SEJARAH KERAJAAN RIAU-LINGGA-JOHOR-PAHANG

Tiopan Purba/SR/015/B

            Kabupaten Bintan sebelumnya merupakan Kabupaten Kepulauan Riau. Kabupaten Kepulauan Riau telah dikenal beberapa abad yang silam tidak hanya di nusantara tetapi juga di manca-negara. Wilayahnya mempunyai ciri khas terdiri dari ribuan pulau besar dan kecil yang tersebar di Laut Cina Selatan, karena itulah julukan Kepulauan "Segantang Lada" sangat tepat untuk menggambarkan betapa banyaknya pulau yang ada di daerah ini. Pada kurun waktu 1722-1911, terdapat dua Kerajaan Melayu yang berkuasa dan berdaulat yaitu Kerajaan Riau Lingga yang pusat kerajaannya di Daik dan Kerajaan Melayu Riau di Pulau Bintan.

PERKEMBANGAN POLITIK DI ASIA TENGGARA PASCA PERANG VIETNAM


NURYANA/SAT/15B

Vietnam adalah salah satu negara di Semenanjung Indocina yang berada di wilayah Asia Tenggara. Vietnam mempunyai sejarah dan kaitan yang erat dengan perkembangan Perang Dingin yang terjadi antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Akibat perebutan pengaruh dan perluasan ideologi dari dua Negara adidaya itu menyebabkan terjadinya perang saudara di wilayah Vietnam. Perang antara rezim Republik Vietnam Selatan yang didukung oleh Amerika Serikat dan rezim Republik Demokrasi Vietnam (Vietnam Utara) yang bergabung dengan Pemerintah Revolusioner Vietnam Selatan, termasuk pasukan Viet Cong yang didukung Uni Soviet dan RRC disebut Perang Vietnam. Perang saudara itu berlangsung cukup lama, yaitu sejak tahun 1950 sampai dengan tahun 1975.

SEJARAH BERDIRINYA KABUPATEN INDRAGIRI HULU


DIDIK AHMADI/SR/15A

      Indragiri Hulu merupakan salahsatu kabupaten yang ada di Provinsi Riau.Luas wilayah Indragiri Hulu meliputi 8.198.26 km(819.826,0) Ha) yang terdiri dari daratan rendah, daratan tinggi dan rawa-rawa yang terletak di ketinggian 50-100 m diatas permukaan laut. Jumlah penduduk Kabupaten Indragiri Hulu yang terdata pada tahun 2013 berjumlah 443.326 jiwa. Penduduk terdiri dari suku Melayu sebagai kelompok mayoritas,Jawa,-Minang,Batak,Sunda dan keturunan Cina selain itu juga terdapat suku pedalaman yaitu suku Talang Mamak,suku ini selalu berpindah-pindah dari hutan ke hutan. Kabupaten Indragiri Hulu terletak di : 0°15' LU-1°5' LS-101°10' BT-102°48' BT.

SEJARAH BENGKALIS

Fahril Hidayat/ SR

PENDAHULUAN
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1956 Lembaran Negara Nomor 25 Tahun 1956, ditentukan bahwa Kabupaten Bengkalis dengan ibukotanya Bengkalis dipimpin oleh seorang Bupati Kepala Daerah Tingkat II. Kabupaten Bengkalis merupakan wilayah kabupaten yang terluas nomor satu di Propinsi Riau.Propinsi Riau itu sendiri termasuk salah satu propinsi paling kaya di Indonesia. Kekayaannya meliputi hasil pertambangan minyak bumi, batu bara, hutan, hasil-hasil perkebunan seperti kelapa sawit, karet, hasil-hasil laut serta sungai, dan sebagainya.

BIOGRAFI SYEIKH ABDURRAHMAN SIDDIQ

 M.Ridwan


Syeikh Abdurrahman Siddiq bin Muhammad ‘Afif bin Mahmud bin Jamaluddin Al-Banjari atau dikenal juga dengan sebutan Tuan Guru Sapat merupakan seorang guru dari suku banjar yang dikenal bahkan sampai ke negeri Arab (Mekkah) karena beliau merupakan pengajar di Masjidil Haram. Dan beliau mempunyai banyak murid semasa hidupnya bahkan muridnya diperkirakan tersebar dari Singapura, Malaysia dan Kalimantan. Syekh Abdurrahman Siddiq ini lahir pada tahun 1857 di daerah Pagar, Martapura, Kalimantan Selatan dan beliau meninggal pada tanggal 10 Maret tahun 1930[1].

Adapun nama Siddiq ini ia dapatkan berasal dari gurunya saat ia belajar di Mekkah, adapun alasan mengapa beliau diberikan gelar Siddiq oleh gurunya adalah karena beliau pada saat itu mendalami ilmu agama islam selama 7 tahun di Mekkah dan kemudian dipercayakan oleh gurunya untuk menjadi pengajar di Masjidil Haram selama 2 tahun kemudian diberikan gelar Siddiq oleh

SEJARAH INDRAGIRI HILIR


NURLIZA SEMBIRING/015A/SR

Tembilahan merupakan sebuah Kota ibukota  Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.  Tembilahan memiliki luas wilayah 297,62 km², terdiri dari 6 kelurahan. Ibu kota kecamatan adalah Kota Tembilahan. Jumlah penduduk Tembilahan tahun 2002 adalah 52.773 jiwa.

Batas wilayah Kota Tembilahan memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut :
·         Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Batang Tuaka.
·         Sebelah timur berbatasan dengan Kec. Kuala Indragiri dan Tanah Merah.
·         Sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Enok.
·         Sebelah barat berbatasan dengan Kec. Tembilahan Ulu dan Batang Tuaka

Sejarah Keemasan Kerajaan Siak, Tahun 1723-1945

KHAIRUL ASRI/SR

Kesultanan Siak Sri Inderapura adalah sebuah Kerajaan Melayu Islam yang pernah berdiri di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Indonesia. Kerajaan ini didirikan di Buantan oleh Raja Kecik, anak dari Sultan Mahmud Shah sultan dari Kesultanan Johor yang dibunuh. Raja Kecik dilarikan ke Pagaruyung oleh ibundanya Encik Apong. Dalam perkembangannya, Kesultanan Siak muncul sebagai sebuah kerajaan bahari yang kuat dan menjadi kekuatan yang di perhitungkan di pesisir timur Sumatera dan Semenanjung Malaya di tengah tekanan imperialisme Eropa. Jangkauan terjauh pengaruh kerajaan ini sampai ke Sambas di Kalimantan Barat, sekaligus mengendalikan jalur pelayaran antara Sumatera dan Kalimantan. Pasang surut kerajaan ini tidak lepas dari persaingan dalam memperebutkan penguasaan jalur perdagangan di Selat Malaka. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Sultan Siak terakhir yaitu Sultan Syarif Kasim II menyatakan kerajaannya Kerajaan Siak Sri Indrapuri (Provinsi Riau saat ini) untuk bergabung dengan Republik Indonesia.

Sejarah Masuknya Islam di Thailand

KHAIRUL ASRI/SAT

A.     Sejarah Masuknya Islam di Thailand
Umat Islam memiliki sejarah yang panjang dalam kerajaan thailand. Hubungan mereka dengan masyarakat Thailand serta peran mereka dalam negara dapat ditelusuri kezaman kerajaan ayyuthaya. Kedatangan Islam di negeri muangthai telah terasa pada masa kerajaan sukhathai di abad ke-13, yang merupakan buah dari hubungan dagang yang dibangun oleh para saudagar muslim. Hal ini bermula pada dua orang bersaudara dari Persia, yaitu Syeikh Ahmad dan Muhammad Syaid yang juga disebut Khaek Chao Sen (suatu cabang mazhab syiah), menetap di kerajaan tersebut yang terus melakukan perdagangan sekaligus menyebarkan agama Islam. Sebelum berdirinya kerajaan Ayyuthaya sebagai pengganti kerajaan Shukhotai setelah yang terakhir ini runtih pada abad ke-14, Islam telah memiliki kekuatan politik yang sangat besar. Perdagangan merupakan perintis proses islamisasi dan perkembangan politik kerajaan-kerajaan maritim diwilayah kepulauan di abad ke-15, 16 dan 17. Perdagangan juga pulalah yang merupakan faktor dominan yang mendekatkan Islam dengan kerajaan Ayuthaya.

LEPASNYA TIMOR TIMUR DARI WILAYAH NKRI


FENI RISDIYANTI 015/SAT

Peristiwa-peristiwa sekitar integrasi Timor Timur dengan Indonesia pada tahun 1976 juga ikut memegang peranan dalam hubungan Australia-Indonesia. Sesudah Portugis meninggalkan bekas daerah jajahannya tersebut di tahun 1975, Angkatan bersenjata Indonesia memasuki Timor Timur pada bulan Desember 1975 dan kawasan ini menjadi satu dengan Republik Indonesia di tahun 1976. Hal ini menyebabkan perdebatan di Australia. Di samping itu, kematian lima wartawan Australia di Timor Timur di tahun 1975 telah menjadi perhatian masyarakat Australia dan media. Namun pada akhirnya Australia mengakui kedaulatan Indonesia atas Timor Timur secara de jure tahun 1979. Namun dinamika politik dalam negeri Indonesia telah berubah secara dramatis dengan jatuhnya Pemerintahan mantan Presiden Soeharto. Pada tanggal 30 Agustus 1999, melalui jajak pendapat, rakyat Timor Timur memilih merdeka (78.5%). Pengumuman hasil pemilihan umum tersebut diikuti dengan kekerasan yang meluas oleh unsur-unsur pro-integrasi. Australia kemudian diminta oleh PBB untuk memimpin kekuatan internasional di Timor Timur atau International Force in East Timor (disingkat INTERFET) dalam menjalankan tugasnya untuk mengembalikan perdamaian dan keamanan di kawasan tersebut. Pada tanggal 20 Oktober, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mencabut keputusan penyatuan Timor Timur dengan Indonesia.

Sejarah Awal Sistem Pendidikan di Malaysia


DEWI MUTIARA SARI 015/SAT

Sebelum kedatangan kuasa penjajah pendidikan di Tanah Melayu berbentuk bukan formal dan tidak memberatkan perkembangan kongnitif pe1ajar-pelajar. Corak pendidikan yang ada pada ketika itu berjalan seperti biasa dengan pengajaran al-quran, tingkah laku, dan akhlak yang baik, pengetahuan kerohanian dan seni mempertahankan diri. Ini termasuklah pelajaran awal dalam bidang kraftangan serta perintis dalam bidang pertanian, perikanan dan perburuan.
Pada peringkat lebih teratur terdapat satu sistem pendidikan agama yang disebut 'sekolah pondok ' yang ditubuhkan dan dikendalikan oleh ulama-ulama Islam yang terkenal. Pelajar-pelajar menuntut di madrasah agama dan tinggal di pondok yang di bina di sekelilingnya.