Sabtu, 04 Juni 2016

MENGENAL BUDAYA MELAYU RIAU SECARA UMUM

 Mia Marhamah Nasution / PBM

PENGERTIAN BUDAYA MELAYU
Secara umum kebudayaan ini merupakan bagian dari asimilasi dan akulturasi beragam budaya dari penduduk yang pernah singgah, menetap dan tinggal di datanah air kita. Salah satu kebudyaan yang berkembang dari proses di atas adalah kebudayaan melayu. Kebudayaan Melayu merupakan kebudayaan secara turun-temurun dilakukan oleh masyarakat. Budaya Melayu telah tumbuh subur dan kental di tengah-tengah masyarakat Indonesia.
" Budaya Melayu merupakan salah satu pilar penopang kebudayaan nasional Indonesia khususnya, dan kebudayaan dunia umumnya, di samping aneka budaya lainnya ". Kebudayaan Melayu yang akan dibahas tidak terlepas dari unsur – unsur yang telah dipaparkan di atas. Secara umum, hal itu menyangkut unsur – unsur kebudayaan yang universal yaitu :

1.      Pandangan Hidup Melayu
Melayu bukan hanya berarti identitas diri namun dapat pula berarti pandangan hidup. Melayu dapat dikategorikan sebagai sebuah konsep atau cara pandang yang bersifat mendasar tentang diri dan dunia yang
menjadi panduan untuk meraih kehidupan yang bermakna. Cara pandang tersebut berfungsi sebagai sarana untuk merespon dan menerangkan permasalahan eksistensial kehidupan seperti, Tuhan, manusia, dan dunia (alam semesta). Melayu adalah identitas kultural namun bukan berarti Melayu adalah sebuah entitas kebudayaan yang tunggal dan homogen. Melayu ibarat rumah, yang di dalamnya dihuni oleh berbagai orang dengan cara pandang yang berbeda-beda, baik itu yang bersumber dari perbedaan sistem religi maupun keyakinan. Sistem religi dan keyakinan tersebut memungkinkan munculnya perbedaan-perbedaan dalam hal adat-istiadat dan ritual, konsepsi kosmologi dan waktu, sistem mata pencaharian, dan lain-lain. Melayu sebagai pandangan hidup merupakan sebuah konstruksi fundamental yang mengacu kepada pandangan tentang Tuhan (pencipta), pandangan tentang kosmologi (dunia), pandangan tentang waktu, pandangan tentang nasib dan usaha, pandangan tentang manusia, pandangan tentang hal gaib (metafisis), dan pandangan tentang leluhur.


Filosofis hidup melayu dapat dikelompokkan dalam 5 hal yaitu:
  1. Melayu itu Islam, yang sifatnya universal dan demokrtis bermusyawarah.
  2. Melayu itu berbudaya, yang sifatnya nasional dalam berbahasa, satra tari, pakaian, tersusun dalam tingkah laku dan lain-lain.
  3. Melayu itu beradat, yang sifatnya rasional (kedaerahan) dalam bhinika tunggal ika, dengan tepung tawar balai pulut kuning dan lain-lain.
  4. Melayu itu bertari, yaitu tersusun dalam masyarakat yang rukun tertib mengutamakan ketenteraman dan kerukunan, hidup berdampingan dengan menghargai satu sama lain.
  5. Melayu itu berilmu, artinya pribadi yang diarahkan kepada ilmu pengetahuan dan ilmu kebatinan agar bermarwah dan disegani orang.
2.      Kesenian Melayu
Kesenian Melayu adalah perihal keahlian orang Melayu dalam mengekspresikan ide – ide estetika, sehingga menghasilkan benda, suasana atau karya lainnya yang menimbulkan rasa indah dan decak kagum.
"Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya-karya manusia. Hal ini merupakankebudayaan fisik, karena berupa seluruh total dari hasil fisik dari aktivitas, perbuatan,dankarya semua manusia dalam masyarakat.Selain wujud kebudayaan juga ada unsur-unsur kebudayaan". Ide – ide estetika dan pesan budaya di atas terwujud dalam :
·           Seni Tari
·           Seni Musik
·           Seni Tenun
·           Seni Ukir
·           Teater Rakyat
·           Permainan Rakyat
·           Seni Lukis
·           Seni Bela Diri
·           Seni Pertunjukan Lain
·           Seni Kerajinan


3.      Upacara Adat
·         Upacara Adat Perkawinan Melayu Riau
Adapun tahapan upacara Perkawinan Melayu Riau itu secara umum adalah sbb:
1. Merisik
2. Meminang
3. Mengantar tanda
4. Mengantar Belanja
5.  Perhelatan Pernikahan :
§  Hari Pernikahan
§  Berinai Curi
§  Berandam
§  Akad Nikah
§  Bernilai Lebai
§  Khatam Al-Qur'an
§  Hari Langsung / Bersanding
§  Hari menyembah mertua
§  Mandi damai / Mandi taman.

·         Upaca  Adat  Batobo
Batobo  adalah Sebutan untuk kegiatan bergotong royong dalam mengerjakan sawah, ladang, dan sebagainya. yang biasa diilakukan oleh suku ocu (Bangkinang).batobo dilakukan untuk meringankan pekerjaan pertanian seseorang, dengan demikian akan lebih cepat selesai dan lebih mudah. Batobo di dirikan dalam sebuah kelompok, yang mempunyai seorang ketua untuk mengatur jadwal kerja setiap anggota. Kebanyakan kelompok batobo melakukan kegiatan secara bergiliran untuk setiap anggota kelompok batobo. Uniknya untuk menyemangati dalam bekerja, kelompok Batobo sering mengadakan acara Mangonji.Tidak hanya itu, Batobo juga sering di iringi dengan rarak godang. Rarak godang ini adalah semacam permainan alat musik tradisional, seperti Talempong, Gong, Gendang, dll. yang melantunkan instrumen-instrumen lagu-lagu daerah yang sudah sejak lama di kenal di masyarakat.
·         Upacara Adat Menyemah Laut 
Upacara Menyemah Laut, adalah upacara untuk melestarikan laut dan isinya, agar mendatangkan manfaat bagi manusia.
·         Upacara Adat Menumbai
Upacara Menumbai, adalah upacara untuk mengambil madu lebah di pohon Sialang.
·         Upacara Adat Belian
Upacara Belian, adalah pengobatan tradisional.
·         Upacara Adat Badewo
Upacara Bedewo, adalah pengobatan tradisional yang sekaligus dapat dipergunakan untuk mencari benda-benda yang hilang.
·         Upacara Adat Menetau Tanah
Upacara Menetau Tanah, adalah upacara membuka lahan untuk pertanian atau mendiri­kan bangunan.
·         Upacara Adat Balimau
Balimau Kasai adalah sebuah upacara tradisional yang istimewa bagi masyarakat Kampar di Provinsi Riau untuk menyambut bulan suci Ramadan. Acara ini biasanya dilaksanakan sehari menjelang masuknya bulan puasa. Upacara tradisional ini selain sebagai ungkapan rasa syukur dan kegembiraan memasuki bulan puasa, juga merupakan simbol penyucian dan pembersihan diri. Balimau sendiri bermakna mandi dengan menggunakan air yang dicampur jeruk yang oleh masyarakat setempat disebut limau. Jeruk yang biasa digunakan adalah jeruk purut, jeruk nipis, dan jeruk kapas.

4.      Kuliner Melayu
Kuliner adalah hasil olahan yang berupa masakan. Masakan tersebut berupa lauk – pauk, makan dan minuman. Dalam masyarakat Melayu, tradisi kuliner tersebut juga berkembang dengan baik, dengan citarasa khas Melayu. Berikut ini merupakan contoh kuliner Melayu Riau :
·         Makanan pokok : Nasi goreng kampung, Nasi lemak pekanbaru, Nasi kunyit melayu, laksa ketupat, dll.
·              Lauk pauk : Patin asam pedas, Gulai kepala ikan, Ikan pindang serani, Brengkes patin tempoyak, Udang pedas, dll.
·       Sayur mayur : Gulai kol, Gulai pakis, Gulai rebung, Gulai nangka, dll.
·       Sambal : Sambal cabe hijau, Sambal teri, Sambal cencalok, Sambal kentang dendeng, dll.
·         Minuman : Es kopyor sintetis, Es madu rasa, Es samudra, Es cendol pelangi, dll.

5.      Artefak Melayu
Artefak yang merupakan wujud kebudayan disebut juga kebudayaan fisik, karena kebudayaan tersebut paling konkrit dari wuhud kebudayaan lain, yaitu nilai-nilai dan budaya beberapa artefak dalam kebudayaan melayu antara lain adalah bangunan- bangunan istana, candi, benteng-benteng, dan persenjataan. Selain itu, kebudayaan melayu banyak meninggalkan artefak lainya, seperti senjata-senjata dengan kekhasannya, benda-benda kerajaan, batu bersurat, batu nisan, dan artek-artefak lain. Beberapa artefak yang ada dikawasan melayu menggambarkan suatu kemajuan perabadan melayu dalam periode sejarah tertentu dalam konteks kekinian, artefak-artefak itu memberikan informasi berkenaan dengan masa lalu tersebut yang dapat dijadikan pedoman atau basis pengetahuan dalam berbagai aspek, termasuk aspek kebudayaaan. Artefak bisa menjelaskan fenomena kebudayaan dimasa lalu dengan segala permasalahan, baik tentang kejayaan atau kemundurannya. Oleh kerena itu, akan dijelaskan jenis - jenis artefak secara rinci berdasarkan geobudaya dengan permasalahan yang terkait secara luas yaitu:
·         Senjata khas melayu : keris, pedang, tombak, badit, rencong, mandau.
·         Benda-benda kerajaan : stampel kerajaan, mahkota kerajaan, singgahsana kerajaan, tongkat kerajaan, payung kerajaan, jubah raja, singgahsana raja.
·         Batu bersurat.
·         Batu nisan.
·      Artefak melayu lainnya : lukisan cap tangan pada dinding-dinding gua.



DAFTAR PUSTAKA

Dailyriauphoto. 2011. Prosesi adat perkawinan melayu riau. www.riaudailyphoto.com/2011/12/prosesi-adat-perkawinan-melayu-riau.html?m=1

Tonel, T. 1920. Adat-istiadat Melayu. Pelalawan. 
Yayasan Kanisius. 1973. Ensiklopedi Umum. Yogyakarta: Kanisius.

Uu. Hamadiy. 1423. Lagad Melayu dalam lintas Budaya Riau. Pekanbaru : Kajian Masyarakat Melayu.
           

1 komentar:

  1. Terima kasih tulisan yang bagus dengan daftar pustakanya

    BalasHapus