ditamba satu tahun, ditambah lagi tugas kerja sarjana selama 3 atau 4 tahun. Itu artinya 14 atau 15 tahun"[4].
Mesranya hubungan Indonesia dan Uni Soviet pada era Presiden Soekarno, juga membuka akses tanpa batas kepada Indonesianis Uni Soviet. Sebagian besar dari mereka dikirim ke Jakarta untuk menjadi penerjemah. Pada era ini pula, karena besarnya komunitas Uni Soviet di Jakarta, Jalan Daksa di Kebayoran Baru tempat mereka bermukim dijuluki "Little Moscow".
Setelah peristiwa G 30 S/PKI, kerjasama antara Indonesia dan Uni Soviet berhenti total. Dalam waktu yang lama, Tidak ada lagi mahasiswa Uni Soviet yang belajar di Indonesia[5]. 
Russia dikenal memiliki Universitas yang unggul dalam bidang teknologi, lingkungan social dan satra. Selain itu, biaya pendidikan di Russia lebih murah dibandingkan dengan biaya pendidikan dikawasan Eropa. Biaya pendidikan di Perguruan Tinggi di Russia sekitar 2000 sampai 5000 Dollar Amerika Serikat pertahun , tergantung bidang ilmu yang akan dipelajari [6].

Notes
[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Rusia (Diakses pada 1 Maret 2014)
[2] http://id.wikipedia.org/wiki/Rusia#Pendidikan (Diakses pada 1 Maret 2014)
[3] Tomi Lebang (2010). Sahabat Lama, Era Baru "60 Tahun Pasang Surut Hubungan Indonesia – Russia". Penerbit Grasindo. Jakarta. Hal : 78
[4] Tomi Lebang (2010). Sahabat Lama, Era Baru "60 Tahun Pasang Surut Hubungan Indonesia – Russia". Penerbit Grasindo. Jakarta. Hal : 79
[5] Tomi Lebang (2010). Sahabat Lama, Era Baru "60 Tahun Pasang Surut Hubungan Indonesia – Russia". Penerbit Grasindo. Jakarta. Hal : 81
[6] Bagus Dharmawan dan Irwan Suhanda (2006). Kuliah ke Luar Negeri itu Mudah Seri Amerika Utara dan Eropa. Penerbit Buku Kompas. Jakarta. Hal : 166 - 167

SEJARAH DAN PENDIDIKAN DI TURKI

CYNDI DWI RAHMADANI / SP

            Turki adalah sebuah negara besar yang memiliki sejarah yang sangat panjang. Secara geografis, wilayah Turki terletak diantara Asia dan Eropa. Meski 97 % daratannya menjorok masuk ke dalam wilayah Asia, sehingga di kenal sebagai Anatolia (Asia Kecil), namun secara umum negara ini diterima sebagai negara Eropa. Wilayah Turki berupa dataran tinggi, sekitar 4/5 daratan berada pada ketinggian diatas 500 m.
            Turki menempati lokasi strategis. Di lokasi ini, Benua Afrika, Asia, dan Eropa berada pada posisi yang berdekatan. Kondisi ini membuat wilayah Turki sudah dihuni sejak zaman kuno. Dratan Turki adalah saksi dari kelahiran banyak peradaban, seperti Hittite Kuno, Persia, Romawi, dan Arab. Kini mayoritas penduduk Turki adalah keturunan dari penghuni peradaban masa lalu. Minoritas terbesar adalah orang Kurdi. [1]
            Dahulu Turki merupakan negara yang berbentuk kerajaan, namun saat ini pemerintahan Turki berbentuk republik yang beribu kota di Istanbul. Istanbul merupakan kota yang paling bersejarah, karena dahulu Istanbul memiliki tiga kekaisaran yang agung, yaitu, Byzantium, Romawi, dan Usmani.
Sekilas Tentang Bangsa Turki :
            Tanah kelahiran asli etnis Turki dan nenek moyang mereka yang sebenarnya adalah Negeri Turkistan di Asia Tengah yang sekarang wilayahnya di tempati beberapa republik, yaitu Kazakhstan, Turkmenistan, Tajikistan, Kirghizstan, dan Uzbekistan (sudah memisahkan diri dari Uni Soviet). Di tambah daerah jajahan Cina yang hingga kini dikenal dengan nama Turkistan Timur atau Xinjiang (Sinkiang). Wilayah lain dari negeri Turkistan juga terdapat di Iran dan Afghanistan, yang dahulu dikenal dengan nama Khurasan. [2]
            Etnis Turki bersal dari ras mongol (berkulit kuning atau anak cucu Yafits ibn Nuh) yang mendiami sebagian besar Benua Asia, seperti orang Cina, Jepang, Mongol, Tartar, Melayu, dan seterusnya. Etnis Turki juga dikenal memiliki fisik yang kuat dan kemampuan perang yang hebat. Ini semua bisa dimaklumi karena memang kondisi geografis mereka, yaitu memiliki bukit-bukit yang menjulang, lembah-lembah yang curam, serta gurun pasir yang gersang.
Modernisasi Pendidikan Di Turki :
Meninjau perkembangan pendidikan Islam di Turki tidak lepas dari pengaruh budaya, dan kondisi sosial politiknya, kebudayaan turki merupakan perpaduan antara kebudayaan Persia, Byzantium Romawi, dan Arab. Dari kebudayaan Persia mereka banyak menerima ajaran-ajaran tentang etika dan tatakrama dalam kehidupan istana. Masalah organisasi, pemerintahan dan prinsip kemiliteran, mereka dapat dari kebudayaan Byzantium Romawi. Sedangkan dari bangsa Arab mereka mendapatkan ajaran tentang prinsip ekonomi, kemasyarakatan, dan pengetahuan.
Sebagai bangsa yang berdarah militer, Turki Ustmani lebih memperhatikan kemajuan dibibang politik dan kemiliteran. Sedang dalam pendidikan tidak terlalu menonjol, kecuali dalam bidang arsitektur. Pendidikan lebih dikonsentrasikan pada pelatihan militer.
Pada masa pertengahan, lapangan ilmu pengetahuan menyempit. Madrasah adalah satu-satunya lembaga pendidikan umum yang didalamnya hanya diajarkan pendidikan agama. Kemerosotan standar-standar akademis yang terjadi dikarenakan sedikitnya jumlah buku-buku yang tercantum dalam kurikulum, dan waktu yang diberikan terlalu singkat sehingga dalam menguasai materi yang diberikan, murid-murid sulit memahaminya.
Masuknya sistem pendidikan modern di kalangan Kerajaan Turki Utsmani bermula sejak Sultan Mahmud II (1785-1839 M). Ia mengadakan pembaharuan dalam bidang pemerintahan, militer, hukum, termasuk dalam bidang pendidikan. Sebagaimana di dunia Islam lainnya di zaman itu, madrasah merupakan satu-satunya lembaga pendidikan yang ada di Kerajaan Utsmani. Di madrasah itu hanya diajarkan pengetahuan agama, sedangkan pengetahuan umum tidak diajarkan sama sekali. Sultan Mahmud menyadari bahwa madrasah-madrasah tradisional tersebut tidak sesuai lagi dengan tuntutan perkembangan zaman. Oleh karena itu, ia berusaha untuk memperbaiki sistem pendidikan madrasah yang ada agar anak-anak bisa mendapatkan pelajaran pengetahuan umum. [3]
Namun, mengadakan perubahan dalam kurikulum madrasah dengan memasukkan pengetahuan-pengetahuan umum pada waktu itu sangat sulit. Karena itu, ia mendirikan dua sekolah pengetahuan umum yang berdiri sendiri, terpisah dari system madrasah tradisional yang ada. Kedua sekolah itu adalah :
a)         Sekolah Pengetahuan Umum (Mekteb – i Ma’arif)
b)         Sekolah Sastra (Mekteb – i Edebiye)
           
