Rabu, 25 Mei 2016

Kondisi Fisik Soisal Masyarakat Pedesaan ditinjau dari Aspek Antroplogi,Geografis dan Sosiologis


Andrizal Samidtro/pis/14A

A.LATAR BELAKANG
Masyarakat di duni maupun Indonesia terbagi menjadi 2, yaitu masyarakat perdesaan dan perkotaan. Mereka mempunyai indikator-indikator untuk mengkategorkan tipe masyarakat mereka. Secara khusus desa merupakan suatu wilayah yang merupakan satu kesatuan masyarakat hukum pada batas-batas wilayah yang mempunyai wewenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat yang dimana corak masyarakatnya ditandai dengan kebersamaan dan keramahtamahan. Ciri-ciri yang sangat khas dari masyarakat perdesaan yang membedakan dengan kondisi maupun ciri-ciri masyarakat perkotaan. Hal ini dapat dapat ditinjau dari berbagai faktor, sehingga dalam makalah ini kami akan membahas secara khusus kondisi fisik dan sosial budaya masyarakat perdesaan.Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat
tinggal suatu masyarakat pemerintahan tersendiri (Soetardjo Kartohadikoesoemo, 1984). Desa merupakan perwujudan atau kesatuan geografi, sosial, ekonomi, politik dan kultur yang terdapat di tempat itu (suatu daerah), dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain. Menurut Undang-undang No. 5 Tahun 1979 Tentang Pemerintah Daerah, desa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat hukum, yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah, langsung di bawah camat dan berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.Masyarakat perdesaan sangat erat dengan lingkungan alam ,sebagian besar bekerja sebagai petani, berkebun, maupun perikanan. Karena letaknya yang strategis dan cocok untuk bercocok tanam. Masyarakat perdesaan masih kental dengan budaya dan adat istiadat. Desa satu dengan yang lainnya mempunyai karakteristik budaya dan adat yang berbeda. Keaneragaman budaya dan adat dari desa satu dan desa lainnya yang menyebabkan Indonesia terkenal banyak budaya. Pada desa erat dengan adanya sebuah ikatan yang bersifat kekal atau sering disebut baghwa paguyuban. Adanya sebuah gotong royong ,kerja bakti.  Desa dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yaitu :
B.Desa Perbatasan
Desa perbatasan adalah suatu desa atau wilayah desa yang berletak diantara 2 atau lebih wilayah administratif. Desa perbatasan umumnya memiliki konflik akibat kurangnya penegasan batas wilayah pada suatu wilayah administratif. Salah satu sebabnya adalah karena daerah menjadi memiliki kewenangan untuk mengelola sumber daya di wilayahnya. Daerah dituntut untukberperan aktif dalam mengeksploitasi dan mengeksplorasi sumber daya di daerahnya. Kemampuan daerah dalam mengoptimalkan sumber daya yang ada menjadi penentu bagi daerah dalam menjalankan otonomi daerah. Daerah-daerah menjadi terdorong untuk mengetahui secara pasti sampai sejauh mana wilayah kewenangannya, terutama yang memiliki potensi sumber daya yang mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD).
C.Desa Tertinggal
Suatu daerah dikategorikan sebagai daerah tertinggal, karena beberapa faktor penyebab, antara lain :
a.Geografis. Umumnya secara geografis daerah tertinggal relatif sulit dijangkau karena letaknya yang jauh di pedalaman, perbukitan/pegunungan, kepulauan, pesisir, dan pulau-pulau terpencil atau karena faktor geomorfologis lainnya sehingga sulit dijangkau oleh jaringan baik transportasi maupun media komunikasi.
b.Sumberdaya Alam. Beberapa daerah tertinggal tidak memiliki potensi sumberdaya alam, daerah yang memiliki sumberdaya alam yang besar namun lingkungan sekitarnya merupakan daerah yang dilindungi atau tidak dapat dieksploitasi, dan daerah tertinggal akibat pemanfaatan sumberdaya alam yang berlebihan.
c.Sumberdaya Manusia. Pada umumnya masyarakat di daerah tertinggal mempunyai tingkat pendidikan, pengetahuan, dan keterampilan yang relatif rendah serta kelembagaan adat yang belum berkembang.
d.Prasarana dan Sarana. Keterbatasan prasarana dan sarana komunikasi, transportasi, air bersih, irigasi, kesehatan, pendidikan, dan pelayanan lainnya yang menyebabkan masyarakat di daerah tertinggal tersebut mengalami kesulitan untuk melakukan aktivitas ekonomi dan sosial.
e.Daerah Rawan Bencana dan Konflik Sosial. Seringnya suatu daerah mengalami bencana alam dan konflik sosial dapat menyebabkan terganggunya kegiatan pembangunan sosial dan ekonomi.
f. Kebijakan Pembangunan. Suatu daerah menjadi tertinggal dapat disebabkan oleh beberapa kebijakan yang tidak tepat seperti kurang memihak pada pembangunan daerah tertinggal, kesalahan pendekatan dan prioritas pembangunan, serta tidak dilibatkannya kelembagaan masyarakat adat dalam perencanaan dan pembangunan.Penetapan kriteria daerah tertinggal dilakukan dengan menggunakan pendekatan berdasarkan pada perhitungan 6 (enam) kriteria dasar yaitu : perekonomian masyarakat, sumberdaya manusia, prasarana (infrastruktur), kemampuan keuangan lokal (celah fiskal), aksesibilitas dan karakteristik daerah, serta berdasarkan kabupaten yang berada di daerah perbatasan antarnegara dan gugusan pulau-pulau kecil, daerah rawan bencana, dan daerah rawan konflik.
3.Kondisi Fisik Sosial Budaya Masyarakat Perdesaan Ditinjau dari aspek Antropologi, Geografis, dan SosiologisDesa di Indonesia memiliki tampilan yang beragam karena Indonesia memiliki keberagaman sosial budaya yang berpengaruh dalam pembentukan fisik sebuah desa. Keragaman tersebut juga akan berpengaruh terhadap pembentukan pola hidup warga desa. Secara umum pola hidup masyarakat desa ditinjau dari beberapa aspek adalah sebagai berikut:
D.Aspek Antropologi
Secara rinci Paul H. Landis (1948) menyebutkan cir1- ciri kebudayaan tradisonal adalah:
a.Pengaruh alam yang kuat juga mengakibatkan standar moral yang kaku, sehingga moralitas bagi masyarakat perdesaan merupakan hal yang bersifat absolut.
b.Kuatnya pengaruh alam terlihat pada pola kebiasaan hidup yang lamban (inertia), sehingga masyarakat desa sering dinilai statis.
c.Dominasi alam terhadap masyarakat desa juga mengakibatkan tebalnya kepercayaan mereka terhadap takhayul.Masyarakat desa pada umumnya masih memegang norma-norma agama secara kuat.Pola hidup di desa juga masih dipengaruhi tradisi yang sangat kental dan masih memegang teguh budaya daerah sebagai upaya untuk melestarikan budaya asli di daerahnya. Contohnya misalnya ada remaja putra membawa remaja putri kerumah harus pada waktu yang ditentukan masyarakat. Jika melewati jam yang ditentukan, akan dikenakan sanksi.
E.Aspek Geografis
Letak desa secara geografis di gambarkan banyaknya persawahan, kebun, sungai, gunung, dan lain-lain. Contohnya Desa Grabag yang berada di sekitar gunung.
F.Aspek Sosiologi
Masyarakat perdesaan umumya masih menjunjung tinggi nilai kekerabatan, gotong royong dan kebersamaan. Rasa solidaritas antara anggota masyarakat perdesaan sangat kuat. Contohnya jika pada saat ada hajatan, mereka semua ikhlas membantu memeriahkan hajatan tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
-          Alawiyah , Imamatul. 2013. Definisi Desa , Kota, Pedesaan dan Perkotaan.
-          Drs.Sapari Imam Asy'ari.Sosiologi  Kota dan Desa
-          Elly M.Setiadi-Usman Kolip.Pengantar Sosiologi masyarakat-pedesaan-dan-masyarakat perkotaan
-          Daldjoeni, N.1997,Seluk Beluk Masyarakat Koto,Alumni Bandung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar