PENDIDIKAN AMERIKA SERIKAT (AS)


ABDULLAH / SP
Amerika serikat yang di singkat dengan AS adalah sebuah negara republik konstitusional federal yang terdiri dari 50 negara bagian dan sebuah distrik pederal negara ini terletak di tengah amerika utara yang menjadi lokasi 48 negara bagian yang saling bersebelahan beserta ibu kota whasington, amerika serikat di apit oleh samudra pasifik dan atlantik di sebelah barat dan timur berbatasan dengan kanada di sebelah utara dan meksiko di sebelah selatan ,dua negara bagian lainnya yaitu alaska dan hawai terletak terpisah dari daratan utara amerika serikat sedangkan negara bagian alaska terletak di sebelah ujung barat laut amerika utara berbatasan dengan kanada di sebelah timur dan rusia di sebelah barat yang di pisah oleh selat bering, sedangkan negara bagian hawai adalah sebuah kepulauan yang lokasinya di samudra fasifik dahn karabia. Amerika serikat merupakan salah satu negara yang paling multi etnis dan multikultural di dunia yang muncul akibat adanya imigrasi bear besaran dari berbagai penjuru dunia iklim dan geografi amerika serikat sangat beragam dan negara ini menjadi tempat tinggal berbagai spesies. Dan bangsa indian mulai bermigrasi dari asia sampai daratan yang saat ini di sebut amerika serikat sekitar 15000 tahun yang lalu dan bagsa eropa sekitar 1600 tahun yang lalu. Dan amerika serikat tergolong negara maju di bidang indrustri.
SISTEM PENDIDIKAN DI AMERIKA SERIKAT
Sistem pendidikan amerika serikat terjadi begitu saja, dan di pengaruhi beberapa hal yang sangat berpengaruh yaitu pfaktor sejarah, geografi, dan faktor demokrafi, Dan negara yang berpenduduk terdiri dari 50 negara bagian, dan wasington dan luas wilayah  lebih kurang 9,4 km persegi, Penduduk pertamanya ialah orang orang indian atau penduduk  asli di daerah alaska dan imigran berbagai pelosok dunia semangkin bertambah besar penduduknya, orang yang pertama kali menduduki amerika serikat aialah orng india kemudian eropa, bahkan sampai asia,kemudian penduduk asli yaitu indian yang berkulit hitam sedangkan orang eropa berkulit putih di lihat dari kulitnya mayoritas ialah kulit putih yaitu orang orang eropa sedangkan minoritas ialah kulit hitam yaitu berpenduduk asli amerika serikat orang orang indian. Dan kombinasi karakteristik geografis dan demografi seperti di utara mengakibat kan terjadinya variasi yang sangat besar antara daerah satu dengan daerah lain, negara bagian alaska , merupakan daerah yang paling luas akan tetapi penduduknya sedikit, sedangkan negara bagian Rhode island merupakan yang terkecil luasya,selain segi luas y kebanyakan jumlah penduduk di amerika serikat yang mempengaruhi pendidikan di sana dan mempnyai persoalan yang berbeda pula dalam pengadaan sekolah sekolah kita lihat seperti New York, Washington, D.C., Chicago, Detroit, dan los angeles merupakan tempat tempat yang banyak pengangguran, orang orang miskin dan orang orang yang tidak bisa berbahasa inggris juga di iringi dengan masalah masalah ekonomi dan keadaan ini mempengaruhi pendidikan yang ada di sana dan adapun Masalah penduduk ialah semangkin kurangnya orang yang bergerak di bidang pertanian sebagai buruh pertanian dan kira kira penduduk bekerja sebagai juru tulis sampai pada tenaga tenaga propesional, dan jumlah tenaga wanita juga meningkat sementara penganguran tinggi.
POLITIK DAN TUJUAN POLITIK
Karakteristik utama sistem pendidikan merika serikat ialah sangat menonjolnya desentralisasi, pemerintah pederal, negara bagian serta pemerintah daerah memiliki aturan dan tanggung jawab masing masing yang sangat jelas. Pemerintah federal tidak punya mandat untuk mengontron dan mengatur pendidikan untuk masyarakat.Hal ini di sebabkan soal pendidikan tidak di sebutkan dalam negara amerika serikat karena di tanggung oleh pemerintah pederal. Ada ketentuan dan aturan pemerintah pederal mengenai kelompok kelompok minoritas rasial dan orang orang cacat dan pemerintah federal mendukung penelitian pendidikan tetapi pemerintah amerika serikat tidak memiliki sistem pendidikan yamng terpusat atau bersifat nasional , namun ini tidak berarti pemerintah federal tidabk ada pengaruh dengan masalah masalah pendidikan yang seseungguhnya. Dan adapun tujuan pendidikan amerika serikat ialah sebagai berikut:
1.      Untuk mencapai kesatuan dalam kebineikaan
2.      Untuk mengembangkan praktek praktek dan cita cita demokrasi
3.      Untuk membantu perkembangan individu
4.      Untuk mempercepat kemajuan nasional
STRUKTUR DAN JENIS JENIS PENDIDIKAN
            Setiap negara negara bagian menyediakan pendidikan secara geratis bagi anak anak negeri mulai dari taman anak anak di tambah 12 tahun pada jenjang jenjang pendidikan lainya adapun undang undang tidak sama dengan di antara negara negara bagian dan anak anak mulai usia 6-7 tahun harus menempuh pendidikan. Dan di dalam sistem pendidikan negara amerika serikat terdapat beberapa pola struktur di antaranya ialah: mualai dari sekola taman kanak kanak + pendidikan dasar 1-8+4 tahun SLTA kemudian taman kanak kanak + sekolah dasar 1-6+3 tahun SLTP + 4 tahun SLTA dan kemudian taman kanak kanak + sekolah dasar dan setelah 12 tahun tingkat taman kanak kanak maka di lanjut kan sekola akademik sebagai bagian dari sistem pendidikan dan dengan mengikuti struktur pendidikan yang ada maka usia anak akan menempuh pendidikan dasar usia 17-18 tahun[1].
            Pendidikan khusus mendapat perhatian yang sungguh sungguh dari pemerintah maupun masyarakat yang mencangkup pendidikan bagi kanak kanak tuna runggu, tuna netra,cacat tubuh, idiot, serta yang mendapat gangguan emosional. Di luar itu pendidikan non formal disponsori tidak hanya oleh badan badan pemerintah tetapi juga oleh badan badan swasta, serikat serikat buruh, badan badan keagamaan, serta individu individu yang kadangkala yang menjadikannya bisnis. Sekola dan lembaga lembaga pendidikan tinggi sering melakukan program pendidikan non formal ini merupakan bagian dari kegiatan bagi orang orang dewasa yang mencangkup antara lain menulis membaca pendidikan persamaan hobi kerajinan seni dan rekreasi.
Dalam sejarah pendidikan Amerika Serikat, pendidikan sudah menjadi tanggung jawab pemerintah negara bagian dan masyarakat setempat[2] Walaupun demikian semenjak 1872 pemerintah telah ikut campur tangan mulai dari memberikan tanah negara guna membangun fakultas dan juga membantu sekolah dengan program makan siang, menyediakan dana bagi veteran dan menyediakan pinjaman bagi mahasiswa.
Semenjak tahun 1979 dibentuk sebuah departemen pendidikan federal yang dipimpin oleh seseorang yang setaraf sekretaris kabinet. Yang memegang tugas melaksanakan kebijakan pemerintah dalam pendidikan. Hampir semua negara bagian memisahkan antara badan yang memberikan izin pendirian pergfuruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta. Di perguruan  tinggi memiliki struktur pelaksanaan tugas ya masing masing
Kalau kita lihat sumber keuangan pendidikan khususnya pendidikan dasar dan menengah berasal dari daerah kabupaten dan sumber-sumber lokal lainnya yang sebagian besar berasal dari pajak negara bagian. Anggaran pemerintah federal untuk perguruan tinggi juga meningkat terutama pendidikan kejuruan teknik dan pendidikan bagi orang yang kembali ke kampus untuk belajar. Pada umumnya beban biaya pendidikan bagi mahasiswa negeri lebih berat dibanding beban biaya untuk mahasiswa swasta.
Dan dilihat dari Kurikulum dan Metodologi Pengajaran negara amerika serikat Kebiasaan otonomi yang sudah lama dan kuat serta keadaan masyarakat  sangat mempengaruhi bentuk kurikulum serta cara mengajar di Amerika Serikat. Disini tidak ada  kurikulum nasional yang resmi. Bagian pendidikan negara bagian menggariskan kurikulum dengan tingkat variasi yang cukup besardan memberi peluang pada daerah setempat. Pada awalnya sekolah amerika sangat dipengaruhi oleh agama dan fokus pada keterampilan tulis baca. Semenjak abad ke 19 perhatian terhadap masalah sosial semakin menonjol. Pada akhir abad ke 19 muncul tuntutan untuk mengubah kurikulum dan metode mengajar dengan mengarahkan perhatian pada kebutuhan muris yang berbeda, serta perhatian terhadap kebutuhan individu. Dengan demikian siswa memiliki peluang yang besar untuk menentukan pilihan. Pertambahan jumlah populasi sekolah yang sangat cepat dan kemajuan iptek menjadi dorongan untuk inovasi-inovasi baru terutama metode pengajaran. Di daerah perkotaan persoalan sosial telah mendorong munculnya mata pelajaran baru yaitu studi etnis, pendidikan lingkungan, pendidikan seks, pendidikan narkoba dan sebagainya. Namun, awal 1980-an ada kecendrungan untuk kembali pada yang lama serta kebutuhan baru atas pendidikan akhir.
Sistem pendidikan di Amerika mempunyai sifat yang khas yang berbeda dari sistem pendidikan di  negara-negara lain. Hal ini terutama karena sistem pemerintahannya yang mendelegasikan kebanyakan wewenang kepada negara bagian dan pemerintahan lokal (distrik atau kota). Amerika tidak memiliki sistem pendidikan nasional yang ada adalah sistem pendidikan dalam artian terbatas pada masing-masing negara bagian. Hal ini berdasarkan padafilosofi bahwa pemerintah (federal/pusat) harus dibatasi perannya, terutama dalam pengendalian kebanyakan fungsi-fungsi publik seperti sekolah, pelayanan sosial dan lain-lain. Karena itu di Amerika dalam pendidikan dasar dan menengah tidak ada kurikulum nasional bahkan tidak ada kurikulum negara bagian. Apa yang ada hanyalah semacam standar-standar kompetensi lulusan yang ditetapkan pemerintahan negara bagian ataupun pemerintahan lokal. Walaupun begitu pemerintah federal (pusat) diberi wewenang terbatas.
ISU ISU DAN REFORMASI PENDIDIKAN
Mungkin banyak orang yang beranggapan bahwa pendidikan di negara amerika serikat sudah mantap dan hampir tidak punya masalah yang berarti karena di dasarkan alasan alasan yang sangat kuat yaitu kestabilan politik dan selain itu amerika sudah lama melaksanakan sistem pendidikan tersebut sehingga bayak negara negara lain yang mengikuti sistem ini dan di jadikan referensi bukan itu aja banyak negara di dunia untuk kuliah di Amerika serikat dan amerika memiliki beasiswa yang sangat banyak dan di ungulkan.selain kategori itu sistem pendidikan di amerika serikat juga mengalami masalah yaitu.
            Yang pertama, dinamika perubahan sosial masyarakat amerika serikat yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir sangat mempengaruhi pendidikan mualai dari tingkat prasekola sampai tingkat perguruan tinggi. Sebagai hasil emansipasi yang sejak lama di perjuangkan di amerika serikat hampir semua wanita sudah mendapat pendidikan yang sama dengan pria dan wanita juga sudah mendapat tempat yang sangat luas dalam lapangan kerja baik bagi merekas yang sudah bekeluarga ataupun yang belum berkeluarga, bagi yang berkeluarga menitipkan anak ya yang resmi dan mereka juga mendapat rumah yang kosong kaena kedua orang tuanya tinggal di tempat ia bekerja
            Yang ke dua ialah, masyarakat amerika serikat saat ini di hadapkan dengan tingkat  perceraian , mungkin di antara negara negara di dunia yanhg mengakibat kan banyak anak anak yang hidupnya hanya satu orang tuanya dan mau tidak mau harus bekerja untuk hidup mereka sehingga banyak diatas garis ke miskinan dan bahkan ada yang dap[at bantuan dari pemerintah .
            Yang ke tiga ialah amerika serikat memiliki berbagai badan badan resmi hyang berpungsi sebagai instrumen minitoring dan evaluasi pendidikan dianaranya kialah NAEP, OERI, OPIP, OLP. Berdasarkan hasil penelitian bahwasanya kualitas sistem pendidikan engalami kemunduran yang cukup serius dan hal ini di ambil serius oleh media massa.dan ada laporan yang mengungkapkan rasa kesedihan yang sangat mendalam bahwa hasil yang di capai siswa amerika serikat sangat mengecewakan dalam perbandinagn internasional dalam ujian pelajaran matematika,sains dan geografi. Sedangkan laporan lain ialah meningkatnya jumlah anak di amerika serikat yang putus sekolahdi kota kota oleh karena itu di perlukan pendidikan yang komprehensif.
DAFTAR PUSTAKA
[2] Mc Adam, Richad P.(1993). Lessons from abroad : How 0ther countries educate their Children ( chapter 2 : the amerikan education ( 1sted), Oxford : pergamon press. Hal 23

PENDIDIKAN DI NEGARA ARAB SAUDI


EGI SEPTIA WINDARI / SP
A.    Latar Belakang
Pendidikan merupakan suatu aspek kehidupan yang sangat penting. Melalui pendidikan, kualitas suatu negara dapat diketahui. Pendidikan mampu menunjukkan maju tidaknya suatu negara. Tak jarang pendidikan dijadikan sebagai tolok ukur dalam kemajuan suatu negara. Oleh karena itu, setiap negara berlomba-lomba memajukan bidang pendidikan untuk memajukan negaranya termasuk di negara Arab Saudi.
Nama resmi negara ini adalah Kerajaan Arab Saudi, yang  berdiri pada tanggal 23 September 1932 dengan ibukota Riyadh. Kerajaan ini dipimpin pertama kali oleh Raja Abdul Aziz bin Abdurrahman as-Sa'ud, dengan kata lain nama Saudi berasal dari kata nama keluarga Raja Abdul Aziz bin Abdurrahman as-Sa'ud.
Arab Saudi menempati 80 persen luas semenanjung Arab. Secara geografis negara ini berbatasan dengan Jordania, Kuwait, dan Irak di sebelah utara, Laut Merah di sebelah barat, Qatar dan Uni Emirat Arab di sebelah timur, serta Yaman dan Oman di sebelah selatan.  Saudi Arabia adalah negara yang menganut hukum berbasis Islam di mana hukum syariah sebagai dasar konstitusi dan sistem hukum. Penemuan ladang minyak dan peningkatan konsumsi minyak pada awal tahun 1970-an mendorong perkembangan industri dan urbanisasi yang begitu pesat. Saat ini, 70% populasinya menghuni kota-kota besar dan tulang punggung perekonomian masih bergantung pada industri minyak, sementara Arab Saudi banyak menggunakan tenaga asing karena kebutuhan SDM yang begitu besar. [1]
B.     Tujuan Pendidikan
Disamping sisi dunia kerja, daya tarik Arab Saudi yang lain adalah dunia pendidikan. Tujuan pendidikan Arab Saudi ialah :
1.      untuk memberikan sekurang-kurangnya pendidikan dasar bagi seluruh penduduk
2.      untuk mempersiapkan murid-murid dengan berbagai keterampilan yang diperlukan untuk pengembangan ekonomi yang terus berubah
3.      untuk memdidik anak-anak dalam kepercayaan, praktek, nila-nilai serta kebudayaan islam.
C.     Jenis Pendidikan
Secara umum, sistem pendidikan dibagi menjadi 3 bagian utama:
1.      Pendidikan umum untuk laki-laki
2.      Pendidikan umum untuk perempuan
3.      Pendidikan Islam untuk laki-laki
Untuk pendidikan umum, baik laki-laki dan perempuan mendapat kurikulum yang sama dan ujian tahunan yang sama pula. Pendidikan umum dibagi menjadi 4 bagian:
1.      Pendidikan Dasar yang terdiri dari SD (6-12 tahun).
2.      Pendidikan Menengah (12 – 15 tahun).
3.      Pendidikan Sekunder (15-18 tahun).
4.      Pendidikan Tinggi (Universitas atau Akademi).
Pendidikan Islam tradisional bagi laki-laki difokuskan untuk membentuk calon-calon anggota dewan ulama. Kurikulum untuk sekolah Islam tradisional juga sebagian menggunakan kurikulum pendidikan umum, tetapi fokusnya pada Studi Islam dan Bahasa Arab. Untuk pendidikan agama, dilakukan di bawah supervisi dari Universitas Islam Imam Saud (Riyadh) dan Universitas Islam Madinah (Madinah). Namun demikian, di universitas-universitas umum pelajaran agama Islam merupakan mata kuliah wajib apapun jurusan yang diambil mahasiswa.
Pada tahun 1985, total anggaran untuk pendidikan mencapai US$ 2.5 milyar atau setara dengan 3.6 % dari total anggaran belanja nasional Arab Saudi. Setiap mahasiswa lokal maupun asing di universitas negeri mendapat beasiswa setiap bulan dari kementerian pendidikan sebesar SAR 800 hingga SAR 1000.
Sistem Pendidikan  di Arab Saudi terdiri dari pendidikan dasar,  pendidikan sekunder,  dan pendidikan tinggi yang akan dijabarkan lebih jauh sebagai berikut:
1.    Pendidikan Dasar (Primary Education), terdiri dari:
1.    Sekolah Dasar
Durasi: 6 tahun (umur 6 – 12 tahun)
Pelajaran wajib: bahasa arab, seni, geografi, sejarah, ekonomi rumah tangga (khusus perempuan), matematika, pendidikan fisika (khusus laki-laki), studi Islam, dan sains.
2.    Sekolah Menengah
Durasi: 3 tahun (umur 12 – 15 tahun)
Pelajaran wajib: bahasa arab, seni, bahasa inggris, geografi, sejarah, ekonomi rumah (khusus perempuan), matematika, pendidikan fisika (khusus laki-laki), studi Islam, dan sains.
2.  Pendidikan Lanjutan (Secondary Education), terdiri dari:
1.    Pendidikan Lanjutan Umum
Durasi: 3 tahun (umur 15 – 18 tahun).
Pelajaran wajib: selama tahun pertama mendapat pelajaran umum yang sama, 2 tahun terakhir dibagi menjadi sains dan sosial (literacy). Siswa yang mempunyai grade 60% atau lebih boleh memilih keduanya, sedangkan yang kurang 60% harus memilih sosial.
Pelajaran umum: Bahasa arab, biologi, kimia, bahasa inggris, geografi, sejarah, ekonomi rumah tangga (khusus perempuan), matematika, pendidikan fisika (khusus laki-laki), dan pendidikan agama.
2.    Pendidikan Lanjutan Agama
Durasi: 3 tahun (umur 15 – 18 tahun).
Bahasa arab dan literature, bahasa Inggris, kebudayaan umum, geografi, sejarah, dan pendidikan agama.
3.    Pendidikan Lanjutan Teknik
Ada tiga tipe pendidikan lanjutan teknik yaitu teknikal, komersial, dan agrikultural.
Durasi: 3 tahun (umur 15 – 18 tahun).
Kurikulum:
-  Teknikal: gambar arsitektur, otomotif, elektrikal, mekanika mesin, mekanika metal, radio dan televisi. Dengan pelajaran tambahan bahasa Arab, kimia, bahasa Inggris, matematika, pendidikan fisika, fisika, dan pendidikan agama.
-  Komersial: bahasa Arab, akuntansi dan pembukuan, korespondensi komersial, ekonomi, bahasa Inggris, matematika ekonomi, matematika umum, geografi, manajemen dan kesekretariatan, dan pendidikan agama.
-  Agrikultural: ekonomi agrikultur, agronomi, perkembangbiakan hewan, biologi terapan, kimia terapan, matematika terapan, fisika terapan, bahasa Arab, bahasa Inggris, manajemen pertanian dan lahan, holtikultura, pendidikan agama, pemasaran, dan nutrisi pangan. [2]
3.  Pendidikan Tinggi
Pendidikan tinggi atau universitas di Arab Saudi terbagi menjadi dua bagian utama yakni Pendidikan Agama dan Pendidikan Umum. Namun demikian, sekarang sudah sangat banyak universitas yang menggabungkan keduanya. Jenis perguruan tinggi di Arab Saudi adalah universitas, institut untuk perempuan (college for women), institut administrasi publik (institute of public administration) dan institut keguruan (teacher training college). Semua universitas berada di bawah supervisi Kementerian Pendidikan Tinggi (Ministry of Higher Education) kecuali Universitas Islam Madinah (Islamic University of Medinah), Universitas terbaik di Arab Saudi untuk pendidikan agama Islam, yang berada di bawah supervisi dewan menteri (Council of Ministers). Untuk memasuki perguruan tinggi di Arab Saudi, calon mahasiswa harus memenuhi tes masuk perguruan tinggi (General Secondary Education Certificate Examination) atau Tawjihi.
1.        Pendidikan Tinggi Universitas
                   Untuk pendidikan tinggi universitas, tingkatannya sama seperti universitas pada umumnya, yaitu: Strata 1 (Bachelor), Strata 2 (Master), dan Strata 3 (Doctor). Untuk S1, waktu yang dibutuhkan adalah 4 tahun (minimal), tetapi untuk teknik, medis, dan farmasi dibutuhkan minimal 5 tahun untuk menyelesaikannya. Untuk S2 (Master) dibutuhkan minimal 2 tahun untuk menyelesaikannya dengan syarat harus sudah menyelesaikan S1.
Ada dua jalur untuk S2, dengan tesis (by thesis) atau dengan kuliah (by course). Apabila kita mengambil jalur tesis, maka setelah menyelesaikan matakuliah yang sudah ditentukan, kita harus menyelesaikan tesis kurang lebih selama satu tahun ( 2 semester), sedangkan untuk jalur kuliah, kita hanya perlu menyelesaikas seluruh mata kuliah yang telah ditentukan, namun dengan jumlah mata kuliah yang lebih banyak.
Untuk S3, lama waktu yang dibutuhkan adalah 3 tahun setelah menyelesaikan S2. untuk S3, kita harus menyelesaikan mata kuliah dan mengumpulkan disertasi yang merupakan hasil riset independen yang telah dilakukan. Selain itu, tambahan syarat kadang-kadang diperlukan, seperti: minimal mempublikasikan jurnal internasioanl atau konferensi internasional.
Sebagai tambahan, ada beberapa universitas khusus untuk perempuan yang sebagian besar berfokus kepada ilmu pendidikan. Jenjang yang tersedia untuk universitas khusus perempuan ini mulai dari S1 sampai S3.
Universitas besar di Arab Saudi di antaranya King Saud University, King Fahd University of Petroleum and Mineral, King Abdul Aziz University, King Faisal University, dan universitas baru King Abdullah University of Science and Technology (KAUST).
2.        Pendidikan Tinggi Non Universitas
a.     Technical College
Pendidikan tinggi ini setara dengan diploma yang harus diselesaikan selama 3 tahun. Bidang-bidang yang tersedia: control otomatis, sistem elektrikal otomatis, otomotif, perlengkapan elektrik, instalasi elektrik, kimia industri, elektronik industri, dan teknik produksi.
b.    Higher Technical Institute
Pendidikan ini seperti layaknya D1 yang dapat diselesaikan selama 1 tahun saja.
c.     Higher Technical Institutes for Financial and Commercial Science
Pendidikan tinggi ini khusus untuk ilmu keuangan dan komersial. Kurikulum yang tersedia adalah: akuntansi, korespondensi komersil dan bisnis, bahasa ingris, asuransi, kebudayaan Islam, pemasaran dan periklanan, pembelian dan inventori, dan kesekretariatan. Lama pendidikan yang harus ditempuh adalah selama 2 tahun.
d.    The Institute of Public Administration
Lama studi untuk jenis pendidikan tinggi ini adalah selama 2 sampai 3 tahun. Bidang-bidang yang tersedia adalah: perbankan (2 tahun), pemrosesan data elektronik (2.5 tahun), administrasi rumah sakit (2 tahun), ilmu kepustakaan (3 tahun), ilmu personil (2 tahun), ilmu kesekretariatan (2 tahun), dan ilmu pergudangan (2 tahun).
e.     Teacher Training College
Untuk pendidikan keguruan terbagi menjadi 3 jurusan: guru sekolah dasar dan menengah pertama (primary school), guru sekolah menengah atas (secondary school), dan guru pendidikan lanjut (higher education). [3]
D.    Kurikulum dan Metode Pengajaran
Sistem pendidikan di Arab Saudi pada dasarnya mengambil kurikulum yang ada pada negara-negara Arab lainnya, terutama Mesir, dengan lebih menekankan pada mata pelajaran keagamaan. Kurikulum untuk sekolah-sekolah pria dan wanita pada setiap jenjang yang sama pada prakteknya sama kecuali sekolah wanita menambah mata pelajarannya manajemen rumah tangga, sementara sekolah pria menambah mata pelajaran pendidikan jasmani, yang tidak diajarkan pada sekolah wanita.
Sekolah-sekolah swasta diharuskan oleh peraturan mengikuti kurikulum yang sama seperti pada sekolah-sekolah negeri. Namun boleh menambah mata pelajran populer seperti bahasa Inggris dan komputer.
Mengenai metode mengajar tidak mungkin dapat diseragamkan, dan akan berbeda antar mata pelajaran. Guru-guru mata pelajaran agama lebih menekankan hafalan, dan jarang sekali menggunakan peralatan mengajar selain papan tulis. Guru bahasa Arab menggunakan papan tulis disamping menggunakan metode hafalan teks. Guru-guru ilmu eksakta menggunakan laboratorium kalau peralatan itu tersedia di sekolahnya. Tetapi hampir semua laboratorium sekolah serba tidak lengkap,baik kekurangan dalam peralatannya, atau dalam tenaga yang profesional, atau keduanya. Laboratorium bahasa tersedia hanya pada sekolah-sekolah yang tergolong elit untuk pengajaran bahasa Inggris.
Bahasa arab merupakan bahasa pengantar mulai dari sekolah dasar, menengah pertama sampai ke level menengah atas. Pada perguruan tinggi, bahasa Arab menjadi bahasa pengantar dalam bidang seni, humaniora dan ilmu-ilmu sosial. Bahasa Inggris merupakan bahasa pengantar pada bidang engineering, kedokteran dan ilmu-ilmu alami.
E.     Ujian, Kenaikan kelas, dan Sertifikasi
Pada grade 1 sampai 12, tahun ajaran dibagi dalam dua semester. Bahan pelajaran untuk satu tahun dibagi 2 bagian.pada akhir semester, diadakan ujian yang mencakup bahan pelajaran satu semester. Nilai ujian murid ditambahkan untuk kedua semester dan menghasilkan nilai untuk tahun itu. Apabila nilai itu lebih rendah dari persentase tertentu, biasanya 50%, murid itu gagal dalam mata pelajaran itu dan harus mengikuti ujian kembali pada libur musim panas. Sekiranya murid yang bersangkutan gagal lagi memperoleh nilai minimal, ia terpaksa mengulang pada grade yang sama, mengambil kembali semua mata pelajaran, termasuk yang sudah mendapatkan nilai baik. Berhasil melewati ujian,merupakan kriteria untuk naik dari grade yang lebih tinggi.
Perguruan tinggi juga berlangsung dalam sistem semester, tetapi pada beberapa universitas dipakai satuan kredit semester (SKS), dan dengan demikian mahasiswa yang gagal dalam satu mata kuliah tidak harus mengulang keseluruhan tahun tau semester, atau mengulang semua mata kuliah yang diambil tahun atau semester itu. Yang diulang hanya mata kuliah yang belum lulus saja, dengan catatan kalau mata kuliah tersebut merupakan mata kuliah wajib.
F.      Evaluasi dan Penelitian Pendidikan
Terdapat perbaikan kualitas penelitian pendidikan Arab Saudi dalam tahun-tahun 1980-an. Akan tetapi perbaikan ini terjadi pada penelitian yang dilakukan oleh profesor atau mahasiswa program doktor pada fakultas-fakultas pendidikan. Pusat-pusat penelitian pada Kementerian Pendidikan dan GAGE kekurangan staf dan kekurangan dana sehingga penelitian yang dihasilkan tetap tidak memadai, baik segi kualitas, kuantitas maupun dalam skopnya.
Sementara kualitas penelitian yang dilakukan dalam rangka penyelesaian pendidikan-gelarnya, pada umumnya diterima menurut standar, namun masih dianggap lemah dari segi fokus. Tidak ada peta penelitian dan tidak terdapat prioritas. Lembaga-lembaga pendidikan yang ada jarang sekali yang membiayai penelitian, bahkan juga tidak pernah mengusulkan judul-judul penelitian. Akibatnya hampir semua penelitian pendidikan kurang relevan dengan kegiatan pendidikan Arab Saudi. [4]
Notes :
[1] http://ituapss.blogspot.com/2012/12/makalah-negara-r-b-s-u-d-i.html
[2] http://griyadifa.blogspot.com/2012/06/sistem-pend-di-arab-saudi.html
[3] http://pks-arabsaudi.org/pip/?pilih=lihat&id=218
       [4]Nur Syah Agustiar. 2001. Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara. Lubuk Agung. Bandung. Hal : 38