            Sistem Pendidikan Di Turki
Sistem Pendidikan di Turki secara umum dapat dikatakan hampir sama dengan sistem pendidikan di Indonesia. Adapun sitem pendidikan nasional Turki yang utama terdiri dari dua bagian: [4]
1.      Pendidikan Formal (Formal Education)
Penddikan formal adalah sistem sekolah yang terdiri dari lembaga-lembaga pendidikan prasekolah, pendidikan dasar, pendidikan menengah / kejuruan dan pendidikan tinggi.
a.       Pendidikan pra-sekolah
Pendidikan pra sekolah adalah pendidikan yang opsional, bertujuan untuk memberikan kontribusi mental, dan emosional pada perkembangan fisik anak/siswa untuk membantu mereka memperoleh kebiasaan baik (ahklak), yang ditekankan pada saat mereka masih di pendidikan dasar. Pendidikan pra-sekolah diberikan di TK, rumah penitipan anak, pembibitan kelas di sekolah dasar dan kelas persiapan oleh berbagai departemen dan instansi terkait, dan Departemen Pendidikan Nasional Turki.
b.      Pendidikan Dasar
Pendidikan dasar, memberikan pengetahuan dasar pada anak-anak dan memastikan fisik, perkembangan mental dan moral sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Pada umumnya terdiri dari pendidikan anak-anak dalam kelompok usia 6-14 tahun. Delapan tahun pendidikan dasar adalah wajib untuk semua warga negara Turki yang telah mencapai usia enam tahun, ada juga sekolah swasta akan tetapi masih berada di bawah kontrol negara. Akan tetapi khusus pelajaran bahasa asing sudah dimulai diberikan sejak 4 tahun dalam pendidikan dasar.
c. Pendidikan Menengah / Kejuruan
Sekolah Menengah umum adalah lembaga pendidikan yang mempersiapkan siswa untuk institusi pendidikan tinggi. Mereka menerapkan program tiga tahun lebih dan di atas pendidikan dasar, yang terdiri dari siswa dalam kelompok umur 15-17 tahun. Tujuan pendidikan menengah adalah untuk memberikan pengenalan pada siswa dengan budaya umum pada tingkat minimum dan mempersiapkan mereka dalam mengemban tanggung jawab bagi masyarakat demokratis, membuat mereka menghormati hak asasi manusia serta mempersiapkan mereka pada pendidikan yang lebih tinggi atau bisnis ke arah kepentingan kehidupan yang sejahtera.
Sekolah-sekolah menengah swasta, memiliki kelas persiapan bahasa asing, sesuai dengan sasaran program pendidikan, dan dalam pendidikan bahasa asing yang dipadukan dalam kelompok ilmu pengetahuan dan matematika.
Pendidikan Kejuruan memberikan instruksi khusus dengan tujuan memberikan pelatihan kemahiran yang berkualitas. Organisasi dan periode instruksi dari sekolah berbeda. Beberapa dari mereka memiliki program empat tahun dalam hal ini usia sekolah adalah 15-18 tahun.
d.      Pendidikan Tinggi (Higher education)
Di Turki, pendidikan tinggi meliputi semua institusi pendidikan setelah pendidikan menengah, yang menyediakan setidaknya dua tahun pendidikan tinggi dan mendidik siswa untuk melanjutkan ke jenjang, sarjana, master atau gelar tingkat doktor. Lembaga pendidikan tinggi terdiri dari universitas, fakultas, institut, sekolah pendidikan tinggi, konservatori, sekolah kejuruan pendidikan tinggi dan pusat penelitian aplikasi. Di Turki, eskalasi pendidikan yang lebih tinggi adalah untuk mencapai tingkat kemampuan dalam menghadapi era globalisasi dunia, baik dari segi kualitas dan kuantitas.
Tujuan pendidikan tinggi adalah untuk melatih tenaga kerja dalam suatu sistem, prinsip-prinsip pendidikan dan pelatihan kontemporer untuk memenuhi kebutuhan Negara. Namun demikian dipendidikan tinggi juga disediakan beberapa pendidikan khusus di berbagai bidang bagi siswa yang telah menyelesaikan pendidikan menengah.

2.      Pendidikan Non Formal
Pendidikan non formal mencakup semua kegiatan yang diselenggarakan di dalam atau di luar sekolah.
           
NOTES :
1.      Ensiklopedia Kaukasus dan Asia kecil BAB 5. Hal : 238 dan 239
2.      Buku Pintar Sejarah Islam. Pengantar : Dr. Raghib al-Sirjani. Penerbit : Zaman. Hal : 810