Rabu, 23 Desember 2015

Perkembangan Daerah koloni inggris di Australia


M.rezeki.Mauliddin/14B/SAO
A.Perkembangan Koloni Inggris
Dari tahun ke tahun jumlah penghuni koloni Inggris di Australia semakin bertambah. Bukan saja oleh deportasi para tahanan, tetapi juga oleh masuknya orang-orang bebas Inggris yang membanjiri daerah New South Wales, maka daerah ini menjadi sempit, sehingga terpaksa mencari daerah-daerah baru untuk dihuni.Dengan semakin banyaknya daerah yang dijadikan koloni oleh Inggris maka keadaan di Australia semakin berkembang. Di Tasmania misalnya, terjadi konflik antara penduduk asli dengan pendatang (orang kulit putih). juga di Australia Selatan masalah yang timbul dalam bidang sosial adalah mereka tidak mempunyai seorang pembantu seperti layaknya pembantu dari orang biasa, tetapi yang bekerja kepada mereka adalah seorang narapidana. Di samping itu Queensland menjadi koloni yang berdiri sendiri pada tahun 1859. Sebelum menjadi koloni Queensland adalah tempat untuk penempatan narapiadana. Tetapi kemudian setelah menjadi koloni daerah ini berkembang cukup pesat.Sama halnya dengan Victoria juga merupakan sebuah koloni
yang awalnya merupakan sebuah daerah yang dijadikan sebagai lahan penelitian oleh para ahli dari Inggris. Karena daerah tersebut dianggap layak untuk dijadikan sebagai tempat pemukiman, sebab daerah ini subur cocok untuk lahan pertanian, maka banyak orang kulit putih yang datang dan menjadikan daerah itu sebagai sebuah koloni baru. Selain itu setelah diketemukan tambang emas hal ini menjadi dasar mengalami perkembangan yang sangat pesat serta menjadikan daerah ini tingkat kesejahteraanya tinggi.
B. Perkembangan daerah koloni Queenslands, Australia selatan, dan Victorias
1. Tazmania
Tasmania masih disebut Van Diemen's Land sesuai dengan nama yang diberikan oleh Abel Tasman, orang yang menemukan benua tersebut, sampai tahun 1855. Kemudian berganti nama menjadi Tasmania. Masyarakat dari Tasmania ini merupakan campuran penduduk bebas (free settler) dengan narapidana (convicts), ketika pemukiman di pulau Norfolk di tinggalkan, banyak penduduk bebas di pulau itu pindah ke Tasmania, namun dalam waktu yang bersamaan banyak juga narapidana yang masuk.Letnan gubernur pertama yang berkuasa atas seluruh Tasmania adalah Kolonel Davey (1813-1817). Pada masanya gubernur davey berhasil menjadikan Tasmania berswasembada, bahkan banyak hasil-hasil pertanian Tasmania di kirim ke Sidney. Tapi dibalik kesuksesan davey ia sering bersifat kasar dan kurang disiplin sehingga pemerintahannya merosot, akibatnya banyak dari narapidana melarikan diri karena lemahnya pengawasan. Marcquarie sebagai Gubernur di seluruh wilayah koloni sangat tidak menyukai sifat Davey seperti itu, sehingga ia meminta supaya Davey diganti.Davey kemudian digantikan oleh Kolonel William sorell, selama pemerintahannya dari tahun 1817-1824 ia berusaha memajukan Tasmania, dengan membangun jalan yang menghubungkan Hobart dan Launceston. Pada masa Sorell Tasmania sudah berhasil mengekspor gandum. Pada tahun 1824 Sorrel digantikan oleh Kolonel George Arthur. Pada tahun 1825 parlemen Inggris mengeluarkan undang-undang yang memisahkan Tasmania dari New South Wales.Tasmania dipandang sebagai tempat penampungan narapidana paling buruk tingkah lakunya, dibukanya penjara Macquarie Harbour kiranya dapat dijadikan bukti. Selain masalah narapidana yang di Tasmania juga sering terjadi konflik antara penduduk asli dan pendatang (orang kulit putih), penduduk asli mencurigai orang kulit putih akan membahayakan hidupnya, di lain pihak orang kulit putih menganggap bahwa penduduk asli akan berusaha mempertahankan hak nya atas tanah Tasmania yang akan mereka olah ndan miliki. Selama 13 tahun masa pemerintahan Arthur, ia berjuang keras meningkatkan kesejahteraan koloni itu, pada akhir masa pemerintahannya (1837) penghasilan Tasmania telah naik menjadi enam kali lipat dari penghasilan awal masa pemerintahannya, kemudian ia digantikan oleh Sir John Franklin. Pada tahun 1855 Tasmania mulai melaksanakan pemerintahannya sendiri dan secara resmi mengubah namanya dari Van diemen's Land menjadi Tasmania.
2.Queenslands
Pada awalnya Queensland merupakan bagian dari New South Wales, pemukiman Queensland dimulai sejak tahun 1824, dan setelah 35 tahun koloni ini mampu untuk berdiri sendiri (1859). Pada tahun 1823 Jhon Oxley ditugaskan oleh gubernur New South Wales untuk melakukan penyelidikan ke arah utara, dan ia berhasil menemukan sebuah daerah baru yakni Moreton Bay di hilir sungai Brisbane. Setahun kemudian (1824) Jhon Oxley membuka daerah ini untuk dijadikan pemukiman yang baru yang disebut distrik Moreton Bay. Ide membuka koloni ini adalah untuk memisahkan narapidana dengan penduduk bebas (free settlers) dan free settlers tidak diperkenankan untuk memasuki wilayah ini, daerah ini sangat cocok karena narapidana sangat sulit untuk melarikan diri karena satu-satunya tempat untuk melarikan diri ialah hutan dan semak belukar. Selain itu mereka harus memilih kelaparan atau hidup bersama penduduk asli, para narapidana mempersiapkan tanah yang nantinya akan diolah oleh penduduk bebas akan tetapi rencana ini tidak berhasil karena berkembangnya perasaan anti "Convit Sytem"yakni tanpa diberikannya surat keterangan berapa lama terpidana itu dibuang.Dalam perkembangan selanjutnya para peternak, petani, dan penduduk kota di distrik utara ini. Mereka mulai memikirkan pemerintahan sendiri lepas dari New South Wales mereka tidak puas karena hanya memiliki satu wakil saja di dalam parlemen New South Wales. Sedangkan pemerintahan yang berada di Sydney terlalu jauh dan tidak mengetahui masalah yang dihadapi oleh mereka.Berdasarkan Autralia Colonies Government Act (1850) distrik Moreton Bay yang menyebut dirinya Queensland sejak tahun 1859 berhak untuk mengatur pemerintahan sendiri yang sesuai dengan aspirasi dan kepentinganya. Gubernur pertama Queensland adalah Sir George Bowen.
Sejak berdirinya koloni ini secara mandiri Queensland mengalami kemajuan yang pesat, kemajuan ini didukung oleh sumber daya alam yang tersedia seperti emas, timah, tembaga, dan batu-batu mulia selain bahan tambang Queensland juga dianugerahi oleh keadaan alam yang sangat mendukung untuk industri peternakan dan perkebunan.
3.Autralia selatan 
Diawali oleh buah pemikiran Edward Gibbon Wakefikeld dalam bukunya yang berjudul a letter from sydney yang diterbitkan pada tahun 1829. Dalam bukunya terdapat pokok pikiran yang akhirnya mempengaruhi koloni-koloni di Australia. Di dalam tulisannya dikeluhkan bahwa di New SouthWales seorang majikan tidak dapat hidup layaknya seorang majikan di Inggris, hal ini dikarenakan narapidana saja yang diperkajan sebagai seorang pembantu dan Wakefield menawarkan jalan keluar untuk mengatasi masalah tersebut. Secara garis besar teori Wakefield dapat dikemukaan menjadi dua butir yakni :Tanah di koloni baru hendaknya dijual dengan harga yang cukup mahal sehingga seorang imigran pekerja tidak mudah mudah membeli sebuah bidang tanah. Uang hasil pembelian tanah tersebut digunakan untuk biaya migrasi penduduk ke koloni tersebut dalam rangka untuk menjaga ketersedian tenaga kerja di koloni tersebut.Tanah hendaknya di jual dalam partai besar dan pemabyarannya tunai lewat suatu lelang. Selain itu satu ide Wakefield yang paut dicatat adalah bahwa semua koloni harus sesegera mungkin diberikan status pemerintahan sendiri. Karena keadaan Inggris yang pada saat itu serba sulit orang-orang berpikir alangkah baiknya kalau ada kesempatan keluar dari Inggris untuk kehidupan yang lebih baik, dan pada saat yang bersamaan datanglah kabar tentang perjalanan Sturt ke daerah sungai Murray dan mengungkapakan adanya tanah yang baik di sekitar sunga Murray. Para pengikut Wakefield yang tertarik dengan berita ini menghadap pemerintah agar diperkenankan berangkat dan membuka pemukiman di daerah tersebut tetapi permintaan ini ditolak oleh pemerintah dengan alasan biaya yang dibutuhan tidak sedikit dan trauma dengan pengalaman di australia barat. Oleh karena harga tanah yang tinggi akhirnya terjadi penyimpang-penyimpangan sebab tanah-tanah yang merka beli dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi. Dalam keadaan yang kurang menguntungkan Gawler tetap berusaha, ia mengatur para pekerja untuk melakukan pekerjaan umum, membangun jalan, jembatan, dan dermaga dan arena Gawler tidak memiliki cukup uang untuk membayar para pekerja ia mengeluarkan janji tertulis yang berfungsi untuk menggantikan uang kertas (sering disebut IOU atau bill) akan tetapi ketika bill tersebut disampaikan kepada dewan, dewan menolak membayar dan pemerintah Inggris pun mengambil langkah yang sama. Komisi majelis rendah melakukan penelitian terhadap pemerintahan semasa Gawler, komisi ini mengakui bahwa kondisi koloni pada saat Gawler tiba yang memaksa Gawler mengambil tindakan tersebut. Komisi ini mempersalahkan undang-undang yang mengatur pembentukan koloni tersebut dan juga memandang bahwa dewan komisaris tidak memiliki pandangan ke depan yang jelas tentang perlunya dualisme pengelolaan Asutralia Selatan.Kegagalan Gawner ini mengakhiri pengawasan dewan komisaris dan suatu undang-undang yang baru yang nerisi pembentukan suatu pemerintahan yang lebih baik undang-undang ini dikeluarkan pada tahun 1842 yang menempatkan Australia Selatan sama dengan koloni yang lain, suatu koloni yang dalam ketatanegaraan inggris biasa disebut Crorn Colony. Ketika George Grey tiba ia menerima koloni ini sudah dalam keadaan bangkrut, Grey berusaha memperbaiki keadaan koloni itu dengan tindakan yang tergolong berani misalnya mengurangi gaji pegawai dalam rangka penghematan, akan tetapi usaha yang dilakuan Grey sia-sia apabila pemerintah Inggris tidak bersedia untuk membayar semua bill pada masa pemerintahan Gawler. Atas bujukan dan janji Grey akhirnya pemerintah Inggris bersedia untuk membayar semua bill senilai 200.000 poundsterling.Setelah masalah bill terselesaikan timbulah kepercayaan dan melaksanakan anjuran-anjuran gubernur sehingga pertania mulai berkembang demikian pula dengan peternakan yang berada di sepanjang sungai Murray. Dalam usaha untuk memajukan daerah koloninya Grey tertolong karena penemuan tambang- tembaga di Kapunda pada tahun 1842, kemudian ditemukan lagi tambang- tembaga di Burra-Burra. Ketika pemerintah Inggris mengeluarkan Australian Colonies Geverment Act Australi Selatan juga turut mempersiapkan diri untuk menyusun pemerintahan sendiri. Usaha ini dimulai sejak tahun 1853, namun baru dapat berlaku secara efektif sejak tahun 1856.
4. Victoria 
Pada tahun 1802 kapal Lady Nelson dibawah pimpinan letnan Murray memasuki teluk Port Philip dan sejak kedatangan letnan Murray inilah wilayah ini disebut distrik Port Philip yang sebelumnya wilayah ini termasuk wilayah New South Wales. Pada tahun 1803 letnan colonel Collins ditugaskan untuk membuka daerah pemukiman baru di Sorento di teluk Port Philip. Namun pemukiman ini hanya didiami beberapa bulan oleh colonel Collins karena tidak memenuhi syarat untuk didiami dan mereka pindah ke daerah Tazmania. Dan daerah ini tidak di perhatikan oleh pemerintahan New South Wales selama 30 tahun. Pada tahun 1836 mayor Mitchell dalam eksplorasinya memasuki teluk Portlantd dan ia terkejut karena daerah yang diperkiran belum terjamah ternyata sudah didiami oleh orang kulit putih yang telah mendiami daerah ini sejak tahun 1834.
Sebelum Henty berusaha dan menetap di teluk Portland dua orang yang berasal dari Leunceston, J.T Gellibrand dan John Batman yang telah mendengar cerita tentang Henty bersaudara mengajukan permohonan kepada gubernur Darling untuk memberi Grant sebuah bidang tanah di Westernport. Mereka bertujuan untuk membuka peternakan dan permintaan ini ditolak oleh gubernur Darling dengan alasan tidak akan mengijinkan usaha perorangan untuk membuka pemukiman di tempat usaha resmi pemerintah mengalami kegagalan. Tahun 1834 batman bergabung dengan teman-temannya membentuk sebuah kongsi lalu mengirim sebuah ekspedisi untuk menyelidiki daerah lahan yang dibeli dari kepala-kepala suku penduduk asli.Selain kelompok Batman masih ada kelompok lain yang berambisi untuk membuka pemukiman baru di Portland, kelompok ini dipimpin oleh John Pascoe Fawnker. Fawnker membeli sebuah kapal yang diberi nama Enterprice kemudian melakukan penyelidikan di Portland. Batman melihat kolompok ini merupakan saingan mereka dan memperingatkan mereka karena telah melanggar atas tanah yang dimiliki oleh Batman namun persaingan ini tidak menjadi hal serius, kelompok Fawnker akhirnya menetap disuatu tempat yang sekarang dikenal dengan nama Melboume. Kelompok Batman dan Fawnker dianggap sebagai "squatters" atau penghuni liar kerena pendudukan daerah Port Philip atas kemauan kolonis sendiri tanpa persetujuan dari gubernur New South Wales.
Pada tahun 1835 gubernur bersama Legeslatif Council New South Wales mengeluarkan undang-undang yang menyarankan bahwa pendudukan tanah atas tanah pemerintah dengan cara bertempat tinggal dan mendirikan rumah tanpa ijin resmi dianggap melanggar peraturan tetapi peraturan ini tidak berlaku secara efektif karena para penghuni Port Phillip berada jauh dari jangkauan. Dan migrasi ke Port Phillip tidak dapat dibendung. Pemukiman di daerah Port Phillip berkembang dengan pesat, hal ini terlihat dari perkembangan industri peternakan biri-biri, akan tetapi penduduk Port Philip tidak memiliki suara di dalam pemerintahan New South Wales yang berpusat di Sydney. Penduduk Port Phillip menganggap Sydney hanya memberi kewajiban dan aturan-aturan pemilik tanah. Penduduk Port Phillip akhirnya meminta kepada pemerintah Inggris untuk memisahkan diri dari New South Wales dan untuk menjawab tuntutan ini pemerintah inggris akhirnya merubah jumlah Legeslatif Council New South Wales menjadi 36 orang dimana lima orang anggota dipilih oleh penduduk Port Phillip sendiri dan satu orang anggota dipilih oleh rakyat di Melbourne.Rakyat Port Phillip tetap tidak puas dengan perubahan ini karena jarak Sydney dengan Port Phillip jauh dari tempat tinggal mereka selain itu kendala yang lain adalah tidak tersedianya sarana komunikasi yang dapat menghubungkan Sydney dengan Port Phillip, wakil-wakil mereka yang berada di Sydney tidak mengetahui keadaan yang sebenarnya dan kehendak dari penduduk Port Phillip. Akhirnya berdasarkan Australi Colonies Government Act distrik Port Phillip dipisahakn dari New South Wales dan berganti nama menjadi Victoria yang berdiri sendiri menjadi mandiri pada tanggal 1 Juli 1851. Victoria semakin berkembang setelah ditemukannya emas di Bendigo dan Ballarat dan akhirnya terjalin deman emas atau gold rush yang akhirnya menjadi dasar perkembangan industri di kemudian hari. 

C. Dampak dari terbentuknya koloni Tasmania, Queensland, Australia Selatan dan Victoria.
1. Tasmania
            Sepanjang sejarahnya Tasmania dipandang sebagai tempat penampungan narapidana paling buruk tingkah lakunya. Orang-orang yang dikirim di Tasmania merupakan mereka yang melakukan kejahatan-kejahatan berat, sehingga pada tahun 1822 William Sorell membangun penjara khusus di Maquarie Harbour. Sorell merupakan Letnan Gubernur yang terakhir di Tasmania, karena Tasmania yang semula menjadi satu dengan New South Wales segera melepaskan diri pada 2 Desember 1825. Sejak saat itulah Tasmania menjadi daerah otonomi. Pada tahun 1855 Tasmania mulai melaksanakan pemerintahan sendiri dan secara resmi menubah namanya menjadi Tasmania yang sebelumnya bernama Van Diemen's Land. Pada tahun 1860 Tasmania sempat mengalami kemunduran ekonomi, tetapi decade berikutnya di Tasmania ditemukan tambang tembaga, perak, dan barang-barang mineral lainnya.
2. Queensland
Sejak memisahkan diri dan membentuk koloni sendiri, Queensland mengalami kemajuan dalam bidang ekonomi, hal ini terjadi karena didukung oleh kekayaan alam yang melimpah. Peternakan juga mengalami kemajuan. Selain itu terdapat penyelewengan karena dalam perkembanganya queensland membutuhkan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk menyokong perkebunan tebu yang biasa disebut kanakas. Kanakas sendiri adalah penduduk asli dari pulau – pulau Pasifik yang diculik untuk dijual pada pemilik perkebunan tebu untuk dijadikan pekerja.
3. Australia Selatan
Terjadinya penyimpanngan antara teori Wakefield dengan keadaan koloni yang sebenarnya. Pada masa gubernur yang pertama yaitu kapten Hindmarsh terjadi dualisme kepemimpinan yang menimbulkan banyak persoalan. Adapun penyimpangan yang lain adalah praktek makelar tanah dimana tanah yang mereka beli tidak diolah menjadi lahan perkebunan tetapi mereka jual kembali untuk memperoleh keuntungan.
4. Victoria 
Masalah utama yang dihadapi Victoria pada permulaan koloni adalah penghuni liar atau Squatters, para penghuni liar ini masuk ke teluk Portland dengan cara illegal karena tidak mendapat persetujuan dari Inggris.


Daftar pustaka
-          Yulita,Nelda.2009.Ensiklopedia Geografi.Jakarta:PT Ikrar Mandiriabadi
-          Van, Samuel. 2003. Negara Dan Bangsa Jilid IV Asia Dan Australia. Jakarta: Grolier International INC dan PT. Widyadara
-          Hudaidah. 2004. Sejarah Australia Dan Oceania. Inderalaya: FKIP Unsri


Tidak ada komentar:

Posting Komentar