Senin, 13 Juni 2016

KONG FUZI (551-472 SM) Sang Raja Filofosi China Era Kuno

CICI ARIFIN/ SAT (A)

a.       Riwayat Singkat
Kong Fuzi juga di kenal dengan sebutan Kong Zi yang berarti "Guru bermarga Kong. Bangsa barat lebih mengenalnya dengan sebutan konfusius. Hambatan utama dalam mempelajari riwayat hidup Konfusius adalah banyaknya tradisi serta dongeng yang menyelubungi riwayat kehidupannya. Kong Zi yang dilahirkan pada tahun 551 SM ini memiliki nama kecil Qiu atau Zhongni. Ayahnya meninggal dunia saat ia berumur 3 tahun dan ibunya menyusul ayahnya pada waktu ia berumur 17 tahun. Pada usia 15 tahun, Konfusius telah mempelajari berbagai buku pelajaran. Menjalani kehidupan berkeluarga pada usia 19 tahun dengan menikahi gadis dari negara bagia Song bernama Yuan Guan. Anak pertama Konfusius lahir setahun kemudian dan diberi nama Kong Li.
Sebagai seorang pemuda, ia cepat dikenal sebagai orang yang bijaksana, sopan dan senang belajar. Berbagai pekerjaan pernah dilakukan oleh Konfusius, antara lain sebagai kepala pembukuan di lumbung padi,pengawas peternakan dan mandor bangunan.
Dalam memegang jabatan pemerintah, ia sangatlah arif dan bijaksana, sehingga selalu mendapatkan promosi jabatan (dari usia 35  hingga 60 tahun). Konfusius pernah menjabat sebagia mentri Pekerjaan Umum dan Komisaris Polisi untuk menjaga ketertiban dan keamanan serta Mentri
Kehakiman. Sesudah mengundurkan diri dari jabatan pemerintahan, Konfusius lebih banyak berdiam di rumah untuk menerbitkan Kitab tentang Puisi atau Kitab Sajak ( The Book of Poetryl Odes = Shijing ), menggubah music dan menyusun tatakrama kuno, termasuk menulis dan menerbitkan kitab Sejarah Musim Semi dan Gugur ( Spring and Autumn Annals = Cunqiu). Meskipun demikian, para ahli tidak menganggap kitab-kitab tersebut sebagai asli berasal dari Konfusius.
Ahli filsafat besar China ini juga juga selalu meluangkan waktu untuk memberi kuliah dan berbagi pengetahuan dengan murid-muridnya. Dia menerima siapa saja, tanpa memandang miskin atau kaya, semuanya diberikan pelajaran sesuai dengan kemampuan masing-masing, sehingga jumlah muridnya berkembang pesat. Dalam usia 67 tahun, ia kembali ke tempat kelahirannya untuk mengajar dan mengabdikan tradisi-tradisi kuno dalam bentuk tulisan.
Konfusius wafat pada tahun 472 SM (catatan sejarah) karya Sima Qian, dijelaskan bahwa 72 muridnya menguasai enam jenis seni, demikian juga terdapat kurang lebih 3000 orang yang mengaku sebagai pengikut Konfusius waktu itu. Sebagai tambahan, ajaran filsafat Konfusiusme juga disebut dengan rujia.
b.      Kitab-kitab yang mendasari Ajaran Konfusiusme
Para ahli mengatakan bahwa kitab selain Xiaojing, kitab yang benar-benar di tulis Konfusius, dapat dikatakan hampir tidak ada (meskipun para penganut Konfusiusme meyakini kitab-kitab yang sekarang asli karangan Konfusius sendiri). Sedangkan kitab-kitab yang sekarang kita kenal sebagai kitab-kitab Konfusiusme, sesunguhnya adalah hasil penghimpunan kembali oleh seorang ahli filsafat Konfusiuanis, bernama Zhu Xi (1130-1200) yang hidup semasa dinasti Song.
Berikut ini daftar lengkap kitab-kitab yang mendasari Konfusiusme sebagaimana yang kita kenal sekarang :
·         Zhouyi, berasal dari kitab Yijing dan Yizhuan yang menjadi satu
·         Shujing atau Shangshu, catatan-catatan politik dinasti Zhou dan zaman sebelumnya
·         Shijing, catatan nyanyian pada zaman dinasti Zhou
·         Zhouli, mencatat system pemerintahan dan organisasi negara pada zaman dinasti Zhou
·         Yili, adat istiadat para bangsawan
Sebelumnya pada masa dinasti Han, kita hanya mengenal enma kitab atau Liu Jing :
·         Shijing
·         Shujing atau Shangsu
·         Lijing yang mempunyai 3 bagian yaitu Liji,Yili dan Zhouli
·         Zhouyi
·         Cunqiu
·         Yuejing

c.       Ajaran Konfusius
Pada masa hidupnya, Konfusius mengalami kemerosotan Dinasti Zhou. Pada zamanya yang dimaksud dengan adat istiadat telah menjadi semacam peraturan-peraturan upacara pengorbanan dan kesopanan basa-basi semata. Kemerosotan moral terjadi dimana-mana. Konfusius mengajarkan kebajikan dengan harapan bisa membawa perubahan pada masa yang kacau itu.
Filsafat Konfusius didasarkan pada pendidikan moral masing-masing individu. Ia selalu mendorong seseorang untuk berbuat baik. Dalam Lunyu, Konfusius menekankan ren yang berarti kebajikan. Arti kata ren sendiri adalah "kasihilah sesama mu, jangan lakukan perbuatan terhadap orang lain apabila engkau tidak suka dilakukan demikian"dan juga mengandung pengertian berupa keinginan untuk mengembangkan diri maupun sesama kita. Konfusius juga membahas mengenai Li yang dapat diartikan sebagai tatakrama atau adat-istiadat. Arti Li sendiri pada mulanya "berkorban"yang kemudian mengalami perluasan makna menjadi upacara adat istiadat pengorbanan pada leluhur sebagaimana yang dilakukan oleh para kaisar. Makna Li juga mencakup tatacara basa-basi dan panduan berperilaku bagi kaum bangsawan terhadap sesama mereka. Adat istiadat upacara pengorbanan yang di lakukan saat itu banyak berisi hal-hal remeh seperti tatarcara meletakkan jari-jari tangan saat memungut benda-benda upacara. Tatacara  itu menjadi suatu rumusan baku yang tidak berubah lagi. Konfusius memberikan kritikan terhadap adat-istiadat yang berlaku saat itu dengan memberikan definisi bari bagi Li.
Ia mengkritik:
"Bila para penguasa bersungguh-sungguh dalam menyelenggarakan upacara pengorbanan pada leluhur, mengapa mereka tidak bersunguh-sungguh pula dalam memperbaiki pemerintahan? Bila para mentri memperlakukan sesama mentri dengan adat-istiadat kesopanan pergaualan istana, mengapa mereka tidak memperlakukan rakyat yang merupakan tulang punggung negeri dengan cara yang sama. Konfusius mengajarkan pada muridnya untuk memperlakukan setiap orang dimana saja, seolah-olah sedang menerima tamu penting dan bila menjadi seorang pegawai pemerintahan ia hendaknya memimpin rakyatnya seolah-olah sedang menyelenggarakan upacara pengorbanan besar-besaran pada leluhur."
Lebih jauh lagi ketika seorang  muridnya  bertanya mengenai apakah hakikat Li itu, Konfusius menjawabnya sebagai berikut:
"ini pertanyaan penting! Sehubungan dengan masalah upacara, seandainya seseorang dalam salah satu aspeknya terpaksa berbuat kesalahan, maka kesalahan itu lebih baik berupa sikap terlalu hemat daripada terlalu boros. Pada upacara pemakaman serta perkabungan, mereka yang berkabung lebih baik benar-benar merasa sedih, daripada terlampau mementingkan segala sesuatunya hingga ke hal sekecil-kecilnya"
Konfusius didalam Lunyu beranggapan bahwa Li dan kebajikan itu adalah dua hal yang tak terpisahkan.konfusius menerangkan kepada muridnya Yan Yuan mengenai definisi kebijakan sebagai berikut : "menguasai diri serta mengikuti adat istiadat artinya adalah berbuat baik. Jika tidak sesuai dengan adat istiadat jangan didengarkan, jika tidak sesuai dengan adat istiadat jangan ucapkan, jika tidak dengan adat istiadat jangan dilakukan." Ketika membahas kewajiban seorang anak, Konfusius menjelaskan, "Selama orang tua mu masih hidup taatilah adat istiadat dalam mengasihi mereka, setelah mereka meninggal taatilah adat istiadat menguburkan mereka, taatilah adat istiadat dalam memberikan persembahan kepada mereka."  
Meskipun sangat menghormati adat istiadat, tetapi Konfusius juga mengajarkan agar kita jangan terikat padanya, dimana ia mengatakan bahwa ia tidak akan pernah ragu untuk menyimpang dari tatakrama yang sudah diterima oleh tradisi, asalkan penyimpangan itu dilakukan dengan alas an-alasan yang masuk akal dan sopan santun. Kita disini dapat melihat bahwa selain membicarakan mengenai ren, Konfusius juga membahas mengenai adat istiadat (Li). Karena keduanya merupakan hubungan yang amat penting dalam membina kebajikan. Konfusius telah memperluas makna Li dari sekedar aturan upacara dan tatakrama serta peraturan yang remeh-temeh menjadi suatu tatakrama yang lebih universal.
Konfusius merupakan filosof yang enggan membicarakan hal-hal metafisik dan lebih menekankan pembahsan tentang bagaimana manusia seharusnya hidup di dunia. kita kan mengutip Tanya jawab berikut ini antara konfusius dan seorang muridnya:
            " Seorang murid yang lain bertanya bagaimana seharusnya seseorang berbakti kepada arwah nenek  moyang. Konfusius menjawabnya ," engkau sendiri masih belum sanggup berbakti kepada sesama  manusia, mana mungkin sanggup berbakti dengan arwah leluhur?" Murid tersebut lalu bertanya tentang kematian, tetapi Konfusius menjawab , "Engkau sendiri belum memahami kehidupan, bagaimana mungkin memahami kematian?"
            Jadi, Konfusius mengajarkan muridnya untuk lebih dahulu memahami kehidupan dan hubungan sesama manusia sebelum membahas hal-hal metafisik. Sebaliknya,Konfusius malah mengajarkan bahwa manusia adalah makhluk social.


Daftar Pustaka

Taniputera, Ivan. China :History of China , Ar-Ruzz Media, Jogjakarta, 2013
Ensiklopedia indonesia. -  Ed. Rev. – Jakarta: dataran china , 1997. 


1 komentar:

  1. Ass Wr Wb, Saya ingin berbagi cerita kepada anda bahwa saya seorang TKI dari malaysia dan secara tidak sengaja saya buka internet dan saya melihat komentar IBU YOSHI yg dari singapur tentan Pesugihan AKI RUSLAN SALEH yg telah membantu dia menjadi sukses dan akhirnya juga saya mencoba menghubungi beliau dan alhamdulillah beliau mau membantu saya untuk menarik dana Hibah Melalui ritual/ghaib dan alhamdulillah itu betul-betul terbukti dan mendapat hasil tarikan RM.347.000 Ringgit, kini saya kembali indon membeli rumah dan mobil walaupun sy Cuma pekerja kilang di selangor malaysia, sy sangat berterimakasih banyak kepada AKI RUSLAN SALEH dan saya juga tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui AKI RUSLAN SALEH saya Bisa sukses, Jadi kawan2 yg dalam kesusahan jg pernah putus asah, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasi jalan asal anda mau berusaha, ini adalah kisah nyata dari seorang TKI, Jika Anda Ingin Di Bantu Ritual Pesugihan Hubungi 0852=8584=7477 Atau [klik] AHLI PESUGIHAN TANPA TUMBAL
    KEAMPUHAN RITUAL AKI RUSLAN SALEH
    1.Penarikan Dana Hibah Melalui Bank Ghaib
    2.Penarikan Uang Melalui Mustika
    3.Ritual Angka Tembus Togel/Lotrey
    4.Jimat Pelaris Usaha DLL
    Dan Masih Banyak Lagi, AKI RUSLAN SALEH Banyah Dikenal Oleh Kalangan Pejabat, Pengusaha Dan Artis Ternama Karna Beliau adalah guru spiritual terkenal di indonesia. Untuk yg punya rum terimakasih atas tumpangannya.

    BalasHapus