Rabu, 23 Desember 2015

SEJARAH BERMULANYA REPUBLIK TIONGKOK DI TIONGKOK DARATAN


MUSFITA AINI/PIS/B

Republik Tiongkok bermula di Tiongkok Daratan, setelah penggulingan pemerintahan Dinasti Qing pada tahun 1912 menandakan penamatan 2.000 tahun pemerintahan kekaisaran. Kemunculannya di Tiongkok Daratan adalah secara kemunculan panglima perang (war lords), pendudukan Jepang, dan perang saudara. Pemerintahannya ditanah besar tamat pada tahun 1949 saat partai komunis Tiongkok menggulingkan pemerintahan partai Nasionalis Tiongkok (Kuomintang). Pemerintah Republik Tiongkok pindah ke pulau Taiwan dan mendirikan ibukota sementaranya di Taipie di mana ia terus menganggap diri nya sebagai satu-satunya pemerintah di seluruh Tiongkok. Termasuk tanah Daratan yang sah. Pada masa yang sama, komunis ditanah Daratan (mainland) menafsirkan kemunculan Republik Rakyat Tiongkok dan mendakwa menjadi negara pengganti Republik Tiongkok di seluruh negara Tiongkok (temasuk Taiwan) dan pemerintahan nasionalis di Taiwan tidak sah. Dari pendirianya hingga pemindahannya ke pulau taiwan, Republik  Tiongkok telah dikatakan sebagai sat produk kuomintang(KMT).

 Pemerintah Republik Tiongkok kini telah mengukuhkannya di Taiwan dan menjadi identik dengan Taiwan. Oleh sebab ini, ia tidak lagi menuntut hak pemerintahan di Tiongkok Daratan dan Mongolia. Dewan undangan nasional juga telah meluluskan perubahan konstitusi untuk memeberikan penduduk Taiwan, Pescadores, quemoy, dan matsu yang mana satu-satunya hak pemerintah Republik melalui pemilu, untuk melantik presiden dan keseluruhan anggota legislatif serta bersama dalam pemilu mengesahkan amandemen konstitusi Republik Tiongkok. Ini menandakan bahwa hak pemerintahannya terbatas pada kawasan taklukannya saja. Reformasi yang dimulai oleh Republik di Taiwan pada tahun 1980-an dan tahun 1990-an telah mengubah Taiwan dari satu kediktatoran satu partai ke suatu negara demokrasi.
Meskipun perang dingin telah tamat, status politik Taiwan terus menjadi suatu isu hangat pada kedua belah selat Taiwan. Pemerintahan Republik Tiongkok adalah salah satu pendiri utama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan pernah menjadi salah satu anggota tetap Dewan Keamanan. Akan tetapi, pada tahun 1971, pemerintahan ini, yang hanya berkuasa di Taiwan saja, di tendang keluar dari PBB dan digantikan oleh RRT. Meskipun begitu, pemerintah Republik kini tidak mau mengembalikan status anggota tetap yang terpaksa pada masa itu. Kini, ia hanya mau menjadi anggota PBB sebagai yang berbeda dari RRT. Ia telah mencoba masuk PBB dari masa ke masa akan tetapi gagal karena tuntutan Republik Rakyat Tiongkok atas Taiwan.  Pemerintah Republik Tiongkok terimbas oleh immej buruk yang disebabkan oleh kebijakan satu Tiongkok Daratan yang di promosi kan oleh pemerintah Republik Rakyat Tiongkok di Tiongkok Daratan disamping tekanan ekonomi dan diplomatik negara itu. Kebanyakan negara dunia mengubah kebijakan diplomatiknya ke pemerintahan Republik Rakyat Tiongkok di Tiongkok Daratan. Pada tahun 1970-an, Republik Tiongkok di Taiwan hanya diakui oleh 23 negara. Tetapi sekarang , Republik Tiongkok diakui oleh 25 negara  yang kebanyakan adalah negara kecil di Amerika selatan dan Afrika serta pemerintahan vatikan (paus)di Roma.
Tiongkok Pada Zaman Kuno
Pada 1276 M, ketika mongol menyerbu dan menguasai Tiongkok, mereka telah memiliki sebuah kekaisaran besar selama sekitar lima puluh tahun. Kekaisaran mongol terbentang dari India hingga Rusia ingga Tiongkok Utara dan Korea. Pada 1276M, mongol merebut ibukota sung dari Hangzhou, dan pada 1279 M mongol berhasil menguasai seluruh Tiongkok. Kublai khan, pemimpin mongol, memindahkan ibukota kekaisaran mongol dari karakorum di Asia Tengah ke Beijing, Tiongkok. Pada 1271 M, ketika berusia 56 tahun, Kublai Khan menyatakan diri sebagai kaisar Tiongkok.
Kublai Khan berupaya menaklukkan Jepang pada tahun 1274 dan 1281 M, namun gagal, akibat pasukannya dihantam badai besar. Ia juga berupaya merebut kembali Vietnam(Annam) dan burms utara, tapi tidak memperoleh keberhasilan. Bahkan di Tiongkok, kekuasaan Kublai Khan tidak terlalu sukses. Orang Tiongkok marah karena Kublai Khan mengangkat orang asing seperti Marco polo, yang berasal dari Venesia, sebagai gubernur, alih-alih memilih orang asli Tiongkok. Namun ini karena Kublai Khan tidak mempercayai orag asli Tiongkok. Selain itu, orang Tiongkok juga marah karena orang mongol tetap menggunakan bahasa adat mereka, dan tidak berperilaku layaknya orang Tiongkok.
Kublai Khan mmeninggal pada 1294 M, pada 1330-an M, orang-orang di seluruh kekaisaran mongol menderita akibat maut hitam (wabah pes). Jutaan orang meninggal di Tiongkok. Wabah ini membuat mongol kesulitan menjaga kekaisarannya.selama 1350-an M, sebuah gerakan revolusi yang disebut serban merah , di bawah kepemimpinan Chu Yuan-Chang, merebut Nanjing. Chu yuan-chang kemudian secara perlahan-lahan menaklukkan seluruh china dan megusir bangsa mongol. Pada 1368 M, chu yuan-chang meyatakan diri sebagai kaisar tiongkok, dengan nama Hung-wu. Pada akhirnya ia merebut ibukota mongol di beijing, dan memulai Dinasti Ming.
 Tiongkok Pada Zaman kekaisaran
1.      Dinasti Qin (221 SM–206 SM)
Dinasti Qin berhasil menyatukan Tiongkok yang terpecah menjadi beberapa kerajaan pada Periode Negara Perang melalui serangkaian penaklukan terhadap kerajaan-kerajaan lain, dengan penaklukan terakhir adalah terhadap kerajaan Qi pada sekitar tahun 221 SM. Qin Shi Huang dinobatkan menjadi kaisar pertama Tiongkok bersatu pada tahun tersebut. Dinasti ini terkenal mengawali pembangunan Tembok Besar Tiongkok yang belakangan diselesaikan oleh Dinasti Ming serta peninggalan Terakota di makam Qin Shi Huang.Beberapa kontribusi besar Dinasti Qin, antara termasuk terbentuknya konsep pemerintahan terpusat, penyatuan undang-undang hukum, diterapkannya bahasa tertulis, satuan pengukuran, dan mata uang bersama seluruh Tiongkok, setelah berlalunya masa-masa kesengsaraan pada Zaman Musim Semi dan Gugur. Bahkan hal-hal yang mendasar seperti panjangnya as roda untuk gerobak dagang, saat itu mengalami penyeragaman demi menjamin berkembangnya sistem perdagangan yang baik di seluruh kekaisaran.
2.      Dinasti Han (206 SM–220)
Dinasti Han didirikan oleh Liu Bang, seorang petani yang memimpin pemberontakan rakyat dan meruntuhkan dinasti sebelumnya, Dinasti Qin, pada tahun 206 SM. Zaman kekuasaan Dinasti Han terbagi menjadi dua periode yaitu Dinasti Han Barat (206 SM-9 M) dan Dinasti Han Timur (23-220 M) yang dipisahkan oleh periode pendek Dinasti Xin (9-23 M).Kaisar Wu (Han Wudi) berhasil mengeratkan persatuan dan memperluas kekaisaran Tiongkok dengan mendesak bangsa Xiongnu (sering disamakan dengan bangsa Hun) ke arah stepa-stepa Mongolia Dalam, dengan demikian merebut wilayah-wilayah Gansu, Ningxia, dan Qinghai. Hal tersebut menyebabkan terbukanya untuk pertama kali perdagangan antara Tiongkok dan Eropa, melalui Jalur Sutra. Jenderal Ban Chao dari Dinasti Han bahkan memperluas penaklukannya melintasi pegunungan Pamir sampi ke Laut Kaspia.[27] Kedutaan pertama dari Kekaisaran Romawi tercatat pada sumber-sumber Tiongkok pertama kali dibuka (melalui jalur laut) pada tahun 166, dan yang kedua pada tahun 284.
3.      Zaman Tiga Negara (220–280)
Zaman Tiga Negara (Wei, Wu, dan Shu) adalah suatu periode perpecahan Tiongkok yang berlangsung setelah hilangnya kekuasaan de facto Dinasti Han. Secara umum periode ini dianggap berlangsung sejak pendirian Wei (220) hingga penaklukan Wu oleh Dinasti Jin (280), walau banyak sejarawan Tiongkok yang menganggap bahwa periode ini berlangsung sejak Pemberontakan Serban Kuning (184). Zaman ini adalah salah satu era yang paling terkenal dalam sejarah Tiongkok, disebabkan karena popularitas roman sejarah Kisah Tiga Negara (Samkok) yang telah diadaptasi dalam berbagai format oleh berbagai negara.
4.      Dinasti Jin dan Enam Belas Negara (280-420)
Tiongkok berhasil dipersatukan untuk sementara waktu pada tahun 280 oleh Dinasti Jin. Meskipun demikian, kelompok etnis di luar suku Han (Wu Hu) masih menguasai sebagian besar wilayah pada awal abad ke-4 dan menyebabkan migrasi besar-besaran suku Han ke selatan Sungai Yangtze. Bagian utara Tiongkok terpecah menjadi negara-negara kecil yang membentuk suatu era turbulen yang dikenal dengan Zaman Enam Belas Negara (304 - 469).
5.      Kublai Khan, pendiri Dinasti Yuan
Antara tahun 1279 hingga tahun 1368, Tiongkok dikuasai oleh Dinasti Yuan yang berasal dari Mongolia dan didirikan oleh Kublai Khan. Dinasti ini menguasai Tiongkok setelah berhasil meruntuhkan Dinasti Jin di utara sebelum bergerak ke selatan dan mengakhiri kekuasaan Dinasti Song. Dinasti ini adalah dinasti pertama yang memerintah seluruh Tiongkok dari ibu kota Beijing.Sebelum invasi bangsa Mongol, laporan dari dinasti-dinasti Tiongkok memperkirakan terdapat sekitar 120 juta penduduk; namun setelah penaklukan selesai secara menyeluruh pada tahun 1279, sensus tahun 1300 menyebutkan bahwa terdapat 60 juta penduduk. Demikian pula pada pemerintahan Dinasti Yuan terjadi epidemi abad ke-14 berupa wabah penyakit pes (Kematian Hitam), dan diperkirakan telah menewaskan 30% populasi Tiongkok saat itu.
Tiongkok Pada Zaman modern
1.      Republik Tiongkok
Rasa frustrasi karena penolakan Dinasti Qing untuk melakukan reformasi serta karena kelemahan Tiongkok terhadap negara-negara lain, membuat timbulnya revolusi yang terinspirasi oleh ide-ide Sun Yat-sen untuk menghapuskan sistem kerajaan dan menerapkan sistem republik di Tiongkok. Pada tanggal 12 Februari 1912, kaisar terakhir Qing, Kaisar Xuantong turun tahta, menyusul Revolusi Xinhai. Sebulan setelahnya, pada 12 Maret 1912, Republik Tiongkok didirikan dengan Sun Yat-sen sebagai presiden pertamanya. Pada tahun 1928, setelah konflik berkepanjangan antara panglima-panglima perang yang terjadi antara 1916-1928, sebagian besar Tiongkok dipersatukan di bawah Kuomintang (KMT) oleh Chiang Kai-shek. Sementara itu, Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang berhaluan komunis mulai juga menancapkan pengaruhnya dan menjadi pesaing utama Kuomintang yang menimbulkan Perang Saudara Tiongkok.Kedua partai Tiongkok ini secara nominal sempat bersatu dalam menghadapi pendudukan Jepang yang dimulai tahun 1937, yaitu selama Perang Tiongkok-Jepang (1937-1945) yang merupakan bagian Perang Dunia II. Mengikuti kekalahan Jepang tahun 1945, permusuhan KMT dan PKT berlanjut kembali setelah usaha-usaha rekonsiliasi dan negosiasi gagal mencapai kesepakatan. (Lihat: Perang Saudara Tiongkok).
Di akhir Perang Dunia II tahun 1945 sebagai bagian dari penyerahan kekuasaan Jepang, pasukan Jepang di Taiwan menyerah kepada pasukan Republik Tiongkok di bawah Chiang Kai-shek yang memegang kendali atas Taiwan.[36] Konflik antara partai-partai Tiongkok yang dimulai sejak 1927 berakhir secara tak resmi dengan pengunduran diri Kuomintang ke Taiwan pada tahun 1949 dan menjadikan Partai Komunis Tiongkok sebagai penguasa tunggal di Tiongkok Daratan. Sampai sekarang, pemerintah yang memerintah Taiwan masih menggunakan nama resmi "Republik Tiongkok" walaupun secara umum dikenal dengan nama "Taiwan".[37]
2.      Republik Rakyat Tiongkok
Pada tanggal 1 Oktober 1949, Mao Zedong memproklamirkan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Lapangan Tiananmen, setelah hampir pastinya kemenangan Partai Komunis Tiongkok dari Kuomintang pada Perang Saudara Tiongkok. Periode sejarah RRT secara umum dibagi menjadi empat periode: transformasi sosialis (1949-1976) di bawah Mao Zedong, reformasi ekonomi (1976-1989) di bawah Deng Xiaoping, pertumbuhan ekonomi (1989-2002) di bawah Jiang Zemin, dan terakhir adalah periode di bawah generasi pemerintahan keempat, antara 2002 hingga saat ini.

Daftar pustaka:
Subarkah, Imam. 2013. Sejarah Republik Rakyat Tiongkok. Jakarta: flashbook
Seng, Ann Wan. 2007. Sejarah Kekaisaran Tiongkok. Jakarta: Hikmah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar