Selasa, 15 Desember 2015

PELITA ( PEMBANGUNAN LIMA TAHUN )

AHSANUL MUNA/S/A
Pada masa demokrasi terpimpin( pada masa pimpinan presiden soeharto ) , negara bersama aparat ekonominya mendominasi seluruh kegiatan ekonomi sehingga mematikan potensi dan kreasi unit – unit swasta. Sehingga, pada permulaan orde baru program pemerintah berorientasi pada usaha penyelamatan ekonomi nasional terutama pada usaha mengendalikan inflasi, penyelamatan keuangan negara dan pengamanan kebutuhan pokok rakyat. Tindakan pemerintah ini dilakukan karena adanya kenaikan harga pada awal tahun 1966 yang menunjukan tingkat inflasi kurang lebih 650 % setahun. Hal itu menjadi penyebab kurang lancarnya program pembangunan yang telah direncanakan pemerintah. Oleh karena pemerintah menempuh cara sebagai berikut.
1.      Stabilisasi dan rehabilitasi ekonomi
Keadaan ekonomi yang kacau sebagai peninggalan masa demokrasi terpimpin, pemerintah menempuh cara :
a         Mengeluarkan ketetapan MPRS No.XXIII/MPRS/1966 tentang pembaharuan kebijakan ekonomi, keuangan dan pembangunan.
b        MPRS mengeluarkan garis program pembangunan, yakni program penyelamatan, program stabilitas dan rehabilitas, serta program pembangunan.
c         Program pemerintah diarahkan pada upaya penyelamatan ekonomi nasional  terutama stabilisasi dan rehabilitasi ekonomi. Stabilisasi berarti pengendalian inflasi agar harga barang – barang tidak melonjak terus , sedangkan rehabilitasi adalah perbaikan secara fisik sarana dan prasarana ekonomi. Hakikat dari kebijakan ini adalah pembinaan sistem ekonomi berencana yang menjamin berlangsungnya demokrasi ekonomi ke arah terwujudnya masyarakat adil dan makmur berdasarkan pancasila. Adapun langkah – langkah yang diambil kabinet AMPERA mengacu pada tab MPRS tersebut adalah sebagai berikut :
1).    Mendobrak kemacetan ekonomi dan memperbaiki sektor – sektor yang menyebabkan kemacetan s, seperti :
Ø  Rendahnya penerimaan negara
Ø  Tinggi dan tidak efesiennya pengeluaran negara.
Ø  Terlalu banyak dan tidak produktifnya ekspansi kredit bank
Ø  Penggunaan devisa bagi impor yang sering kurang berorientasi pada kebutuhan prasarana.
2).    Debirokratisasi untuk memperlancar kegiatan perekonomian.
3).     Berorientasi pada kepentingan produsen kecil.
Untuk melaksanakan langkah – langkah penyelamatan tersebut maka ditempuh cara :
Ø  Mengadakan operasi pajak.
Ø  Cara pemungutan pajak baru bagi pendapatan perorangan dan kekayaan dengan menghitung pajak sendiri dan menghitung pajak orang.
Ø  Penghematan pengeluaran pemerintah ( pengeluaran konsumtif dan rutin), serta menghapuskan subsidi bagi perusahaan negara.
Ø  Membatasi kredit bank dan menghapuskan kredit impor.
2.      Kerja sama luar negeri
Keadaan ekonomi pasca orde lama sangat parah, hutangnya mencapai 2,3 – 2.7 miliar sehinggah pemerintah indonesia meminta negara –negara kreditor untuk dapat menunda pembayaran kembali utang indonesia. Pemerintah mengikuti perundingan dengan negara – negara kreditor di tokyo jepang pada 19 – 20 september 1966 yang menanggapi baik usaha pemerintah bahwa devisa ekspornya akan digunakan untuk  pembayaran utang yang selanjutnya akan digunakan untuk mengimpor bahan – bahan baku. Perundingan dilanjutkan diparis, perancis dan dicapai kesepakatan sebagai berikut :
Ø  Utang – utang indonesia yang seharusnya dibayar pada tahun 1968 ditunda pembayarannya hinggah tahun 1972 – 1979 .
Ø  Utang – utang indonesia yang seharusnya dibayar tahun 1969 dan 1970 dipertimbangkan untuk ditunda juga pembayarannya.
Perundingan dilanjutkan di Amsterdam, belanda pada tanggal 23 – 24 februari 1967. Perundingan itu bertujuan membicarakan kebutuhan indonesia akan bantuan luar negeri serta kemungkinan pemberian bantuan dengan syarat lunak yang selanjutnya dikenal dengan IGGI( inter govermental group for indonesia). Melalui pertemuan itu, pemerintah indonesia berhasil mengusahakan bantuan luar negeri. Indonesia mendapatkan penangguhan dan keringanan syarat – syarat pembayaran utangnya.
3.      Pembangunan nasional
Dilakukan pembangunan nasional pada masa orde baru dengan tujuan terciptanya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan pancasila dan UUD 1945. Arah dan kebijakan ekonominya adalah pembangunan pada segala bidang. Pedoman pembangunan nasionalnya adalah trilogi pembangunan dan delapan jalur pemerataan.inti dari kedua pedoman tersebut adalah kesejahteraan bagi semua lapisan masyarakat dalam suasana politik dan ekonomi yang stabil. Isi trilogi pembangunan adalah sebagai berikut :
1).    Pemerataan pembangunan dan hasil – hasilnya menuju kepada terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.
2).    Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi.
3).    Stabilitas nasional yang stabil dan dinamis.
Pelaksanaan pembangunan nasional dilakukan secara bertahap yaitu :
·         Jangka panjang mencangkup periode 25 – 30 tahun.
·         Jangka pendek mencangkup periode 5 tahun( pelita atau pembangunan lima tahun ) merupakan jabaran lebih rinci dari pembangunan jangka panjang sehingga tiap pelita akan saling berkaitan/berkesenambungan.
Pelaksanaan pembangunan nasional indonesia dilakukan berlandaskan pada trilogi pembangunan, yaitu pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pemerataan pembangunan, dan tercapainya stabilitas nasional. Demi tercapainya tujuan pembangunan nasional , maka pembangunan dilaksanakan secara bertahap. Selanjutnya, disusunlah tahap – tahap pembangunan yang dikenal dengan repelita( rencana pembangunan lima tahun ) I sampai VI. Repelita I sampai dengan VI yang berlangsung selama 25 tahun itu.
a.       Pelita 1
Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1969 sampai 31 Maret 1974 yang menjadi landasan awal terbentuknya orde baru. Tujuan dari Pelita I adalah untuk meningkatkan taraf hidup rakyat dan sekaligus meletakkan dasar – dasar bagi pembangunan dalam tahap berikutnya. Sasaran Pelita I adalah Pangan, Sandang, Perbaikan Prasarana, Perumahan rakyat, Perluasan lapangan kerja, dan Kesejahteraan Rohani. Kebijaksanaan periode Pelita I ini di mulai dengan :
Ø  Peraturan Pemerintah No.16 Tahun 1970, mengenai penyempurnaan tata niaga bidang eksport dan import.
Ø  Peraturan Agustus 1971, mengenai devaluasi mata uang rupiah terhadap dolar, dengan sasaran pokoknya adalah :
1.      Kesetabilan harga bahan pokok
2.      Peningkatan nilai eksport
3.      Kelancaran import
4.      Penyebaran bahan di dalam negeri
Titik berat Pelita I adalah Pembangunan bidang pertanian sesuai dengan tujuan untuk mengejar keterbelakangan ekonomi melelui proses pembaharuan bidang pertanian, karena mayoritas penduduk indonesia masih hidup dari hasil pertanian.
b.      Pelita II
Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1974 sampai 31 Maret 1979. Sasaran yang hendak dicapai pada masa iniadlah pangan, sandang, perumahan, sarana dan prasarana, mensejahterakan rakyat, dan memperluas lapangan kerja. Pelaksanaan pelita II cukup berhasil, pertumbuhan rata – rata mencapai 7% pertahun. Pada awal pemerintahan orde baru, laju inflasi mencapai 60% dan pada akhir pelita I laju inflasi turun menjadi 47%. Selanjutnya pada tahun keempat pelita II, inflasi turun menjadi 9,5%.
c.       Pelita III
Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1979 sampai 31 maret 1984. Dalam Pelita III ini berisikan tentang pembangunan nasional jangka panjang tahap I setelah berhasil melewati kondisi politik pada masa sebelumnya. Dalam pembangunannya, Pelita III lebih berpedoman pada Trilogi Pembangunan yang mempunyai suatu tujuan yaitu terciptanya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Berikut ini adalah isi Trilogi Pembangunan:
Ø  Pemerataan pembangunan dan hasil – hasilnya menuju kepada terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
Ø  Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi
Ø  Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis
Pelita III ini juga lebih menitik beratkan pada sektor pertanian menuju swasembada pangan dan lebih memperbanyak lagi industri yang mengolah bahan baku menjadi bahan jadi. Hal ini adalah pemerataan yang dikenal dengan Delapan Jalur Pemerataan yang berisi :
1.      Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat Khususnya Pangan, sandang dan perumahan.
2.      Pemerataan memperoleh kesempatan pendidikan dan pelayanan kesehatan.
3.      Pemerataan pembagian pendapat.
4.      Pemerataan kesempatan kerja
5.      Pemerataan kesempatan berusaha
6.      Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan, khususnya bagi generasi muda dan kaum wanita.
7.      Pemerataan penyebaran pembangunan di seluruh wilayah Tanah Air.
8.      Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan.
d.      Pelita IV
Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1984 sampai 31 Maret 1989. Titik beratnya adalah sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri yang dapat menghasilkan mesin industri sendiri yang terjadi resensi pada awal tahun 1980 yang berpengaruh terhadap perekonomian rakyat. Pada tahun 1984 indonesia berhasil memproduksi beras sebanyak 25,8 ton. Hasilnya indonesia berhasil swasembada beras. Kesuksesan ini mendapatkan penghargaan dari FAO ( Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia) pada tahun 1985. Hal ini merupakan prestasi besar bagi indonesia. Selain swasembada pangan, pada Pelita IV juga dilakukan Program KB dan Rumah untuk Keluarga.
e.       Pelita V
Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1989 sampai 31 Maret 1994. Titik beratnya pada sektor pertanian dan industri serta menghasilkan barang eksport. Indonesia memiliki kondisi ekonomi yang cukup baik dengan pertumbuhan ekonomi rata – rata 6,8 % per tahun. Posisi perdagangan luar negeri memperlihatkan gambaran yang menggembirakan. Peningkatan ekspor lebih baik dibandingkan sebelumnya.
f.       Pelita VI
Diaksanakan pada tanggal 1 April 1994 sampai 31 Maret 1999. Titik beratnya masih pada pembangunan pada sektor ekonomi yang berkaitan dengan industri dan pertanian serta pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukung. Sektor ekonomi di pandang sebagai penggerak utama pembangunan utama pembangunan. Periode ini terjadi krisis moneter yang melanda negara – negara Asia tenggara termasuk Indonesia. Karena krisis moneter dan peristiwa politik dalam negeri yang mengganggu perekonomian menyebabkan rezim Orde Baru runtuh.
KESIMPULAN
Perkembangan politik pada masa orde baru diawali dari penataan politik dalam negeri yaitu setelah sidang MPRS 1968 menetapkan Suharto sebagai presiden dan dibentuklah Kabinet Pembangunan, penyederhanaan dan pengelompokan partai politik, pemilihan umum serta mengadakan Perpera di Irian Barat pada 2 Agustus 1969. Kedua, melakukan penataan politik luar negeri yaitu dengan kembali menjadi anggota PBB serta normalisasi hubungan dengan beberapa negara.
            Pada masa awal Orde Baru pembangunan ekonomi di Indonesia maju pesat mulai dari pendapatan perkapita, pertanian, pembangunan infrastruktur dll. Upaya pembangunanekonomi dilaksanakan melalui REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun) yangdimulai pada tanggal 1 April 1969. Namun pada akhir tahun 1997 Indonesia dilandakrisis ekonomi. Kondisi kian terpuruk ditambah dengan KKN yang merajalela.

DAFTAR PUSTAKA
Herimanto. 2012.Pembelajaran Sejarah Interaktif. Solo. Pustaka Mandiri
http://ayesaalodia.blogspot.com/2011/03/kebijakan-pembangunan-pelita-i-pelita.html
Sutarto, dkk.2008.IPS untuk SMP/MTs Kelas IX. Jakarta.

1 komentar:

  1. saya ingin berbagi cerita kepada semua teman-teman bahwa saya yg dulunya orang yg paling tersusah,walaupun mau makan itu pun harus hutang dulu sama tetangga dan syukur kalau ada yg mau kasi,semakin aku berusaha semakin jauh juga pekerjaan dan selama aku ingin berbuat baik kepada orang lain semakin banyak pula yg membenci saya karna saya cuma dianggap rendah sama orang lain karna saya tidak punya apa-apa,dan akhirnya saya berencana untuk pergi mencari dukun yg bisa menembus nomor dan disuatu hari saya bertemu sama orang yg pernah dibantu sama AKI ALHI dan dia memberikan nomor AKI ALHI,dia bilan kepada saya kalau AKI ALHI bisa membantu orang yg lagi kesusahan dan tidak berpikir panjang lebar lagi saya langsun menghubungi AKI ALHI dan dengan senan hati AKI ALHI ingin membantu saya,,alhamdulillah saya sudah menang togel yg ke5 kalinya dan rencana saya bersama keluarga ingin membuka usaha dan para teman-teman diluar sana yg ingin seperti saya silahkan hubungi AKI ALHI,di 0823 1366 9888 saya sangat bersyukur kepada allah karna melalui bantuan AKI ALHI, dan kini kehidupan saya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,ingat kesempatan tdk akan datan untuk yg kedua kalinya
    Atau KLIK TOGEL AKURAT 88


























    saya ingin berbagi cerita kepada semua teman-teman bahwa saya yg dulunya orang yg paling tersusah,walaupun mau makan itu pun harus hutang dulu sama tetangga dan syukur kalau ada yg mau kasi,semakin aku berusaha semakin jauh juga pekerjaan dan selama aku ingin berbuat baik kepada orang lain semakin banyak pula yg membenci saya karna saya cuma dianggap rendah sama orang lain karna saya tidak punya apa-apa,dan akhirnya saya berencana untuk pergi mencari dukun yg bisa menembus nomor dan disuatu hari saya bertemu sama orang yg pernah dibantu sama AKI ALHI dan dia memberikan nomor AKI ALHI,dia bilan kepada saya kalau AKI ALHI bisa membantu orang yg lagi kesusahan dan tidak berpikir panjang lebar lagi saya langsun menghubungi AKI ALHI dan dengan senan hati AKI ALHI ingin membantu saya,,alhamdulillah saya sudah menang togel yg ke5 kalinya dan rencana saya bersama keluarga ingin membuka usaha dan para teman-teman diluar sana yg ingin seperti saya silahkan hubungi AKI ALHI,di 0823 1366 9888 saya sangat bersyukur kepada allah karna melalui bantuan AKI ALHI, dan kini kehidupan saya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,ingat kesempatan tdk akan datan untuk yg kedua kalinya
    Atau KLIK TOGEL AKURAT 88



    BalasHapus