Kamis, 09 Juni 2016

Peranan Soekarno dalam mengembangkan Partai Nasional Indonesia (PNI)


                        NURMI SUARI/014 A/ S 1V

            Pada tanggal 4 Juli 1927 atas inisiatif Algemeene Studie Club diadakan rapat pendirian Perserikatan Nasional Indonesia. Rapat pembentukan partai ini dihadiri oleh Ir. Soekarno, Dr. Tjipto Mangunkusumo, Soedjadi dan beberapa anggota PI(perhimpunan Indonesia). PNI menyatakan bahwa tujuan PNI adalah bekerja untuk kemerdekaan Indonesia. Tujuan ini hendak dicapai dengan azas "percaya pada diri sendiri". Artinya memperbaiki keadaan politik, ekonomi dan sosial dengan kekuatan dan kebiasaan sendiri, antara lain dengan mendirikan sekolah-sekolah, ploilinik-poliklinik, bank nasional serta koperasi dll. Itulah sebabnya PNI tidak mau ikut dalam dewan-dewan yang diadakan oleh pemerintah (sikap non-cooperation). Yang dapat menjadi anggota PNI adalah semua orang Indonesia dan sekurang-kurangnya berumur 18 tahun. Orang-orang Asia lainnya dapat juga menjadi anggota PNI tetapi hanya sebagai anggota luar biasa.
            Cita-cita persatuan yang selalu ditekankan dalam rapat-rapat umum PNI ternyata dalam waktu yang singkat dapat diwujudkan. Dalam rapat PNI di Bandung tanggal 24-26 Maret disusunlah Progran dan azas dan daftar usaha, suatu anggaran dasar PNI, kemudian disahkan pada kongres PNI I di Surabaya pada tanggal 27-30 Mei 1928. Program azas ini mengemukakan bahwa perubahan-perubahan struktur
masyarakat Belanda pada abad XVI yang membawa pula kebutuhan-kebutuhan ekonomi baru, menyebabkan timbulnya imperialism Belanda. Oleh imperialism ini, Indonesia dijadikan tempat mengambil bahan mentah, pasar untuk hasil industrinya dan tempat penanaman modal. Bagi Indonesia ini berarti drainage kekayaan.  
            Hal ini merusakkan struktur social, ekonomi dan politik Indonesia dan menghalang-halangi usaha memperbaikinya. Syarat utama untuk memperbaiki kembali susunan masyarakat Indonesia adalah kemerdekaan politik. Kemerdekaan politik berarti "berhentinya pemerintahan Belanda". Karena alasan-alasan ekonomi dan social, Belanda tentu tidak akan dengan sukarela pergi dari Indonesia. Karena itu PNI yakin bahwa hanya dengan kekuatan sendiri tanpa mengharapkan bantuan dari luar, dengan persatuan Indonesia tanpa membedakan agama dan kelas, kemerdekaan akan dapat dicapai. Imperialisme yang menindas Indonesia pada hakikatnya adalah imperialism Internasional yang juga menguasai daerah-daerah lain di Asia. Oleh karena itu usaha bangsa Indonesia melawan imperialism Internasional harus dipersatukan dengan usaha-usaha bangsa-bangsa Asia lainnya yang senasib. Tujuan Kongres adalah mensahkan anggaran dasar, program azas dan rencana kerja PNI. Selain itu, Kongres juga bertujuan untuk memperkenalkan diri lebih jauh kepada masyarakat dan dihadiri oleh wakil-wakil organisasi pergerakan. Kongres telah memilih Ir. Soekarno sebagai ketua pengurus besar PNI dan Mr. Sartono sebagai bendahara.
            Ada dua macam tindakan yang dilakukan oleh PNI untuk memperkuat diri dan pengaruhnya di dalam masyarakat, yaitu kedalam, mengadakan usaha-usaha terhadap dan untuk lingkungan sendiri, yaitu mengadakan kursus-kursus, mendirikan sekolah-sekolah, bank-bank dsb; ke luar, memperkuat public opini terhadap tujuan PNI, antara lain melalui rapat-rapat umum dan menerbitkan surat kabar-surat kabar Banteng Priangan(di Bandung) dan Persatuan Indonesia(di Jakarta). Kegiatan PNI yang dengan cepat menarik massa itu, sangat mencemaskan pemerintah colonial. Gubernur jenderal pada waktu pembukaan siding Volksraad tanggal 15 Mei 1928 mengharapkan kesadaran rakyat terhadap nasionalisme yang extrim. Dengan ini banyak cabang-cabang PNI tumbuh di seluruh Indonesia.
            Pada tanggal 18-20 Mei 1929 diadakanlah Kongres PNI yang kedua di Jakarta. Sesuatu yang menarik juga dalam Kongres ini selain perbaikan dibidang ekonomi dan politik ialah disinggung juga masalah transmigrasi untuk mengatasi kemelaratan rakyat(terutama didaerah yang berpenduduk padat). Semenjak Kongres ke II ini kegiatan PNI makin meningkat, terutama untuk usaha konsolidasi kekuatan. Jelas bahwa cara-cara yang dilakukan PNI ini telah memperkuat posisi dan pengaruh PNI dikalangan masyarakat. Sukses yang dicapai ini dalam waktu yang singkat juga berkat filsafat PNI yaitu Merhaenisme. Kemudian Marhaenisme ditafsirkan sebagai Marxisme yang diterapkan sesuai dengan kondisi-kondisi dan situasi Indonesia.
            Propaganda PNI boleh dianggap menimbulkan suatu zaman baru dalam pemikiran dan perasaan orang Indonesia. Propaganda itu sudang dirancang oleh Perhimpunan Indonesia dan kemudian PNI lah yang melaksanakannya. Pengaruh Ir. Soekarno sebagai pemimpin PNI dan pemimpin Indonesia telah meluas dan meresap diseluruh Indonesia dan didalam seluruh lapisan masyarakat. Kemajuan-kemajuan yang diperolaeh PNI dalam usahanya membawa rakyat untuk memperoleh kemerdekaan telah menguatirkan orang-orang reaksioner Belanda di Indonesia, yang kemudian membentuk suatu organisasi bernama Vaderlandsche Club tahun 1929, yang mendesak pemerintah agar segera mengambil tindakan tegas terhadap PNI. Pada tanggal 6 Agustus 1929, pemerintah colonial Belanda mengeluarkan ancaman terhadap PNI. Walaupun ada ancaman dan propokasi, PNI tetap jalan terus mengadakan kegiatan-kegiatan partai. Dalam rapat umum tanggal 15 September 1929 di Bandung, Bung Karno mengatakan bahwa walaupun ada usaha-usaha untuk menghalangi pertumbuhan PNI dengan berbagai cara, PNI malah semakin berkembang subur.
            Kemudian terdengarlah desas-desus di kalangan rakyat bahwa PNI akan mengadakan pemberontakan pada tahun 1930. Karena desakan kaum reaksioner Belanda disamping pemerintah Belanda sendiri bertambah kuatir, sesudah melakukan persiapan-persiapan yang luas dan teratur kemudian pemerintah melakukan penangkapan dan penggeledahan dimana-mana. Pada tanggal 29 Desember 1929 Ir. Soekarno cs ditangkap oleh polisi di Yogyakarta dan selanjutnya dibawa ke Bandung. Seluruh kaum pergerakan mengajukan protes, demikian juga Perhimpunan Indonesia, serta Partai Buruh dan partai komunis di negeri Belanda. Empat orang tokoh PNI, yaitu Ir. Soekarno, R. Gatot Mangkoepraja, Markoen Soemadiredja dan Soepriadinata diajukan kedepan pengadilan di Bandung pada tanggal 18 Agustus 1930 sampai dengan 29 september 1930. Ir. Soekarno dalam pidato pembelaannya, yang terkenal dengan nama "Indonesia Menggugat", dengan itu Ir. Soekarno dan para pemimpin-pemimpin PNI lainnya dijatuhi hukuman penjara oleh pengadilan colonial pada tanggal 22 Desember 1930.
            Politik Van de Venter yang telah diterapkan, menyebabkan lahirnya golongan-golongan terpelajar, kaum inteleketual yang mulai merasakan bahwa kolonialisme sebagai ajang eksploitasi ekonomi, politik, sosial budaya. Maka dari itu berubahlah cara perjuangan dari perjuangan otot (menggunakan senjata) ke perjuangan otak (menggunakan akal). Maka lahirlah organisasi pergerakan nasional seperti Budi Utomo, Perhimpunan Indonesia, PKI, SI, PNI. Perjuangan organisasi tersebut dibagi kedalam dua macam perjuangan, ada perjuangan kooperatif, artinya bekerja sama dengan pemerintah Hindia Belanda, serta perjuangan nonkooperatif artinya tidak bekerja sama dengan Hindia Belanda.
            Namun mempunyai kesamaan yaitu mencapai Indonesia merdeka.
Pergerakan nasional pada masa kolonial sangat beragam dari segi ideologi. Paling tidak ada tiga ideologi yang sangat besar pengaruhnya pada masa pergerakan nasional. Yaitu : Nasionalis, Pan islamis dan komunis. Pada dekade 1920-an saluran paham nasionalis sangat kental terlihat dari sebuah partai nasionalis yang tak lain adalah Partai Nasionalis Indonesia (PNI). PNI sebagai organisasi yang nonkooperatif, dilihat dari perkembangannya sebagai partai yang jumlah anggotanya berkembang pesat. Hal in karena kepandaian Soekarno dalam berpidato serta mengajak rakyat untuk menentang kolonialisme serta memperoleh kemerdekaan. Hal ini mendapat sorotan dari Pemerintah Hindia Belanda, kemudian menangkap Soekarno, karena dapat menentang adanya kolonialisme di Indonesia.
Dengan demikian PNI sebagai organisai pergerakan nasional yang cepat berkembang dan cepat tenggelam, meskipun lahirnya PNI baru lebih diam (mencari aman).
            Sejatinya hanya satu kata yaitu Merdeka dari tangan penjajah. Namun pada hari ini, kita belum merdeka dalam hal politik, ekonomi, sosial, budaya.PNI bergerak dengan semangat nasionalis dengan basis masanya apalagi kaum Marhenisme. Partai politik buatan Soekarno ini melintasi perjalanan panjang sejarah Indonesia. PNI yang berdiri pada masa Soekarno ini juga runtuh setelah rezim Soekarno digulingkan. PNI yang telah mengalami berbagai masalah dari pelarangan oleh Pemerintah kolonial, perpecahan dalam tubuh PNI, kembalinya PNI hingga mamenangkan pemilu tahun 1955,dan runtuh pada pemerintahan rezim Soeharto merupakan sebuah catatan panjang partai politik di Indonesia. Pada masa sekarang mungkin kita juga sering mendengar PNI dalam pemilu belakangan ini, tetapi itu bukanlah PNI yang akan kita bahas pada makalah ini. Pembahasan makalah ini merupakan pembahasan pada PNI semasa Soekarno hidup. Dampak pemikiran Soekarno yang terdapat di PNI ini yang ada pada partai politik Indonesia seperti PDI dan PNI , yang mana tetap mengunakan popularitas Soekarno
Daftar Pustaka

-Poesponegoro, Marwati Djoened&Nugroho Notosusanto,1984.Sejarah Nasional Indonesia Jilid V.Jakarta, PN Balai Pustaka.
-Kartodirjdo, Sartono. 1993. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: Jilid II Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

1 komentar:

  1. Saya ingin berbagi cerita kepada anda bahwa saya ini HANDAYANI seorang TKW dari malaysia dan secara tidak sengaja saya buka internet dan saya melihat komentar IBU DARNA yg dari singapur tentan AKI SYHE MAULANA yg telah membantu dia menjadi sukses dan akhirnya saya juga mencoba menghubungi beliau dan alhamdulillah beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor toto 6D dr hasil ritual/ghaib dan alhamdulillah itu betul-betul terbukti tembus dan menang RM.230.000 Ringgit ,kini saya kembali indon membeli rumah dan kereta walaupun sy Cuma pembantu rumah tanggah di selangor malaysia , sy sangat berterimakasih kepada AKI SYHE MAULANA dan tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui AKI MAULANA saya juga sudah bisa sesukses ini. Jadi kawan2 yg dalam kesusahan jg pernah putus asah, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasi jalan asal anda mau berusaha, ini adalah kisah nyata dari seorang TKW, Untuk yg punya mustika bisa juga di kerjakan narik uang karna AKI MAULANA adalah guru spiritual terkenal di indonesia. jika anda ingin seperti saya silahkan kunjungi situs/website AKI MAULANA ~>KLIK DISINI<~  yg punya rum terimakasih atas tumpangannya.

    BalasHapus