Kamis, 09 Juni 2016

MASSA WU ZETIAN SOSOK PEREMPUAN CINA YANG MENJADI KAISAR PERTAMA

           
T.Nazri Supian/SAT/015/2A

Dalam pemerintahan di Cina pernah terdapat seorang  tokoh Wu Zetian. Tokoh ini terlalu penting untuk diabaikan. Beliau tokoh yang sangat berpengaruh dalam dalam masanya karena beliau merupakan wanita pertama yang dapat menjabat menjadi seorang kaisar. Banyak sekali kebijakan-kebijakannya yang berpengaruh bagi kerajaan pada masa pemerintahannya. Terlepas dari segala intrik-intrik politik yang terjadi sebelum pengangkatannya dan bagaimana beliau mendapatkan jabatan kaisarnya. Banyak sekali peristiwa penting yang terjdai. Yang menarik adalah ketika Cina menganut sistem patriarki tapi muncul sosok wanita yang menjadi kaisar. Sangatlah dilematis apabila kita hanya melihat dan membahas mengenai kaisar laki-laki saja. Karena dibalik itu semua terdapat kaisar wanita yang berpengaruh dan mencatatkan namanya sendiri dalam sejarah kerajaan Cina. Ini menjadi salah satu tugas seorang sejarawan untuk menjelaskan dan memaparkan mengenai Wu Zetian. Cina Kuno merupakan salah satu kekaisaran pemerintahan seratus dinasti. Kekhaisaran Cina dikenal memiliki sistem kekuasaan raja yang sangat berkuasa atas hidup mati rakyat atau biasa disebut dengan despotis absolut. Raja memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Selain sebagai kepala pemerintahan, panglima tertinggi dan pendeta tertinggi.

Raja yang sangat berkuasa dan menguasai hidup dan mati rakyatnya dapat dilihat hampir dalam setiap pemerintahan didalam setiap dinasti. Cina dalam pemerintahannya mengenal yang dinamakan dengan Doktrin Tien'ming dimana siapa saja yang mendapatkan mandat dari langit maka dapat menjadi raja. Orang yang mendapatkan mandat dari langit ini biasa disebut dengan Tien Tzu (putra langit). Sehingga konsep pemerintahan seratus dinasti ini memang benar dalam perkembangan pemerintahan Cina Kuno. Dalam perkembangannya Cina Kuno menganut sistem patriarki dimana laki-laki dianggap memiliki kelebihan dibandingkan perempuan. Laki-laki menjadi tinggi derajatnya dibandingkan perempuan. Bahkan kebanyakan dari raja-raja yng memerintah di Cina pada masa itu adalah laki-laki. Namun, ternyata dalam suatu negara yang menganut sistem patriarkipun terdapat ruang bagi perempuan untuk menjadi penguasa atau raja. Padahal dalam sejarah Cina, perempuan kurang begitu dihargai. Anak laki-laki justru lebih diharapkan daripada perempuan. Ini menunjukan bagaimana kedudukan laki-laki jauh lebih dihargai daripada perempuan. Sepanjang sejarahnya, mayoritas raja atau kaisar yang memerintah di Cina adalah laki-laki. Namun, dalam dinasti Tang terdapat suatu perubahan dalam pemerintahan dengan munculnya kaisar perempuan dalam pemerintahan Cina Kuno. Ini merupakan sesuatu yang sangat tidak biasa dalam suatu kekaisaran terutama yng menganut sistem patriarki.
            Wu Zetian dilahirkan pada tahun 624 M. Dia lahir sebagai anak kedua keluarga Wu  yang dulunya petani miskin, kemudian menjadi pengusaha yang dapat akrab dengan para pejabat daerah. Nasib baik Wu Shihuo, di tahun 627 ia telah dipromosi menjadi Gubernur daerah Li dan Jing.Si Wu bayi cilik diramal oleh Yuan Tiangang, bahwa "bila ini ciri seorang perempuan, ia akan memerintah negeri sebagai kaisar wanita suatu saat nanti ! (kebetulan di saat itu si bayi dikenakan pakaian lelaki — karena sebenarnya keluarga Wu mengimpikan kelahiran bayi lelaki). bayi ini memiliki mata naga dan dahi phoenix.Kaisar Tai Zong tahun 627 M dinobatkan menggantikan ayahandanya. Pada tahun 636 M ia menjadi duda, ditinggal mati permaisuri. 3000 selir tidak membuatnya bahagia ia selalu saja bersedih. Menteri dan pejabat tinggi beramai-ramai menghibur dan menawarkan gadis-gadis cantik. Singkat cerita, kemudian Wu ditawarkan kepada kaisar pada tahun 637 M pada usia 14 tahun. Kemudian ia direkrut untuk masuk istana menjadi selir istana pada tahun 637 M. Wu Zetian yang berparas manis dan cantik dijuluki Kaisar Taizong sebagai "Meiniang", artinya gadis cantik. Ia pun dijuluki Cairen (orang berbakat), sebuah gelar selir tingkat ke lima. Berdasarkan tata krama pada zaman feodal di Cina, wanita yang lemah lembut meskipun tidak memiliki kepandaian akan dianggap sebagai wanita yang baik. namun Wu Zetian tidak mau mematuhi tata tata krama tersebut dan memiliki karakter tersendiri.Karena Wu Zetian selalu memperlihatkan karakter yang tabah dan tegas serta bernafsu terhadap kekuasaan. Putra Mahkota ketika itu bernama Li Zhi secara diam-diam jatuh cinta pada Wu Zetian yang 4 tahun lebih tua daripadanya. Setelah wafatnya Kaisar Taizong Pada tahun  649, Li Zhi, putra mahkota Taizong naik takhta dengan sebutan Kaisar Gaozong, M Wu Zetian menjadi seorang biarawati saat kematian Kaisar Li Shimin,.Tiga tahun kemudian, Kaisar Li Zhi, putra Kaisar Li Shimin, memanggil Wu Zetian kembali ke istana sebagai seorang selir bagi dirinya. Dan Wu diberi gelar selir kelas tinggi tanpa mengindahkan tentangan para menteri. Setelah kembali ke istana, Wu Zetian selalu bermimpi bisa menjadi permaisuri.Demi mendapatkan dukungan dari kalangan istana, baik selir istana maupun pejabat pemerintahan, Wu Zetian banyak memberi hadiah kepada mereka. Pada tahun 653 M Wu melahirkan seorang putra bernama Li Hong. Dan membuat dirinya diangkat menjadi selir tingkat ke dua dengan gelar Zhaoyi. Demi mencapai kedudukan yang lebih tinggi, Wu Zetian menyingkirkan semua penghalang yang ada. Nyonya Xiao Shu, seorang selir kesayangan kaisar, menjadi korban ambisi Wu Zetian.
Pada tahun 655 Wu Zetian merencanakan sebuah rencana jahat kepada permaisuri. Permaisuri Kaisar Gaozong, yakni Permaisuri Wang menyukai anak, tapi dirinya tak bisa melahirkan anak. Suatu hari, Permaisuri Wang datang menengok bayi perempuan yang belum lama dilahirkan Wu Zetian. Begitu Permaisuri Wang pamit, Wu Zetian segera mencekik bayinya sampai mati lemas, dan memfitnah Permaisuri Wang sebagai biang keladinya. Kaisar Gaozong yang percaya pada Wu Zetian lantas membenci Permaisuri Wang, dan pada akhirnya mencabut gelar Permaisuri Wang untuk menganugerahkan gelar permaisuri kepada Wu Zetian.
Setelah menjadi Permaisuri, Wu mulai menancapkan kukunya lebih kuat pada diri Kaisar Gaozong. Kaisar merupakan seseorang yang emosional dan kurang bijaksana dalam penanganan urusan negara. Sebelum menjadi permaisuri, sebenarnya Wu Zetian sudah mulai membantu Gaozong menangani urusan politik. Setelah dinobatkan sebagai permaisuri, Wu Zetian secara langsung berpartisipasi dalam penanganan urusan negara tanpa menghiraukan tradisi yang melarang wanita ikut serta dalam pemerintahan. Oleh karena semua urusan penting negara harus ditangani bersama oleh Kaisar Gaozong dan Wu Zetian, maka keduanya dijuluki para menteri sebagai "Dua Kaisar". Penanganan urusan negara bersama oleh kaisar dan permaisuri yang terjadi pada waktu itu merupakan hal yang tiada taranya dalam sejarah sebelumnya. Dalam sejarah Cina Wu Zetian merupakan salah satu wanita yang pertama kali mengangkat dirinya sebagai kaisar.  Wu Zetian terlahir dari keluarga yang kaya. Namun ternyata Wu juga menapaki perpolitikan kekhaisaran tidak terlepas dari pengangkatan dirinya menjadi salah satu selir rendahan Kaisar Taizong saat usianya masih 14 tahun. Bahkan Kaisar menganugrahinya nama Wu Mei yang berarti berkharisma.
Pada masa pemerintahan Tai Zong (626-649), Cina menjadi negara adikuasa bahkan menjadi negara terkuat di Asia Utara.  Bahkan Taizong sangat memperhatikan kemakmuran rakyatnya. Dalam urusan pendidikan Kaisar sangat memperhatikan para pelajar yang ingin belajar Konfusianisme dengan menyediakan beasiswa. Bahkan Taizong juga sangat menghormati Budhisme dan Taoisme.  Namun diakhir masa pemerintahannya beliau lupa akan daratan dengan banyak melakukan pemborosan uang kas negara untuk pembangunan istana.  Hingga beliau wafat.
Seharusnya berdasarkan tradisi setelah kaisar wafat, maka para selir diharuskan untuk mengundurkan diri dan pergi ke vihara untuk menjadi biarawati. Begitu juga dengan Wu Zetian, namun karena kecantikannya maka kaisar yang baru yaitu Gaozong mengundangnya ke istana dan menjadikan sebagai selir senior  (zhaoyi).
Dalam perkembangannya Wu Zetian ternyata banyak melakukan hal-hal licik untuk mendapatkan kekuasan di istana setelah dijadikan selir oleh Gaozong. Wu bahkan menyingkirkan permaysuri. Kemudian Wu mulai ikut campur dalam urusan pemerintahan. Bahkan menyalahgunakan nama suaminya untuk memperkuat kedudukannya di istana. Wu mengangkat pejabat-pejabat baru yang loyal padanya dan menyingkirkan pejabat-pejabat yang membangkang.Setelah kaisar wafat Wu kembali melakukan hal licik dengan meracuni putra mahkota dan mengasingkan para pangeran lainya. Mengangkat kaisar boneka yang justru adalah anak-anaknya. Namun akhirnya pada tahun 690, justru dirinya sendiri yang mengangkat dirinya sebagai kaisar dan merubah nama dinasti Tang menjadi dinasti Zhou.
Wu sangat menentang konfusianisme karena dalam konfusianisme ditekan bahwa seorang perempuan selayaknya taat menjadi seorang istri kepada suaminya. Maka Wu mulai kampanye untuk meningkatkan posisi perempuan. Dia menulis biografi pendeta perempuan terkenal, dan mengangkat posisi klan ibunya Dia memindahkan istananya menjauh dari kursi kekuasaan laki-laki tradisional dan mencoba untuk mendirikan sebuah dinasti baru. Dia mengatakan bahwa penguasa yang ideal adalah salah satu yang memerintah seperti seorang ibu yang tidak lebih dari anak-anaknya. Ketika kebijakan-kebijakannya berjalan dengan baik untuk meningkatkan kemakmuran rakyatnya. Wu ternyata lupa akan daratan dan banyak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan moralitas. Wu mengumpulkan selir-selir pria sesuka hatinya. Bahkan penyuapan dan korupsi juga semakin marak. Dan itu menjadi penyebab hilangnya kharismatik khaisar.
Pada tahun 705 para pengawal istana yang marah melakukan pembantaian terhadap kekasih-kekasih Wu. Hingga akhirnya Wu Zetian pun sakit parah dan Perdana Mentri Zhang Jianzhi melakukan perebutan kekuasaan dan mengembalikan bekas kaisar Zhongzhong ke singgasananya. Dan berakhirnlah masa pemerintahan Wu Zetian.
DAFTAR PUSTAKA
Arif, Muhamad Wilsan. (2011, 28 Mei). Intrik Politik Wanita Wu. halaman 43.
Confucian. (2011). Wu Ze Tian - Kaisar Wanita Dalam Sejarah China [Online]. Tersedia : http://www.confucian.me/group/perempuanhebat/forum/topics/wu-ze-tian-kaisar-wanita
Taniputera, Ivan. (2010). History Of China. Ar-ruzz Media : Jakarta.
Wikipedia Indonesia. (2012). Wu Zetian
Wikipedia Indonesia. (2012). Dinasti Tang

1 komentar:

  1. Saya ingin berbagi cerita kepada anda bahwa saya ini HANDAYANI seorang TKW dari malaysia dan secara tidak sengaja saya buka internet dan saya melihat komentar IBU DARNA yg dari singapur tentan AKI SYHE MAULANA yg telah membantu dia menjadi sukses dan akhirnya saya juga mencoba menghubungi beliau dan alhamdulillah beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor toto 6D dr hasil ritual/ghaib dan alhamdulillah itu betul-betul terbukti tembus dan menang RM.230.000 Ringgit ,kini saya kembali indon membeli rumah dan kereta walaupun sy Cuma pembantu rumah tanggah di selangor malaysia , sy sangat berterimakasih kepada AKI SYHE MAULANA dan tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui AKI MAULANA saya juga sudah bisa sesukses ini. Jadi kawan2 yg dalam kesusahan jg pernah putus asah, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasi jalan asal anda mau berusaha, ini adalah kisah nyata dari seorang TKW, Untuk yg punya mustika bisa juga di kerjakan narik uang karna AKI MAULANA adalah guru spiritual terkenal di indonesia. jika anda ingin seperti saya silahkan kunjungi situs/website AKI MAULANA ~>KLIK DISINI<~  yg punya rum terimakasih atas tumpangannya.

    BalasHapus