Rabu, 23 Desember 2015

PERCIKAN MELETUS REDUPNYA REVOLUSI DI NEGERI EIFFEL (PERANCIS) BAGI INDONESIA


                         EKA ERLIA SITUMORANG/S/A

Revolusi Perancis adalah proses perubahan yang terjadi di bidang pemerintahan atau ketatanegaraan dan kemasyarakatan yang terjadi di Perancis yang memiliki dampak abadi terhadap sejarah Perancis. Revolusi Perancis mulai terjadi pada tahun 1789 sampai 1871. Perubahan secara besar-besaran itu terjadi pada tahun 1789, 1830,1848,dan 1871. Revolusi ini terjadi dikarenakan ketidakpuasan rakyat khususnya kaum burjuis (golongan masyarakat kota) terhadap pemerintahan Perancis tahun 1789 yang pada masa tersebut terbentuk kerajaan dan dipimpin oleh Raja Louis XVI pada abad ke-18.  

Sudah menjadi rahasia umum bahwa pemerintahan Perancis pada masa kepemimpinan Louis XVI memiliki beberapa kemunduran baik di bidang politik, ekonomi, maupun sosial. Salah satu penyebab terjadinya situasi tersebut adalah dikarenakan kehidupan para pemegang kekuasaan serta pejabat-pejabat dibawahnya yang bersikap absolut (sewenang­-wenangnya). Menghambur-hamburkan uang serta berfoya-foya menjadi pemandangan yang biasa terlihat dilingkungan kerajaan. Louis XVI juga membuat semboyan yaitu l'etat c'est mol (Negara adalah saya). Inilah salah satu penyebab masyarakat kota (kaum borjuis) menentang dan menuntut raja Louis XVI untuk:
1.      Menjunjung tinggi kebebasan.
2.      Menjunjung tinggi asas kebersamaan.
3.      Penggunaan akal pikiran yang sehat dan serba perhitungan.
4.      Kehidupan masyarakat bersifat liberalis.
Pertentangan-pertentangan tersebut mengakibatkan munculnya  beberapa tokoh pembaharu yang menentang yang menentang kekuasaan raja, diantaranya John Locke, Montesquieu, Rousseau, dan Voltaire.
Dimana suatu peristiwa besar lainnya, dalam peristiwa revolusi Perancis tentunya juga memiliki latar belakang serta penyebab yang memiju terjadinya peristiwa besar tersebut. Diantaranya yaitu sebagai berikut:
1. Sebab Umum Terjadinya Revolusi Perancis
a.      Kondisi politik yang semakin buruk
Sistem pemerintah monarki absolut yang diusung oleh Raja Louis menjadikan raja merasa berkuasa atas segalanya. Tak cukup sampai disitu kehidupan Raja Louis XVI yang dikenal akan royal terhadap gaya hidup serta wanita membuat rakyat selalu was-was dan curiga. Untuk mempertahankan keabsolutannaya itu, ia mendirikan penjara Bastille. Penjara ini diperuntukkan bagi siapa saja yang berani menentang keinginan raja. Penahan juga dilakukan terhadap orang-orang yang tidak disenangi raja. Kekuasaan raja tidak dibatasi undang-undang.  Pada masa tersebut penjara dipenuhi oleh orang-orang yang  berusaha  mencari keadilaan. Anehnya lagi, mereka ditangkap dan dirumuskan ke penjara tanpa adanya surat penahan yang jelas. Kondisi politik ini yang nantinya akan memicu terjadinya revolusi Perancis.
b.      Ketidakadilan dalam bidang politikdan ekonomi
Masyarakat Perancis pada waktu itu di bagi dalam beberapa golongan yaitu:
·         Golongan I, terdiri atas kaum bangsawan dan raja yang diberikan kebebasan untuk tidak membayar pajak bahkan ia berhak untuk memungut pajak.
·         Golongan II terdiri atas kaum agama (pendeta dan cendikia) yang bebas pajak dan mendapat uang (gaji) dari hasil pajak.
·         Golongan III adalah rakyat biasa atau rakyat jelata  yang terdiri dari para petani dan kaum borjuis yang hanya menjadi objek pajak.
c.       Timbul paham baru
Menjelang Revolusi Perancis muncul ide-ide atau paham-paham baru yang pada intinya adalah memperjuangkan kebebasan dan pemenuhan hak-hak asasi manusia. Paham-paham ini muncul akibat berbagai tekanan yang menyelengsarakan rakyat mulai menimbulkan keinginan-keinginan untuk mencapai kebebasan. Paham-paham yang melatari terjadinya revolusi Perancis sebagai berikut.
ü  Ajaran dari Jean Jasques Rousseau
Dalam bukunya Du Contrat Social, ia menyatakan bahwa menurut kondratnya manusia dilahirkan sama dan merdeka. Buku ini juga memuat tiga prinsip yang dikemudian hari menjadi semboyan revolusi perancis, yaitu liberte, egalite, dan fraternite (kemerdekaan/kebebasan, persamaan, dan persaudaraan).
·         Kebebasaan (liberte), Merupakan suatu asas yang menjadi ciri kehidupan masyarakat kota yang menghendaki adanya kebebasan dan kemerdekaan, kebebasan ini merupakan pula cita-cita kaum bangsawan kota, kaum pengusaha , dan pedang.
·         Persamaan (egalite), adanya suatu asas yang tidak membeda-bedakan warga negara dalam hukum dan pemerintah. Rakyat menghendaki sistem demokrasi, dimana setiap warga negara memiliki kedudukan hukum yang sama dalam pemerintahan.Oleh karena itu, asas ini dituangkan di dalam piagam pernyaataan tentang hak-hak manusia dan warga yang disusun pada tanggal 27 Agustus 1789. Antara lain disebutkan:
§  Manusia dilahirkan bebas dan memiliki hak-hal yang sama
§  Hak yang dimiliki oleh warga negara adalah hak kmerdekaan, hak milik, hak perlindungan diri, dan hak untuk menentang penindasan
§  Kedaulatan sepenuhnya berada ditangan rakyat.
·         Persaudaraan (fraternite) adalah suatu asas yang mendasari persatuan kebebasan atau naionalisme. Asas persaudaraan sesama manusia selanjutnya berkembang menjadi asas internasionalisme yang menjunjung tinggi asas persamaan dan kemerdekaan.
Semboyan revolusi perancis tenatng persaaman yang diwujudkan dalam piagam pernyataan hak-hak kemanusiaan menajdi sesuatu yang penting. Karenanya pada tanggal 10 Desember 1948 oleh PBB  hak-hak manusia tersebut ditetapkan sebagai " Universal Declaration of Human Right"
Ketiga prinsip ini sekaligus untuk menggulingkan ide-ide lama sebelumnya yang berhubungan dengan tradisi dan hierarki monarki, aristokrat,dan Gereja Katolik. Ketakutan terhadap penggulingan menyebar pada monarki lainnya di seluruh Eropa, yang berupaya mengembalikan tradisi-tradisi monarki lama untuk mencegah pemberontakan rakyat. Pertentangan antara pendukung dan penentang revolusi terus terjadi selama dua abad berikutnya.
ü  Montesquieu
Yang terpengaruhi ajaran John Locke (Inggris), menyebarluaskan ajaran Trias Politika, yaitu pembagian kekuasaan menjadi kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif.
ü  Paham Aufklarung
Aufklarung yang dalam bahasa Jerman memiliki arti pencerahan, tidak heran jika beberapa sumber menyatakan bahwa periode ini merupakan periode pencerahan. Paham Aufklarung dalam revolusi perancis merupakan suatu paham yang dipelopori oleh Immanuel Kant di Eropa tepatnya di negara Jerman. Kemunculan paham aufklarung sendiri diyakini akibat dampak dari adanya gerakan renaisans dan humanisme dala menentang kebijakan pendeta pada khususnya dan gereja pada umumnya yang terjadi di Eroapa pada abad ke XVIII. Paham ini memiliki semboyan berani berfikir sendiri, yang dalam bahasa jermannya berarti " Sapere Aude".
ü  Paham Rasionalisme
Rasionalisme adalah doktrin filsafat yang menyatakan bahwa kebenaran haruslah ditentukan melalui pembuktian, logika dan analisis yang didasarkan fakta, dari pada melalui iman, dogma, atau ajaran agama. Paham rasional ini menuntut orang untuk berfikir rasional (masuk akal). Dampak pemikiran ini sangat luas termasuk pendorong terjadinya revolusi Perancis.
ü  Paham Romantisme
Romantisme adalah suatu paham yang menitikberatkan pada perasaan serta penghargaan hati nurani tiap-tiap manusia. Paham yang dilahirkan pada tahun 1750-an ini disyinyalir merupakan paham yang muncul mengikuti paham rasionalisme.
J.J. Rousseau merupakan salah satu tokoh terpenting dalam perkembangan paham romantisme khususnya dalam peristiwa revolusi Perancis.  Dalam sejarah revolusi Perancis paham romantisme memiliki peran yang sangat penting, dimana perjuangan kaum rasionalisme mendapat benturan sehingga perannya digantikan oleh kaum romantisme.
d.      Negara mengalami krisis ekonomi
Perancis mengalami kemerosotan ekonomi dan keuangan pada masa pemerintahan Louis XVI. Di tengah-tengah krisis keuangan yang melanda Perancis. Hal ini disebabkan karena sikap raja dan keluarganya, terutama permaisyuri Marie Antoinette, selalu menghambur-hamburkan uang negara untuk berfoya-foya. Siapa yang tidak mengetahui bahwa gaya hidup mewah serta berfoya-foya dilingkungan kerajaan tidak membutuhkan dana dan pemasukkan yang besar.Dilain sisi rakyat bawah yang merupakan tonggak dari seluruh kekuatan pemerintahan Perancis tengah mengalami krisis serta kekurangan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, terlebih sistem pajak yang diterapkan oleh raja Louis XVI sangat buruk bagi perkembangan dan pertumbuhan ekonomi rakyat. Dalam sejarah Perancis disebut bahwa pada masa kekuasaan Raja Louis XVI pajak yang dibebankan kepada rakyat sangat besar dan banyak, diantaranya adalah pajak harus dibayarkan kepada kerajaan, kaum bangsawan, serta kepada pihak gereja. Kondisi seperti inilah yang menjadi salah satu pemicu terjadinya revolusi Perancis.
e.       Pengaruh perang kemerdekaan Amerika
Meskipun kemerdekaan Amerika tidak memberikan dampak secara langsung dala revolusi Perancis, namun semangat dan usaha Amerika dalam merebut kemerdekaan menumbuhkan semangat bagi rakyat Perancis yang mengetahui akan kabar berita ini. Terlebih kaum borjuis Perancis yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi menjadikan kemerdekaan Amerika sebagai motivator dalam revolusi Perancis. Mereka menginginkan negara Perancis dirubah sebagaimana negara Amerika yang dibentuk serta dipimpin oleh rakyatnya. Denagn kata lain, kemerdekaan Amerika menimbulkan pemikiran dan keinginan baru dalam kalangan borjuis Perancis untuk mengubah sistem pemerintahan absolute menjadi demokratis dengan jalan revolusi Perancis.  Dalam perang kemerdekaannya Inggri dan Amerika di bantu oleh para tentara sukarelawan perancis yang di pimpin oleh lafeyette.
2. Sebab khusus terjadinya revolusi Perancis
Sebagaimana yang telah diuraikan di atas, bahwa pada pemerintahan Raja Louis XVI Perancis mengalami keterpurukkan ekonomi akibat kesalahan gaya hidup raja dan pejabat di lingkungannya. Pada tanggal 5 Juni 1789 guna mencari jalan keluar dari krisis ekonomi tersebut Louis XVI mengundang Etats Generaux (Jika di Indonesia dikenal dengan sebutan Dewan Perwakilan  Rakyat). Anggota yang berjumlah 1200 dan terbagi dari tiga strata yakni kalangan bangsawan 291 anggota, kalangan ulama gereja/pendeta 300 anggota, dan golongan rakyat jelata 610 anggota tersebut dalam bermusyawarah tidak juga menemukan titik temu guna mencari solusi dalam mengatasi krisis ekonomi yang semakin buruk di Perancis. Rapat besar yang sedari ditujukan guna mencari solusi dalam mengatasi krisis yang terjadi justru berujung perdebatan dan pertentangan dalam menentukan suara. Anggota golongan bangsawan dan pendeta berpendapat bahwa masing-masinggolongan memiliki astu suara dalam menentukan keputusan, hal ini ditentang oleh anggota perwakilan kaum jelata yang menuntut agar suara diberikan oleh setiap anggota perwakilan rakyat, hal ini karena golongan bangsawan dan pendeta tidak menginginkan kemenangan berada pada kubu perwakilan rakyat jelata. Hal ini menjadi pemicu utama terjadinya revolusi Perancis.

Dampak Revolusi Perancis Bagi Bangsa Indonesia
a)      Bidang Politik
Revolusi Perancis membawa pengaruh dalam sistem pemerintahan yang semula berupa monarki absulute menjadi pemerinyahan yang demokratis. Hak sasi manusia diakui dan di hormati. Konstitisi atau undang-undang dasar merupakan kekuasaan tertinggi. Dan muncul pula ide-ide republik suatu bentuk pemerintahan yang melayani kepentingna umum dan prinsip demokrasi dan prinsip persaaman nasionalisme sesuai dengan semboyan revolusi Perancis.
b)      Bidang Ekonomi
Beberapa akibat adanya revolusi Perancis adalah sebagai berikut:
ü  Petani menjadi pemilik tanah kembali
ü  Penghapusan pajak feodal
ü  Penghapusan gilde
ü  Timbulnya induasti besar
c)      Bidang Sosial
Akibat atau dampak revolusi Perancis terhadap dunia, termasuk dalam perjuangan pergerakan bangsa Indonesia yaitu:
v  Penyebaran ide liberalisme
v  Adanya penyebaran paham demokrasi di tengah kehidupan bernegara
v  Berkembangnya ide nasioalisme

Dampak Terjadinya Revolusi Perancis
Revolusi Perancis memiliki banyak dampak terhadap keberlangsungan pemerintahan Perancis sendiri maupun terhadap negara lain seperti Indonesia sekalipun belum memiliki bentuk negara pada waktu itu. Adapun dampak terjadinya revolusi Perancis dapat dapat dibagi dalam beberapa bidang seperti dibawah ini.

1)      Bidang politik
Dengan membaca ulasan di atas tentunya kita dapat memahami dampak apa yang terjadi di bidang politik denga adanya revolusi Perancis. Namun tidak ada salahnya jika kita singgung sedikit mengenal dampak politik tersebut.
Dampak utama yang ditimbulkan revolusi Perancis terhadap sistem politiik jelas berupa kekuasaan absolut yang sangat dicam oleh rakyat. Lebih dari itu, paham liberal yang muncul dengan adanya revolusi Perancis sangat pesat menyebar hingga kepenjuru dunia seperti Spanyol, Jerman, Rusia, dan Italia. Dengan adanya revolusi Perancis tumbuh pula paham demokrasi, parlementer, republik dan lain sebagainya yang tentunya juga mulai tumbuh negara lain.
2)      Bidang sosial
Dalam perjuangan revolusi Perancis jelas dapat kiat ketahui bahwa stratifikasi sosial dinegara tersebut dihapuskan, memberikan hak dan kewajiban yang sama terhadap seluruh rakyat serta memberikan kebebasan dalam menentukan agama dan pendidkan, dan pekerjaan.
3)      Bidang ekonomi
Di hapusnya sistem glide, yakni sistem dalam peraturan perdagangan. Dengan dihapusnya sistem ini maka perdagangan dari industri dapat berkembang dengan cukup baik di Perancis pasca revolusi Perancis.
Disisi lain kehidupan petani juga mreningkat, hal ini tidak lain karena dihapusnya pajak seodal dan selain sebagai penggarap tanah, petani juga diberikan hak untuk memiliki tanah. Dengan demikian pendapatan dan tanah milik petani berlahan semakin meningkat. Pengaruh revolusi Perancis terhadap Indonesia salah satu wilayah yang terkenak dampak positif dari terjadinya revolusi Perancis adalah Indonesia, meskipun pada saat itu kedaulatan NKRI dan kemerdekaan Indonesia belum menemukan jalannya, namun peristiwa revolusi Perancis memberikan inspirasi bagi para tokoh di Indonesia. Beberapa paham yang turut dijadikan sebagai motor penggerak massa mencari jalan Indonesia dalam kebebasan kemerdekaan adalah sebagia berikut:
§  Paham Nasionalisme
§  Paham Demokrasi
§  Persatuan
Pengaruh Revolusi Perancis Di Indonesia
Perancis pernah menjajah Belanda dan selama proses tersebut Belanda berkuasa pula di Indonesia. Kebijakan dan tindakan Perancis turut masuk ke       Indonesia melalui Belanda.
Inilah beberapa pengaruh revolusi Perancis di Indonesia:
1)      Di hapuskannya sistem taman paksa atas desakan kaum liberal
2)      Di tanamkannya modal swasta asing di Indonsia
3)      Pembangunan sarana dan prasarana pruduk untuk memperlancar pengolahan hasil bumi
4)      Menajadikan Indonesia sebagai produsen tanam perkebunan.
Tindakan penjajahan Belanda dan praktek liberalisme di satu sisi memang menimbulkan penindasan dan pengsengsaraan bagi rakyat Indonesia. Namun  liberalisme dan keterbukaan sekaligus membukakesempatan kepada sebagian rakyat Indonesia untuk memproleh pengetahuan  baru dan sekaligus mendapatkan semangatuntuk menggalang persatuan yang pada akhirnya mendorong terjadinya nasional.
DAFTAR PUSTAKA
Badrika, I Wayan.Sejarah Nasional Umum Jilid 2 SMU. Jakarta: PT.Erlangga, 2003
Matroji. Ilmu Pengetahuan Sosial Jilid 2. Cikaras: PT. Erlangga,2000
Soelaeman,M. Munandar. Ilmu Sosial Dasar: Teori dari konsep. Bandung: PT Refika Aditama, 2000
Suhelmi, Ahmad. Pemikiran Politik Barat. Jakarta: PT. Bumi Aksara.20007
Supriatna, Nana. Sejarah jilid 2.Bandung:PT Gramedia Pustaka Utama, 1997

1 komentar: