Senin, 14 Desember 2015

Petumbuhan dan Perkembangan Islam di Indonesia

Dita Amelia/S/B
 
Awal islam di Indonesia
            Realitas membuktikan ,bahwa pengembangan dan penyiaran agama islam termasuk paling dinamis dan cepat dibandingkan dengan agama-agama lainnya. Hal tersebut bila dilihat dan diukur dengan kurun waktu yang sebanding dan dengan kondisi alat komunikasi dan transformasi yang sepadan .Bisa dibayangkan dalam waktu relative singkat atau lebih kurang 23 tahun dari kelahirannya (sejak Rasullah Muhammad SAW menerima wahyu pertama)ternyata islam sudah menjadi tuan di negerinya sendiri ,yaitu jazirah Arab. Disaat Umar bin Khattab memegang pemerintahan sebagai khalifah kedua .Islam sudah mampu menembus dan masuk secara potensial di Syam Palestina ,Mesir dan Irak .Pada zaman Utsman bin Affan Islam telah menyebar lebih jauh lagi, bahkan hanya dalam waktu kurang dari 30 tahun atau tepatnya tahun 29 H ,islam sudah sampai di Tiongkok Cina yaitu dengan adanya perutusan arab ke Cina pada tahun 651 H. Sedang awal masuknya Islam kepulau Nusantara ,cukup sulit untuk menentukan waktu yang pasti.[1]

            Menurut pendapat yang di simpulkan dalam seminar masuk nya islam ke Indonesia yang diselenggarakan di medan pada 1968 ,islam masuk ke Indonesia pada abad pertama hijrah atau abad ke tujuh /kedelapan Masehi. Ini mungkin didasarkan pada penemuan batu nisan seorang wanita muslimah yang bernama Fatimah binti maimun di Leran dekat Surabaya yang bertahun 475 atau 1082 M. Sedangkan menurut seorang musafir Maroko Ibnu Batutah yang mengunjungi samudera pasai dalam perjalanan nya ke negeri Cina pada 1345 M, agama islam yang bermazhab syafi'i telah manetap disana selama seabad.Berdasarkan bukti ini , abad XIII biasanya dianggap sebagai awal masuk nya islam di Indonesia. Adapun daerah pertama yang dikunjungi adalah pesisir Utara pulau sumatera. Mereka membentuk masyarakat  islam pertama di peureulak Aceh Timur yang kemudian meluas sampai bisa mendirikan kerajaan Islam pertama di Samudra Pasai , Aceh Utara.
            Berbeda dengan masuknya islam ke negara-negaradi bagian dunia lain nya yakni dengan kekuatan militer , masuk nya Islam ke Indonesia itu dengan cara damai disertai dengan jiwa toleransi dan saling menghargai antara penyebar dan pemeluk agama baru dengan penganut-penganut agama lama(Hindu-Budha). Ia dibawa oleh pedagang-pedagang Arab dan Gujarat di India yang tertarik dengan rempah-rempah.[2]
Masa berkembang nya islam
Zaman kerajaan Islam ke l di Aceh
            Proses antara masyarakat Islam menjadi kerajaan Islam yang berkuasa secara politis menempuh masa dan waktu yang lama .Kerajaan Islam  pertama di indonesia adalah pase atau samudera di daerah aceh yang berdiri pada abad ke 10 M , dengan rajanya yang pertama Al Malik Ibrahim bin Mahmud ,yang kedua bernama Al Malik Al Shaleh dan yang terakhir bernama Al Malik Sabar Syah (tahun 1444 M/abad ke 15 H).
Pada tahun 1345 M Ibnu Batutah dari Maroko ,mengelilingi dunia dan singgah di kerajaan pase pada zaman A Malik al Zahir ,keadaan di kerajaan pase itu , di mana rajanya sangat alim dalam ilmu agama dan mazhab Syafi'I,mengadakan pengajian sampai waktu asar serta fasih berbahasa Arab , cara hidupnya sederhana. Kerajaan islam ke dua di Indonesia adalah di perlak Aceh .Rajanya yang pertama Sultan Alaudin (tahun 1161-1186/abad 12 M ).Antara pase dengan perlak terjalin kerja sama yang baik sehingga seorang raja pase kawin dengan puteri raja perlak. Rajanya yang ke 6 bernama Sultan Mahmud Alauddin Muhammad Amin adalah seorang ulama yang mendirikan perguruan tinggi islam. Dari pase dan perlak ini ,dakwah islam disebarkan ke negeri malaka ,sumatera barat dan Jawa Timur. Seorang raja malaka bernama Pramasywara diambil menjadi menantu oleh raja pase .Dialah raja malaka yang pertama beragama Islam dan bermazhab Syafi'I, dan berganti nama Sultan Iskandar Syah. Oleh karena raja sudah beragama Islam ,maka berbondong-bondonglah rakyatnya mengikuti jejak sang raja.Masuknya Islam ke Malaka mempunyai arti yang penting sehubungan dengan fungsi malak sebagai pusat perdagangan internasional tersebar di daerah Asia Tenggara.Dari malaka islam dapat tersebar ke daerah lain melalui perdagangan. Antara lain masuk ke Jawa.
            Islam untuk pertama kali masuk di Jawa pada abad 14 M ,(tahun 1399) dibawa oleh Maulana Malik Ibrahim dengan keponakannya bernama Mahmud Ishaq yang menetap di gresik.Beliau adalah orang arab yang pernah tinggal di Gujarat. Pada zaman itu berkuasa di Jawa adalah kerajaan Majapahit.Salah seorang raja majapahit bernama Sri Kertabumi mempunyai istri yang beragama islam bernama puteri Cempa. Ternyata puteri Cempa itu melahirkan putera bernama Raden Fatah yang menjadi raja Islam yang pertama di Jawa (Demak).Munculnya agama islam yang pertama itu bukan disebabkan agresi agama islam terhadap agama Hindu yang dipeluk oleh kerajaan Majapahit ,tetapi disebabkan kelemahan dan kehancuran Majapahit dari dalam setelah wafatnya Gajah Mada dan raja Hayam Wuruk. Kehadiran kerajaan Islam di Demak dipandang oleh rakyan Majapahit sebagai cahaya baru yang membawa harapan.Kerajaan islam itu diharapkan sebagai kekuatan baru yang akan meenghalau segala bentuk penderitaan lahir batin dan mendatangkan kesejahteraan . Raden Fatah bergelar Sultan Alamsyah Akbar , pada dasarnya melanjutkan warisan ayahnya Kertabumi dan menyelamatkan dari kehancuran total karena perang saudara yang berkepanjangan . Kertabumi tidak terbunuh tetapi di boyong ke Demak. Dakwah di jawa makin memperoleh bentuknya yang lebih mantap dengan adanya pimpinan yang disebut walisongo(Sembilan tokoh pemimpin dakwah Islan di Jawa).
Tentang walisonggo
            Ada hubungan timbal balik antara peranan Walisongo dengan kerajaan Demak di bidang dakwah islam ,yakni berdirinya kerajaan para wali. Raden Fatah menjadi raja adalah atas keputusan para wali juga. Pada tahun 1476 Raden Fatah mendirikan pondok pesantren Gelagah Arum yang menjadi Kota Bintaro serta mendirikan organisasi dakwah bernama Bayangkari Islam.Adapun walisongo itu ialah:
            Maulana malik Ibrahim/Maulana Syekh Magribi yang berhasil mencetak kader muballiq selama 20 tahun. Antara Malik Ibrahim dengan para wali yang lain atau antara para wali itu sendiri selain diikat oleh hubungan pendidikan juga diikat oleh hubungan kekeluargaan,yaitu denagn cara menjadi besan,menantu atau ipar .
            Sunan Ampel /Raden Rahmad Mewarisi pondok pesantren ayahnya yaitu Malik Ibrahim. Sunan Ampel diambil menantu oleh penguasa Tuban bernama Ario Tejo . Murid sunan Ampel ialah R.Fatah putra raja Majapahit terakhir . Sunan Ampel ikut mensponsori dan mendesain berdirinya kerajaan Islam yang pertama di Demak.
            Sunan Bonang /Maulana Ibrahim adalah putra Sunan Ampel . Sunan Bonang menaruh perhatian yang besar pada bidang kebudayaan dan kesenian . Daerah operasinya ialah antara Surabaya dan Rembang.
            Sunan Derajat / R.Qasim alias syariffudin adalah putra Sunan Ampel , adik sunan Bonang , menjadi penasehat dan pembantu R.Fatah dalam pemerintahan . Perhatiannya secara khusus ditunjukkan kepada kesejahteraan sosial dari para fakir miskin , mengorganisir amil zakat dan infak.
            Sunan Giri/ R.Paku alias R.Ainulyaqin,dari nama gelar nya paku ,dapat dimengerti tentang kepribadiannya sebagai stabilisator. Ia adalah saudara sepupu Sunan Ampel , ayahnya berdarah ulama (Maulana Ishaq) dan ibunya berdarah bangsawan (putrid Belambangan).Sunan Giri menitik beratkan kegiatannya dibidang pendidikan.
            Sunan Kudus /R.Amin alias Syekh Ja'far Sadiq adalah menantu sunan Bonang mendalami ilmu Syariat.Tugasnya menjadi Hakim Tinggi di Demak dan menjadi panglima militer.Bidang hukum syariat yang mendapatkan perhatian lebih khusus adalah bidang muamalat.
            Sunan Muria/R.Prawoto alias R.Said adalah ipar Sunan Kudus . Ia terkenal Zuhud dan menjadi guru tasawuf yang terkenal pendiam,tapi pandangan dan fatwanya sangat tajam.Tempat tinggalnya terpencil di kaki gunuung Muria ,sunyi dan jauh dari keramaian .
            Sunan Kalijaga/R.Syahidadalah ipar dari Sunan Ampel ,beristrikan saudara Sunan Giri.Jadi, tiga orang wali itu dijalin dalam satu guru dan bersaudarakan ipar .Sunan Kalijaga di didik dalam bidang pemerintahan dan kemiliteran .Khususnya dibidang angkatan laut di keahlian pembuatan kapal laut yang dibuat dari kayu jati.Ia membuat salah satu tiang pokok masjid Demak dari potongan-potongan kayu jati yang disusun rapi dan kuat. Dan ia berdakwah dengan sarana pertunjukan wayang kulit.
            Sunan Gunung jati /R.Abd.Qadir/Syarif Hidayatullah /Falatehan/Fatahillah, ia adalah putra Maulana Ishaq dan adik Sunan Giri ,lain ibu. Ibunya berasal dari arab suku Quraisy.Ia menjadi menantu dari Sultan Demak dan diangkat menjadi penguasa Jawa Barat yang berkedudukan di Ceribon.Ia adalah tokoh politik ,militer, dan ulama dan menjadi raja muda Cirebon dan Banten dibawah lindungan Demak.
Kerajaan Islam di Maluku
            Islam di Maluku dibawa oleh muballiq dari Jawa sejak zaman sunan Giri dari Malak. Raja Maluku yang pertama masuk islam adalah Sultan Ternate bernama Marhum pada tahun 1465-1486 M, atas pengaruh Maulana Husain,,saudagar dari Jawa.Dakwah islam di Maluku menghadapi dua tantangan ,yaitu yang dating dari orang-orang yang masih animis dan dari orang portugis yang mengkristenkan penduduk Maluku.Sultan Sairus adalah tokoh yang pailing keras melawan orang portugis dan usaha Kristenisasi di Maluku.Agama protestan berjalan didukung sepenuhnya oleh pemerintahan Belanda,sedangkan Ktholik didukung oleh missi portugis dan dilanjutkan oleh Roma.Dua golongan Nasrani itu dapat bersatu di Indonesia,hanya untuk menghadapi Islam.Pemerintahan Belanda berhasil memproteskan rakyat Indonesia secara missal di daerah Batak, Manado,dan Ambon. Sedangkan Katholik berhasil di daerah Nusa Tenggara Timur yang mendapat pengaruh dari portugis di Timor-Timur.
Kerajaan Islam di Kalimantan
            Islam mulai masuk di Kalimantan pada abad ke 15 M dengan cara damai, dibawa oleh muballiq dari Jawa .Perkembangan Islam mulai mantap setelah berdirinya kerajaan islam di Bandar masih di bawah pimpinan sultan suriansyah tahun 1540 M bergelar pangeran samudera dan dibantu oleh patih masih. Salah seorangpejuang islam lain dari Kalimantan selatan ialah pangeran Antasari lahir pada tahun 1790 M -1862 M, cucu dari pangeran Amir,putra Sultan Tahmidillah ,l pangeran Antasari melawan Belanda untuk membela agama islam dan tanah air .Ia diberi gelar oleh rakyat sebagai khalifah Amirul Mukminin.
Kerajaan Islam di Sulawesi
            Di antara besar kelahiran Sulawesi sendiri ialah Syrkh Maulan Yusuf yang belajar di Makkah pada tahun 1644 M. Ia pulang ke Indonesia dan menetap di Banten. Banyak santrinya datang dari Makassar,kemudian karena memberontak,dibuang oleh Belanda ke Sri Langka dan wafat di Afrika Selatan .Jenazahnya dipulangkan ke Makassar dan di kuburkan disana.Ia mengarang kitab Tasawuf dalam bahasa Arab, Bugis, Melayu dan Jawa. Dari Sulawesi selatan ,agama islam mengembangkan ke Sulawesi Tengah dan Utara .Islam masuk daerah Manado pada zaman sultan Hasanuddin ,ke daerah Bolanng Mangondow di Sulawesi Utara pada tahun 1560 M, ke Gorontalo tahun 1612 M. Agama Islam yang telah kuat di Sulawesi Selatan menjalar masuk di kepulauan Nusa Tenggara ,yaitu ke Bima (Sumbawa) dan Lombok , dibawa oleh pedagang-pedagang Bugis . Sumbawa di kuasai kerajaan Gowa pada tahun 1616 M. [3]
Zaman Belanda
            Sejarah perkembangan islam Islam di Indonesia seperti yang diilustrasikan diatas member gambaran kepada kita bahwa kontak-kontak pertama antara pengembangan agama islam dengan berbagai jenis kebudayaan dan masyarakat di Indonesia ,menunjukkan bahwa semacam akomodasi kultur harus diketemukan .Disamping yang bermula dari perbenturan dalam dunia dagang ,sejarah juga menunjukkan bahwa penyebaran islam kadang-kadang terjadi pula dalam suatu kontak intelektual ,ketika ilmu-ilmu dipertentangkan atau dipertemukan ,ataupun ketika kepercayaan pada dunia lama mulai menurun. Oleh karena itu ketika kaum colonial Belanda berhasil menancapkan kukunya di bumi Nusantara dengan misinya yang ganda (antara imperialis dan kristenisasi)justru sangat merusak dan menjungkirbalikkan tatanan yang sudah ada. Memang di akui bahwa belanda cukup banyak mewarnai perjalanan sejarah (islam) di Indonesia .Kedatangan bangsa Barat di satu pihak memang telah membawa kemajuan teknologi ,tetapi kemajuan teknologi tersebut bukan dinikmati penduduk pribumi,tujuannya hanyalah untuk meningkatkan hasil penjajahannya.Apa yang mereka sebut pembaharuan pendidikan, itu adalah westernisasi dan kristenisasi yaitu untuk kepentingan Barat dan Nasrani .Dua motif inilah yang mewarnai kebijaksanaan penjajahan Belanda di Indonesia yang berlangsung selama 3,5 abad. Belanda berkuasa mengatur pendidikan dan kehidupan beragama yang mereka sesuaikan dengan prinsip-prinsip yang mereka pegang sebagai kaum imperialis dan kolonialisme ,yaitu Kebarat-baratan(Westernisasi)dan misi Kristenisasi.Tetapi kenyataannya orang-orang Islam yang berpendidikan Barat tidak kehilangan identitasnya sebagai muslim dan bangsa Indonesia.
Zaman Jepang
            Jepang muncul sebagai Negara kuat di Asia .Bangsa jepang bercita-cita besar ,menjadi pemimpin Asia Timur Raya, dan hal inilah sudah direncanakan jepang sejak tahun 1940 untuk mendirikan kemakmuran bersama Asia Raya.Dengan demikian maka kejayaan dan masa keeemasan kaum penjajahan Belanda hilang lenyap sekaligus ,ketika pada tanggal 8 Maret 1942 mereka bertekuk lutut tanpa syarat kepada Jepang. Tentang sikap penjajahan jepang terhadap pendidikan islam ternyata lebih lunak ,sehingga ruang gerak pendidikan islam lebih bebas ketimbang pada zaman pememrintahan colonial Belanda .Masalahnya ,Jepang tidak begitu menghiraukan kepentingan agama,yang penting bagi mereka adalah demi keperluan memenangkan perang ,dan kalau perlu pemuka agama lebih di berikan keleluasan dalam mengembnagkan pendidikannya.Berlainan dengan colonial Belanda ,disamping bertindak sebagai kaum penjajah,tetapi ada misi lain yang tidak kalah penting yang mereka emban yaitu agama Kristen,dan untuk ini tentu saja agama islam yang menjadi mayoritas penduduk pribumi sekaligus sebagai penentang pertama kehadirannya,harus ditekan dengan berbagai cara dan kalau perlu dilenyapkan sama sekali.
            Disamping itu pada permulaan penduduk Jepang tampaknya keadaan ummat islam juga sudah kuat.Karena itu adalah hal yang biasa bahwa pasukan penduduk Jepang berusaha mempergunakan agama untuk mencapai tujuan perangnya,dalam hal ini agama islam.Jepang memandang bahwa islam sebagai salah satu sarana yang terpenting untuk menusupi lubuk rohaniah terdalam dari kehidupan masyarakat Indonesia dan untuk meresapkan pengaruh pikiran serta cita-cita mereka ke bagian masyarakat yang paling bawah.
Zaman kemerdekaan
            Setelah Indonesia merdeka ,penyelenggaraan pendidikan agama mendapat perhatian serius dari pemerintah ,baik disekolah maupun Negeri maupun swasta.Kenyataan yang demikian timbul karena kesadaran ummat islam yang dalam , setelah sekian lama mereka terpuruk dibwah kekuasaan penjajahan,sebab pada zaman penjajahan Belanda pintu masuk pendidikan modern bagi ummat islam terbuka secara sangat sempit.Akan tetapi keadaan berubah secara radikal setelah kemerdekaan Indonesia tercapai , sebagai jaminan konstitusional ini membawa suatu konsekuensi bahwa pemerintahan tidak hanya menjamin kebebasan tiap penduduk untuk memeluk agamanya dan kepercayaannya.
            Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia ,sebagaimana dikemukakan terdahulu perubahan-perubahan siberbagai aspek telah terjadi ,tidak hanya terjadi dalam bidang pemerintahan ,tetapi juga dalam bidang pemerintahan.Seirama dengan perjalanan sejarah bangsa dan Negara Indonesia sejak Proklamasi  Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 hingga sekarang,maka sejarah kebijakan pendidikan di Indonesia termasuk didalamnya pendidikan islam,memang tidak bisa lepas dari kuruun waktu tertentu yang ditandai dengan peristiwa penting dan tonggak-tonggak sejarah sebagai pengingat.Oleh karena itu perjalan sejarah pendidikan islam sejak Indonesia merdeka sampai tahun 1965 yang lebih dikenal dengan masa Orde Lama (Orla),akan berbeda dengan tahun 1965 sampai sekarang yang lebih dikenal dengan Orde Baru(Orba).[4]
           


[1] Yusuf Abdullah Puar, sejarah islam di Indonesia, (Bandung: Angkasa Bandung, 1984), cet ke-4
[2] Ajid Tohir,perkembangan peradaban dikawasan dunia islam , (Jakarta:PT raja grafinda perseda, 2004), cet ke-1.
[3] Dra,Zuhairini Dkk,sejarah pendidikan islam , (Jakarta: Bumi Aksara,2000), cet ke-7.
[4] Dra. Hasbullah, sejarah pendidkan islam di Indonesia,( Jakarta: PT raja grafindo persada). Cet ke-4.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar