LAHIRNYA SUMPAH PEMUDA



Ulil Absiroh/SIV

Pada tahun 1925, di Indonesia telah mulai didirikan Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI), tetapi peresmiannya baru tahun 1926.[1] Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) adalah sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia. Dan PPPI-lah yang menggagas penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua.
Persiapan  untuk penyelenggaraan Kongres tersebut atas inisiatif dari PPPI, personalia dan kepengurusannya terdiri dari berikut ini:
Ketua              : Sugondo Djojopuspito (PPPI)
Wakil Ketua    : Djoko Marsaid alias Tirtodiningrat (Jong Java)
Sekretaris        : Moh. Yamin (Jong Suematranen Bond)
Bendahara       : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
Pembantu I      : Djohan Muh Tjai (Jong Islamieten Bond)
Pembantu II    : Kotjosungkono (Pemuda Indonesia)
Pembantu III   : Senduk (Jong Celebes)
Pembantu IV   : J. Leimena (Jong Ambon)
Pembantu V    : Rohjani (Pemuda Kaum Betawi)[2]
Setelah di bentuk panitia, maka Kongres Pemuda II diselenggarakan pada tanggal 27-28 Oktober 1928. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat. Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng). Dalam sambutannya, ketua PPPI Sugondo Djojopuspito berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan
Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis. Pada rapat penutup, di gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106, Sunario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.
Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu "Indonesia Raya" karya Wage Rudolf Supratman yang dimainkan dengan biola saja tanpa syair, atas saran Sugondo kepada Supratman. Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres. Kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan hasil kongres. Oleh para pemuda yang hadir, rumusan itu diucapkan sebagai Sumpah Setia.[3]

Sumpah Pemuda Sebagai Hasil Putusan Kongres

Atas inisiatif PPPI kembali pada tanggal 27-28 Oktober 1928 dilangsungkan Kongres Pemuda Indonesia II untuk mempersatukan segala perkumpulan pemuda Indonesia yang ada dalam satu badan gabungan. Kongres menghasilkan sumpah pemuda yang terkenal dengan nama Sumpah Pemuda.[4] Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya Negara Indonesia. Yang dimaksud dengan "Sumpah Pemuda" adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta), keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada "tanah air Indonesia", "bangsa Indonesia", dan "bahasa Indonesia". Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap "perkumpulan kebangsaan Indonesia" dan agar disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan dimuka rapat perkumpulan-perkumpulan.[5]
Sumpah Pemuda merupakan bukti otentik bahwa pada tanggal 28 oktober 1928 Bangsa Indonesia dilahirkan, oleh karena itu seharusnya seluruh rakyat Indonesia memperingati momentum 28 oktober sebagai hari lahirnya bangsa Indonesia, proses kelahiran Bangsa Indonesia ini merupakan buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis pada saat itu, kondisi ketertindasan inilah yang kemudia mendorong para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi Mengangkat Harkat dan Martabat Hidup Orang Indonesia Asli, tekad inilah yang menjadi komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya 17 tahun kemudian yaitu pada 17 Agustus 1945.[6]
Rumusan Kongres Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada secarik kertas yang disodorkan kepada Soegondo ketika Mr. Sunario tengah berpidato pada sesi terakhir kongres (sebagai utusan kepanduan) sambil berbisik kepada Soegondo: Ik heb een eleganter formulering voor de resolutie (Saya mempunyai suatu formulasi yang lebih elegan untuk keputusan Kongres ini), yang kemudian Soegondo membubuhi paraf setuju pada secarik kertas tersebut, kemudian diteruskan kepada yang lain untuk paraf setuju juga. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin.[7]
Di bawah ini adalah isi Sumpah Pemuda hasil dari Kongres Pemuda II:
Pertama     : Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedua       : Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga       : Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.[8]
Sumpah Pemuda dengan Ejaan Yang Disempurnakan:
Pertama
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kedua
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.[9]
Dalam penutupan kongres, pertama kali dikumandangkan lagu Indonesia Raya ciptaan W.R. Supratman, yang kelak menjadi lagu Kebangsaan Indonesia. Bendera Merah Putih juga dikibarkan untuk mengiringi lagu kebangsaan, sehingga tertanam kesan mendalam pada para pemuda yang hadir dalam kongres itu. Persatuan dikalangan pemuda makin banyak.
Pada tanggal 31 Desember 1930 di Surakarta dibentuk Indonesia Muda, yang merupakan penyatuan dari berbagai organisasi pemuda, seperti: Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Minahasa, Jong Celebes, Sekar Rukun, dan Pemuda Indonesia. Sumpah Pemuda amat berpengaruh bagi upaya mencapai Indonesia merdeka. Partai-partai yang ada segera menyesuaikan diri dengan cita-cita pemuda. Semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang telah menjiawai partai-partai di Indonesia itu diwujudkan dalam wadah baru bernama Gabungan Politik Indoensia (GAPI). Demikian pula beberapa perkumpulan wanita yang kemudian bergabung dalam Perikatan Isteri Indonesia, juga semua organisasi kepanduan yang membentuk persatuan dengan nama Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI). Ada beberapa makna yang terkandung di dalam Sumpah Pemuda yaitu:
1.      Di kalangan tokoh-tokoh pergerakan telah ada perubahan pola pikir dari lingkup etnis kedaerahan ke cakrawala nasional.
2.      Perubahan pola pikir itu melahirkan kesadaran nasional bahwa seluruh penduduk yang mendiami kepulauan nusantara menjadi satu bangsa besar dengan nama Indonesia.
3.      Untuk keperluan persatuan dalam pergerakan disepakati menggunakan bahasa Melayu sebagai media perjuangan.
Dengan kongres pemuda itu identitas kebangsaan Indonesia semakin terbentuk. Identitas itu kini berwujud: tanah air, bangsa, bahasa dan persatuan dengan nama Indonesia.[10]
Notes :
[1] Sudiyo.2004.Perhimpunan Indonesia.Jakarta: Rineka Cipta & Bina Adiaksara. Hal:120
[2] Sudiyo.2004.Perhimpunan Indonesia.Jakarta: Rineka Cipta & Bina Adiaksara. Hal:132
[3] http://Kongres Pemuda Kedua - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.htm
[4] Tim Nasional Penulisan Sejarah Indonesia.2010.Sejarah Nasional Indonesia V.Jakarta: Balai Pustaka. Hal:430
[5] http://Sumpah Pemuda - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.htm
[6] http://Sejarah Lahirnya Sumpah Pemuda.htm
[7] http://Sumpah Pemuda - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.htm
[8] Gunawan,Restu.2005.Muhammad Yamin Dan Cita-cita Persatuan.Yogyakarta: Ombak. Hal:27
[9] http://Sejarah Lahirnya Sumpah Pemuda.htm
[10] http://ilmu dan pengetahuan. Peran Kongres Pemuda 1928 dalam Proses Pembentukan ldentitas Kebangsaan Indonesia.htm

Pendidikan singapura

Dini Miranda / sp

Pendidikan merupakan salah satu faktor kemajuan bangsa ini berdiri, yang telah menjadi sebuah keharusan bagi peningkatan kualitas kehidupan manusia. Pendidikan menjadi pilar utama dalam membentuk kepribadian yang akan menjadi acuan dalam perkembangan kehidupan. Dengan pendidikan pula peradaban dunia ini bisa  dibentuk. Di era perkembangan yang kemajuannya berjalan secara cepat ini menuntut pendidikan untuk bisa menghadapi dan mengontrolnya sehingga manusia tidak terjebak dengan kencangnya arus kemajuan zaman.  Hal ini membuat suatu bangsa untuk semakin berusaha memajukan kualitas pendidikan yang ada di negaranya masing-masing, begitu pula dengan Negara Singapura.
                  A.   Sejarah Negara
Singapura merupakan salah satu negara termaju di kawasan Asia Tenggara dan bisa mengalahkan saudara-saudara tuanya di kawasan semenanjung Melayu. Hal tersebut terjadi karena kemajuan sistem pendidikannya. Singapura sebagai negara yang dianggap paling maju di Asia Tenggara, hanya memiliki jarak kurang lebih 40 km dari barat ke timur. Kalau dihitung dengan jumlah penduduk maka negara Singapura yang kurang lebih 5 juta jiwa. Jumlah penduduk yang sedikit dan jarak wilayah yang relatif kecil untuk ukuran sebuah negara bukan menjadi alasan untuk tidak maju. Singapura memulai pembangunan kekuatan dasarnya dengan modal pendidikan. Selain hal tersebut Singapura terletak di persimpangan Asia, di tengah bisingnya kesibukan kota kosmopolitan, Singapura bukan lagi sekedar negara tujuan wisata favorit. Perlahan tapi pasti, Singapura telah menjelma menjadi salah satu pusat pendidikan yang dapat dibanggakan di dunia,Menyatukan yang terbaik hingga timur .
Saat ini, negara berpenduduk 5 juta jiwa ini telah menjadi negara tujuan bagi sekitar 86 ribu pelajar inernasional dari 120 kebangsaan untuk menimba ilmu mulai dari jenjang sekolah dasar, sekolah menengah (SMP & SMA), Diploma politeknik, sarjana, hingga program pasca sarjana dengan beragam pilihan sekolah mulai dari sekolah negeri, sekolah swasta, hingga sekolah internasional. Sebagai sebuah pusat pertemuan budaya, Singapura memang kota kosmopolitan yang mempertemukan tradisi barat dan timur. Dengan situasi ini, selain belajar formal di bangku sekolah, para pelajar internasional dapat berharap memperoleh pengalaman menarik dari persentuhan mereka dengan beragam budaya dan adat istiadat. [1]
                  B.   Filosofi Singapura
Singapura adalah sebuah pulau yang terletak di ujung Semenanjung Tanah Melayu, yang awalnya bernama "Pulau Ujung" (Pu-Lo-Chung), "Salahit" Selat, dan berikutnya "Temasek", "Tumasik" (Jawa), "Tam-ma-sik" (China). Istilah Singapura sediri muncul pada tahun 1299 ketika Pangeran Sang Nila Utama singgah di pulau ini dan menemukan seekor binatang seperti Singa, sehingga pulau itu disebut Lion City (Kota Singa). Versi lain mengatakan bahwa pada abad ke-14 pulau ini menjadi tempat singgahnya para pedagang Majapahit sehingga Singapura berarti "kota" (Pura) "singgah" (Singgah).Penduduk Negara pulau ini adalah multi etnis. Pada tahun 1818 Sir Stamford Raffles mengusulkan agar membentuk pelabuhan baru yang strategis di ujung semenanjung, maka pada tanggal 29 januari 1819 tiba di perkampungan melayu. Dikala itu suasana politik tidak stabil di karenakan Tengku Abdur Rahman di pengaruhi oleh Belanda, yaitu dalam merebutkan kekuasaan. Disaat ayahnya meninggal dunia maka di angkatlah Tengku Abdur Rahman menjadi pewaris tahta kerajaan karena Tengku  Hussein tidak di tempat. Maka Sir Stamford Raffles membuat perjanjian dengan Tengku Husein akan dibantu menjadi Sultan asalkan Inggris bisa membuka pelabuhan di Singapura. Maka semenjak itu Singapura menjadi pelabuhan bebas yang berkembang pesat, banyak pedang dari Arab, Tiong hoa, dan India menjadikan Singapura sebagai singgahan. 13 januari 1942, Jepang berhasil menyingkirkan Inggris dari tanah Melayu maka Jepang pun bisa menguasai Singapura. 15 februari 1942, Inggris di bawah pimpinan Letnan Jend. Artur Ernest Percival dan pasukannya menyerahkan diri kepada Jepang yang di pimpin oleh Yamashita Tomoyuki. Singapura di dibri julukan oleh Jepang Syonan-to " cahaya selatan". Pemerintahan singapura di kembalikan kepada inggris setelah terjadinya Perang Dunia II. Lem Yew Hock berhasil mengambil alih ketua-ketua persartuan sekerja dan anggota-anggota prokomunis yang membuat inggris setuju memberikan pemerintahan sendiri pada tahun 1959. Pada tahun 1963-1965 Singapura digabungkan oleh Inggris ke Malaisya, maka pada tanggal 7 Agustus 1965 Abdur Rahman memisahkan diri dari Malaisya karena adanya konflik antara UMNO ( partai penguasa Malaisya ) dengan PAP (partai asli Singapura). Maka pada tanggal 9 Agustus 1965 singapura merdeka dan beridiri sendiri sebagai Negara Republik. Singapura yang di pimpin oleh Lee Kuan Yew berhasil membawa singapura menjadi Negara yang menguasai perdagangan dan lebih maju dari segi fasilitas. [2]
C. Ideologi singapura
Ideologi Singapura adalah Demokrasi dalam hal ini dilihat dari pembangunan ekonomi yang turut dikaitkan dengan tahap pendemokrasian dalam ertikata ekonomi yang lebih maju turut menyumbang kepada peningkatan tahap demokrasi yang diamalkan oleh sebuah negara. Tesis yang popular ini dikemukakan oleh Lipset (1973). Lipset, ahli sosiologi politik yang tersohor, walau bagaimanapun melihat hubungan pembangunan ekonomi dan demokrasi berpandukan pengalaman masyarakat maju Barat yang homogen yang latarbelakang sejarah masyarakatnya jauh berbeza dari masyarakat membangun seperti Asia Tenggara. [3]
      D. Sistem pendidikan singapura
      Sistem pendidikan Singapura didasarkan pada pemikiran bahwa setiap siswa memiliki bakat dan minat yang unik. Singapura memakai pendekatan yang fleksibel untuk membantu perkembangan potensi para siswa. Pusat Keunggulan Pendidikan-Singapura, Pusat Pendidikan Dunia. Selama bertahun-tahun, Singapura telah berkembang dari sistem pendidikan ala Inggris yang tradisional menjadi sistem pendidikan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan individual dan mengembangkan bakat. Keunggulan sistem pendidikan di Singapura terletak pada kebijakan dua-bahasa (Bahasa Inggris/Melayu/Mandarin/Tamil) dan kurikulumnya yang lengkap dimana inovasi dan semangat kewiraswastaan menjadi hal yang sangat diutamakan. Para individu menunjukkan bakat-bakat yang berkaitan satu sama lain dan kemampuan untuk bertahan dalam lingkungan yang penuh dengan persaingan, dipersiapkan untuk sebuah masa depan yang lebih cerah.
Sistem pendidikan di Singapura terdiri dari empat lembaga utama, yakni:
1) Pemerintah, sekolah yang didanai pemerintah dan independen untuk tingkat sekolah dasar dan menengah
2) Universitas Lokal, Pendidikan Politeknik dan Lembaga Teknik- untuk paska pendidikan tingkat menengah
3) Sekolah swasta untuk pendidikan tingkat dasar dan menengah
4) Sekolah dengan sistem dari luar negeri dan sekolah asing/internasional. [4]
      Selama bertahun-tahun, Singapura telah berkembang dari sistem pendidikan ala Inggris yang tradisional menjadi sistem pendidikan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan individual dan mengembangkan bakat. Keunggulan sistem pendidikan di Singapura terletak pada kebijakan dua-bahasa (Bahasa Inggris/Melayu/Mandarin/Tamil) dan kurikulumnya yang lengkap dimana inovasi dan semangat kewiraswastaan menjadi hal yang sangat diutamakan. Para individu menunjukkan bakat-bakat yang berkaitan satu sama lain dan kemampuan untuk bertahan dalam lingkungan yang penuh dengan persaingan, dipersiapkan untuk sebuah masa depan yang lebih cerah. Sekolah-sekolah di Singapura terkenal dengan standarnya yang tinggi dalam hal kegiatan belajar mengajar, terbukti melalui perbandingan lokakarya Internasional seperti Third Internasional Matemathics and Science Study (TIMSS) yang menunjukkan bahwa mayoritas siswa sekolah Singapura yang terkemuka telah mempunyai standar internasional dalam mata pelajaran matematika dan ilmu pengetahuan. Para siswa kami juga merupakan yang terbaik dalam kompetisi di setiap kejuaraan debat sedunia (Bahasa Inggris) dan olimpiade Internasional (Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi), mengalahkan siswa-siswa dari negara lain untuk meraih hadiah utama dan penghargaan yang diberikan. Pada tingkat ketiga, sebagai tambahan untuk mempromosikan 3 universitas lokal yang sedang berkembang, Singapura telah menarik 10 institusi kelas dunia dengan jaringan industri yang kuat untuk membangun pusat pendidikan dan penelitian yang sempurna. Di antaranya adalah nama-nama yang sudah dikenal, seperti Universitas yang terkemuka di Perancis-INSEAD, Massachusett Institute of Technology yang terkenal, dan sekolah bisnis Amerika yang terkemuka seperti University of Chicago Graduate School of Business.Bahkan setelah lulus dan masuk dalam dunia kerja, ada banyak kesempatan untuk mengikuti pelatihan lebih lanjut. Pelatihan profesional dan dasar keterampilan ditawarkan dan dijelaskan secara umum. Hal ini telah diketahui oleh banyak orang guna melihat minat pada seminar-seminar yang dilakukan oleh manajemen guru seperti Michael Porter atau kuliah yang diberikan oleh para ahli yang datang berkunjung. Kehadiran dari gabungan institusi Internasional, sistem pendidikan yang berkualitas tinggi dan tepat, dan sebuah bangsa yang yakin atas investasi pada pendidikan, akan bersama-sama menawarkan kepada para siswa di sini dan di seluruh dunia, sebuah pengayaan dan keutuhan perjalanan belajar.[5]
                  1.      Pendidikan Pra Sekolah
Pendidikan pra sekolah diselenggarakan oleh Taman kanak-kanak dan pusat perawatan anak, terdiri dari program tiga tahun untuk anak usia 3 hingga 6 tahun. Terdaftar pada menteri pendidikan, Taman kanak-kanak di Singapura dilaksanakan oleh yayasan masyarakat, perkumpulan keagamaan, organisasi sosial dan bisnis. Pusat perawatan anak mendapat ijin dari Menteri Pengembangan Masyarakat dan olah raga. Kebanyakan dari Taman kanak-kanak menyelenggarakan dua sesi sehari dengan tiap sesi pelatihan dari 2, 5 sampai 4 jam, 5-hari setiap minggunya. Pada umumnya kurikulum termasuk program berbahasa Inggris dan bahasa asing dengan pengecualian terhadap sistem luar negeri yaitu pada sekolah Internasional yang menawarkan program Taman kanak-kanak bagi anak-anak ekspatriat. Periode pendaftaran bagi setiap Taman kanak-kanak dan pusat perawatan berbeda-beda. Kebanyakan dari pusat perawatan anak menerima siswa dari negara manapun sepanjang tahun selama masih ada ketersediaan tempat. Silahkan menghubungi Taman kanak-kanak tersebut secara langsung untuk informasi mengenai pendaftaran, kurikulum dan lainnya.[6]
                  2.      Sekolah Dasar
Seorang anak di Singapura menjalani pendidikan dasar selama 6 tahun, terdiri dari empat tahun tahap dasar pertama yaitu Sekolah Dasar kelas 1 sampai 4 dan tahap orientasi tahun ke dua yaitu Sekolah Dasar kelas 5 sampai 6. Pada tahap dasar, kurikulum inti terdiri dari pengajaran Bahasa Inggris, Bahasa daerah dan matematika, dengan mata pelajaran tambahan seperti musik, kesenian dan kerajinan tangan, pendidikan fisik dan pembelajaran sosial. Ilmu pengetahuan sudah diajarkan sejak kelas 3 Sekolah Dasar. Untuk memaksimalkan potensi mereka, siswa diarahkan menurut kemampuan belajar mereka sebelum menguasai tahap orientasi. Pada akhir kelas 6 SD, siswa mengikuti Ujian Kelulusan Sekolah Dasar (Primary School Leaving Examination). Kurikulum Sekolah Dasar di Singapura telah digunakan sebagai model internasional, khususnya metode pengajaran matematika. Siswa asing dari negara manapun diterima di Sekolah Dasar menurut ketersediaan lowongan tempat. [7]
                  3.      Sekolah Lanjutan
Sekolah Lanjutan di Singapura terdiri dari sekolah dengan Dana Pemerintah, bantuan Pemerintah atau biaya sendiri. Para siswa melaksanakan pendidikan lanjutan selama 4 atau 5 tahun melalui program spesial, cepat ataupun normal. Program spesial dan cepat mempersiapkan siswa untuk mengikuti ujian GCE 'O' (Singapore-Cambridge General Certificate of Education 'Ordinary') pada tingkat empat. Siswa pada program normal dapat memilih jurusan akademik atau teknik, yang keduanya mempersiapkan siswa untuk mengikuti ujian GCE 'N' (Singapore-Cambridge General Certificate of Education 'Normal') pada tingkat empat dan jika hasilnya memuaskan, maka siswa akan mengikuti ujian GCE 'O' pada tingkat lima. Kurikulum pendidikan lanjutan mencakup Bahasa Inggris, Bahasa daerah, Matematika, Ilmu Pengetahuan dan kemanusiaan. Pada tingkat lanjutan ke-3, siswa dapat memilih pilihan mereka sendiri tergantung apakah mereka di jurusan Seni, Ilmu Pengetahuan, Perniagaan atau teknik terapan.
Kurikulum pada sekolah lanjutan singapura dikenal diseluruh dunia atas kemampuanya untuk mengembangkan siswa melalui pemikiran yang kritis dan melalui keterampilan intelektual
a.       National university of Singapore (NUS)
b.      Nanyang technological university (NTU)
c.       Singapore management university (SMU)
Universitas lokal tersebut diatas membentuk lulusan yang hebat dengan gelar kesarjanaan yang dikenal secara internasional. Kesempatan untuk melakukan penelitian ilmiah dan beasiswa juga tersedia untuk para siswa lanjutan tingkat akhir. Sejak berdiri pada tahun 1905, NUS telah berkembang menjadi universitas yang mempunyai cakupan luas dengan menawarkan pelatihan tentang berbagai disiplin ilmu seperti Ilmu pengetahuan, keahlian tehnik terapan, teknologi, hukum, seni dan pengetahuan sosial dan pengobatan.
NTU didirikan pada tahun 1981 dengan menyediakan banyak fasilitas untuk melaksanakan pendidikan tingkat 3 dan melakukan penelitian dalam keahlian tehnik dan teknologi.NTU telah tergabung dengan national institute of education ( NIE ) - fakultas keguruan - dan berkembang mencakup kegiatan pembukuan, bisnis dan ilmu komunikasi.
SMU didirikan pada tahun 2000 sebagai universitas umum pertama-yang mendapat bantuan dari pihak swasta dengan fokus pengajaran pada program bisnis dan manajemen.
Saat ini ada 4 universitas di Singapura. Pertama dua universitas, NationalUniversity of Singapore dan Nanyang Technological University adalah universitas publik, masing-masing memiliki sebuah pendaftaran dari sekitar 200.000 siswa. 13 Universitas ketiga, Singapore Management University adalah universitas swastayang didanai oleh pemerintah. Terakhir universitas, SIM University, adalahswasta. Siswa menerima gelar yang diakui secara internasional setelahmenyelesaikan kuliah mereka di universitas. Selain juga terdapat sepuluh lembaga pendidikan tinggi swasta lainnya yang memberikan gelar sarjana dan pascasarjana.Lembaga-lembaga pendidikan tinggi ini menjadi sarana bagi siswa untuk meningkatkan pendidikan dan pengalaman akademis mereka sehingga dapatmenghadapi persaingan di dunia kerja yang terus bergerak maju, membukakesempatan luas bagi mereka untuk berpartisipasi dalam peningkatan perekonomian Singapura [8]
Terdapat juga institusi-institusi khusus asing di Singapura, yang telah mendirikan kampusnya di sini atau bekerja sama dengan politeknik-politeknik lokal. Program ini memungkinkan siswa-siswa politeknik untuk mendapatkan gelar yang berkaitan dengan mata pelajaran yang telah mereka ambil setelah mereka menyelesaikan diploma mereka di politeknik.
            4. Institusi kesenian swasta
            Saat ini ada 2 institusi kesenian swasta yang ada di singapura yaitu LASALLE COLLEGE OF THE ARTS dan NANYANG ACADEMY OF FINE ARTS ( NAFA ) yang menawarkan pendidikan kesenian selepas sekolah menengah. Kedua sekolah tersebut dikelola oleh swasta dan merupakan badan yang dibiayai publik; kedua institusi kesenian tersebut bersifat non-profit, merupakan institusi pendidikan swasta dan dikelola secara mandiri dengan bantuan dana dari Departemen Pendidikan Singapura dalam bentuk pendanaan di tingkat politeknik untuk program Diploma tertentu. Sebagai tambahan, institusi tersebut juga menawarkan program sarjana offshore atau program sarjana yang terakreditasi secara eksternal yang tidak didanai oleh pemerintah. Sebagaimana halnya dengan institusi pendidikan publik lainnya di Singapura, mereka terbebas dari program CaseTrust untuk Pendidikan. Terdapat juga institusi-institusi pendidikan swasta lainnya yang menyediakan program-program yang berkaitan dengan seni dan desain. [9]
                  5.      Sekolah Swasta
Di Singapura, beragam variasi sekolah swasta menawarkan berbagai jenis jurusan, yang menambah keanekaragaman pandangan pendidikan antar bangsa. Ada lebih dari 300 sekolah swasta komersial jurusan Teknologi Informasi, seni dan bahasa. Sekolah swasta komersial dan sekolah khusus ini menawarkan jurusan yang banyak diminati siswa lokal dan internasional.Sekolah-sekolah swasta menawarkan beragam jurusan dari mulai sertifikat, diploma, sarjana, sampai dengan pasca sarjana. Melalui hubungan kerjasama dengan universitas Internasional yang terkenal dari AS, Inggris, Australia dan lainnya, sekolah-sekolah swasta ini menawarkan kepada para siswa kesempatan untuk mendapatkan sertifikat internasional di lingkungan yang dekat dan terjangkau. Setiap sekolah swasta mengadakan sistem pendaftaran sendiri-sendiri. [10]
                  E.     Teori dan Praktek
                  1.      Tujuan
Tujuan pendidikan di singapura mengerucut pada visi dan misi pendidikan tersebut. Visi dari pendidikan di singapura yaitu   memberikan kesempatan bagi para pelajar untuk merasakan aturan sistem pendidikan di Singapura yang selalu meletakkan keunggulan dan menempatkan diri sebagai bagian dari komunitas dunia. Biaya kuliah di Singapura untuk siswa Internasional bervariasi dan bergantung pada program studi mereka. Daftar universitas di Singapura antara lain adalah MDIS, PSB, James Cook University, Kaplan, TMC, Raffles Design Institute dll yang selalu mencetak lulusan terbaik dengan gelar yang diakui secara Internasional. Daftar Universitas di Singapura tidak hanya beberapa universitas di atas saja, namun juga diwarnai dengan kehadiran berbagai macam lembaga asing terkemuka, baik yang mendirikan kampus-nya maupun yang berkolaborasi dengan universitas asing di Singapura tersebut. [11]
                  2.      Kurikulum
Untuk kurikulum pada tahap sekolah taman  kanak-kanak   menyelenggarakan dua sesi sehari dengan tiap sesi pelatihan dari 2, 5 sampai 4 jam, 5-hari setiap minggunya. Pada umumnya kurikulum termasuk program berbahasa Inggris dan bahasa asing dengan pengecualian terhadap sistem luar negeri yaitu pada sekolah Internasional yang menawarkan program Taman kanak-kanak bagi anak-anak ekspatriat. Pada tahap dasar, kurikulum inti terdiri dari pengajaran Bahasa Inggris, Bahasa daerah dan matematika, dengan mata pelajaran tambahan seperti musik, kesenian dan kerajinan tangan, pendidikan fisik dan pembelajaran sosial. Ilmu pengetahuan sudah diajarkan sejak kelas 3 Sekolah Dasar. Kurikulum pendidikan lanjutan mencakup Bahasa Inggris, Bahasa daerah, Matematika, Ilmu Pengetahuan dan kemanusiaan. Pada tingkat lanjutan ke-3, siswa dapat memilih pilihan mereka sendiri tergantung apakah mereka di jurusan Seni, Ilmu Pengetahuan, Perniagaan atau teknik terapan. Kurikulum pada Sekolah Lanjutan di Singapura dikenal di seluruh dunia atas kemampuannya untuk mengembangkan siswa melalui pemikiran yang kritis dan keterampilan intelektual. Bicara soal silabus dan kurikulum, departemen pendidikan di Singapura setiap kali bekerja untuk melakukan evaluasi. Setiap perkembangan baru selalu disisipkan pada silabus baru. Jadi itulah pendidikan di singapura, bukan sekadar menyediakan sarana prasarana yang memadai tetapi juga selalu meng up-dating dari tahun ketahun. [12]
3.  Metode
Singapura memiliki metode pembelajaran bertaraf internasional, infrastruktur pendidikan canggih, serta atmosfer belajar nyaman di tengah keharmonisan multibudaya masyarakatnya. Para peserta didik di Singapura juga dipersiapkan secara dini menjadi warga global yang berdaya saing tinggi. Untuk belajar di Singapura, pembelajar membutuhkan persiapan yang sangat matang
                  4.      Evaluasi
Penyelenggaraan evaluasi pendidikan di Singapura tidak berbeda dengan pendidikan di Indonesia, yaitu mengadakan evaluasi berbentuk Ujian Nasional. Dalam pendidikan singapura tidak menentukan kelulusan seseorang, karena menurut Pemerintahannya setiap orang punya kesempatan sama untuk melanjutkan pendidikan. Jadi untuk pelajar yang sudah duduk di kelas 4 Express ataupun yang dikelas 5 normal Academic sudah harus mengikuti 0 level test untuk lulus dari secondary school. Dalam 0 level test ada tujuh pelajaran yang harus diikuti diantaranya 5 mata pelajaran pokok dan 2 mata pelajaran pilihan. Kelima pelajaran pokok tersebut adalah English Mother, Tongue, matematika, IPA ( biologi, kimia, fisika), IPS ( Sejarah, sosiologi, geografi) serta dua mata pelajaran pilihan dari food and nutrition, IT dan design and technology, semua pelajaran tersebut mempunyai nilai minimum. Bagi siswa yang tidak bisa mendapatkan nilai minimum tetap lulus, akan tetapi ijazah mereka aka nada nilai merah. Jika mereka tidak ingin ada nilai merahnya dalam ijazah maka mereka boleh mengulangi satu tahun di kelas yang sama .  Setelah secondary school, masih ada satu lagi jenjang sebelum mereka masuk ke universitas, yaitu Centralised nstitute atau Junior Colleges (tertiary education, persiapan menuju tingkat universitas). Tetapi untuk mereka yang memiliki nilai bagus (poin 1 – 14) bisa langsung ke Junior College yang lamanya 2 tahun. Jika mereka tidak memiliki nilai dari poin yang disebutkan itu maka mereka melanjutkan ke Centralised Institute yang waktunya lebih lama yakni 3 tahun. Setelah itu mereka harus melewati ujian nasional yang namanyaes yang diberikan tentu saja lebih sulit karena sudah masuk Universitas. Dengan banyaknya tes yang harus dilewati, tentulah universitas di Singapura bisa mendapatkan calon mahasiswa yang berkualitas, karena penyaringan mahasiswanya secara tidak langsung dilakukan melewati sejumlah tes-tes tersebut. [13]
Notes
syahbuddin mangandaralam . 1993 . singapura Negara kembang anggrek tanpa singa . bandung : PT remaja bansdung [1] [2]
http://senysingapura.wordpress.com/2008/03/05/ideologi-singapura/ [3]
conny semiawan. 1997 . perspektiv anak berbakat . Jakarta : PT grasindo anggota ikapi . [4] [5]
roger crombie white . curriculum innovation . Jakarta : pt grasindo [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12] [13]