Minggu, 19 Juni 2016

Pendidikan dengan Kurikulum Berbasis Islam di Syiriah (Sejak masa Dinasti hingga Saat Ini)


CICI ARIFIN/SP/15 A

A.    Periode Masuknya Islam ke Syiria (635 M – 661 M)
         Islam masuk ke syiria pada tahun 635 M atau pada masa kekhalifaan Umar bin Khattab. Syiria (atau dahulu lebih dikenal sebagai syam) jatuh ketangan kaum muslimin setelah pengepungan selama 70 hari. Jatuhnya syiria ketangan kaum muslimin, ditandai dengan adanya perjanjian damai antara kedua belah pihak.
         Pada masa ini proses pendidikan yang terjadi tidak jauh berbeda dengan apa yang ada pada masa khulafaurrasyidin. Pada masa ini pendidikan lebih menitik beratkan pada hal-hal berikut :
1.      Pendidikan tauhid
2.      Pendidikan shalat
3.      Pendidikan adab dan sopan santun dalam bermasyarakat
4.      Pendidikan adab dan sopan santun dalam berkeluarga
5.      Pendidikan kepribadian
6.      Pendidikan kesehatan
7.      Pendidikan akhlaq
Adapun metode-metode pendidikan yang diterapkan pada masa ini adalah sebagai berikut :
1.      Membangun masjid sebagai sentra dakwah dan pendidikan
2.      Dalam bidang keimanan : melalui Tanya jawab yang mendalam, dan didasari dengan bukti-bukti ilmiah yang ada
3.      Materi ibadah dan akhlaq : didasari dengan keteladanan dan praktik dari seorang pemimpin.

Pada masa khalifah Utsman bin Affan system pendidikan yang ada mulai berkembang dan mulai adanya pembagian tiap-tiap tingkatan, hal ini dikarenakan para sahabat nabi yang memiliki wawasn luas mulai mengembara ke luar madinah. Dan kota damaskus menjadi salah satu pusat keilmuan. Adapun pembagian tingkatan-tingkatan pendidikanya sebagai berikut :
1.      Pendidikan dasar :
a.       Membaca dan menulis
b.      Membaca dan menghafal Al-Qur'an
c.       Belajar pokok-pokok ibadah dalam agama Islam. Seperti : shalat, berwudhu, zakat dll.
2.      Mengisyaratkan kepada penduduk untuk mengjarkan buah hatinya :
a.       Berenang
b.      Mengendarai unta
c.       Memanah
d.      Menghapal syair-syair yang mudah dan pribahasa
3.      Adapun untuk tinggkat menengah dan tinggi :
a.       Al-Qur'an dan tafsirnya
b.      Hadist dan pengumpulanya
c.       Fiqh

B.     Periode dinasti bani Umayyah dan dinasti bani Abbasiyah (661 M – 1258 M)
   Pada zaman dinasti bani umayyah. Pendidikan islam di negri ini berkembang sangat pesat, hal ini dikarenakan. Kota damaskus ( ibu kota syiria) menjadi pusat pemerintahan dari daulah bani umayyah. Hal ini ditandai dengan berdirinya perpustakaan-perpustakaan, adanya madrasah-madrasah.
Lembaga-lembaga pendidikan pada masa dinasti umayyah adalah sebagai berikut : Shuffah, Kuttab, Halaqoh, Majlis, Masjid, Khan, Ribath, Rumah-rumah ulama, Toko buku dan perpustakaan, Rumah sakit, Badiah (padang pasir dan pedesaan)
Pada masa ini pendidikan Islam berkembang lebih maju dari pada masa sebelumnya dan islam menjadi mercusuar peradaban dunia, pusat-pusat pengembangan keilmuan tersebar diberbagai penjuru kota-kota besar, seperti Damaskus, Cordova, Baghdad, Kairo, dll.
Adapun kurikulum pada masa itu lebih dikenal dengan maddah atau yang dipahami para ulama pada masa itu adalah, serangkaian pelajaran yang harus diberikan dan dikuasai peserta didik pada tingkatan tertentu.
Kurikulum yang berkembang pada masa ini adalah sebagai berikut :
1.      Kurikulum pendidikan rendah
Pada kurikulum pendidikan rendah pelajaran-pelajaran yang diajarkan lebih menitik beratkan kepada pendidikan Al-Qur'an, hadist, adab dan sopan santun, dan pokok-pokok agama Islam. Pada tingkat ini banyak diikuti oleh anak-anak seumuran (6-15 th), tergantung dari kemampuan tiap-tiap peserta didik. Karena tidak ada batasan pasti lama belajar ditingkat ini. Semua bergantung keada keputusan sang guru dalam menentukan, pantas atau tidaknya muridnya untuk melanjutkan ke level yang lebih tinggi.
2.      Kurikulum pendidikan tinggi
Pada kurikulum tingkat tinggi, pelajaran-pelajaran yang diberikan mulai lebih spesifik dan lebih terperinci seperti. Pelajaran nahwu, balaghah, tafsir, hadist, biologi, geografi, matematika atau al-hisab, logika dll. Pada tingkat ini kurikulum terbagi menjadi dua, jurusan ilmu agama (al-ulum naqliyah) dan jurusan ilmu pengetahuan (al-ulum aqliyah).
Pada masa dinasti Abbasiyah pamor damaskus sebagai pusat peradaban mulai redup, hal ini disebabkan dinasti Abbasiyah memindahkan pusat pemerintahannya ke Baghdad. Tapi hal ini tidak menyurutkan minat belajar di syiria pada umumnya dan damaskus khususnya. Hal ini terlihat makin berkembangnya sitem pendidikan yang ada.  Dengan ditandai mulai munculnya madrasah-madrasah. Hal ini terjadi karena ketika masa transisi dari dinasti Umayyah ke dinasti Abbasiyah tidak terjadi genosida dan pemusnahan total. Seperti apa yang dilakukan bangsa mongol di Baghdad.

C.    Periode dinasti Seljuk, dinasti Mamluk dan dinasti Ottoman (1250 M – 1869 M).
Sepertti yang penulis ungkapkan sebelumnya, perpindahan pusat pemerintahan maka akan berubah pula pusat peradaban suatu bangsa. Pada masa-masa ini. Syiria berpindah pindah kekuasanya, dari dinasi Seljuk di Baghdad lalu berpindah ke dinasti mamluk di Mesir dan terakhir dinasti ottoman (turki utsmani) di islambul (Istanbul).
Pada masa dinasti Seljuk mulai adanya pemisahan antara masjid dan madrasah. Hal ini didasari karena, jika masjid dijadiakn pusat pendidikan, maka hal tersebut akan mengurangi kesucian masjid sebagai tempat ibadah. Dan masjid menjadi bising dan menggangu kekhusyuan ibadah. Hal ini dipelopori oleh Nizam Al-Mulk. Maka mulailah dibangun madrasah-madrasah yang terpisah dari masjid. Hal ini dilakukan Nizam sebagai tempat pendoktrinisasi pemahaman politinya agar bangsa Seljuk terhindar dari serangan-serangan dinasti fatimiyah di mesir.
Pada masa dinasti mamluk, system pendidikan yang ada tidak banyak jauh berubah dibandingkan sebelumnya. Dan system pendidikan pada masa ini adalah dengan menghafal matan-matan pendek dan praktikum. Maka masa ini juga disebut sebagai masa pembuatan matan-matan pendek dan mengarang syarah-syarahnya.
Pada masa Ottoman (Turki Utsmani) metode yang digunakan tidak jauh berbeda dengan masa dinasti mamluk. Yaitu dengan menghafal matan-matan, walaupun peserta didik tidak memahami arti dan makna dari matan tersebut. setelah hafal barulah sang guru mulai menenrangkan makna dan kandungan dari matan-matan tersebut. system pengajaran ini masih ada hingga sekarang terutama di pesantren-pesantren klasik.
Hal ini berubah ketika di masa sultah Ahmad III dan dilanjutkan oleh sultan Mahmud II. Pembelajaran yang ada tidak hanya didasari pada matan-matan yang ada, tetapi mulai mengadopsi system pendidikan yang berkembang di Eropa. Hal ini didasari karena kekuatan Turki Utsmani mulai menurun sehingga menyebabkan merosotnya sitem pendidikan yang ada.
Pada masa ini pula pamor Damaskus sebagai pusat peradaban kian meredup, jika kita membuka lembaran-lembaran sejarah hanya akan terlihat pertumpahan darah dan perebutan kekuasaan. Hal inilah yang menyebabkan kurang berkembangnya system pendidikan yang ada jika dibandingkan ketika masa dinasti umayyah.
D.    Syiria modern (1901 M – saat ini)
Pada masa syiria modern, yang ditandai dengan mandate perancis untuk syiria dan Lebanon pada tahun 1920. System pendidikan di syiria. Damskus pada umumnya mulai menunjukan titik terang kembalinya peradaban-peradaban tinggi pada masa lampau. Tetapi hal ini tidak bisa konsisten karena pada masa-masa tersebut dunia digoncangkan oleh perang besar (perang dunia I dan perang dunia II). Pada akhirnya system pendidikan di syiria benar-benar menampakkan jati dirinya setelah kemerdekaan republic syiria pada tanggal 17 April 1946.
System pendidikan syiria pada saat ini terbagi menjadi beberapa tingkatan, yaitu :
1.      Early Chillhood and Care Education (ECCE)
Tingkat ini adalah pendidikan bagi anak berumur antara 3-5 tahun, dan menurut data pada tahun 1990 ada 763 TK di Syria, dan jumlah ini terus bertambah. Dan menurut data-data yang masuk jumlah ini terus mengalami peningkatan.

2.      Basic education
Tingkat ini adalah pendidikan bagi anak berusia 6-14 tahun, dan terbagi menjadi Sembilan tingkatan, dari kelas 1-9. Pada tingkat ini para peserta didik diajarkan berbagai macam pengetahuan seperti, nasionalisme yang kuat terhadap bangsa dan negaranya, pendidikan industri dan pertanian bagi siswa laki-laki,  kesenian dan ketrampilan bagi siswa putri, dan ilmu pengetahuan umum serta computer bagi keduanya
3.      Secondary education
Tingkat ini adalah pendidikan bagi anak usia 15-17 tahun, dan terbagi menjadi tiga tingkatan, dari kelas 10-12. Pada tingkat ini para peserta didik mulai dikelompokan ke pelajaran-pelajaran yang disukainya dan mulai adanya pengkhususan (system penjurusan di Indonesia). Hal ini akan berkelanjutan dan berkesinambungan pada tingkat univesitas atau perguruan tinggi.
4.      Technical Vocational Education and Training (TVET)
Tingkat ini adalah tingkatan pendidikan yang sama pada secondary education. Perbedaanya tingkatan ini lebih dikhususkan untuk para peserta didik yang siap untuk masuk ke dunia kerja setelah lulus dari TVET. Pelajaran yang diajarakan di TVET lebih menkhususkan kepada empat bidang, yaitu : bisnis, industry, pertanian, dan ketrampilan.
Pendidikan TVET bisa juga disebut sebagai pendidikan informal, dan kekurangan dari TVET adalah ketika siswa memutuskan untuk melanjutkan ke TVET, maka akan sulit baginya untuk kembali ke pendidikan formal
5.      University education
Tingkat pendidikan ini adalah diperuntukkan bagi siswa lulusan secondary education yang ingin lebih memperdalam ilmu mereka, dan meningkat ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
System pendidikan di universitas dibagi menjadi tiga tahapan. Tahapan pertama untuk mendapatkan gelar Lc (lisensi) dibutuhkan 4-6 tahun. Tahapan kedua gelar DEA DESS atau  setingkat master dalam system pendidikan Amerika, membutuhkan waktu 1-2 tahun. Dan tahap ketiga setingkat doctor membutuhkan waktu 3-5 tahun.
Pada saat ini di syiria telah banyak bermunculan universitas dan institute yang dikelola oleh pemerintah dan swasta.
6.      Virtual university
7.      Computer literacy


Daftar pustaka
·         Abudin Nata. 2012. Sejarah Sosial Intelektual Islam dan Institusi Pendidikannya. PT. Rajagrafindo Persada.
·         Kumpulan artikel harian Republika. 2011. Menyusuri Jejak Kota Kebudayaan Islam. Republika
·         Syamsul Munir Amin. 2010. Sejarah Peradaban Islam. Sinar Grafika offset.
·         Musthafa Husni As-siba'I. 2002. Min Rawaa'I Hadaaratina. Daarul Irsyad
·         http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_Syria .diakses pada tanggal 11 november 2013.
·         http://en.wikipedia.org/wiki/French_Mandate_for_Syria_and_Lebanon . diakses pada tanggal 11 november 2013.
·       http://en.wikipedia.org/wiki/Education_in_Syria#Challenges. diakses pada tanggal 11 november 2013.
.http://looklex.com/e.o/syria.history.htm. diakses pada tanggal 11 november 2013.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar