Rabu, 15 Juni 2016

BIOGRAFI LAKSAMANA YI SUN-SIN


MENANTI  SINAGA/S.A.T/15 B

Yin Sun-Sin adalah seorang tokoh militer dan pahlawan Nasional Korea yang sangat terkenal. Ia berjasa dalam menumpas serbuan pasukan Jepang yang menginvasi dalam Perang Tujuh Tahun pada masa Dinasti Joseon. Salah satu kontribusinya yang terbesar dalam bidang militer Korea adalah penggunaan kapal perang berlapis besi pertama di dunia yang berbentuk kura-kura yang dinamakan Gobukseon. Sampai sekarang Yi dianggap sebagai seorang pahlawan bangsa Korea yang terbesar karena kesetiaan, taktik dan kegigihannya dalam berperang. Yi sun Sin wafat dalam usia 54 tahun pada tahun 1598 tepat setelah kemenangannya dalam akhir perang tujuh tahun. Dalam 7 tahun masa perang itu, Yi Sun Sin memenangkan sebanyak 23 kali pertempuran di laut tanpa kalah. Ia diberi gelar Chung Mu Gong atau pahlawan Kesetiaan dan Pengabdian. Yi Sun Sin lahir pada tanggal 28 April 1545 di Geonchendong, Hanseong sebagai putra ketiga dari keluarga bangsawan. Sejak kakeknya terlibat pembersihan politik pada masa pemerintahan Raja Jungjong. Ayahnya mulai berhenti mencari pekerjaan yang berhubungan dengan pemerintah. Mereka sekeluarga akhirnya pindah ke Asan, tempat asal keluarga ibu Yi, di saat kondisi perekonomian mereka semakin memburuk. Layaknya anak bangsawan pada saat itu, Yi sun sin di didik dalam ajaran-ajaran
Konghucu sejak kecil. Ia menikah pada usia 21 tahun dan dikaruniai 3 orang putra dan 1 orang putri. Ia memutuskan untuk masuk bidang militer dimulai saat berusia 22 tahun walaupun sebenarnya pilihannya tersebut asing bagi keluarganya yang lebih memandang Kesusastraan sebagai tradisi. Pada usia 28 tahun 1572, Yi menjalani ujian bidang militer. Dalam ujian itu, Yi jatuh dari kuda dan kakinya patah. Empat tahun kemudian setelah kejadian tersebut,Yi kembali mencoba menjalani ujian tersebut, dan pada usia 32 tahun ia berhasil lulus. Awalnya Ia bertugas sebagai perwira dan dikenal akan sifat teguh dan tak kenal kompromi dalam menjalani prinsip-prinsipnya. Hal ini mengakibatkan karier awal Yi tersendat dikarenakan banyak atasan tidak suka dengan sikapnya yang tegas dan disiplin. Suatu hari, bahkan Ia pernah dicopot dari posnya bertugas karena menolak ikut berpartisipasi dalam kegiatannya atasannya yang Ia anggap tidak benar. Akhirnya Ia juga diturunkan menjadi prajurit kelas bawah dikarenakan fitnah seorang perwira lain yang tidak senang dengannya. Namun begitu, menjelang terjadinya awal perang tujuh tahun dimana Jepang akan menyerbu Joseon, Ia mendapat kenaikan pangkat sebagai komandan Stasiun Angkatan Laut Kiri Jeolla berkat rekomendasi dari Perdana Menteri Ryu Seong Ryeong. Perdana menteri Ryu telah berteman dengan Yi sejak kecil dan Ia mengenal bakat kepemimpinannaya yang dimilikinya. Setelah menjabat sebagai komandan angkatan laut, yi bertugas membenahi angkatan laut Joseon dengan memperbaiki  sistem administrasi, meningkatkan mutu persenjataan serta mendidik para pelaut. Ia juga menyelesaikan pengkostruksian kapal kura-kura hanya saty hari sebelum Jepang mendarat.
Yi Sun Sin berperan penting dalam kemenangan Korea dalam perang tujuh tahun. Perang tujuh tahun atau perang Imjin merupakan serangkaian pertempuran panjang selama 7 tahun terakhir pada abad ke- 16 di Semenanjung Korea yang di sebabkan oleh invasi Jepang yang berniat menyerbu Cina melaui Korea. Sebelum perang meletus, Dinasti Joseon Korea mengalami kegoncanagn politik dan ekonomi yang berpengaruh pada bidang militer sehingga keamanan nasional negara itu berada dalam bahaya. Pada saat yang sama, Toyotomi Hideyoshi telah mempersatukanJepang dan merencanakan untuk melakukan invasi negara-negara tetangganya sehingga Ia lebih dapat mengendalikan kekuatan-kekuatan Daimyo. Pertama-tama, Ia meminta izin kepada Joseon untuk memberi jhalur untuk pergerakan tentaranya ke Dinasti Ming. Istana Joseon menolak niat Jepang dan mengacuhkan kemungkinan perang. Saat niatnya ditolak Joseon, Toyotomi Hideyoshi menginvasi dengan kekuatan 160.000 tentara pada bulan April 1592. Joseon tidak mampu menangkis serangan awal dan mengalami kekalahan besar. Daerah pertahanan di bagian selatan direbut dalam waktu beberapa haru saja dan pasukan Jepang bergerak ke Utara tanpa mengalami kesulitan sama sekali. Karena bahanya telah mendekat ke Ibukota, keluarga kerajaan mengungsi ke tempat yang lebih aman di wilayah utara. Setelah dua bulan, seluruh negeri Joseon berada dalam tangan Jepang. Yi Sun Sin memimpin angkatan laut untuk mengamankan wilayah perairan dan untuk memutus jalur persediaan dan komunikasi tentara Jepang. Kapal-kapal Jepang menggunakan jalur laut di perairan barat dan timur di semenanjung Korea untuk menyalurkan persediaan perang kepada para pasukan yang berada dalam daratan. Dsengan keunggulan pasukan Yi sun sin, semua kapal Jepang di perairan Korea berhasil di kalahkan. Beberapa pertempuran di laut benar-benar menentukan keberhasilan pasukan Korea atas Jepang, antara lain Pertempuran Jepang, antara lain Pertempuran Hansan, pertempuran Myeongnyang dan pertempuran Noryang. Pertempuran Hansan terjadi pada tanggal 14 Agustus, 1592 adalah pertempuran laut terbesar yang di menangkan oleh Laksamana Yi dan juga dianggap sebagai salah satu perang laut terbesar di dunia. Pasukan Jepang yang di kirim oleh Toyotomi Hideyoshi terdiri dari 3 armada dengan 10 ribu anak buah, berkali-kali lipat dari jumlah pasukan Sun Sin.
Laksamana Yin memerintahkan sebagian besar kapal perang untuk tetap berada di Hansan dan mengirimkan 6 buah panokseon (kapal perang beratap) menuju selat Kyonnaeryang. Kemudian panokseon bergerak menuju tempat sebelumnya di Hansan seolah-olah akan menyerah untuk menarik perhatian pasukan Jepang agar mengejar. Saat semua kapal Jepang telah berada di laut lepas, Laksamana Yi memerintahkan pasukannya membentuk hagikjin atau formasi sayap bangau untuk menyerang kapal utama musuh. Secara tiba-tiba, kapal mereka berbalik arah dan berhadapan dengan kapal Jepang. Mereka mengelilingi kapal utama dalam posisi setengah lingkaran. Gerekan ini menjebak Jepang dengan sedikit ruang untuk bergerak dan segera menghantam dengan meriam dan panah api. Susa-sisa kapal Jepang selamat melarikan diri. Sebanyak 47 buah kapal musuh ditenggelamkan dan 12 lain di tawan, menyiusakan 14 dari keseluruhan 73 buah kapal dan 1000 dari 10.000 orang. Kemenangan pasukan Yi di laut membuat penyerbu di daratan terisolasi dari bantuan negerinya. Tak lama setelah perang, Pyongyang berhasil direbut kembali atas bantuan pasukan Ming. Dua bulan setelah itu,ibukota juga berhasil di rebut. Dalam bentuk penghargaan akan jasa besarnya, Yi dianugerahi kedudukan sebagai Tongjesa, pangkat tertinggi dalam angkatan lautbJoseon. Kini Ia memimpin angkatan laut 3 propinsi. Pada bulan Desember 1596, saat negosiasi antara Ming dan Jepang gagal, Toyotomi Hideyoshi memperbarui rencana penyerbuan ke Korea. Sementara itu, Laksamana Yi sedang mendapatkan masalah dikarenakan tuduhan Jendral Won Gyun dan mata-mata Jepang bernama Yoshira. Won Gyun yang selalu iri karena Yi Sun Sin selalu memiliki kedudukan lebih tinggi dari pada dirinya tidak hanya sering dengan sengaja mengabaikan perintah Yi namun juga mulai memberikan laporan palsu kepada Raja tentang keadaan angkatan laut dan hasil peperangan untuk menjelek-jelekkan Yi Sun Sin. Hal itu menumbulkan spekulasi di Istana. Pihak Jepangmenyadari keberadaan Yi Sun Sin akan menggagalkan tujuan mereka sehingga Ia harus disingkirkan terlebih dahulu dengan cara membuat Raja tidak menyukainya. Mereka mengirimkan seseorang mata-mata bernama Yoshira kedalam sebuah pangkalan militer yang dipimpin Jendral Kim Eung-Su dan menawarkan jasa sebagai seorang mata-mata untuk membocorkan informasi penting bagi Joseon. Ia melaporkan bahwa kedatangan Jendral Kato Kiyomasa yang sudah tidak lama lagi. Namun Yoshira meminta agar Tongjesa (Yi Sun Sin) yang menghadapi armada Jepang itu.
Jendral Kim percaya pada apa yang disampaikan Yoshira dan memohon kepada Raja Seonjo untuk mengirimkan Laksamana Yi Sun Sin menghadapi kedatangan musuh. Raja memerintahkan Yi dan pasukannya untuk bergerak. Namun, Laksamana Yi menolak permintaan Raja karena mengetahui bahwa lokasi dimana Ia diperintahkan untuk berperang sangat berbahaya karena dipenuhi gosong karang dan kemungkinan besar akan mengalami kekalahan. Saat perintahnya ditolak Raja sangat marah besar dan menganggap Laksamana Yi congkak. Yi kemudian di penjarakan di Ibukota dan mendapat siksaan. Raja menginginkannya di hukum mati, namun para pendukung Yi di Istana memohon untuk membebaskannya dengan pada masa lalu jasanya sangatbesar bagi negara. Lolos dari jabatan Tongjesa menjadi prajurit bawahan. Won Gyun merasa senang karena naik pangkat menjadi Tongjesa menggantikan Yi Sun Sin. Namun Won Gyun tidak cakap mengendalikan masalah-masalah bahari dan bersikap acuh terhadap pekerjaan mengelola angkatan laut. Sementara itu Yoshira masih terus mempengaruhi Jendral Kim Eung Su untuk mengirimkan pasukan menghadapi armada Jepang, yang Ia kabarkan sudah tiba di Korea. Setelah perintah diberikan, Won Gyumn mulai menggerakan kapal perang. Hasilnya sangat buruk karena Ia tidak bisa mengendalikan jalannya kapal sehingga armada Jepang menang. Karena panik, Won Gyun melarikan diri ke darat dan sampai disana Ia dibunuh oleh pasukan Jepang yang telah menunggunya. Kekalahan ini adalah kehancuran armada laut satu-satunya dalam pertempuran laut Perang Tujuh Tahun. Dari 134 kapal perang yang dikerahkan, hanya 12 yang selamat dibawah kendali Komandan Bae Sul. Mendengar kekalahan Won Gyun, Raja menyesali keputusannya dan kemvali mengangkat Yi Sun Sin menjadi Tongjesa. Walau telah mengalami perlakuan buruk dan bahkan bersedih karena baru-baru itu Ibunya meninggal dunia, Yi Sun Sin menerima penugasan itu dengan siap. Yi melakukan perjalanan di Propinsi Jeolla untuk mengumpulkan kapal, pengungsi dan senjata yang tersisa sebelum menghadapi musuh. Raja Sejo mengetahui kesulitan yang dialami Yi sun sin yang hanya mendapatkan 13 buah kapal dan menyarankan Yi untuk berhenti berperang di laut dan bergabung dengan angkatan darat. Namun, Yi meyakinkan bahwa Ia memiliki alasan kuat untuk melindungi perairan di kawasan Jeolla dan Chungcheong guna mencegah penerobosan Jepang dari laut ke Ibukota. Dengan kondisi terjepit karena pasukan musuh berjumlah besar, pasukan Yi Sun Sin memutuskan untuk bergerak ke Selat Myeongnyang. Myeongnysng adalah selat yang harus dilewati musuh untuk mencapai Ibukota. Daerah ini memiliki arus paling deras di SemenanjungKorea yang mencapai 18km/jam dikarenakan aliran dari laut lepas terdorong ke dalam selat yang sempit. Di selat ini, Yi Sun Sin memasang jebakan bawah air berupa kawat besi yang dapat diputar menggunakan kapstan, sejenis as roda yang di gunakan di kapal. Hal itu untuk menggoyahkan dan membuat mereka saling bertabrakan pada saat arus deras terjadi. Kapal Joseon mempunyai dasar berbentuk datar dan dangkal, sementara kapal Jepang berdasar tajam dan dalam yang akan tersangkut jebakan yang dipasang di bawah air. Pada tanggal 16 September 1597, armada Jepang tiba dengan 330 kapal. Ketiga belas kapal LaksamanaYi menghadapi musuh dengan menggunakan informasi Iljajin (formasi satu garis). Iljajin adalah salah satu bentuk formasi yang paling sederhana, terdiri atas sekelompok kapal yang berbaris satu-satu dengan haluan menghadap ke arah musuh. Walau begitu, armada Laksamana Yi tidak bisa dengan bebas melakukan gerakan yang lebih bervariasi karena jumlah musuh terlalu banyak. Berkat sempitnya selat Myeongnyang, hanya 130 kapal yang dapat masu. Dalam waktu sebentar, mereka sudah mengelilingi pasukan Yi. Para kapten kapal dan Laksamana Yi maju menyerang ke gerombolan musuh sendirian dengan menembakkan panah dan meriam. Tiba-tiba, di dekat kapal Laksamana Yi terlihat mengapung mayat musuh yang ternyata adalah Matashi kurushima, jendral pasukan Jepang. Mayat itu ditarik dan diperlihatkan ke arah musuh dari haluan. Hal tersebut mengakibatkan kegemparan di antara mereka. Pada saat itu, arus mulai deras kaerena alaminya mengalami pergantian arah setiap 4 jam sekali. Kekuatan aliran mulai menggoyahkan kapal-kapal Jepang dan merusak posisi mereka. Pasukan Yi mengencangkan kawat besi di bawah air dengan memutar kapstan. Lambung kapal mereka mulain tersangkut dan mulai bertabrakan satu sama lain. Kemudian pasukan Yi terus menggempur. Dari 130 kapal Jepang yang masuk ke selat myeongnyang, 31 tenggelam dan 90 rusak parah dan tak satupun kapal dari pihak laksamana Yi kalah. Dalam buku hariannya, Laksamana Yi mencatat bahwa Ia bersyukur atas kemenangan yang Ia anggap sebagai mukjizat. Pertempuran Noryang, bagian dari Invasi Jepang ke Korea, terjadi antara ankatan laut Jepang dengan ankatan laut dinasti Joseon dan Ming. Petempuran ini terjadi pada pagi hari tanggal 16 Desember 1598. Tentara sekutu terdiri dari 150 kapal Joseon dan Ming, dipimpin oleh laksamana Yi Sun Sin dan Chen Lin, menyerang dan menghancurkan atau menangkap lebih dari setengah 500 kapal Jepang. Laksamana Yi sendiri tertembak oleh Arquebus Jepang dan tewas. Yang menyaksikan Ia menghembuskan napas terkhirnya adalah putra sulungnya, Hoe, dan keponakannya, Wan. Sambil menahan kesedihan mereka meneruskan pertempuran. Kemenangan armada laut di pertempuran Noryang ditandai dengan hancurnya 450 buah kapal Jepang dan sisanya kabur. Perang ini menandakan akhir dari perang tujuh tahun. Pertempuran ini adalah puncak kehebatan seorang laksamana dari Korea. Dalam jangka waktu pendek selama 6 minggu, Ia telah meraih rangkaian kemenangan tak terkalahkan dalam seluruh babad perang bahari,dengan menghancurkan armada perang musuh, memutuskan jalur komunikasinya, menyapu bersih iring-iringannya dan menjadikan niat ambisiusnya benar-benar runtuh. Bahkan Nelson,Blake atau Jean beart tidak dapat melakukan yang lebih dari pada seseorang wakil yang kuran dikenal dari negeri kecil dan tertindas ini.

DAFTAR PUSTAKA
Steven, Mark A (2000). Merriam Webster's-Collgiate Encyclopedia.
Alexander, George Ballard (1948). The Influnce of the sea on the Political History of Japan.
 Hewley, Samuel (2005). The imjin war, Japan sixteenth century invasion of korea: the royal.
Kehidupan Yi Sun Sin, yisunsin.prkorea.com. Diakses 1 Februari ; Journal of Korean Arts.
Allaboutkoreanculture. Blogspot.com
Tako-dorayaki. Blogspot. Com
World.kbs.co. kr,program_koreanstory
Laksamana Yi Sun Sin-Pahlawan Korea.
Tentang laksamana Yi Sun Sin,koreanhero.net.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar