Pendidikan di Republik Arab Mesir

Fatimah/SP

Di  dalam  sejarah  pendidikan suatu negara seperti di Mesir pasti memiliki tujuan pendidikan, struktur  pendidikan, jenis pendidikan, manejemen, kurikululum pendidikan, metode pengajaran, dan tidak lupa pula tokoh yang berperan dalam pembaharuan pendidikan di Negara Mesir  ini.
Seperti kita ketahui pendidikan pada hakikatnya yakni   suatu proses pertumbuhan dan  perkembangan, sebagai hasil interaksi individu dengan lingkungan social dan lingkungan alam , yang berlangsung sepanjang hayat sejak manusia lahir. Di Mesir sendiri, pendidikan  adalah gratis untuk sekolah sekolah negeri. [1]
Di Mesir sendiri dalam suatu survei mengenai level pendidikan penduduk Mesir yang dilakukan tahun 1986 menunjukkan bahwa hanya 4,1 5% yang memiliki gelar Universitas(5,1 % pria, dan 2,85 % wanita).sedangkan penduduk yang berpendidikan sekolah menengah mencapai 21,7%.. jumlah ini tercapai karena adanya ekspansi pendidikan pada level sekolah menengah  dan pendidikan tinggi. Penduduk yang buta huruf(illiterates) tercatat 70, 8 % dari penduduk berusia diatas 10 tahun pada 1960, 56,3 % tahun 1976, dan 49,4% dalam tahun 1986. Jumlah wanita buta huruf masih tetap 70% lebih tinggi dari pria buta huruf.
Semenjak pendudukan Mesir oleh  Napoleon Bonaparte tahun 1798 M, merupakan tonggak sejarah bagi umat Islam  di Mesir  untuk mendapatkan  kembali kesadaran akan kelemahan dan keterbelakangan pendidikan Mesir kala itu. Ekspedisi Napoleon tersebut  tidak hanya menunjukkan kelemahan umat Islam namun, sekaligus menunjukakan kebodohan  kaum Islam di Mesir mengenai pendidikan. Karena pada saat ekspedidi Napoleon disamping membawa pasukan tentara yang kuat juga  membawa pasukan ilmuan untuk mengadakan penelitian di Mesir.
Hal tersebutlah yang menjadikan mengapa Mesir tersadar  akan kelemahan  dan keterbelakangan negaranya dalam bidang pendidikan, sehingga timbullah motivasi berbagai macam usaha pembaharuan dalam segala bidang kehidupan,  untuk mngejar ketertinggalan dan keterbelakanagn Mesir .
Salah satu  tokoh pembaharuan Mesir yakni Ali Pasya  yang berkuasa 1805-1848. Muhammad ali Ali Pasya sebetulnya buta huruf, namun ia mengetahui betapa pentingnya  arti pendidikan dan ilmu pengetahuan  untuk kemajuan dan kekuatan suatu Negara.
Dalam rangka memperkuat kedudukan di Mesir dan sekaligus melaksanakan pembaharuan pendidikan di mesir, ia mengadakan pembaharuan dengan jalan mendirikan  sekolah yang menitu sistem dan pengajaran Barat. Di sekolah – sekolah, diajarkan berbagai macam ilmu pengetahuan seperti yang ada di Barat. Bahkan  untuk memenuhi tenaga pengajar Lai Pasya mendatangkan guru-guru dari Barat(terutama dari Prancis).  Muhammad Ali juga mengirimkan sejumlah pelajar ke Barat, dengan tujuan agar mereka menguasai ilmu pengetahuan Barat, agar setiba kembali ke Mesir mampu mengembangkan ilmunya di Mesir. [2]
A.    Politik dan Tujuan Pendidikan Mesir

Tahun 1987, pemerintah Mesir menyatakan pengembangan secara ilmiah harus dilakukan dalam sistem pendidikan Mesir dibawah ini penyataan kementrian pendidikan Mesir tentang tujuan utama pendidikan :
1. Pendidikan dimaksutkan untuk menegakkan demokrasi dan persamaan kesempatan, serta pembentukan individu-individu yang demokratis
2. Pendidikan juga dimaksutkan sebagai pembangunan bangsa menyeluruh, yakni menciptakan hubungan fungsional antara produktivitas pendidikan dan pasar kerja
3. Pendidikan juga harus diarahkan pada penguatan rasa kepemilikan individu terhadap bangsa, dan penguatan atas budaya dan identitas Arab
4. Pendidikan harus mampu menggiring masyarakat pada pendidikan sepanjang hayat melalui peningkatan diri dan pendidikan diri sendiri
5. Pendidikan harus mencangkup pengambangan pengembangan ilmu dan kemampuan tulis baca, berhitung, bahasa –bahasa selain bahasa Arab, cipta seni, serta pemahaman atas lingkungan
6. Pendidikan bertujuan pula sebagai kerangka kerja sama dalam pengembangan kurikulum dan penilaian
Kebijakan-kebijakan pendidikan di atas ialah tujuan umum Negara. Umumnya, sasaran pendidikan bervariasi berdasarkan tingkat pendidikan , daerah, program, dan individu.
B.     Struktur dan Jenis Pendidikan Mesir
Di Mesir dibagi menjadi sistem pendidikan formal, sistem sekolah sekuler,system sekolah al-azhar, pendidikan vokasional dan teknik, dan pendidikan norformal. Di bawah ini akan dijelaskan sebagai berikut :
1)      Sistem Pendidikan Formal
Sistem pendidikan Mesir mempunyai dua struktur parallel; struktur sekuler dan struktur keagamaan Al-azhar. Struktur sekuler diatur oleh kementrian pendidikan. Struktur Al-Alzhar dilaksanakan oleh kementrian Urusan Al-Azhar. Kementrian Urusan Al-Azhar juga disebut kementrian agama di Negara-negara lain. Selain dari kedua struktur ini, ada pula jenis sekolah yang diikuti oleh sejumlah kecil anak-anak, misalnya anak-anak cacat masuk ke sekolah-sekolah khusus.bagi yang ingin menjadi militer masuk ke sekolah militer.
Berdasarkan  statistic tahun 1988, hanya 92 % anak-anak pada klompok untuk yang masuk sekolah. Hanya 62 % anak-anak kelompok umur sekoah menengah, tetapi dari 92 % anak-anak yang masuk sekolah, 3,6 %  diantaranya masuk Al-Azhar
2)      Sistem Sekolah Sekuler
Pendidikan wajib di Mesir berlaku sampai"grade"8 dan ini dikenal sebagai pendidikan dasar. Ada pendidikan taman Kanak-kanak dan "Play Group" yang mendahului sekolah dasar, tetapi jumlahnya sangat kecil dan kebanyakan berada di kota-kota. Pendidikan ini dibagi menjadi dua jenjang. Jenjang pertama yang dikenal dengan"Sekolah Dasar" mulai dari "Grade" 1 sampai "Grade"5, dan jenjang kedua, yang dikenal dengan Sekolah Persiapan"mulai dari "Grade" 6 sampai "Grade"8.
Setelah mengikuti pendidikan dasar selam delapan tahun , murid-murid punya 4 pilihan : tidak bersekolah lagi, memasuki sekolah menengah umum, memasuki sekolah menengah 3 tahun  atau memasuki sekolah teknik lima tahun. Pada sekolah menengah umum, tahun pertama (Grade 9) ialah kelas bersama. Pada Grade 10 murid harus memilih antara bidang  sains atau nonsains .
Pendidikan tinggi di universitas dan institusi spesialisasi lainnya mengikuti pendidikan  akademik umum. Pendidikan pada sebagian lembaga perguruan tinggi berlangsung dua, empat, lima tahun tergantung pada bidang dan program yang dipilih. Semenjak tahun 1991, sebagian tamatan sekolah teknik dibolehkan melanjutkan ke pendidikan tinggi.
Antara tahun 1952 dan 1988 jumlah  murud seluruhnya  pada semua tingkat pendidikan meningkat dengan tajam dari hampir 1,9 menjadi mendekati 10,3 juta orang. Kenaikan yang paling besar pada tingkat pertama pendidikan yang jumlah muridnya meningkat dari 1,4 juta(37,8%  wanita) tahun 1952 menjadi 6,9 juta(44 % wanita) dalam tahun 1988 Jjumlah siswa tingkat kedua, sekolah menengah, naik dari 460.000(19,4 % wanita) menjadi 2,4 juta (42, 5% wanita), sedang pada level ketiga yakni perguruan tinggi naik dari 54.000 mahasiswa menjadi 980.000 mahasiswa (34,4 % wanita)
Pada level pendidikan tinggi, struktur sekuler mempunyai 220 fakultas dan institusi pendidikan tinggi lainnya dengan 16.000 staf pengajar, dan 695,736 mahasiswa(628.820 pria dan 66,916 wanita)
3)      Sistem Sekolah Al-Azhar
Sistem sekolah Al Azhar hampir sama dengan sekolah sekuler pada tingkat pendidikan dasar. Perbedaannya ialah bahwa pendidikan agama Islam  lebih mendapat tekanan. Namun, untuk mata pelajaran kurikulumnya seperti  pada sekolah sistem sekuler. Grade 10 dan Grade11 sama untuk semua murid. Pada Grade 11, murid diperbolehkan  memilih apakah ingin masuk ke sekolah umum dua tahun lagi, atau masuk ke sekolah agama dua tahun
Pada level Universitas, fakultas -fakultas sama dengan yang ada pada pendidikan sekuler tapi kurikulumnya lebih menekannya pada keagamaan. Selanjutkan, Seluruh pendidikan guru untuk pendidikan keagamaan hanya diselenggarakan dalam lingkungan sistem Al _Azhar
Sekolah-sekolah al-Azhar lebih sedikit muridnya  dibanding dengan jumlah murid sekolah sistem sekuler. Dalam tahun 1988, persentase murid pada sekolah Al-Azhar hanya 3,6 % dari seluruh murid dalam sekuler.pada tingkat pendidikan tinggi, jumlah mahasiswa pada jalur Al azhar ialah 14,3 % dari jumlah mahasiswa pada kedua jalur pada tahun 1988. Jumlah yang kecil pada sekolah sekolah Al-Azhar ini yakni 14,3 % kelihatannya tinggi, namun ada catatan mengenai ini. Lebih besar jumlah tamatan dari jalur AlAzhar yang masuk ke perguruan tinggi dibandingkan dengan tamatan sekolah sistem sekuler. Perlu dicatat bahwa tidak ada pendidikan teknik pada sistem AlAzhar
4. Pendidikan Vokasional dan Teknik
Pendidikan kejuruan(vokasional) dan pendidikan teknik diperluas sejak tahun 1950-an. Terjadi peningkatan jumlah sekolah vokasional dan teknik dari 134(dengan siswa 31.800) dalam tahun 1950 menjadi 400 buah(dengan siswa 115.600) dalam tahun 1060.antara 1970 dan 1988 jumlah siswa pada kedua jenis sekolah ini naik dari 27.300 orang menjadi 978.800. artinya terjadi kenaikan 19 % dan 40,8 % pada periode tesebut.
Pada tahun 1988, Mesir memiliki 563 buah vokasional dan teknik yang berarti 48,% dari sekolah menengah yang ada. Pada sekolah vokasional dan teknik pada tahun 1988 jumlah muris ialah 759.700 orang, sedangkan jumlah murid  sekolah umum 564.668 orang.
Pada tahun 1988, terdapat 34 institut teknik dengan jumlah mahasiswa 59.400 ini berdasarkan The National Center for educational Research.ini sama dengan 7,5 % dari total mahasiswa pendidikan tinggi
Untuk jumlah guru sekolah menengah vokasional dan teknik naik dari 13.700 orang(14 % wanita) tahun 1970 menjadi 42.800 orang(26 % wanita) tahun 1987.pada level pendidikan tinggi, staf pengajar pada institute teknik berjumlah 690 orang dalam tahun 1988, yakni 4,3 % dari seluruh staf pengajar pendidikan tinggi
5. Pendidikan Nonformal
Pendidikan nonformal didefenisikan sebagai serangkaian kegiatan pendidikan  terencana diluar  sistem pendidikan formal. Pendidikan nonformal dimaksudkan untuk melayani  kebutuhan pendidikan bagi kelompok-kelompok orang tertentu, apakah anak-anak, generasi muda, orang dewasa, apakah mereka laki-laki atau perempuan , petani, pedagang, atau mereka dari keluarga orang kaya atau keluarga miskin. Di Mesir, pendidikan nonformal terutama dikaitkan dengan penghapusan iliterasi.berdasarkan hasil sensus tahun 1960 Mesir, 70 % penduduk diatas usia 10 tahun ialah buta huruf.tahun 1976, Mesir Mencatat 13,3 juta orang dewasa(di atas usia 15 ) yang buta huruf dari total penduduk dewasa.
Semenjak tahun 1967, kementrian Perburuan menyelenggarakan program  penataran untuk mendidik orang-orang yang telah menamatkan pendidikan tingkat dasar, atau orang orang yang putus sekolah formal yang berusia antara 12 dan 18 tahun. Mereka diberi keterampilan Vokasional yang cocok untuk lingkungan dan kemampuannya.pendidikan ini biasanya diselenggrakan selam Sembilan bulan ; tujuh bulan di pusat-pusat latihan vokasional, dan dua bulan ditempat-tempat unit produksi. Para peserta latihan kemudian ditempatkan bekerja pada sector pemerintahan atau sector swasta. [3]
Dalam tahun 1984, kementrian Perburuan memulai program-program pelatihan jangka pendek dalam bidang vokasional untuk mempersiapkan pekerja-pekerja yang keterampilannya sangat kurang, dengan tujuan memenuhi kebutuhan pasar kerja dalam bidang tertentu.juga dilakukan pelatiahan bagi buruh-buruh yang pekerjaannya tidak ada lagi atau diperkirakan habis.pelatihan ini berlangsung selam empat bulan. Peserta pelatihan yang berusia antara 18 dan 45 tahun, diberi ilmu pengetahuan dan keterampilan. Latihan praktek dilakukan di pabrik-pabrik milik pemerintah dan swasta, sedangkan pelajaran teori diberikan pada sekolah sekolah perindustrian
Dibawah pengawasan kementrian perindustrian, ada 33 buah pusat pelatihan di berbagai govenorat. Pusat-pusat pelatihan ini menyelnggarakan program kilat bagi pekerja yang masih "semiskilled"melalui pemagangan di Industri –industri, dan juga meningkatkan keterampilan teknisi. Program pemagangan dapat pula diikuti oleh murid murid yang telah tamat pendidikan dasar, atau mereka yang tidak akan melanjutkan pendidikannya ke sekolah teknik. Proses pemagangan ini berlangsung selama tiga bulan.
C.    Menejemen Pendidikan Mesir

1.      Otorita
Sistem pendidikan Mesir ialah tanggung jawab Kementrian pendidikan Negara. Kementrian pendidikan bertanggung jawab  mulai dari pendidikan prasekolah sampai ke pendidikan tinggi dlam aspek perencanaan, kebijakan, control kualitas, koordinasi, dan pengembangannya.
Kementrian pendidikan disusun dengan organisasi sebagai berikut :
1.      Kantor Devisi Menteri. Bagian ini menyupervisi : hubungan kebudayaan dengan pihak luar, perencanaan pendidikan dan tindak lanjutnya, hubungan masyarakat, statistik, masalah-masalah direktorat, dan koordinasi tugas-tugas supervisi.
2.      Bsgian perkantoran  Menteri. Tugasnya termasuk antara lain penghubung dengan Dewan Perwakilan Rakyat, pusat teknik, kantor keamanan, secretariat umum dewan-dewan tertinggi Negara dan seksi kesekretariatan
3.      Bagian pendidikan dasar. Kantor ini bertugas mengawasi pendidikan dasar. Persiapan guru, dan pendidikan bagi orang dewasa serta literasi
4.      Bagian  Pendidikan Persipan  dan Pendidikan Menengah, bertanggung jawab atas pengawasan terhadap kedua sector serta koordinasi administrasinya
5.      Bagian Pendidikan Teknik. Kantor ini bertanggung jawab mengawasi pendidikan industry. Pendidikan kebudayaan, pendidikan perdagangan, peralatan teknik, dan koordinasi administrasi
6.      Bagian Pelayanan Umum. Kantor ini bertanggung jawab mengawasi metode pendidikan , pendidikan swasta, makanan, soal-soal hokum, dan masalah –masalah kantor
7.      Bagian pengembangan Administrasi. Kantor ini mengawasi organisasi, pelatihan, dan personalia
8.      Bagian administrasi dan soal-soal keuangan
Menteri bersidang dalam waktu-waktu tertentu dengan dewan-dewan yang berada di bawah kesekretariatan dan sejumlah dewan-dewan lain. Menteri juga memimpin siding dewan tertinggi Universitas yang bertanggung Jawab atas oerencanaan dan pembuatan kebijakan. Mesir di bagi dalam 140  Distrik Pendidikan dengan jaringan supervisor dan administrator
2.      Pendanaan
Meningkatnya jumlah guru dan sekolah, perbaikan peralatan dan kenaikan harga (termasuk kenaikan gaji) telah menyebababkan kenaikan belanja pendidikan.dua puluh tiga juta pound Mesir sama dengan US$77 juta yang dianggarkan dalam tahun 1952 naik menjadi E126 juta pounds(US$420 juta) tahun 1969. Pada periode yang sama, investasi masyarakat pada pendidikan meningkat dari E2,5 juta Puond(US$8,4  juta) menjadi E33,3 juta pound(US$ 111,2 juta). Sesudah  tahun 1970, alokasi dana untuk pendidikan mulai meningkat  dengan jumlah yang lebih besar dibandingkan alokasi sebelumnya.
Pengeluaran pemerintah untuk pendidikan formal tahun 1988 ialah 18,5% dari total pengeluaran untuk masyarakat. Gaji menyerap 80 % lebih, sementara pengeluaran lain 20 %. Pemerintah harus menyediakan biaya lebih dari E3 miliar pound (US$2,94 miliar) dalam 10 tahun yang akan dating.dari tahun 1964 sampai 1978, pengeluran untuk pendidikan pra universitas meningkat empat kali lipat sedangkan pengeluaran untuk pendidikan tinggi meningkat lima kali lipat.pendidikan tinggi dalam tahun 1970 menggunkan 20,4 % daru total pengeluaran pemerintah untuk pendidikan dan 31,4 % tahun 1978. Dari total anggaran kementrian , pendidikan dasar menerima 44 %
Bank Dunia, UNICEF,UNESCO, Negara sahabat seperti Amerika serikat, German, Kerajaan Inggris(UK) dan Negara Arab member bantuan dalam bidang pendidikan kepada Mesir. Namun meskipun jumlah bantuan cukup besar, masih perlu banyak lagi yang harus dicapai dalam bidang pendidikan, terutama dalam meningkatkan efisiensi manajemen dan belanja pendidikan.
Di dalam system pendidikan Mesir ini yang lebih dipertimbnagkan  ialah sekolah persiapan (sekolah menengah pertama) sebagai jenjang terakhir untuk wajib belajar. Gaji guru-guru pada semua level pendidikan telah naik begitu besar antara tahun 1981 dan 1988 di bandingkan kenaikan sebelumnya.
3.      Personalia
Kementrian pendidikan Mesir memiliki 2000 staf professional dan staf pendukung. Para Perencana, misalnya, biasanya dipilih dari lulusan universitasa dengan tambahan pendidikan selama satu tahun di Institut Perencanaan di Kairo. Biasanya ynag dipilih ialah mereka –mereka yang telah menunjukkan keterampilan mengajar yang sangat baik. Pelajaran-pelajaran khusu juga diberikan kepada orang yang akan menjadi  inspeltur, konsultan, supervisor, kepala sekolah, asisten teknik, direktur dan lain sebagainya..
Pada tahun 1990, Sekitar 390.000 guru bertugas di sekolah-sekolah Mesir.. diperkirakan 55 % diantaranya mengajar di sekolah dasr, 22 % di sekolah persiapan(sekolah menengah pertama), dan 16 % di sekolah menengah (atas) hanya 17 % yang mengajar di sekolah Al Azhar dan sekolah khusus.
Akhir-akhir ini , jumlah suplai guru sudah melebihi beberapa sekolah dan daerah. Namun, tampaknya dalam beberapa tahun yang akan dating akan terjadi kekurangan guru dalam beberapa bidang seperti guru bahasa dan guru-guru pendidikan khusus. Oleh karena itu guru-guru baru harus lebih dahulu mengajar beberapa waktu dipedesaan atau pedalaman sebelum diberi hak untuk diangkat sebagai guru tetap. Pendidikan guru saat ini dilaksanakan di Universitas dengan masa belajar empat tahun sebagai pendidikan paling rendah agar menjadi guru sekolah dasar atau sekolah menengah.
Namun yang sangat aneh di Mesir yakni kekurangan guru agama islam, dan guru bahsa Arab yang sangat besar jumlahbnya.terdapat kekurangan guru dalam bidang seni, pertanian, IKK, music dan cabang ilmu pendidikan teknik.
4.      Kurikulum dan Metodologi Pengajaran
Di Mesir, kurikulum ialah hasil pekerjaan tim. Tim kurikulum ini terdiri atas konsultan, supervisor, para ahli, para professor pendidikan, dan guru-guru yang berpengalaman.biasanya ada sebuah panitia untuk setiap mata pelajaran atau kelompok pelajaran, dan ketua-ketua panitaia diundang rapat sehingga segal keputusan  dapat dikoordinasikan. Kurikulum yang sudah dihasilkan oleh panitia diserahkan kepada Dewan Pendidikan Prauniversitas yang secar resmi mengesahkannya untuk diimplementasikan. Berdasarkan peraturan, kurikilum dapat diubah dan disesuaikan untuk mengakomodasikan kondisi setempat atau  hal-hal khusus.
Pusat penelitian Pendidikan nasional bertanggung jawab mengumpulkan informasi mengenai materi pengajran berdasarkan kurikulum dan mengenai implementasinya di lapangan.hasil penelitian itu disalurkan kedewan  kesekretariatan, dan apabila diperlukan perubahhan, ebuah panitia dibentuk dan diserahi tugas untuk mempelajarinya dan merumuskan perubahan-perubahan itu. Sejumlah besar supervisor, konsultan dari semua level bertemu secara regular dengan guru-guru guna memberikan bimbingan dan untuk mengumpulkan inforrmasi. Ada berbagai pusat latihan, sekolah percobaan,dan sekolah percontoohan, yang  bertujuan untuk pembaharuan kurikulum serta perbaikana metode mengajar. Garis besar kurikulum ditentukan sebuah tim kecil mirip dengan tim yang diterangkan diatas dibentuk untuk menulis buku teks. Buku teks menurut kurikulum tidak persis sama dengan kurikulum yang dilaksanakan\.perbedaannya disebabkan oleh berbgai factor seperti kondisi kelas, kurangnya alat peraga dan perlangkapan lainnya, dan kualitas guru,
Pada level pendidikan tinggi lebih bnayk kebebasan dalam menyusun kurikulum dan pemakaian buku teks. Faktor-faktor  seperti kelas yang  selalu bertambah besar, dan kurangnya peralatanm dan fasilitas lainnya cenderung menurunkan standar yang dicapai oleh mahasiswa. Mengandalkan buku dan kuliah kelihatannya semakin dominan di perguruan tinggi
Bahasa asing diajarkan pada sekolah menengah, dan kadang-kadang juga mulai diajarkan pada sekolah-sekolah dasar swasta.pelajaran bahasa asing merupakan keharusan di sekolah, dan bahasa inggris, perancis, jerman merupakan tiga bahasa asing yang banyak dipilih.
Materi pelajaran disiapkan oleh berbgai badan atau lembaga termasuk panitia kurikulum dari semua jurusan, para akademis, dan asosiasi guru-guru mata pelajaran.[4]

Notes :
[1] Tirtaraharja Umar, Pof, Dr. 2005."Pengantar pendidikan"PT.Rineka Cipta:Jakarta hal :21
[2] Hama Nasution, Prof, Dr. 1975"Pembahruan dalam Islam(Sejarah pemikiran dan Gerakan)"Rineka Cipta : Jakarta. hal : 120
[3] Nur Syah Agustiar, Prof, Dr, Drs, H, MA. 2002" Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara". Lubuk Agung Bandung : Jakarta. hal : 231
[4] Nur Syah Agustiar, Prof, Dr, Drs H, MA. 2002" Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara". Lubuk Agung Bandung : Jakarta. hal : 236
Nizar samsul, Prof,Dr, H, M.ag. 2007."Sejarah Pendidikan islam (menelusuri jejak Sejarah Pendidikan Era Rosulullah sampai Indonesia)"Kencana Prenada Media Group : Jakarta
Zuhairi, Dra,dkk. 2010. "Sejarah pendidikan Islam". Bumi Aksara : Jakarta

PEMBERONTAKAN PETA DI BLITAR(1942-1945)


SITI HASANAH/b/SI 4
Ketika jepang berhasil menahlukan Hindia Belanda awal tahun 1942, Jepang mulai membuat penysuaian-penyesuaian. Pemerintah Jepang merencanakan untuk eksspansionisme Dai Nipon karena hanya ada beberapa orang Islam yang di Jepang saat itu. Perioritas kebijakan Jepang adalah menghapus pengaruh Barat dalam kehidupan masyarakat indonesia.[1]  Kebijakan tersebut di terapkan karena adanya persamaan persepsi antara jepang dengan indonesia dalam hal menghapus pengaruh dan dominasi Barat. Dalam hal ini Islam Indonesia mengganggap bahwa Belanda yang sadis dan  kejam sangat identik dengan "kaum kafir" yang harus di lawan, itulah sebabnya tekad perang melawan penjajah Belanda senantiasa bergelora dalam hati mereka. Kebencian rakyat indonesia terhadap pemerintahab belanda tersebut, di manfaatkan oleh jepang untuk  mendekati umat islam di wilayah pedesaan dan para pemimpin ilam sepeti para kiyai, ulama dan pemimpin-pemimpin nasionalisme. Kemudian demi keinginan Jepang untuk menggalang kekuatan anti Barat, mereka juga di manfaatkan untuk memobiliasi massa untuk meningkatkan produksi pertanian bagi keuntungan "para pembela dan pelindung islam" yaitu Jepang tetapi pada tahap selanjutnya mobilisasi itu di gunakan untuk kepentingan yang lebih besar yaitu Perang Asia Timur Raya.
Permulaan tahun 1942 pasukan Jepang mendarat di Pulau Jawa, pemberontakan Belanda tidak ada artinya. Di setiap medan tempur mereka terpukul mundur, lalu tibalah saat menyedihkan bagi pemerintah hindia belanda. Saat itu 8 maret pemerintah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Surat penyerahan di tandatangani oleh Letnan JendraL Terpoorten di lapangan udara Kalijati Jawa Barat. Sejak itu berakhirlah kekuasaan Belanda di Indonesia dan merupakan awal pendudukan jepang di Pulau Jawa[2].
Pendudukan jepang di jawa tidak semudah yang di utarakan tetapi melalui prose-proses sebelum benar-benar Jepang menduduki Jawa. Proses pendudukan jepang di awai dengan propaganda bangsa jepang untuk memerdekakan bangsa-bangsa Asia dari penjajahan Barat.
Awal Kedatangan Jepang di Indonesia di sambut dengan penuh antusias bukan hanya masyarakat Blitar, tetapi juga seluruh penduduk Indonesia. Kedatangan Jepang ini semakin di senagi oleh karena itu Jepang sudah membebaskan Indonesia dari penjajahan Belanda. Jepang juga mngatakan bahwa mereka adalah saudara tua. Indonesia adalah saudara muda dan saudara tua wajib melindungi saudra muda. Bangsa Indonesia gembira mendengarnya, karena Bangsa Indonesia boleh mengibarkan bendera merah putih dan lagu indoneisa raya boleh di nyanyikan. Akan tetapi, kebaikalain Jepan tersebut hanya berlangsung sementara. Jepang memang tidak bermaksud untuk memerdekakan indonesia.Kemudian Jepang mulai memperlihatkan tindakan buruk yang terang-terangan dalam bentuk menjajah dan mengeruk kekayaan Indonesia serta memaksa penduduk, terutama pemuda-pemuda untuk kerja paksa(romusa) membangun prasarana, seperti kubu-kubu, jala raya, benteng-benteng. Lapangan udara, dan lain-lain. Prinsipnya mereka disuruh kerja berat, kekayaan di kuran semuanya untuk kepentingan Jepang.
Sebagai akibatnya pakaian sulit di peroleh, kelaparan dimana-mana, dan rakyat terjankit penyakit, namun jepang tidak mau tahu dengan kesengsaraan bangsa indonesia tersebut. Rakyat mulai benci, tetapi perasaan bemnci terpaksa di pendam karena takut pada tentara Jepang yang kasar. Rasa benci semakin lama semakin besar. Rakyat tidak sanggup lagi menahan penderitaan, lama-lama rakyat menjadi berani. Mereka bertekat untuk melawan jepang.
Kemudian timbul rasa kekecwaan tentara peta(Pembela Tanah Air)  di mulai tahun 1944,k yang  yang mempunyai benih-benih, baik yang berasal dari dalam kehidupan daidan(Komaandan Batalion / Mayor) Blitar itu sendiri maupun keadaan masyarakat yang cukup menderita, karena Jepang yang selalu merugikan rakyat indonesia . oleh karena itu terjadi beberapa pemberontakan di antaranya yang terbesar dalam lingkup Peta adalah pemberontakan Peta di Belitar pada tanggal 14 februari 1945. Pemberontakan itudi pimpin oleh  Supriyadi, dengan di ikuti oelh kira-kira separuh dari seluruh anggota daidan, karena tidak tahan melihat penderitaan yang dia alami ke4luarganya maupun rakyat ekitarnya akibat penjajahan jepang. Kemudian pemberontakan terebut di susul dari daerah-daerah seperti pemberontakan di Cilacap pada bulan juni 1945 yang di lakukan oleh seorang Bundancho(komandan Regu/ Sersan), dan oleh Shadancho(komandan Peleton/Letnan) bersama dua orang dan dua orang giyuhei (prajurit sukerela/peta) dalam daidan cimahi kira-kira sebulan sebelum proklamsi kemerdekaan[3].
Namun tidak bisa di pungkiri inisiatif dan otak pemberontakan ada di tangan Supriyadi. Ia bekeraja sama dengan beberapa reka Shodancho yang sepaham, eperti: Muradi, Suparyono, Sunarto, Sudarno, Halir dan dr. Ismangil.[4]
Pada awalnya pembentukan organisasi peta ini adalah untuk memenuhi kepentingan peperangan Jepang di lautan Pasifik dalam menghadapi sekutu (Inggris dan Amerika), namun dalam perkembangan se3lanjutnya Peta sangat besar manfaatnya bagi bangsa Indonesia untuk meraih kemengan dan perjuangan fiik membela dan mempertahankan Kemerdekaan RI menghadapi sekutu dan NICA(Nederlands Indies Civil Administration) serta jepang sendiri. Kemudian organisasi peta terlalu bersifat Nasionalis  dan di anggap sangat membahayakan kedudukan jepang atas wilayah Indonesia maka pada tahun 1945 Peta di bubarkan.
Pemberontakan Peta di Blitar menumbuhkan efek semangat kepada prajurit-prajurit Peta, bukan semangat untuk menunjukan orang Indonesia menjadi budak Jepang. Tetapi sebaliknya, memberi semangat untuk menjadi patriot-patriot banga Indonesia yang sedang menyongsong kemerdekaan bangsanya. Timbulnya pemberontakan tidak hanya karena ketidakpuasan terhadap perlakuan orang  Jepang kepada bangsa Indonesia, tetaoi sudah di jiwai oleh adanya semngat bahwa Indonesia harus merdeka.
Terjadinya pemberontakan di mana-mana, salah satunya adalah Peta ini, yang di pimpin oleh Supriyadi. Pemberontakan ini terjadi karena keadaan msyarakat yang cukup menderita karena persoalan romusa, kekejaman kempetai, serta tindkan pemerinthan Jepang yang merugikan rakyat. Dalam prose merebut kemerdekaan Repoblik Indonesia dari kekuasaan dan hegemoni penjajah baik Dai Nippon maupub Belanda dan sekutu yang bisa jadi belum tercover secara baik.
Setelah pemberontakan Peta di litar di mulai dengan diawali tembak-tembakan mortir. Tetapi pemberontakan tersebut dengan mudah di padamkan tenara Jepang. Dan para pelaku pemberontakan diadili oleh Jepang. Mereka ada yang mendapat hukuman mati dan hukuman penjara seumur hidup.
Kemudian untuk melakukan pembrontakan, Supriyadi membentuk sebuah rombongan-rombongan untuk mempermudah dalam pengepungan pemerintahan Jepang. Adapun rombonganya adalah: Rombongan Utara di pimpin oleh  Shodancho Sunarjo dan Suppriyadi. Jumlah rombongan ini sebanyak dua peleton. Rombongan timur di pimpin oleh Shodancho Susanto. Rombongan ini bergerak ke jurusan Malang melalui Ngatan. Jumlah peserta rombongan sebanyak dua peton. Rombongan ini bergerak ke arah timur menghadang bala bantuan dari Katagiri Butari Malang, dan rombongan dari Selatan di pimpin oleh Shondache dasrip dan budancho Imam Badri menyerang orang-orang Jepang yang ada di Pantai Selatan dan malam hari.
Kemudian rombongan Barat dipimpin oleh Shondancho S. Djono dan Shudanco Murdi. Rombongan ini bergerak ke arah barat menuju jurusan Pare, kediri dan Nganjuk bersama-sama dengan dengan rombongan di bawah Shodancho Muradi, sehingga rombongan ini bergabung menjadi pasukan. Tetapi bentu-brntuk tersebut tidak berhasil karena kurangnya komunikasi antar ketuab rombongan-rombongan lainya.
Dalam pemberontakan Peta Blitar mengalami kegagalan, tetapi dari kegagalan tersebut mendorong pemuda Blitar khususnya pemuda indonesia pada umunya untuk merdek. Di samping itu, jepang terdesak angkatan perang Asia Timur Raya dan sekutu kemudian di bentuknya BPUPKI(badan penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia), ini adalah salah satu dari pengaruh pemberontakan Peta di Blitar dan dapat mempengaruhi kemerdekaan.
Notes:
[1] M.C Riclefs, A History of Indonesia terj, Dharmono Hardjowidjono, Sejarah Indonesia modern (Yogyakarta : Gajah Mada Universitas Press,1998) hlm 300
[2] Imron Amir, Pemberontakan Peta Blitar (Semarang Jaya,1984) hlm 6
[3] Nugroho Notosusanto, Tentara Pada Zaman Pendudukan Jepang di Indonesia,(Jakarta: Gramedia ,1979), hlm 126
[4] Edy Burhan Andin,"Pemberontakan Tentara Peta di Blitar sebuah kesaksian sejarah" dalam purbo S. Suwondu , Peta tentara sukarelawan pembela tanah air di jawa dan sumatra 1942-1945(Jakarta: Pustaka Sinar Harapan,1996) hlm 166
Daftar Pustaka:
Arya Alaska, Mengenal Pahlwan Indonesia, Depok: Kawan Pustaka 2004
Nugroho Notosusanto, Tentara Pada Zaman Pendudukan Jepang di Indonesia,(Jakarta: Gramedia ,1979)
Imron Amir, Pemberontakan Peta Blitar (Semarang Jaya,1984)

SEJARAH PENDIDIKAN CHINA


ARI GABRIEL SEBASTIAN/SP
1. SEJARAH PENDIDIKAN CHINA
Sikap orang Cina yang mementingkan pendidikan di dalam kehidupannya telah melahirkan sebuah filofis orang Cina mengenai pendidikan. Pendidikan ini telah lama menjaga kekuasaan Cina berapa lama, sampai pada masuknya bangsa asing ke Cina yang akan merubah wajah sistem pendidikan kuno di China. Tetapi, pada kesempatan ini tidak menjelaskan sampai masuknya bangsa asing ke Cina.Permulaan pendidikan Cina kuno mencampai puncak dimulai pada Dinasti Han, dimana ajaran Kung fu Tse kembali lagi diangkat dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat Cina, yang sebelumnya ajaran ini dihapus oleh penguasa sebelumnya.
Masyarakat Cina yang menganggap pendidikan sejalan dengan filsafat, bahkan menjadi alat bagi filsafat, yang mengutamakan etika. Anggapan ini membuat pendidikan di Cina mengiringi kembalinya popularitas aliran filsafat Kung Fu Tse di dalam masyarakat Cina. Pada masa Dinasti Han banyak melahirkan para sarjana-sarjana yang kelak akan memimpin negara dan telah membuat Dinasti Han sebagai salah satu dinasti yang besar dalam sejarah Cina. Sistem pendidikan yang dikembangkan oleh mantan pengikut-pengikut Kung Fu Tse ini telah melahirkan sebuah golongan yang terkenal dalam sejarah Cina dan menentukan perjalanan kekuasaan Dinasti Han, yaitu Kaum Gentry. Kaum gentry merupakan suatu komunitas orang-orang terpelajar yang telah menempuh pendidikan dan sistem ujian Negara.
Sistem pendidikan yang diterapkan oleh pihak pemerintahan pada saat itu pada awalnya bertujuan untuk mencari calon-calon pejabat pemerintahan yang beraliran konfusius.Jenjang pendidikan didasarkan atas tingkatan daerah administratif pemerintahan.Setiap distrik memiliki sekolah-sekolah, sampai pada akademi di ibukota kerajaan.Setiap jenjang tersebut diharuskan melewati system ujian yang terbagi ke dalam tiga tahapan.System ujian ini dinilai sangat berat, dikarebakan dari banyak orang yang ikut ujian ini hanya beberapa yang berhasil lulus. Kekaisaran dinasti han telah memberikan dasar-daar pada sistem ujian di daratan Cina, walaupun selanjutnya ada perubahan dan penambahan. Sistem pendidikan ini juga membawa perubahan pada stratifikasi masyarakat dan pola prestise dalam masyarakat.System pendidikan yang menghasilkan lulusan-lulusan pelajar secara alami membentuk kelas baru, yang pada akhirnya menggeser posisi bangsawan dalam stratifikasi masyarakat Cina.Dan pola prestise dalam masyarakat, dimana masyarakat tidak lagi sepenuhnya memandang orang dari kepemilikan harta atau keturunananya, tetapi masyarakat memandang seseorang dari jenjang pendidikan yang telah ditempunya. Disamping itu, kaum gentry ini diberikan penghormatan dan penghargaan berupa hak-hak istimewa dari pemerintahan dan masyarakat.
Pada masa Dinasti Han sudah terdapat sebuah system pendidikan yang ketat.Para pengikut-pengikut konfusius yang berada di beberapa daerah distrik mendirikan sekolah-sekolah yang bersifat informal. Disebut sekolah informal dikarenakan proses belajar mengajar yang dilakukan tidak terikat oleh tempat atau waktu. Dengan menggunakan gambar yang tertera dalam pembelajaran dapat diketahui metode mengajar yang digunakan para guru dalam menyampaikan bahan materi pelajaran.Jadi dari gambar dan penjelasan tersebut dapat diketahui bahwa metode mengajar yang digunakan oleh guru pada saat itu ialah metode ekspositori (ceramah).Penyimpulan ini dikarenakan yang dilakukakan serupa dengan metode ekspositori, dimana guru lebih aktif disini dalam mentransfer ilmu kepada para murid.
Setelah tahapan belajar mengajar, maka melangkah kepada tahapan evaluasi atau system ujian.System ujian yang berlaku pada masa Dinasti Han merupakan suatu hal yang unik dalam system pendidikan Cina.Pada masa itu sudah berkembang suatu system evaluasi yang sangat kompleks.Menurut Rochiati Wiriaatmadja, mengatakan bahwa ujian ini dibagi ke dalam tiga tahap atau jenjang. Tiga tahap ujian tersebut antara lain: Ujian tingkat pertama diadakan di beberapa ibukota . Calon pegawai yang dapat melewati ujian tahap pertama ini diberi gelar Hsui-Tsai, bila diartikan yaitu "bakat yang sedang berkembang".Selanjutnya, ujian tingkat dua yakni ujian tingkat provinsi untuk mencapai gelar Chu-Jen, yakni "orang yang berhak mendapatkan pangkat".Orang-orang yang berhak mengikuti tahapan ujian ini yaitu orang-orang yang telah mendapatkan gelar Hsui-Tsai.
Para peserta ujian tidak langusng mengikuti ujian, tetapi mereka diharuskan mengikuti latihan di akademi prefektur dalam rangka menghadapi persiapan ujian Chu Jen.Ujian provinsi ini diadakan tiga tahun sekali. Mereka yang dapat lulus dari ujian ini dengan nilai tertinggi akan mendapatkan tunjangan belajar. Pada tahap akhir yaitu ujian tahap tiga yang diadakan di ibukota kerajaan.Ujian ini diadakan setiap tiga tahun sekali, dilaksanakan setahun setelah ujian provinsi.Tahapan ujian bertujuan untuk mendapatkan gelar Chih Shih, yakni Sarjana naik pangkat.
Pendidikan memiliki peranan yang sangat strategis dalam membangun suatu masyarakat bangsa.Melalui pendidikan suatu bangsa dapat mengembangkan masyarakatnya menjadi masyarakat dan bangsa yang maju. Karena melalui pendidikan akan dapat dikembangkan sumber daya manusia yang berkualitas sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat yang ingin dikembangkanya. Semua keberhasilan itu, tidak terlepas dari upaya yang dilakukan oleh para pemimpin Cina dalam melakukan reformasi dalam berbagai aspek kehidupan di Cina, terutama dalam dunia pendidikan.Cina, dalam beberapa tahun terakhir, berhasil membuat prestasi yang sangat mengagumkan, yaitu merubah kondisi sosial ekonomi masyarakatnya, yang tadinya hanya sebagai negara berkembang, yang hanya mampu menyediakan kebutuhan dasar masyarakatnya, kemudian berubah dan masuk ke tahap awal menjadi masyarakat yang makmur.
Perubahan yang dialami Cina merupakan perubahan yang sangat berarti. Perkembangan ekonomi dan kemajuan yang dialami Cina sangat dikagumi dunia dan dihormati oleh banyak kalangan.Keyakinan mereka membangun bangsa melalui sektor pendidikan terlihat dari upaya ekspansi yang berkelanjutan yang dilakukan sejak tahun 1980 sampai awal tahun 1990.Selama periode ini, pendidikan terus mengalami kemajuan secara cepat, dan banyak inovasi yang historis selama dekade tersebut.
Kemajuan dunia pendidikan yang terjadi di akhir 90-an dan awal 2000 di Cina tidak lepas dari peran dari seorang birokrat yang memiliki visi dan komitmen yang kuat terhadap dunia pendidikan. Li Lanqing, yang pada tahun 1993 di angkat menjadi Wakil Perdana Menteri Cina, sekaligus ditugasi untuk menangani masalah pendidikan di negeri tirai bambu tersebut, adalah orang yang dianggap berhasil melaksanakan tugasnya mendorong kemajuan Cina melalui reformasi dalam bidang pendidikan. Li Lanqing sebenarnya bukan tokoh yang berlatar belakang bidang pendidikan.
Pada tahun 1993, tercatat, guru memiliki gaji yang rendah dan disadari, kondisi ini akan berpengaruh terhadap kinerja dan profesionalitas guru dalam melaksanakan tugasnya. Bagaimana dapat menuntut guru melaksanakan tugas dengan optimal, kalau dirinya menghadapi masalah dengan kesejahteraan diri dan keluarganya. Pada tahun 1989, dana dari negara untuk pendidikan hanya 9,4 milyar yuan. Dengan dana sebesar itu, tidak banyak yang bisa dilakukan untuk mengembangkan dunia pendidikan, yang harus melayani masyarakat lebih dari satu milyar orang. Li Lanqing memandang bahwa yang bertanggung jawab menyediakan pendidikan yang layak adalah pemerintah.
Pendidikan dasar, khususnya untuk wajib belajar, sangat tergantung pada alokasi dana dari pemerintah. Demikian juga dengan pembiayaan pengembangan infrastruktur untuk pendidikan keterampilan dan pendidikan tinggi, sangat bergantung pada dukungan dana dari pemerintah. Hanya permasalahannya adalah semua itu harus diatur dengan undang-undang.
Beberapa inovasi lain telah digulirkan Cina adalah, diberlakukannya wajib pendidikan dasar 9 tahun dan penghapusan buta huruf bagi anak muda dan setengah baya. Inovasi ini berhasil meningkatkan tingkat pendidikan nasional secara berarti.Pendidikan tinggi dikembangkan secara cepat dengan beberapa perubahan awal, diantaranya pembelajaran dikembangkan dengan menekankan pada peningkatan kualitas siswa, seperti mengembangkan karakter siswa sebagaimana penguasaan pengetahuan (kognisi).Penggunaan teknologi informasi dalam pendidikan juga telah berhasil mendorong mempercepat moderinisasi.Kompensasi, kesejahteraan dan status sosial guru telah banyak dikembangkan, dan membuat profesi tersebut mendapat respek dan penghormatan dari masyarakat.Pendidikan swasta berkembang dengan cepat.Hal ini ditandai dengan banyak jenis sekolah dibangun. Pertukaran pendidikan dan kerja sama dengan negara lain secara aktif dan luas telah memperkuat daya saing/kompetisi di dunia.
Pada dekade terakhir, sejumlah permasalahan besar telah terpecahkan. Total dana pendidikan nasional telah mencapai rata-rata 20% per tahun, dan mencapai 548 milyar yuan pada tahun 2002, lima kali lebih banyak dibanding tahun 1993. Di akhir abad 20, wajib pendidikan dasar 9 tahun telah mendekati universal dan remaja dan orang-orang setengah baya telah bebas dari buta huruf, sementara pendidikan menengah telah meningkat dengan sangat pesat.Sejak tahun 1999, institusi pendidikan tinggi telah mengerahkan banyak siswa setiap tahunnya hingga tahun 2002.Terdapat 16 juta siswa di jenis pendidikan tinggi yang berbeda.Berdasarkan statistik UNESCO terakhir skala pendidikan tinggi Cina adalah terbesar di dunia.Selama sepuluh tahun perubahan dan pengembangan secara keseluruhan telah menciptakan suatu pemandangan pendidikan baru di Cina.
2. SISTEM PENDIDIKAN
Pendidikan di China gratis selama 9 tahun pertama walaupun murid tetap harus mengeluarkan uang untuk membeli buku-buku pelajaran.Selepas tingkat Junior, orang tua harus membiayai sendiri pendidikan anak-anaknya.Ini membuat banyak anak-anak pedesaan atau anak-anak tak mampu untuk bersekolah. Setelah tahun 1995 dan 1997, anak-anak di China belajar lima dan lima setengah hari per minggu. Tahun akademik dibagi menjadi 2 semester, yang terdiri dari 9.5 bulan dimulai pada tanggal 1 September dan Maret. Dengan libur musim panas dan bulan Juli dan Agustus dan libur musim dingin pada bulan Januari dan Februari.Semua siswa sekolah dalam berbagai tingkatan tinggal dalam asrama-asrama.
1.      Pendidikan Dasar
Anak-anak China memulai pendidikan formal pada usia 3 tahun dengan masuk pra sekolah yang berlangsung selam 3 tahun. Dilanjutkan masuk sekolah dasar pada usia 6 tahun. Sekolah Dasar berlangsung selama 6 tahun dengan mata pelajaran utama Bhasa China, Matematika, Sejarah, Geografi, Sains, dan sebagainya.Selain itu ada juga pendidikan moral dan politik dasar.Dukungan besar juga diberikan untuk pendidikan jasmani.
Basic Education meliputi Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah dasar (SD), dan Sekolah Menengah (SMP dan SMA). Lama pendidikannya yaitu : prasekolah usia 3 tahun ke atas, Sekolah Dasar selama 5-6 tahun dengan usia masuk SD 6 tahun
2.      Pendidikan Menengah
Pendidikan menengah dibagi menjadi 2 bagian yaitu pendidikan menengah akademis dan pendidikan menengah kejuruan/khusus/teknik.Sekolah menengah akademis dibagi menjadi dua level, yaitu junior dan senior. Level junior dimulai pada usia 12 tahun dan berlangsung selama 3 tahun. Untuk masuk ke tingkat senior, mereka harus lulus tes yang akan menentukan apakah mereka dapat lanjut ke tingkat senior atau mengikuti kelas kejuruan. Level Senior dimulai pada usia 15 tahun berlangsung selama 2 atau 3 tahun. Di Sekolah Menengah Senior, murid-murid memilih untuk mengikuti kelas sains atau sosial. Lulusannya diarahkan untuk lulus Ujian Masuk Perguruan Tinggi Nasional.Olahraga dan politik juga dimasukkan ke dalam kurikulum.Sekolah kejuruan memiliki program antara 2 sampai 4 tahun dan memberikan pelatihan keahlian di bidang pertanian, manajerial, ketenagakerjaan dan teknik.Sekolah teknik menawarkan program 4 tahun untuk melatih siswanya.Sekolah jenis ini diorientasikan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang terlatih.
3.      Pendidikan Khusus
China juga memiliki sistem pendidikan khusus untuk anak-anak dengan kemampuan khusus dan untuk anak-anak terbelakang. Anak-anak dengan kemampuan khusus akan diperbolehkan untuk melompat kelas. Anak-anak dengan kemampuan terbatas akan diarahkan untuk mencapai kemampuan standar minimum.
4.Pendidikan Tinggi
Apapun jenis pendidikan tingginya mereka harus lulus Ujian Masuk Perguruan Tinggi Nasional yang berlangsung pada bulan Juli dan diadakan pemisahan antara kelas sosial dan sains.Penempatan jurusan ditentukan oleh hasil tes.Siswa yang mengikuti ujian mendaftar untuk beberapa jurusan yang dipilih.Sistemnya serupa dengan UMPTN di Indonesia.
Pendidikan tinggi menawarkan program akademik dan kejuruan. Sebenarnya ada banyak universitas dan college di China tetapi tingkatan dna kualitasnya sangat bervariasi. Beberapa yang terkenal misalnya Beijing University dan Shanghai's University.Umumnya siswa harus menjalankan 4-5 tahun untuk mendapatkan gelar sarjana. Untuk masuk tingkat master dan doktoral, mereka juga harus lulus ujian. Selain universitas ada college yang menawarkan 2 atau 3 tahun dengan jenis pendidikan kejuruan yang setera dengan diploma dan dapat meningkatkan gelarnya menjadi sarjana.
3. KURIKULUM PENDIDIKAN
Untuk mengembangkan pendidikan karakter tersebut, maka Li Lanqing melakukan reformasi pada kurikulum, buku teks, dan sistem evaluasi dan testing. Kurikulum sekolah dikembangkan sesuai dengan potensi yang dimiliki anak; kurikulum diarahkan untuk memfasilitasi semua potensi yang dimiliki anak agar berkembang secara optimal, melaksanakan pembelajaran yang berorientasi pada siswa melalui diskusi, mendorong pada pengembangan berfikir inovatif, dan pembelajaran yang berkualitas.
Berikut ini adalah kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejuruan, dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas:
a. kelompok mata pelajaran Agama dan Moral
b. kelompok mata pelajaran Cina dan MA
c. kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Matematika
d. kelompok mata pelajaran Sosial dan Politik
e. kelompok mata pelajaran Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
f. kelompok mata pelajaran Bahasa Cina dan Bahasa Asing
Beban belajar yang diberikan kepada siswa dalam satu tingkatan dengan tingkatan yang lain berbeda-beda. Berikut ini adalah beban belajar bagi siswa di China :
1.      Beban belajar untuk pendidikan dasar dan pendidikan menengah menggunakan jam pembelajaran setiap minggu setiap semester dengan sistem tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur, sesuai kebutuhan dan ciri khas masing-masing.
2.      Beban belajar untuk pendidikan menengah akademis junior dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester (SKS).
3.      Beban belajar pendidikan menengah akademis senior pada jalur pendidikan formal kategori standar dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester. Beban belajar untuk pendidikan menengah akademis junior pada jalur pendidikan formal kategori mandiri dinyatakan dalam satuan kredit semester.
4.      Beban belajar pada pendidikan kesetaraan disampaikan dalam bentuk tatap muka, praktek keterampilan, dan kegiatan mandiri yang terstruktur sesuai dengan kebutuhan.
5.      Kurikulum untuk SMP atau bentuk lain yang sederajat, SMA atau bentuk lain yang sederajat, SMK atau bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup.
6.      Pendidikan kecakapan hidup yang mencakup kecakapan pribadi, kecakapan sosial, kecakapan akademik, dan kecakapan vokasional.
7.      Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan moral, pendidikan kelompok mata pelajaran Cina dan MA, pendidikan kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Matematika, pendidikan kelompok mata pelajaran Sosial dan Politik, pendidikan kelompok mata pelajaran Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, dan pendidikan kelompok mata pelajaran Bahasa Cina dan Bahasa Asing.
8.      Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi.
4.Perbedaan Kurikulum Pendidikan Indonesia Dengan China
Pendidikan di china menggunakan system kredit dan dapat melanjutkan ke jenjang selanjutnya apabila telah memenuhi angka kredit sedangkan di Indonesia, hal tersebut dilaksanakan pada jenjang perguruan tinggi
Tingkatan Pendidikan di China terdapat Pendidikan khusus.Sedangkan di Indonesia tidak ada tingkatan pendidikan khusus.Muatan dari materi kimia yang diajarkan lebih menekankan pada aplikasi dan lingkungan.Sedangkan di Indonesia aplikasi dan lingkungan tidak begitu diutamakan.
DAFTAR PUSTAKA
Bandung: Jurusan Pendidikan Sejarah FPIPS, UPI.2003.
http://juanfranklinsagrim.blogspot.com/2009/07/sejarah-pendidikan-china.html