Kamis, 09 Juni 2016

PENDIDKAN EROPA MASA KLASIK

ILHAM ALFADS / SP / B

A. Perkembangan Pendidikan Yunani
Pendidikan adalah usaha manusia untuk kepentingan manusia. Jadi pada saat manusia itu ada dan masih ada, pendidikan itu telah dan masih ada pula. Pada kenyataannya
dapat kita telaah bahwa praktek pendidikan dari zaman ke zaman mempunyai garis persamaan. Garis persamaan atau benang merah pendidikan itu ialah:
1. Pendidikan adalah bagian dari kebudayaan yang tidak dapat dipisahkan.
2. Pendidikan merupakan kegiatan yang bersifar universal.
3. Praktek pelaksanaan pendidikan memiliki segi-segi yang umum sekaligus memiliki keunikan (ke-khasan) berkaitan dengan pandangan hidup masing-masing bangsa.
Yunani terkenal dengan mulainya kebudayaan Barat. Dalam waktu beribu-ribu tahun bangsa Yunani ini berdagang. Militernya mempunyai hubungan dekat dengan Timur. Disamping itu mempunyai hubungan dengan daerah Mediterania dengan Eropa. Dengan adanya sifat-sifat ini maka dalam bentuk yang Istimewa yunani merupakan tempat pertemuan kebudayaan Timur dan Barat.akibat percampuran itulah, merupakan asal dari kebanyakan cita kebudayaan dan adat bangsa Barat. Tetapi kesatuan daripada Yunani itu
puncaknya ketika kekaisaran Roma berkuasa. Bangsa Yunani mempunyai Negara-negara yang terpencar-pencar, dikarenakan oleh beberapa sebab mereka tidak dapat bersatu.negara-negara ini dapat bersatu ketika ada azaz-azaz penaklukan bangsa Macedonia 300 tahun SM dan Roma 146 SM.
Sikap bangsa Roma terhadap Yunani mengandung 2 kemenangan, yaitu;
1.      Kemenangan Militer bagi Bangsa Roma
2.      Kemenangan secara spiritual bagi bangsa Yunani
Dikatakan spiritual karena kebesaran Roma adalah pinjaman dari kebudayaan Yunani. Bangsa Yunani spiritual kuat (kesenian, pengetahuan, kesusasteraan) tetapi lemah didalam organisasi. Sedangkan Roma mempunyai kemenangan politik yang bersifat ultilitaritis . oleh karena itu organisasi kenegaraan Roma menjadi kuat sehingga dapat menerima kebudayaan baru yang dibawa oleh golongan Kristen. Cita-cita kesatuan dan keagungan itu terus hidup sampai reformasi, dan baru dapat hancur oleh Napoleon I. (Drs. Leo Agung S.,M.Pd,2012:90)

Yunani kuno terbagi menjadi dua, Sparta dan Athena. Penduduk Sparta disebut bangsa Doria, sedangkan penduduk Athena disebut bangsa Lonia. Kedua negara tersebut merupakan Polis atau negara kota. Sparta dengan ahli negaranya Lycurgus, sedang Athena dengan ahli negaranya Solon. Pada kedua negara tersebut terdapat perbedaan-perbedaan dalam dasar, tujuan, pelaksanaan pendidikan dan pengajaran. Orang-orang Sparta mementingkan pembentukan jiwa patriotik yang kuat dan gagah berani (Djumhur, 1976:24).

1.     Pendidikan Awal di Yunani
Sebetulnya sukar diketahui, lebih-lebih apabila sifat pendidikannya dalam hubungan fisik dan Spritual, tetapi meskipun demikian secara kasar dapat dikatakan bahwa pendidikan mula-mula dapat dibagi dua;
1.      Masa sebelum Homeros
2.      Masa Homeros
Masa sebelum Homeros ini bersifat sederhana. Yang mempunyai peranan penting disini ialah initiasi untuk memasuki dewasa. Segala pendidikan diarahkan kepada moralitet. Peraturan-peraturan moral ini terutama diajarkan oleh ayah.

2.Masa Homeros
Homeros menulis dua espos ialah Hilies dan Odessa. Yang penting sebagai sumber pendidikan ialah Hilies. Didalam buku ini diceritakan pendidikan pemuda Achilles oleh tutornya, Phoenix. Yang dipelajari oleh Achilles ialah Retorik dan perbuatan-perbuatan mengenai keberanian, dan kedua ialah mengenai kesenian dan pengobatan, disini diterangkan sistem berguru. Terutama pendidikannya ditujukan kepribadian yang baik, karena adanya buku ini maka yunani dikenal oleh dunia lain. (Drs. Leo Agung S.,M.Pd,2012:83)

3.     Bangsa Campuran
Bangsa Yunani adalah campuran dari berbagai bangsa :
1.      Bangsa Aegea –Creta
Bangsa ini adalah bangsa yang paling tua, menurut taksiran telah ada sejak 20.000 tahun SM mempunyai kebudayaan sendiri yang terdapat di pulau Kreta, Aegea dan Yunani sendiri.
2.      Bangsa Arya
Bangsa ini datang dari berbagai golongan imigrasi dan menempatkan diri di kalangan penduduk asli. Bangsa Arya kemudian menamakan bangsa mereka bangsa Helen oleh karena mereka berasal dari nenek moyang  yang sama.
3.      Bangsa Doria
Datangnya pada abad 12 SM oleh karena kedatangan bangsa ini bangsa yang lain lalu tercerai-berai terdesak mencari tempat perlindungan seperti di Athena, ke pulau-pulau lonia lalu menamakan dirinya bangsa lonia.

Dengan datangnya bangsa Doria ini berakhirlah abad kepahlawanan yaitu ketika bangsa Yahudi dikuasai oleh seorang penulis terkenal (Homeros) dan timbullah abad kegelapan 1300 sampai 800 SM. Sesudah itu timbul abad keemasan. Karena desakan dari bangsa-bangsa Dorian maka kota-kota Yunani terbagi menjadi dua:
1.      Yang bersifat Doria yaitu Sparta
2.      Yang bersifat non-Doria yaitu Athena.
Dengan datangnya bangsa Arya maka timbulah pengetahuan dan Filsafat.disamping itu suasana politik berubah sehingga daerah-daerah yang terpecah itu dapat dikumpulkan dibawah pemerintahan yang otokratis dan timbul pankalenisme. Secara spiritual bangsa Yunani dapat dilihat dari sudut agamanya. Dewa-dewa mereka yaitu Apolo, Poseidon, Aros, Hermes, dan sebagainya. Ini sebenarnya sama dengan typis Timur: Brahma, Wisnu, dan sebagainya. Dewa-dewa ini dipandang mewakili kekuatan yang besar dan memberikan pengaruh kepada penghidupan manusia. Jadi memberikan dorongan terhadap penghidupan. Maka bangsa Yunani mungkin terlalu mementingkan kehidupannya secara keduniawian. (Drs. Leo Agung S.,M.Pd,2012:82)
1. Sparta
Sparta adalah negara Aristokrasi-militeristis. Dasarnya Undang-undang Lycurgus (± 900 SM). Ciri pendidikan: pendidikan diselenggarakan oleh negara dan hanya untuk warga negara merdeka. Pendidikan di Sparta didasarkan atas dua asas:
a. anak adalah milik negara;
b. tujuan pendidikan adalah membentuk serdadu-serdadu pembela negara serta warga negara.


Tujuan pendidikan Sparta adalah membentuk warga negara yang siap membela negara (membentuk tentara yang gagah berani). Ciri-ciri pendidikannya adalah :
a. Pendidikan diperuntukkan hanya bagi warga negara yang merdeka (bukan budak);
b. Lebih mengutamakan pendidikan jasmani.
c. Anak-anak yang telah mencapai umur 7 tahun diasramakan.
Pelaksanaan pendidikan: anak-anak dibiasakan menahan lapar, tidur di atas bantal rumput, dan pada musim dingin hanya memakai mantel biasa saja. Sifat-sifat yang harus dimiliki tentara, seperti keberanian, ketangkasan, kekuatan, cinta tanah air, dan tunduk pada disiplin selalu mendapat perhatian. Sebaliknya, pelajaran seperti kesenian dianggap tidak terlalu penting dan diabaikan. Musik dan nyanyian hanya dijadikan alat untuk mempengaruhi jiwa dalam melaksanakan dinas ketentaraan (A. Ahmadi, 1987:162).

Penduduk Sparta mempunyai dua Tradisi;
1.      Periode yang tradisional, pendidikan masa ini sama dengan pendidikan Primitif pada sejarah
2.      Periode masa sesudah timbulnya undang-undang Licurgus (abad ke-8 SM0

Undang- undang Licurgus menghendaki bangsa Sparta memenuhi tugas untuk memepertahankan Sparta. Meskipun undang-undang ini sebelum abad ke-8 tetapi baru bersifat militer sungsuh-sungguh pada abad ke-7 SM, karena:
1.      Terjadi degenerasi, karena degenerasi ini Sparta menjadi daerah yang sempit, tetapi penduduknya terus bertambah. Maka dalam masyarakat timbul tanggal melarat, aristokrasi jatuh
2.      Letak geografis Spara sendiri mengahruskan adanya suatu Negara yang bertentara kuat, ditambah lagi dengan kekuatan penduduk asli.
Penduduk Sparta berjumlah 400.000 orang terdiri dari :
a.      Kira-kira 225.000 golongan Helan atau golongan budak
b.      13.000 disebut dengan golongan Perioriko
c.       45.000 orang golongan warga Negara biasa. (Drs. Leo Agung S.,M.Pd,2012:83)

Jadi problem umum dihadapi Sparta adalah mempertahankan diri dari musuh diluar dan didalam. Disisni budak-budak ditindasi oleh orang-orang yang berkuasa. Masyarakat bersifat militeristis. Golongan individualis ditindas untuk mempertahankan Negara. Anak laki-laki lebih mendapatkan prioritas. Orang tua tidak mempunyai kekuasaan terhadap anak. Tidak ada yang dinamakan rumah tangga dalam masyarakat Sparta. Orang tua hanya berhak atas anak sampai anak umur 7 tahun, sesudah umur ini Negara yng menguasai. Anak dititikberatkan pada jasmani dan militer. Anak yang lemah dibunuh. Mereka dilatih untuk menghadapi musuh Sparta. Membaca dan menulis tidak mempunyai arti bagi Negara. Untuk latihan militer antara anak laki-laki dan perempuan boleh dikatakan sama. Hanya pada perempuan kurang keras.
Secara resmi anak dibawah Negara dari umur 7-18 tahun. Sesudah umur 18 tahun mereka mendapat latihan disiplin yang sangat berat, dan dibawa keluar daerah diawasi secara rahasia. Pada umur 20 tahun percobaan selesai, anak dipilih menjadi anggota perkumpulan. 10 tahun kemudian menjadi anggota penuh. Mereka harus mengikuti terus latihan berperang. Undang-undang mereka ditempatkan di dalam kamp latihan dibawah pimpinan opsir.sesudah umur 30 tahun ia boleh menikah tetapi mesti tetap menjadi tentara dan tinggall di tangsi. Pada umur 30 tahun ia telah menjadi warga Negara yang penuh.
Pakaian yang mereka kenakan hanya seperlunya saja. Mereka ttak bersepatu dan tak bertutuo kepala. Makannya pun dibatasi dan tidak diperbolehkan sering mandi. Tiap tahunnya didalam rumah suci/kuil "Arthemis Orthia beberapa pemuda dipukul sampai mengeluarkan darah. Dengan demikian badan diperkebal, keberanian dan kemauan dibentuk . anak wanita pun mendapatkan perhatian meskipun hanya tinggal dirumah tetapi semuanya mengikuti undang-undang. Anak wanita harus mengikiuti kegiatan permainan seperti berlari, bergumul, melempar lembing, melempar cakram supaya mereka kuat dan cakap serta sehat, dan mereka juga diajarakan menari dan menyanyi. Mereka mendapatkan kebebasan untuk mengemukakan pendapatnya sedangkan suaminya terikat oleh peraturan-peraturan asrama danmenderita dalam peperangan.
Jadi kesimpulannya bangsa Sparta tidak mengalami kemajuan di dalam lapangan estetika dan intelek, meskipun dalam kehidupan mempunyai "seremoni". Sebabb titik beratnya pada kemiliteran. Sedangkan kedudukan wanita bebas baik didalam maupun diluar rumah.

DAFTAR PUSTAKA
Djumhur. 1974. Sejarah Pendidikan. Bandung: CV Ilmu
Agung,Leo.2012.Sejarah Pendidikan.Yogyakarta,Ombak


1 komentar:

  1. Saya ingin berbagi cerita kepada anda bahwa saya ini HANDAYANI seorang TKW dari malaysia dan secara tidak sengaja saya buka internet dan saya melihat komentar IBU DARNA yg dari singapur tentan AKI SYHE MAULANA yg telah membantu dia menjadi sukses dan akhirnya saya juga mencoba menghubungi beliau dan alhamdulillah beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor toto 6D dr hasil ritual/ghaib dan alhamdulillah itu betul-betul terbukti tembus dan menang RM.230.000 Ringgit ,kini saya kembali indon membeli rumah dan kereta walaupun sy Cuma pembantu rumah tanggah di selangor malaysia , sy sangat berterimakasih kepada AKI SYHE MAULANA dan tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui AKI MAULANA saya juga sudah bisa sesukses ini. Jadi kawan2 yg dalam kesusahan jg pernah putus asah, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasi jalan asal anda mau berusaha, ini adalah kisah nyata dari seorang TKW, Untuk yg punya mustika bisa juga di kerjakan narik uang karna AKI MAULANA adalah guru spiritual terkenal di indonesia. jika anda ingin seperti saya silahkan kunjungi situs/website AKI MAULANA ~>KLIK DISINI<~  yg punya rum terimakasih atas tumpangannya.

    BalasHapus