Selasa, 17 Mei 2016

Pendidikan Islam Sebagai Pendidikan Asli Indonesia Sebelum Kedatangan Bangsa Barat (EROPA)

Jely Novianti/SP/B

A.    Pengertian dan Pentingnya Pendidikan
·      Arti Pendidikan (paedagogie)
Dalam pendidikan dikenal dua istilah yaitu paedagogiek dan paedagogie, dimana maknanya berlainan yaitu paedagogiek (ilmu pendidikan) yang menitikberatkan kearah pemikiran permrnungan tentang pendiddikan, seperti sistem pendididkan, tujuan pendidikan, sarana dan prasarana dalam pendidikan atau teori. Sedangkan paedagogie (pendididkan) yang menitikberatkan pada praktek yang menyangkut proses belajar mengajar.

Arti pendidikan(paedagogie) secara etimologi berasal dari bahasa yunani, terdiri dari 2 kata yaitu PAIS (Anak) dan AGAIN (Membimbing) jadi dengan demikian paedagogie  dapat diartikan sebagai bimbingan yang diberikan kepada anak.
Arti pendidikan juga banyak di kemukakan oleh parah ahli diantaranya:
1.             GBHN
Pendidikan adalah usaha dasar utuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup.
2.             Ki Hajar Dewantara
Mendidik adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.
3.             John Dewey
Pendidikan adalah proses pembentukan kecakapan-kecakapan fundamental secara intelektuan dan emosional kea rah alam dan sesame manusia.
4.             Rousseau
Pendidikan adalah member kita perbekalan yang tidak ada pada masa anak-ana, akan tetapi kita membutuhkannya pada waktu dewasa.
·      Pentingnya Pendidikan dan Ilmu Pendidikan
Ø Pentingnya Pendidikan
Pentingnya pendidikan dilihat dari 3 segi (sudut pandang) yaitu bagi anak, orang tua, Di sini akan diuraikan segi-segi pendidikan itu:
1.             Segi Anak
Anak adalah makhluk yang selalu tumbuh, oleh karena itu pendidikan penting sekali kerena sejak bayi belum dapat berbuat sesuatu untuk kepentingan dirinya, baik untuk mempertahankan hidup maupun merawat diri semua kebutuhan tergantung pada orang tua.           Sehingga pendidikan sangat berguna untuk memperoleh kepandaian, keterampilan, dan pembentukan sikap dan tingkah laku sehingga lambat laun dapat berdiri sendiri yang semuanya itu memerlukan waktu yang cukup lama.
2.             Segi Orang Tua
Pendidikan adalah karena dorongan orang tua yaitu hati nuraninya yang terdalam yang mempunyai sifat kodrati untuk mendidik anaknya baik dalam segi fisik, sosial, emosi, maupun intelegensinya agar memperoleh keselamatan, kepandaian, agar mendapat kebahagiaan hidup yang mereka idam-idamkan, sehingga ada tanggung jawab moral atas hadirnya anak tersebut yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa untuk dapat dipelihara dan di didik dengan sebaik-baiknya.
Ø Pentingnya Mempelajari Ilmu Pendidikan
Pentingnya mempelajari ilmu pendidikan dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.             Untuk Pengembangan Individu
Manusia sebagai makhluk berbudaya dapat mengembangkan dirinya sedemikian rupa sehingga mampu membentuk norma dan tatanan kehidupan yang didasari oleh nilai-nilai luhuruntuk kesejahteraan hidup, baik perorangan maupun kehidupan bersama.
2.             Bagi Pendidik Pada Umumnya
Denag memahami pendidikan, pendidik diharapkan dapat memudahan praktek pendidikan. Dapat menimbulkan rasa kecintaan pada diri pendidik terhadap tugasnya, terhadap anak didik dan terhadap kebenaran. Dan terakhir agar seorang pendidik dapat menghindari banyak kesukaran dan kesalahan dalam melaksanakan praktek pendidikan.
3.             Dari Segi Pembangunan
Seperti tercantum di dalam GBHN tentang dasar dan tujuan Pendidikan Nasional. "Pendidikan Nasional berdasarkan atas pancasila da bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan, ketrampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta, bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.

B.            Latar Belakang Sejarah
Mahmud Yunus berpendapat bahwa sejarah pendidikan islam sama tuanya dengan masuknya agama islam ke indonesia. Hal ini disebabkan karena pemeluk agama baru tersebut sudah barang tentu ingin mempelajari dan mengetahui lebih mendalam tentang ajaran-ajaran islam. Ingin pandai Shalat, berdo'a dan membaca al-qur'an yang menyebabkan timbulnya proses belajar meskupun dalam pengertian yang amat sederhana.
Dari sinilah mulai timbul pendidikan islam dimana pada mulanya mereka belajar di rumah-rumah, langgar/surau, msjid san kemudian berkembang menjadi pondok pesantren. Setelah itu baru timbul sistem madrasah yang teratur sebagaimana yang kita kenal sekarang ini.

C.           Pendidikan Indonesia Sebelum Datang Bangsa-Bangsa Barat
Indonesia telah mempunysi pendidikan sendiri waktu orang barat datang. Pendidikan itu dalam brntuk pesantren. Pendidikan islam di pesanteren telah berkembang di Indonesia waktu orang barat datang dalam abad ke XVI. Sistem pendidikan serupa bentuknya dengan sitem pendidikan dalam zaman Hindu. Dimana murid datang kepada guru dan tinggal bersama-sama guru menjadi keluarga guru sambil bekerja membantu keluarga guru di rumahnya, sawahnya atau ladangnya, ia mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru.alam Hindu dikenal dengan sistem "Guru Kula".
Sebelum orang india datang ke Indonesia kita masih dalam masa Prasejarah, meskipun pendidikan telah dilakukan.pendidikan ini bersifat non formal. Dengan masuknya orang Indonesia kita mulai megenal masa sejarah.
Pendidikan islam sejalan dengan pengembangan agama islam, karena pendidikan islam merupakan bagian dari perkemangan agama islam..
Islam dikenalkan oleh saudagar-saudagar yang datang dari Gujarat atau dari jazirah Arab sebelah selatan atau dari Persia. Dimana mereka memberikan pelajaran islam kepada siapa saja yang mereka temui disaat mereka melaksanakan perdagangan. Jadi perkemangan agama islam yang sejalan dengan pengembangan pendidikan islam, dilakukan sambil berdagang oleh saudagar-saudagar islam itu. Oleh karena itu perluasan pendidikan islam terletak pada jalan dagang orang-orang asing dari Gujarat , hadramaut.
Yang pertama disinggahi oleh saudagar-saudagar islam adalah aceh. Pada tahun 1292 telah ditemui oleh pengembara orang Italia Marco Polo, kelompok orang yang beragama islam di peureula. Setelah itu pada tahun 1325 telah di temui oleh pengembara bangsa arab, bnu Bathuta sebuah kerajaan islam di pase. Hal ini berarti bahwa rajanya telah masuk islam yang diikuti oleh keluarganya dan golongan istana lainnya, golongan bangsawan, dan rakyat biasa. Sehingga berdirinya kerajaan-kerajaan islam diaceh seperti kerajaan Peureula, pasei, samudera, kerajaan islam di seluruh aceh (1514-1904) dan berdirinya kota pusat pendidikan islam seperti Peureula, pase, dan Daral Salam.
Dari aceh pendidikan islam berkembang ke Minangkabau, dari Minangkabau ke Sulawesi, ambon, dan Fhilipina.pusat perkembangan agama islam ialah jawa Timur yang mengembangkannya ke jawa Tengah, Banten, sampai Palembang.
Perluasan agama islam dan pendidikan islam berlaku secara damai dan edukatif, melalui tempat memberi pendidikannya didesa. Di minangkabau dikenal dengan nama surau, di Aceh di kenal dengan nama Rangkang, sedangkan di jawa dikenal dengan nama langgar/ Pesantren/pondok pesantren.
Jika di Minangkabau Surau itu tempat belajar, tempat sembahyang, dan sekaligus juga tempat tinggal pelajar-pelajar dan juga pemuda-pemuda yang sudah akil balig, maka di pulau jawa keadaannya agak lain. didalam tiap desa ada langgar tempat memberikan pelajaran agama yang mula-mulamengaji Qur'an. Jika hendak melanjutkan pelajarannya mereka mencari Pesantren tang terdekat atau yang terkenal. Didalam pesantren tempat belajar yang biasanya sebuah masjid atau langgar atau satu gedung sekolah khusus, terpisah dari tempat tinggal para santri.
Tempat tinggal, mondok para santri dinamai Pondok. Kadang-kadang para guru mondok pula disana, tetapi pada pesanten yang besar dimana guru-guru dan keluarganya tinggal di gedung yang lain. Seluruh kompleks tempat belajar dan tempat tinggal guru dan murid inilah yang dinamakan pesantren atau pondok pesantren. Selain itu terdapat pula kedalam kompleks pesantren berupa sawah, lading, tambak ikan yang dikerjakan oleh murid-murid dan guru bersama-sama dan dijadikan sumber penghidupan mereka.

Daftar pustaka
Abu Ahmad, Drs. Dra. Nur Uhbiyah. 1991. Ilmu pendidikan. Jakarta: Rineka Cifta
M.said, Drs.1981. Pendidikan Abad Keduapuluh Dengan Latar Belakang Kebudayaannya. Jakarta: Mutiara Jakarta
Hasbullah, Drs. 1995. Sejarah pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta:PT Raja Grafindo Persada
Hasbullah, Drs.1999. dasar-dasar ilmu pendidikan. Jakarta:PT Raja Grafindo Persada

Tidak ada komentar:

Posting Komentar