Minggu, 10 Januari 2016

DAMPAK PERANG DUNIA I DAN II BAGI AUSTRALIA


SAO/14B-SRI RAHMI UTARI
               
 Sejarah Singkat Australia
Australia merupakan sebuah benua di selatan bumi. Penduduk asli Benua Australia adalah Suku Aborigin yang termasuk kelompok khusus yang oleh Elkin disebut Australoid. Dengan ciri-ciri fisik seperti kulit bewarna coklat, muka dan tubuh ditumbuhi oleh bulu-bulu yang lebat, dahi sempit atau mundur, rongga mata dalam, alis mata menonjol, rahang menonjol mulut lebar, tulang tengkorak tebal.\, tinggi badan rata2 adalah 5 kaki.(Siboro,1989:6)

Pada tahun 1770, James Cook berlayar dan membuat peta di sepanjang pantai timur Australia, yang kemudian ia namai sebagai New South Wales dan diaku sebagai milik Britania atau kerajaan Inggris. Semenjak itulah berbondong para imigran dari daratan eropa khususnya Inggris datang ke Australia. Alasan mereka pindah dari Inggris karena di Australia menjanjikan tanah yang murah dan lapangan pekerjaan yang tidak dapat mereka peroleh di Inggris.
Australia memiliki 6 koloni yaitu New South Wales, Victoria, Australia Selatan, Queensland, Tasmania dan Australia Barat. Koloni-koloni ini memiliki ke khasan masing-masing. Dan pada 1 Januari 1901 ke enam koloni ini bersatu dalam Federasi Australia.(Clark.1993:414-415)
                                       
Australia Pada Perang Dunia I

Pada masa Perang Dunia I bentuk keterlibatan Australia hanyalah sebatas penyediaan personil tentara yang dikirimkan ke medan perang yang terjadi di Eropa untuk membantu pasukan kerajaan Inggris yang kewalahan dalam menghadapi pasukan Jerman. Dunia Pada awal Perang I Inggris terlalu menganggap remeh terhadap kekuatan militer Jerman. Angkatan Laut Australia yang didukung oleh 2.000 pasukan menghancurkan pasukan Jerman yang menduduki New Guinea dan akhirnya menyerah pada bulan September 1914. (Siboro,1989:160)

Ketika Angkatan Laut Australia mengetahui ada kapal perang Jerman dengan nama Emden yang berada di sekitar  pulau Cocos di Samudra Hindia, maka kapal perang Australia bernama Sydney segera mengejarnya dan terjadilah pertempuran laut. Dalam pertempuran itu pasukan Jerman dapat dikalahkan.
Pada awal perang banyak tentara Inggris yang gugur. Supaya superioritas sebagai penguasa lautan tidak hilang maka penguasa Inggris segera memobilisasi rakyatnya untuk menjadi serdadu termasuk meminta ke dominionya termasuk Australia.
Pada tahun 1915 pasukan Inggris memutuskan untuk  menguasai  Selat Dardanella untuk membantu pasukan Rusia yang kewalahan menghadapi pasukan Jerman dan Turki. Pasukan gabungan Australia dan New Zealand dengan sebutan ANZAC (Australia and New Zealand Army  Corps), bersama dengan pasukan Inggris dan Perancis mendarat di Semenanjung Gallipoli, dan kemudian pasukan ini ditarik ke Mesir untuk mengamankan Terusan Suez.  Dan akhirnya Perang Dunia I diakhiri dengan perjanjian Versailles 1918.
Australia menyumbang 400.000 tentara yang dikirim ke medan perang di Timur Tengah dan Eropa untuk mendukung pasukan Inggris dan sekutu-sekutunya melawan Jerman, Austria, dan Turki. dan sekitar 60.000 tentara Australia tewas dalam perang Dunia I.

Australia Pada Perang Dunia II
Terdesaknya kekuatan pertahanan Inggris di Asia oleh tentara Jepang, telah merubah pandangan politik Australia. Inggris yang dulu dipandang sebagai negara kuat yang dapat menyelamatkan Australia, ternyata tidak berdaya menghadapi Perang Pasifik yang sedang di hadapi Australia. Kita bisa lihat lemahnya pertahanan Inggris di Asia yaitu dengan jatuhnya Malaya dan benteng pertahanan Inggris di Singapura serta pemboman atas Darwin oleh tentara Jepang. Keadaan ini menghadapkan Australia pada kenyataan bahwa Australia tidak akan mendapat jaminan keselamatan dari Inggris sehingga menimbulkan perasaan takut dan khawatir. Sebaliknya Australia melihat peran Amerika Serikat-lah yang sangat besar sebagai kekuatan tangguh bagi keamanan Australia dari serangan Jepang.

Kekuatan Amerika Serikat dapat dilihat oleh Australia ketika pada bulan Mei 1942, armada gabungan Amerika Serikat dan Australia berhasil mengusir kekuatan Angkatan Laut Jepang dalam pertempuran Laut Karang (Coral Sea) dan pada bulan Juni 1942 mengalahkan Jepang dalam pertempuran di Midway.4 Dan pada pertempuran balik terhadap tentara Jepang, terlihat bahwa mulai tahun 1942 sampai 1945 pasukan Sekutu yang dipimpin Amerika Serikat berhasil mengalahkan Jepang. Apalagi peran Mac Arthur dengan strategi loncatan kodok'berhasil menghancurkan kekuatan Jepang. Terakhir pada tanggal 6 Agustus dan 9 Agustus 1945, Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Akhirnya pada tanggal 3 September 1945, Jepang menyerah pada Amerika Serikat.(Darmawan:18)

Dampak positif  keterlibatan Australia dalam PD I dan PD II

Dalam bidang militer Autralia Perang Dunia I dan Perang Dunia II menimbulkan dampak yang signifikan terhadap Australia yaitu Australia mempunyai pengalaman dalam perang. Australia sangat memperhatikan sistem pertahanan nasionalnya dari kemungkinan segala hal yang mengancam stabilitas negaranya. Hubungan Amerika Serikat-Autralia tidak hanya sekedar muncul di atas kertas tetapi juga muncul di lapangan. Dengan bukti membentuk Joint Declaration dimana Amerika Serikat dan Australia mengikat komitmen untuk bekerjasama dalam operasi militer internasional.
        Hal ini berarti ADF (Australian Defence Force) tidak hanya bebas berlatih dengan perlengkapan militer terbaik di dunia tetapi juga berpartisipasi dalam operasi-operasi perdamaian PBB pada masa Perang Teluk dan Timor-Timur, yang semuanya tentu saja dibiayai oleh Amerika Serikat.  Hal ini mengangkat prestise Australia di mata dunia.Dalam bidang sosial Autralia Mentalitas orang Australia sangat tinggi karena bangga telah memenangkan perang (Perang Dunia I dan Perang Dunia II).    Dari pengalaman ini muncul salah satu nilai Australia yang paling abadi: jiwa Anzac yaitu: keberanian, semangat dan 'mateship' (pertemanan).
Dalam bidang politik Autralia Dari keterlibatan Australia dalam Perang Dunia I dan Perang Dunia II mempunyai dampak yang sangat besar dan mempunyai arti yang lebih bagi perkembangan Australia. Australia mendapat hikmah dalam Perang Dunia I dan Perang Dunia II yaitu Australia tidak sepenuhnya bisa bergantung pada Inggris, karena dalam Perang Dunia II Amerika Serikat banyak menolong negeri Kangguru ini. Dan Australia menjadi sekutu dekat Amerika Serikat dan memainkan peranan yang cukup penting dalam percaturan politik internasional dewasa ini. Pada perkembangan selanjutnya Australia sejak 1935 telah memiliki departemen luar negeri dan dalam percaturan politik internasional Australia menjadi diperhitungkan karena sebagai pihak yang menang dalam perang. Kini Australia menjadi Sekutu yang loyal terhadap Amerika Serikat.
 Dalam konstitusi Australia mengadopsi sistem politik pemerintahan Amerika Serikat yaitu adanya majelis tinggi (senat) dan majelis rendah (House of reflersentative), mengalokasikan kekuasaan antara pemerintah negara bagian dan pemerintahan federal, memiliki sebuah pengadilan tinggi yang dapat meninjau kekonstitusionalan perundang-undangan negara bagian dan federal.

Dampak negatif keterlibatan Australia dalam PD I dan PD II
Ketergantungan Australia akan peralatan militer Amerika Serikat berarti bahwa ADF (Australian Defence Force) tidak bisa melaksanakan operasi militer terkecil pun tanpa bantuan perlengkapan dan logistik dari Amerika Serikat. Hal ini membuat Amerika Serikat mampu mendikte kepentingan militer Australia.             Biaya pembelian teknologi militer Amerika Serikat yang semakin lama semakin tinggi akibat semakin turunnya nilai tukar dolar Australia terhadap dolar Amerika Serikat berdampak negatif bagi interoperability Amerika Serikat-Australia Kebijakan struktur militer Australia dapat diselewengkan untuk menjaga hubungan baik Amerika Serikat-Australia.
Dalam bidang sosial Autralia berkurangnya jumlah penduduk: Pada tahun 1914 total populasi Australia kira-kira 4,5 juta dan oleh karena itu populasi pria mungkin sekali kurang dari tiga juta; meskipun begitu 417.000 pria Australia dengan sukarela bersedia bertempur dalam perang dan lebih dari 330.000 pria Australia sungguh-sungguh melakukannya. Sekitar 60.000 tewas dan lebih dari 152.000 terluka pada saat perang berakhir pada tahun 1918. Pengangguran meningkat dengan drastis pada tahun 1933 hampir sepertiga tenaga kerja menganggur dan pendapatan nasional menurun dengan tajam.
            Pada bidang Ekonomi Autralia  Pada masa Perang Dunia I dan Perang Dunia II ditandai oleh ketidakstabilan ekonomi, khususnya selama masa depresi ekonomi berat, ketika banyak lembaga keuangan Australia gagal. Turunnya harga wol dan gandum yang tajam (ekspor utama Australia), penarikan modal Inggris dan jatuhnya harga barang ekspor lainnya sehingga memicu krisis keuangan yang hebat.(Seno.2010)


DAFTAR PUSTAKA

Clark, M. 1993. History Of Australia. Melbourne: Melbourne University Publish

Darmawan, W. Aliansi Australia dalam ANZUS Treaty (1951).


Siboro, J. 1989. Sejarah Australia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan
Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar