Minggu, 29 Mei 2016

RUANG LINGKUP SOSIOLOGI


PIMA PUTRIANA/PIS/14A

1.      Manusia Merupakan Mahkluk Sosial
Manusia pada Hakekatnya adalah mahkluk sosial. Sosial mengacu kepada hubungan antar individu, antar masyarakat dan individu dengan masyarakat. Hidup di masyarakat itu merupakan manifestasi bakat sosial anak. Oleh karena itu, aspek sosial melekat pada diri individu yang perlu dikembangkan dalam perjalanan hidup peserta didik agar jadi matang. Di samping tugas pendidikan mengembangkan aspek sosial, aspek itu sendiri sangat berperan dalam membantu anak dalam upaya mengembangkan dirinya, maka segi sosial ini perlu diperhatikan dalam proses pendidikan. Dan menurut para ahli bahwa salah satu tujuan pendidikan adalah bahwa mendidik itu bertujuan membimbing agar kelak dapat hidup serasi dengan masyarakat tempat hidupnya.Kajian sosiologi tentang pendidikan pada prinsipnya mencakup semua jalur pendidikan, baik pendidikan sekolah maupun pendidikan luar sekolah. Khusus untuk jalur pendidikan luar
sekolah, terutama apabila ditinjau dari sosiologi maka pendidikan keluarga adalah sangat penting, karena keluarga merupakan lembaga sosial yang pertaman bagi setiap manusia. Proses sosialisasi akan dimulai dari keluarga, dimana anak mulai mengembangkan diri. Dalam UU RI No. 2 Tahun 1989 pasal 10 ayat 4 dinyatakan bahwa "Pendidikan keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan dalam keluarga dan yang memberikan keyakinan agama, nilai budaya, nilai norma dan keterampilan. "perlu  ditegaskan bahwa pemerintah  mengakui kemandirian keluarga untuk melaksanakan upaya pendidikan dalam lingkungannya sendiri. Meskipun pendidikan formal telah mengambil sebagian tugas keluarga dalam mendidik anak, tetapi pengaruh keluarga tetap penting sebab keluarga merupakan lembaga sosial pertama yang dikenal oleh anak. Dalam keluarga dapat ditanamkan nilai dan sikap yang dapat mempengaruhi perkembangan anak selanjutnya. Perubahan fungsi keluarga, pola hubungan orang tua dan anak di dalam keluarga, komposisi keanggotaan dalam keluarga, keberadaan orang tua (hanya bapak/ibu) dalam keluarga, dan perbedaan kelas sosial keluarga diperkirakan tetap berpengaruh terhadap perkembangan anak Ruang Lingkup Sosiologi Pendidikan
Para ahli Sosiologi dan ahli Pendidikan sepakat bahwa, sesuai dengan namanya, Sosiologi Pendidikan atau Sociology of Education (juga Educational Sociology) adalah cabang ilmu Sosiologi, yang pengkajiannya diperlukan oleh professional dibidang pendidikan (calon guru, para guru, dan pemikir pendidikan) dan para mahasisiwa serta professional sosiologi. Menurut S. Nasution masalah-masalah yang diselidiki dalam sosiologi pendidikan meliputi pokok-pokok masalah sebagai berikut :
v  Hubungan sistem pendidikan dengan aspek-aspek lain dalam masyarakat meliputi:
·         Fungsi pendidikan dalam kebudayaan
·         Hubungan dengan system pendidikan dengan proses control social dan system kekuasaan
·         Fungsi system pendidikan dalam proses perubahan social dan cultural atau usaha mempertahankan status quo
·         Hubungan pendidikan dengan system tingkat/status social
·         .Fungsi system pendidikan formal bertalian dengan kelompok rasial, cultural dan sebagainya.
v  Hubungan antar manusia dalam sekolah, meliputi :
·         Hakikat kebudayaan sekolah, sejauh mana ada perbedaan dengan kebudayaan di luar sekolah
·         Pola interaksi social atau struktur masyarakat sekolah
·         Kepemimpinan dan hubungan kekuasaan
·         Stratifikasi social
·         Pola interaksi informal
v  Pengaruh sekolah terhadap kelakuan dan kepribadian semua pihak di sekolah meliputi:
·         Peranan social guru
·         Hakikat kepribadian guru
·         Pengaruh kepribadian guru terhadap kelakuan anak
·         Fungsi sekolah terhadap sosialisai murid
v  Sekolah dalam masyarakat meliputi :
·         Pengaruh masyarakat atas organisasi sekolah
·         Analisis proses pendidikan yang terdapat dalam system-sistem social dalam masyarakat luar sekolah
·         Hubungan antara sekolah dan masyarakat dalam pelaksanaan pendidikan
·         Factor-faktor demografi dan ekologi dalam masyarakat yang bertalian dengan organisasi sekolah.
Oleh karena itu, tujuan sosiologi pendidikan yaitu mengerti, memahami, dan mengaplikasikan seluruh konsep, teori, dan aplikasi sosiologi pendidikan untuk dapat mengembangkan pendidikan agama islam dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, berdasarkan tujuan sosiologi pendidikan tersebut, maka ruang lingkup sosiologi pendidikan mencakup :
·         Konsep dasar sosiologi pendidikan
·         Tujuan, pendekatan, dan signifikansi sosiologi pendidikan
·         Sejarah dan tokoh sosiologi pendidikan
·         Teori sosiologi pendidikan
·         Pengembangan social peserta didik
·         Sosiologi bagi guru
·         Sekolah dan masyarakat
·         Sekolah dan tata social
·         Sosialisasi di sekolah, keluarga, dan masyarakat
·         Hubungan guru, murid, dan masyarakat
·         Organisasi sekolah
·         .Sosiologi dan kurikulum
·         Proses belajar mengajar dari sudut sosiologi
·         Kebudayaan sekolah, masyarakat, dan keluarga
·         Pola interaksi sekolah, keluarga, dan masyarakat
·         Pengaruh sekolah terhadap masyarakat
·         Institusi masyarakat
·         Pendidikan multi cultural

2.      Fungsi Kajian Sosiologi Pendidikan
Sosiologi Pendidikan diharapkan mampu memberikan rekomendasi mengenai bagaimana harapan dan tuntutan masyarakat mengenai isi dan proses pendidikan itu, atau bagaimana sebaiknya pendidikan itu berlangsung menurut kacamata kepentingan masyarakat, baik pada level nasional maupun lokal. Sosiologi Pendidikan secara operasional dapat defenisi sebagai cabang sosiologi yang memusatkan perhatian pada mempelajari hubungan antara pranata pendidikan dengan pranata kehidupan lain, antara unit pendidikan dengan komunitas sekitar, interaksi social antara orang-orang dalam satu unit pendidikan, dan dampak pendidikan pada kehidupan peserta didik  Sebagaimana ilmu pengetahuan pada umumnya, Sosiologi Pendidikan dituntut melakukan tiga fungsi pokok, yaitu :
·         Fungsi eksplanasi, yaitu menjelaskan atau memberikan pemahaman tentang fenomena yang termasuk ke dalam ruang lingkup pembahasannya. Untuk diperlukan konsep-konsep, proposisi-proposisi mulai dari yang bercorak generalisasi empirik sampai dalil dan hukum-hukum yang mantap, data dan informasi mengenai hasil penelitian lapangan yang actual, baik dari lingkungan sendiri maupun dari lingkungan lain, serta informasi tentang masalah dan tantangan yang dihadapi. Dengan informasi yang lengkap dan akurat, komunikan akan memperoleh pemahaman dan wawasan yang baik dan akan dapat menafsirkan fenomena – fenomena yang dihadapi secara akurat. Penjelasan-penjelasan itu bisa disampaikan melalui berbagai media komunikasi.
·         Fungsi prediksi, yaitu meramalkan kondisi dan permasalahan pendidikan yang diperkirakan akan muncul pada masa yang akan datang. Sejalan dengan  itu, tuntutan masyarakat akan berubah dan berkembang akibat bekerjanya faktor-faktor internal dan eksternal yang masuk ke dalam masyarakat melalui berbagai media komunikasi. Fungsi prediksi ini amat diperlukan dalam perencanaan pengembangan pendidikan guna mengantisipasi kondisi dan tantangan baru.
·         Fungsi utilisasi, yaitu menangani permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan masyarakat seperti masalah lapangan kerja dan pengangguran, konflik sosial, kerusakan lingkungan, dan lain-lain yang memerlukan dukungan pendidikan, dan masalah penyelenggaraan pendidikan sendiri.

3.      Tujuan Sosiologi Pendidikan
Jadi, secara umum Sosiologi Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan fungsi-fungsinya selaku ilmu pengetahuan (pemahaman eksplanasi, prediksi, dan utilisasi) melalui pengkajian tentang keterkaitan fenomena-fenomena siosial dan pendidikan, dalam rangka mencari model-model pendidikan yang lebih fungsional dalam kehidupan masyarakat. Secara khusus, Sosiologi Pendidikan berusaha untuk menghimpun data dan informasi tentang interaksi sosial di antara orang-orang yang terlibat dalam institusi pendidikan dan dampaknya bagi peserta didik, tentang hubungan antara lembaga pendidikan dan komunitas sekitarnya, dan tentang hubungan antara pendidikan dengan pranata kehidupan lain.
DAFTAR PUSTAKA
-          Shvoong. (2011). Ruang Lingkup Sosiologi Pendidikan
-          Abu Ahmadi, sosiologi pendidikan,cet. II (Jakarta: RINEKA CIPTA, 2007)
-          Moh. Padil triyo supriyatno, sosiologi pendidikan,cet.II,(Malang:UIN-Maliki Press,2010)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar