Jumat, 18 Desember 2015

PERKEMBANGAN ISLAM DI FILIPHINA


NURLIZA SEMBIRING/PIS/1A

1. Sejarah Masuknya Islam di Filiphina
            Islam masuk ke wilayah Filiphina Selatan, khususnya kepulauan Sulu dan Minando pada tahun 1380. Orang pertama yang memperkenalkan islam ke Sulu adalah Tuan Mushaika yang diduga telah sampai di Sulu pada abad ke-13. Berikutnya yang datang menyebarkan agama islam di Sulu adalah ulama Arab bernama Karimul Makhdum pada abad ke-14. Ia diterima dengan baik oleh komunitas muslim Buansa. Aktivitas keagamaan pada masa Tuan Mashaika memperkuat pertumbuhan komunitas islam yang dibentuk sebelumnya.

Pada awal abad ke-15, penyebar islam lainnya datang ke Sulu yaitu Raja Baginda, ia adalah seorang pangeran dari Minang Kabau. Menurut cerita pada awal Raja Baginda datang ke kepulauan Sulu, masyarakat setempat ingin menenggelamkan kapalnya, namun setelah masyarakat tahu bahwasanya dia seorang muslim, masyarakat menyambut kedatangannya dengan senang hati dan ramah. Raja Baginda sampai di kepulauan Sulu sepuluh tahun setelah berhasil menyebarkan islam di Kepulauan Zamboanga dan Barsilan. Atas hasil kerja kerasnya, kebungsuwan Mangin Danao raja terkenal dari Mangin Danao memeluk islam. Islam kemudian tersebar ke pulau Lanao dan bagian utara Zamboanga serta daerah pantai lainnya. Sepanjang garis pantai kepulauan philifina semuanya berada dibawah kekuasaan pemimpin-pemimpin islam yang bergelar Datu atau Raja. Dari sinilah awal peradaban islam di wilayah ini. Pada masa ini, sudah dikenal sistem pemerintahan dan kodifikasi hukum yaitu Manguindanao Code of Law atau Luwaran yang didasarkan atas Minhaj dan Fath Al-Qarrib al Intifa dan Mirat At-Thullab. Raja Bagindo yang mengembara bersama dengan pengikutnya berhasil memperkenalkan unsur politik ke dalam proses Islamisasi. Ia bahkan menunjuk menantunya, Syarif Abu bakar seorang ulama arab untuk melanjutkan misinya dalam penyebaran islam.
Syarif Abu Bakar merupakan orang arab kedua yang menyebarkan islam ke Sulu   pada tahun 1450. Ia mencapai Sulu melalui Palembang dari Brunei. Ia diangkat oleh Raja Baginda sebagai Kadi dan Imam. Ia memperkuat kekuasaan politik dengan memperkenalkan sistem politik kesultanan, dimana ia sendiri bertindak selaku sultan pertama dikesultanan itu. Pada tiga puluh tahun pertama pemerintahannya ia berhasil membangun sejumlah masjid dan madrasah. Ia juga berhasil mengislamkan orang Buranun, satu suku masyarakat pegunungan di Sulu. Penyebaran islam di Mangindanao dan Lanao pada umumnya dikaitkan dengan Syarif kebungsuwan, ia diduga sampai di Mindano pada awal abad ke-16. Sama halnya dengan Raja Baginda, ia juga seorang pangeran yang datang bersama para pengawal dan pengikutnya. Ketika itu ia berlabuh di sungai Pulangi, ia sudah menemukan komunitas muslim diwilayah ini. Kemudian mereka membangun kota Cotabato dan Manguindanao.
Proses islamisasi dilakukan oleh para ulama dan pedagang yang menikah dengan wanita local, melahirkan generasi muslim yang pada gilirannya membentuk komunitas muslim. Sosok pemimpin poloitik muslim datang belakangan dan memperkenalkan sistem politik islam, pendidikan, hukum, dan institusi islam. Karena itu proses islamisasi tidak hanya terbatas pada aspek idiologi dan hukum semata tetapi sekaligus meliputi bidang pendidikan dan politik. Juga terlihat aliansi antara keluarga kerajaan Sulu, Manguindanao, Lanao, Borneo dan Maluku dalam memperkuat Syiar dan kesadaran islam dalam masyarakat Filiphina selatan.
2. Masalah Umat Islam dan Pemerintahan Filiphina
Masalah umat Islam di Filiphina terbagi menjadi beberapa fase di antaranya :
  1. Masa Kolonial Spanyol
 Orang Eropa pertama yang datang ke Filiphina adalah Mangalia pada tahun 1521. Beliau Berbangsa Portugis dan kemudian bergabung dengan Spanyol. Pada tahun 1517, pasukan ligazapi menaklukan Manila yang ketika itu merupakan salah satu kerajan Islam, maka penjajahan terhadap Filiphina oleh Spanyol. Tujuan utama penaklukan Filiphina oleh Spanyol adalah latar belakang politik (kebanggan mejadi emperium besar dunia). Ekonomi (monopoli perdaganan), dan missionaris (proses keristenisasi paksa umat Islam Filiphina menjadi keristen) Spanyol melancarkan serangan terhadap umat Islam Filiphina yang mereka sebut dengan "Moro" dengan pertimbangan persaingan dengan pertentangan agama dan politik (Barangay). Usaha ini di lakukan dengan berbagai cara yaitu: dengan kekerasan, bujukan, maupun dengan cara-cara halus, seperti memberikan hadiah posisi sosial agar orang Islam bersedia memeluk keristen. Selanjutnya mereka yang telah di keristenkan akan menjadi sekutu Spanyol dalam menambah luas lagi pengaruhnya ke selatan.
Namun, tidak seluruh muslim Filiphina dapat di keristenkan, khususnya umat Islam Sulu, tetap memberikan perlawanan yang tidak kenal menyerah. Bangsa Moro yang menolak keristenisasi, karena merasa di diskriminasi atas peluang dan kesempatan hidup mereka, kemudian bangkit berjuang menentang penjajah Spanyol. Bagi Bangsa Moro, berjuang melawan Spanyol dan kemudian Filiphina sendiri merupakan perjuangan suci (Jihad Fi Sabililah).
  1. Masa Imprealisme Amerika Serikat
Penguasaan Amerika Serikat atas Filiphina terjadi sebagai akibat dan pembakaran pesawat terbang Amerika " The Mines" di pelabuhan Havana, pada malam 15 februari 1898. Pihak Amerika menuduh Spanyol yang bertanggung jawab dalam peristiwa tersebut, akhirnya dengan sebuah perjanjian di Washington yang sama sekali tidak membawa serta masyarakat Filiphina, Spanyol menyerahkan kekuasanya atas Filiphina ke Amerika serikat.
Pada masa-masa awal, kolonial Amerika Serikat di Filiphina berusaha menarik para pemimpin Islam agar menerima kekuasaan Amerika, setelah peperangan berakhir, mulailah Amerika meranycang penyatuan wilayah Sulu dan sekitarnya, yang sebelumnya di perintah oleh Sultan dan Datu Sulu, ke dalam wilayah Filiphina. Sejak saat itulah umat Islam menolak penguasa Amerika Serikat dengan semua kebijaksanaanya.
Konsep dan gagasan Amerika itu di tuangkan dalam "Fhilipines Bull" tahun 1902, yang membagi wilayah Islam selatan menjadi lima bagian. Pada 15 Desember 1915, pengelolaan wiliyah Moro di sederhanakan menjadi Minadau dan Sulu (1914-1920), Mindanau di gabungkan dengan luzon Sulu di gabungkan dengan Visayas. Tujuan penyatuan ini adalah menghilangkan ekslusivisme Islam wilayah Mindanau dan Sulu. Pemimpin dan umat Islam Moro keberatan atas kebijakan tersebut, tetapi mereka tidak mempunyai kemampua untuk menolongnya. Pada Februari 1920, pengurusan Mindanau dan Sulu akhirnya di ganti dengan Akta 2878 undang-undang Filipina. Akta ini mengakhiri penjajahan Amerika Serikat atas Filiphina. Selanjutnya pengawalan penduduk Moro dilakukan oleh Bureau Of Nonchristian Tribes, yang di kendalikan oleh keristen Filiphina sendiri.
  1. Masa Peralihan
Peralihan kekuasaan dari Amerika ke bangsa Filiphina sendiri (1920) tidak kemudiaan menguntungkan bangsa Moro, tetapi justru menambah kesulitan baru. Oleh karena itu, para pemimpin Moro mengirim utusan dari petisi kepada Amerika Serikata, yang isinya mengungkapkan hasrat bangsa Moro untuk hidup terpisah dari Filiphina merdeka. usaha ini bahkan dua kali yaitu pada 1921, tetapi kedua petisi itu di abadikan oleh pemerintah Filiphina.
Ketidak puasan terhadap kebijakan tersebut menyebabkan beberapakali pergolakan bersenjata. Dalam usaha menenangkan umat Islam, pemerintah Filiphina mendirikan Comission On National Integration. Pada 22 juni 1957, yang termuat dalam akta republik 1888, Commisioner Of Natoinal Integration (CNI), yang bertnggung jawab atas peroses penintegrasian semua penduduk dan golongan minoritas ke dalam kewarganegaraan Filiphina.
  1. Masa Pasca Kemerdekaan
Sebagai reaksi dan pembelaan diri, orang Islam mendirikan muslim independence movement (Mira) pada 1969 di Mindanau, Sulu dan perlawanan. Kemudian, organisasi ini mengubah Namanya menjadi Mindanau independence movement. Organisasi yamg paling radikal adalah vinion of islamic forces and organization dan Anshar Al-Islam. Mulai 1972 Wational Libertion Front (MWLF), di ketahui oleh confrence (oil/okl), islamic confrence of foeisn ministers (ICFM) dan presiden libiya Muammar Khaddafi.
3. Penyelesaian dan Masa Depan Umat Islam Filiphina
Tidak dapat di bantah bahwa selama ini setiap kali kita membicarakan Islam di Filiphina, yang terbanyang adalah pejuang bersenjata separaatis Islam Moro untuk berusaha lepas dari cengkeraman Filiphina yang di anggap menekan umat Islam, dengan semua politik argumentasi masang-masing. Sebenarnya, kajian tentang Islam Filiphina juga memiliki banyak ragam dan nuansa. Salah satunya adalah munculnya " kebangkitan " Islam yang cukup dinamis dalam kerangka Filiphina, yaitu pembangunan muslim Filiphina dalam sukses harmonis, sinegris, dan mulai belajar saling percaya
Seorang ilmuan muslim Filiphina. Asiri Abu Bakar, menguraikan beberapa faktor yang turut menyambung kebangkitan islam di Filiphina da masa depan.
  1. Bertambahnya hubungan dengan ulama dan para pedangan Muslim pelajar dunia Arab dan sekitar Filiphina.
  2. Bertambahnya jumblah warga Moro yang pergi Naik Haji.
  3. Bertambahnya kesmmpatan melakukan stady di beberapa pusat stady Islam di seluruh dunia
  4. Partisipasi aktif dalam berbagai pertemuan regional dan international
  5. Kebanyakan ratusan pelajar Muslim Filipina dari luar Negri
  6. Semakin banyaknya didirikan madrasah (Madarasah, sekolah Agama) di daerah-daerah yang selama ini terisolasir dan
  7. Berbagai konferensi pers internaional dan peliputan terhadap perang yang sedang berlangsung di Mindanau dan ke kejaman yang dilakukan oleh beberapa personil militer di wilayah tersebut.
Muslim Filiphina merupakan kelompok keagamaan minoritas, 4 sampai 7 persen dalam suatu Negara di Asia Tenggara yang di dominasi oleh pemeluk keristen. Meskipun terkonsentrasi di kumpulan-kumpulan Filiphina selatan, terdiri atas tiga hingga sepuluh kelompok etnorelegius Muslim minoritas tersebut dipisahkan oleh hambatan-hambatan geografis dan linguistik .

DAFTAR PUSTAKA
Helmiati, 2011, Sejarah Islam Asia Tenggara, Pekanbaru : Zanafa Publishing.
Dardiri Husni, Dkk, 2006, Sejarah Islam Asia Tenggara, Riau : Institute For Southeast Asian Islamic Studies (ISAIS).
Suhaimi, Dkk, 2009, Sejarah Islam Asia Tenggara (SIAT), Pekanbaru : CV. Witra Irzani.
Hitami,Munzir,2006,Sejarah Islam Asia Tenggara,Pekanbaru: Institute For Southeast Asian Islamic Studies (ISAIS).

1 komentar:

  1. saya ingin berbagi cerita kepada semua teman-teman bahwa saya yg dulunya orang yg paling tersusah,walaupun mau makan itu pun harus hutang dulu sama tetangga dan syukur kalau ada yg mau kasi,semakin aku berusaha semakin jauh juga pekerjaan dan selama aku ingin berbuat baik kepada orang lain semakin banyak pula yg membenci saya karna saya cuma dianggap rendah sama orang lain karna saya tidak punya apa-apa,dan akhirnya saya berencana untuk pergi mencari dukun yg bisa menembus nomor dan disuatu hari saya bertemu sama orang yg pernah dibantu sama AKI ALHI dan dia memberikan nomor AKI ALHI,dia bilan kepada saya kalau AKI ALHI bisa membantu orang yg lagi kesusahan dan tidak berpikir panjang lebar lagi saya langsun menghubungi AKI ALHI dan dengan senan hati AKI ALHI ingin membantu saya,,alhamdulillah saya sudah menang togel yg ke5 kalinya dan rencana saya bersama keluarga ingin membuka usaha dan para teman-teman diluar sana yg ingin seperti saya silahkan hubungi AKI ALHI,di 0823 1366 9888 saya sangat bersyukur kepada allah karna melalui bantuan AKI ALHI, dan kini kehidupan saya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,ingat kesempatan tdk akan datan untuk yg kedua kalinya
    Atau KLIK TOGEL AKURAT 88


























    saya ingin berbagi cerita kepada semua teman-teman bahwa saya yg dulunya orang yg paling tersusah,walaupun mau makan itu pun harus hutang dulu sama tetangga dan syukur kalau ada yg mau kasi,semakin aku berusaha semakin jauh juga pekerjaan dan selama aku ingin berbuat baik kepada orang lain semakin banyak pula yg membenci saya karna saya cuma dianggap rendah sama orang lain karna saya tidak punya apa-apa,dan akhirnya saya berencana untuk pergi mencari dukun yg bisa menembus nomor dan disuatu hari saya bertemu sama orang yg pernah dibantu sama AKI ALHI dan dia memberikan nomor AKI ALHI,dia bilan kepada saya kalau AKI ALHI bisa membantu orang yg lagi kesusahan dan tidak berpikir panjang lebar lagi saya langsun menghubungi AKI ALHI dan dengan senan hati AKI ALHI ingin membantu saya,,alhamdulillah saya sudah menang togel yg ke5 kalinya dan rencana saya bersama keluarga ingin membuka usaha dan para teman-teman diluar sana yg ingin seperti saya silahkan hubungi AKI ALHI,di 0823 1366 9888 saya sangat bersyukur kepada allah karna melalui bantuan AKI ALHI, dan kini kehidupan saya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,ingat kesempatan tdk akan datan untuk yg kedua kalinya
    Atau KLIK TOGEL AKURAT 88



    BalasHapus