Senin, 14 Desember 2015

SEJARAH TERBENTUKNYA KOLONI AUSTRALIA BARAT


Nurlina/PIS
Australia Barat merupakan negara di Benua Australia, dengan ibu kotanya adalah Perth. Perth merupakan ibu negeri Australia Barat. Dengan jumlah penduduk mencapai 1.507.900 orang (anggaran Desember 2006), menjadikan Perth sebagai bandar terbesar di Australia Barat. Bandar ini juga adalah penduduk kawasan bandar keempat terbesar di Australia, dengan kadar pembesaran 2,1% (2006) adalah bandar utama yang cepat membesar di Australia. Diperkirakan penduduk Perth akan membesar hingga 2,5% di tahun 2007, oleh karena ekonomi Australia Barat yang membangun. State Final Demand misalnya, membesar sebanyak 10,2% , 12 bulan ke Mac 2007 (ABS). [1]
Awalnya, Perth adalah ibu kota Koloni Sungai Swan yang berdiri pada tahun 1829. Atas permintaan dari pengusaha dan petani, pada tahun 1850 Perth menjadi tempat penampungan narapidana untuk mendapatkan tenaga kerja yang murah, dimana ini adalah praktek yang lazim di masa dahulu.
Nama Perth dipilih oleh James Stirling pada tahun 1829 berdasarkan permintaan Sir George Murray, Sekretaris Koloni, yang meminta agar tempat tersebut diberi nama berdasarkan tempat kelahirannya, Perthshire. Pada tanggal 12 Agustus 1829, Helen Dance menebang sebuah pohon di tempat itu sebagai tanda berdirinya kota tersebut.
Sebelum ketibaan pendatang bangsa Eropa, kawasannya pernah diduduki oleh kaum Whadjuk Noongar selama kurang lebih 40.000 tahun, seperti yang terbukti oleh hasil pencarian arkeologi di hulu Sungai Swan. Puak pribumi ini menduduki daerah Barat Daya Australia Barat dan hidup sebagai masyarakat berburu dan meramu. Tasik-tasik di dataran pantai amat penting bagi masyarakat pribumi ini sebagai tempat hidup dan kerohanian.
Kawasan yang kini diduduki oleh Perth ini pernah bergelar Boorloo oleh masyarakat pribumi yang bertempat tinggal di sana ketika mereka belum bertemu dengan pendatang Eropa pada tahun 1827. Boorloo adalah bagian dari Mooro, yaitu tanah-tanah puak Yellagonga. Yellagonga adalah sebuah kelompok pribumi Whadjuk yang bertempat tinggal di kawasan Sungai Swan. Puak Whadjuk merupakan kelompok besar yang berdiri dari belasan puak yang membentuk Blok Sosiolinguistik Barat Daya yang dikenal sebagai Noongar atau Bibbulmun.
Selama abad ke-17 dan ke-18, Pantai Barat Australia mendapat banyak kunjungan dari pelaut-pelaut Belanda dalam pelayaran mereka dari dan ke Indonesia. Pelaut Inggris yang pertama kali mengunjungi daerah ini adalah William Dampier. Ia mengunjungi daerah ini sebanyak dua kali. Yang pertama dengan kapal Cygnet, ia mengunjungi Buccaneers Archipelago, dan yang kedua dengan kapal Roebuck, ia mencapai pantai yang diberi nama Shark Bay.
Dalam abad ke-18, ekspedisi penyelidikan ilmiah Prancis dibawah pimpinan Baudin melakukan penyelidikan dan pemetaan terhadap banyak pantai barat Australia. Kunjungan kapal-kapal Prancis ke Australia ini menimbulkan kecurigaan Inggris, karena pelaut-pelaut Prancis sering berlayar di Selat Bass. Hal ini membuat Inggris takut, karena Inggris tidak mau ada bangsa lain yang menduduki Australia. Hal ini mendorong Gubernur New South Wales, yaitu Darling, mengirimkan Mayor Lockyer beserta pasukannya pada tahun 1827 untuk mendirikan pos di Albany atau King George Sound. [2]
Bertepatan pada tahun itu pula, Kapten James Stirling dengan menggunakan kapal H.M.S. Success menyelidiki daerah Swan River. Nama Swan River ini sebenarnya diberikan oleh orang Belanda bernama Vlaming. Ketika Vlaming mengunjungi daerah itu, ia melihat ada sejenis angsa berwarna hitam yang dalam bahasa Belanda diungkapkan dengan "een soorte van swarte swanen", sehingga ia menyebut daerah itu dengan nama Swanerevier. Rupanya Starling sangat tertarik dengan keindahan sungai dan kebaikan tanahnya. Dalam laporan resmi maupun surat-surat pribadinya, ia mengatakan betapa tingginya nilai daerah yang ditemukannya itu. Ia mengatakan daerah itulah yang paling menarik dari seluruh daerah yang pernah dilihatnya. Menurutnya, Swan River memenuhi semua syarat untuk tempat pemukiman, oleh karena itu jangan sampai terlalu lama untuk tidak diduduki.
Setelah menerima laporan dari Stirling, Gubernur Darling sangat ingin agar Swan River ini segera dibuka koloni. Menurut Darling, pemukiman di Swan River ini jauh lebih baik daripada pemukiman yang telah dimulai oleh Lockyer di Albany. Untuk mewujudkan keinginannya itu, Darling menyuruh James Stirling untuk datang ke Inggris, agar dapat menyampaikan secara langsung kepada pemerintah Inggris kebaikan dan kemungkinan pembentukan kolono di Swan River. Namun, meskipun dilengkapi dengan rekomendasi yang kuat dari Darling, usaha Stirling untuk membuka koloni di Swan River tidak berhasil, terutama karena masalah biaya.
Gagal membujuk pemerintah, Stirling lalu mendekati  orang-orang pemilik modal. Dengan penuh semangat ia menceritakan keindahan sungai yang ditemukannya serta kekayaan dan kesuburan tanahnya. Kali ini ia berhasil, dan beberapa orang kaya memutuskan untuk membuka koloni baru, yaitu koloni yang berbeda dari koloni sebelumnya. Diputuskan tidak akan membawa narapidana, akan tetapi akan membawa pekerja bebas. Koloni yang akan dibuka itu bukan "Convicts Settlement", tetapi koloni ini tempat menginvestasikan modal.
Tokoh terkenal dari rencana ini adalah Thomas Peel. Ia membentuk satu sindikat atau kongsi yang akan mempersiapkan10.000 emigran ke Swan River. Ia merencanakan akan menginvestasikan £ 300.000 dan meminta agar pemerintah memberikan tanah dengan perhitungan 1 acre untuk setiap 1 s.6 d. uang yang digunakan untuk membuka koloni itu. Kalau keinginannya ini dipenuhi, berarti pemerintah harus memberi grant tanah seluas 4.000.000 acre. Akan tetapi, pemerintah hanya bersedia memberi grant tanah seluas 1.000.000 acre. Setiap penghuni atau imigran akan memperoleh satu blok tanah seluas 40 acre untuk setiap £ 3 yang digunakan untuk membuka koloni itu. Jika ia mengolah tanah itu, dan menginvestasikan uang atasnya, maka tanah itu menjadi hak miliknya. Sindikat Peel tidak menerima penawaran pemerintah, akan tetapi Peel secara pribadi menerimanya. Lalu ia menginvestasikan uang sebesar £ 50.000 dalam rencana itu dan membujuk yang lain juga agar mau melakukan hal yang sama. Ia menyewa kapal dan membawa 300 pekerja. [3]
Bersama rombongan pertama, berangkat juga Kapten Stirling yang diangkat menjadi Letnan Gubernur koloni ini. Rombongan pertama ini tiba pada tahun 1829 dan mendarat didekat kota yang sekarang bernama Fremantle. Setelah menyelidiki tempat yang baik bagi kedudukan ibu kota, Stirling memutuskan menetap di suatu tempat yang sekarang bernama Perth, sedikit disebelah utara Fremantle. Dari sinilah berkembang daerah yang sekarang dikenal sebagai negara bagian (State) Australia Barat (Western Australia).
Setelah rombongan pertama, menyusul lagi rombongan-rombongan berikutnya. Dalam enam bulan pertama saja sudah ada 1.300 penduduk di pemukiman baru itu bersama-sama dengan ternak (sapi), biri-biri, alat-alat serta benih-benih tanaman. Lebih dari setengah juta acre telah dibagi-bagikan, akan tetapi hanya sedikit tanah itu yang dijadikan tanah pertanian. Tidak seluruh tanah yang sudah dibagikan itu ditempati. Disini rupanya mereka menghadapi masalah, yaitu:
1.        Keterbatasan tanah yang baik; ternyata disana tidak tersedia cukup banyak tanah yang baik sesuai yang diharapkan
2.        Kebijaksanaan yang keliru dalam hal pembagian tanah; orang yang memberikan uang paling banyak diberi kesempatan pertama untuk memilih lokasi tanah yang menjadi miliknya
3.        Para imigran keliru menafsirkan pengertian dana atau uang yang diinvestasikan untuk membuka koloni itu, sehingga banyak barang-barang yang terbuang begitu saja
4.        Kekurangan tenaga kerja; para pekerja bebas menuntut upah yang tinggi, sehingga dalam waktu sebentar saja mereka sudah mampu membeli tanah sendiri, lalu meninggalkan majikannya
5.        Sikap para imigran yang datang bukan untuk menjadi petani atau peternak melainkan lebih suka menjadi spekulan; mereka datang menuntut tanahnya, lalu menjualnya untuk memperoleh keuntungan.
Kondisi diatas membuat banyak pihak yang mengatakan bahwa misi Peel lebih dekat untuk dikatakan gagal daripada berhasil. Peduduk yang awalnya berjumlah 1.300 di tahun 1829, berkembang menjadi 4.000 dalam tahun 1830, akan tetapi menurun lagi menjadi 1.500 pada tahun 1832.
Stirling yang memerintah sampai tahun 1838 berusaha menggiatkan eksplorasi untuk mendapatkan tanah-tanah yang lebih cocok, baik untuk pertanian maupun peternakan. Namun, dalam tahun 1842 pemerintah Inggris mengeluarkan satu aturan yang berisi bahwa tanah-tanah diseluruh koloni Australia tidak akan dijual dibawah harga £ 1 per acre,termasuk di Australia Barat. Hal ini menyebabkan para imigran enggan memasuki Australia, karena orang lebih tertarik membeli tanah. Hal ini menyebabkan dana untuk mengangkut tenaga kerja ke Australia Barat menjadi seret karena dana itu bersumber dari hasil penjualan tanah.
Pada akhirnya Australia Barat mengambil langkah yang berani. Pada tahun 1848, gubernur yang baru saja diangkat yaitu Sir Charles Fitzgerald, membuat rencana baru untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja dengan kemungkinan menerima narapidana. Fitzgerald bahwa dari semula Australia Barat tidak memerima narapidana, dan pada saat itu (tahun 1840-an) koloni-koloni lain sudah mulai menolak transportasi narapidana. Untuk itu ia menanyakan kepada tokoh utama penduduk bebas, apakah bersedia menerima narapidana.
Untuk beberapa bulan lamanya Fitzgerald berusaha meneliti kemungkinan pelaksanaan rencananya itu. Pada awal tahun 1849 diadakan rapat umum di Perth yang disetujui satu resolusi kepada pemerintah Inggris untuk menjadikan Australia Barat sebagai tempat mentransportasikan narapidana. Pemerintah Inggris menerima resolusi tersebut, lalu mengirimkan narapidana kesana. Rombongan pertama tiba dalam bulan Juni 1850. Pada saat itu, koloni-koloni lain, kecuali Tasmania, sudah menolak sistem narapidana tersebut.
Australia Barat menerima transportasi narapidana sampai tahun 1868. Selama 18 tahun itu tercatat kemajuan yang menggembirakan. Jumlah penduduk dan biri-biri di koloni itu naik sampai lima kali, luas tanah pertanian bertambah sampai sepuluh kali, dan nilai ekspor meningkat terus. Bangunan-bangunan untuk kepentingan umum, jalan-jalan, serta jembatan-jembatan, semuanya dibangun dengan menggunakan tenaga kerja narapidana tersebut. Dilain pihak, pemerintah Inggris mengeluarkan biaya yang cukup tinggi untuk mentransportasikan sekitar 600 orang narapidana dan 300 orang penduduk bebas tiap tahun ke koloni itu.
Kondisi daerah pedalaman Australia Barat yang sebagian besar terdiri dari gurun pasir, menyebabkan koloni ini pada mulanya terasing dari koloni-koloni yang lain di bagian timur benua Australia. Namun keterasingan itu secara berangsur-angsur dikurangi dengan pembangunan sarana komunikasi. Pada tahun 1877, Telegraf yang menghubungkan Perth dengan Adelaide selesai dibangun dan dengan sendirinya juga menghubungkan Australia Barat dengan tempat-tempat yang lain, dengan mana Adelaide berhubungan. Dalam wilayah Australia Barat sendiri sejak tahun 1871 mulai dibangun jaringan jalan kereta api. Sampai tahun 1893, sepanjang 203 mil jalan kereta api sudah selesai dibangun. Dengan demikian, penetrasi pemukiman kearah pedalaman lebih mungkn dilakukan, karena sarana perhubungan kedaerah pedalaman dari daerah pantai sudah tersedia.
Kemajuan Australia Barat kemudian ditentukan juga oleh ditemukannya kandungan emas yang kaya di Coolgardie (1892) dan di Kalgoorlie (1893). Puluhan ribu orang berbondong-bondong pindah ke Australia Barat, dan semua ini turut mewarnai perjalanan sejarah daerah ini. [4]
Notes :
[1] http://ms.wikipedia.org/wiki/Perth,_Australia_Barat
[2] https://historyvitae.wordpress.com/2013/01/29/koloni-inggris-di-australia-barat-dan-queensland/
[3] Siboro, Julius. 1989. Sejarah Australia. Bandung : Tarsito.
[4] Tangkuman. 1985. Sejarah Australia Sejak 1606. Malang : IKIP Malang.

1 komentar:

  1. Saya sekeluarga mengucapkan banyak trima kasih kepada AKI MUPENG karena atas bantuannyalah saya bisa menang togel dan nomor gaib hasil ritual yang di berikan AKI MUPENG bener-bener dijamin tembus dan saat sekarang ini kehidupan saya sekeluarga sudah jauh lebih baik dari sebelumnya itu semua berkat bantuan AKI kini hutang-hutang saya sudah pada lunas semua dan.sekarang saya sudah buka usaha sendiri. jika anda mau bukti bukan rekayasa silahkan hubungi/sms AKI MUPENG di 0852 9445 0976, atau KLIK DISINI, insya allah angka beliau di jamin tembus dan beliau akan menbantu anda selama 3x putaran berturut-turut akan memenangkan angka togel dan ingat kesempatan tidak datang 2x,trima kasih.

    BalasHapus