Selasa, 17 Mei 2016

PENYIMPANGAN SOSIAL DIDALAM MASYARAKAT

Merri Natalia S/PIS

Penyimpangan sosial dapat diartikan sebagai perilaku warga masyarakat yang dianggap tidak sesuai dengan kebiasaan, adat istiadat, tata aturan, atau norma sosial yang berlaku. Penyimpangan sosial tidak terbatas pada perilaku-perilaku yang terlampau melewati batas, hal-hal kecil pun bisa termasuk dalam penyimpangan sosial. Seseorang akan dianggap menyimpang apabila ia melakukan hal-hal di luar perilaku masyarakat pada umumnya. Namun fenomena yang terjadi pada saat ini menunjukkan bahwa banyak hal-hal menyimpang yang menjadi biasa di kalangan masyarakat. Masyarakat menganggap sebuah perilaku menyimpang yang resesif atau tidak terlalu melewati batas sebagai perilaku normal yang wajar untuk dilakukan. Tidak sedikit masyarakat yang justru bangga melakukan sebuah penyimpangan sosial. Penyimpangan sosial dianggap sebagai prestasi tersendiri bagi sebagian masyarakat, khususnya masyarakat yang belum terlalu memahami tentang hal-hal yang termasuk dalam penyimpangan sosial. Ada banyak contoh penyimpangan sosial yang terjadi di masyarakat, mulai dari hal-hal kecil yang dianggap sepele sampai hal-hal yang berakibat fatal. Membuang sampah tidak pada tempat sampah sudah bisa dianggap sebagai sebuah perilak menyimpang, karena hal tersebut tidak sesuai dengan norma serta aturan hukum yang berlaku. Contoh lain adalah mencontek, merokok, mencuri, memakai obat-obatan terlarang dan narkoba, pelacuran, dan lain-lain. Di sini akan dibahas penyimpangan sosial mengenai kebiasaan merokok yang dilakukan oleh wanita.

Kebiasaan Merokok oleh Wanita
Rokok adalah gulungan kertas yang berisi bahan-bahan berbahaya, bersifat adiktif serta beracun. Merokok adalah kegiatan menghisap gulungan tersebut dengan cara menyulutnya dengan api terlebih dahulu. Merokok merupakan salah satu perilaku menyimpang, apabila orang-orang di sekitarnya merasa terganggu dengan keberadaannya. Sedangkan merokok bagi para wanita dianggap menyimpang karena memang keberadaannya sangat jauh dari kebiasaan masyarakat serta sangat jarang ditemui pada umumnya. Selain itu, kebiasaan wanita yang merokok juga dapat dikatakan sebagai perilaku menyimpang mengambil dari pendekatan definisi menyimpang secara statistikal, yang mengatakan bahwa kebiasaan-kebiasaan umum masyarakat adalah benar dan kebiasaan-kebiasaan yang jarang dilakukan atau tidak sering dilakukan dianggap sebagai perilaku menyimpang.
1.      Faktor Penyebab Wanita Merokok
Banyak sekali faktor yang bisa menyebabkan seorang wanita merokok.  Mulai dari faktor individu, lingkungan, bahkan keluarga. Dalam kasus yang saya amati, pelaku wanita mengaku melakukan penyimpangan sosial, yaitu merokok, sebagai akibat dari pergaulan dengan teman-temannya. Ia mengaku bahwa pengaruh lingkungannya sangat besar terhadapnya sehingga ia berani dan merasa  sangat enjoy  untuk melakukannya. Bahkan kadang mereka mempunyai pemikiran menjadi bangga jika melakukan hal tersebut. Selain itu, keadaan pada individu juga sangat berpengaruh. Jika ia merasa keadaan sangat buruk, bosan, dan suntuk, maka ia akan langsung menyalakan rokoknya. Keluarga juga sangat memicu terjadinya sebuah penyimpangan sosial. Keluarga yang mempunyai kebiasaan merokok akan membuat anggotanya mengikuti kebiasaan tersebut. Apalagi jika anggota keluarga wanita memiliki kebiasaan merokok juga, dapat dipastikan anggota lain merasa harus melakukannya juga. Faktor yang lain muncul dari rokok itu sendiri, yaitu dari kandungan zat yang ada di dalamnya. Rokok mengandung zat-zat yang menyebabkan para konsumennya kecaduan. Dengan adanya zat  tersebut, seseorang yang telah mencoba untuk merokok akan selalu dan semakin ingin untuk mencobanya lagi dan lagi. Hal tersebut juga berpengaruh besar bagi wanita.

2.      Dampak dari  Wanita Merokok
Wanita yang merokok, dan para perokok lain memberi banyak dampak bagi para pelaku juga terhadap lingkungan sekitar. Dampak tersebut bisa berupa dampak negatif juga dampak positif. Namun, sejauh pengamatan yang dilakukan oleh penulis, para perokok cenderung memberikan banyak dampak-dampak negatif daripada dampak positif. Dampak posistif yang diberikan oleh para perokok antara lain adalah membantu produsen rokok dan para pekerja pabrik rokok agar tetap bertahan. Dengan adanya para perokok, pabrik rokok bisa terus melanjutkan kegiatannya memproduksi rokok, sehingga para pekerja pabrik dapat terus melanjutkan pekerjaannya. Secara tidak langsung, para perokok telah membantu memberikan dan mempertahankan pekerjaan para pekerja pabrik rokok. Dampak negatif yang ditimbulkan oleh para perokok lebih banyak daripada dampak positif yang telah disebutkan di atas. Dampak tersebut dapat dipisahkan sebagai dampak terhadap diri sendiri dan dampak bagi lingkungan sekitar perokok. Dampak negatif rokok bagi pelaku (secara langsung) yaitu: Air mata keluar, Baju, badan, dan rambut menjadi bau, Denyut nadi dan tekanan darah meningkat, Peristaltik usu meningkat dan nafsu makan menjadi turun, Sirkulasi darah kurang baik, Suhu pada ujung-ujung jari (tangan/kaki) menurun, Kepekaan indra pengecap dan pembau menurun, Gigi dan kuku menjadi kuning. Dampak negatif rokok bagi pelaku dalam jangka panjang yaitu: Kerja otak menurun, Adrenalin meningkat, Rongga pembuluh darah menciut, Tekanan darah dan denyut nadi meningkat, Menimbulkan efek ketagihan dan kecanduan. Sedangkan Dampak negatif rokok bagi lingkungan sekitar yaitu: Menimbulkan pencemaran udara bagi lingkungan sekitar, Menjadi contoh buruk bagi anak-anak usia di bawah umur, Menimbulkan banyak korban perokok pasif bagi orang-orang di sekitarnya. Sedangkan dampak negatif yang akan sama-sama dirasakan oleh pelaku (perokok aktif) dan korban (perokok pasif) adalah dampak yang berpengaruh terhadap kesehatan. Asap rokok yang ditimbulkan akan menyebabkan berbagai penyakit bagi para penghirupnya. Penyakit-penyakit tersebut antara lain adalah kanker paru-paru, jantung koroner, bronkitis, penyakit stroke, hipertensi, diabetes, dan impotensi. Asap rokok juga dapat menyebabkan orang yang mempunyai penyakit asma kambuh saat menghirupnya.Wanita yang merokok akan memiliki banyak kerugian sebagai dampak dari kebiasaan merokok tersebut. Dampak tersebut akan merugikan para wanita perokok, baik dalam hal penampilan ataupun kesehatan. Dampak fisik yang akan terjadi dan sangat terlihat bagi para perokok wanita yang merokok secara terus menerus adalah berubahnya warna kulit serta tumbuhnya rambut-rambut halus pada bagian sekitar wajah wanita perokok. Kulit wanita yang merokok secara terus–menerus akan berubah menjadi agak abu-abu. Kebiasaan merokok pada wanita juga akan mempercepat menopause, yaitu berhentinya proses menstruasi. Wanita yang memiliki kebiasaan merokok juga akan memiliki gangguan pada kesehatan berupa penurunan kesuburan sampai 50%, serta meningkatkan bahaya keguguran. Janin dari rahim seorang perokok juga akan terlahir dengan keadaan berat badan yang cenderung kurang. Wanita perokok juga akan menghasilkan ASI 25% lebih sedikit dibandingkan wanita non-perokok. Nikotin yang ada pada rokok juga akan memperlambat penyimpanan lemak dan meningkatkan pengeluaran energi sampai 200 kalori per hari, sehingga akan cenderung membuat berat badan perokok menjad turun.
Upaya Pencegahan Perilaku Menyimpang
Ada banyak upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah perilaku menyimpang. Upaya-upaya pencegahan bisa dilakukan oleh semua orang yang bersangkutan, baik oleh pemerintah, keluarga, teman, dan lingkungan sekitar. Upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah adalah dengan memperluas sosialisasi tentang penyimpangan-penyimpangan sosial. Pihak keluarga dapat melakukan kontrol sosial. Dan teman-teman lingkungan sekitar dapat menghimbau untuk tidak melakukan penyimpangan sosial. Kontrol sosial dan sosialisasi yang cukup akan membantu mencegah penyimpangan-penyimpangan sosial yang terjadi di masyarakat. Keharmonisasian keluarga juga sangat mempengaruhi terjadinya penyimpangan sosial, sehingga perlu diciptakan keluarga yang harmonis. 

DAFTAR PUSTAKA
1.      Narwoko, J. Dwi & Suyanto, Bagong. 2011. Sosiologi: Teks Pengantar dan Terapan. Jakarta: Kencana. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar