Selasa, 15 Desember 2015

Lahirnya Hindhu dan Budha

ASVIRA PAMELDA YANTI/S/A

1.      Hindhu
Hindu berasal dari bahasa sanskerta (Sanātana Dharma) "Kebenaran Abadi", dan (Vaidika-Dharma) "Pengetahuan Kebenaran". Dalam bahasa Persia, kata Hindu berakar dari kata Sindhu (Bahasa Sanskerta). Agama Hindu tumbuh bersamaan dengan kedatangan bangsa Arya yaitu ras Indo Jerman yang cirinya berkulit putih, badan tinggi dan hidung mancung ke Mohenjodaro dan Harappa (Peradaban Lembah Sungai Indus) melalui celah Kaiber (Kaiber Pass) pada 2000-1500 SM dan mendesak bangsa Dravida yang berhidung pesek dan berkulit kulit gelap dan bangsa Munda sebagai suku bangsa asli yang telah mendiami daerah tersebut. Bangsa Arya merasa ras mereka yang tertinggi sehingga tidak mau bercampur dengan bangsa Dravida. Sehingga bangsa Dravida menyingkir ke selatan Pegunungan Vindhya. Orang Arya mempunyai kepercayaan untuk memuja banyak Dewa (Polytheisme), dan kepercayaan bangsa Aria tersebut berbaur dengan kepercayaan asli bangsa Dravida yang masih memuja roh nenek moyang. Sehingga berkembanglah Agama Hindu yang merupakan sinkretisme (percampuran) antara kebudayaan dan kepercayaan bangsa Arya dengan bangsa Dravida.

Orang Arya percaya dan memuja banyak dewa (Polytheisme). Bagi mereka, tiap-tiap dewa merupakan lambang kekuatan terhadap alam sehingga perlu disembah atau dipuja dan dihormati. Dalam ajaran agama Hindu dikenal 3 dewa utama, yaitu Brahma sebagai dewa pencipta segala sesuatu, Wisnu sebagai dewa pemelihara alam dan Siwa sebagai dewa perusak. Ketiga dewa ini dikenal dengan sebutan Tri Murti.
Kitab suci agama Hindu disebut Weda (Veda) artinya pengetahuan tentang agama. Pemujaan terhadap para dewa-dewa dipimpin oleh golongan pendeta/Brahmana. Ajaran ritual yang dijadikan pedoman untuk melaksanakan upacara keagamaan yang ditulis oleh para Brahmana disebut kitab Veda/Weda yang terdiri dari 4 bagian, yaitu:
  • Reg Veda, berisi tentang ajaran-ajaran Hindu, merupakan kitab tertua (1500-900 SM) kira-kira muncul saat bangsa Aria ada di Punjab.
  • Yajur Veda, berisi doa-doa yang dibacakan waktu diselenggarakan upacara agama, lahir saat bangsa Aria menguasai daerah Gangga Tengah.
  • Sama Veda, berisi nyanyian puji-pujian yang wajib dinyanyikan saat diselenggarakan upacara agama.
  • Atharwa Veda, berisi kumpulan mantera-mantera gaib, doa-doa untuk menyembuhkan penyakit. Doa/mantra muncul saat bangsa Arya menguasai Gangga Hilir.
Ada lima keyakinan dan kepercayaan yang disebut dengan Pancasradha. Pancasradha merupakan keyakinan dasar umat Hindu. Kelima keyakinan tersebut, yakni:
1.      Widhi Tattwa (percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan segala aspeknya)
2.      Atma Tattwa (percaya dengan adanya jiwa dalam setiap makhluk)
3.      Karmaphala Tattwa (percaya dengan adanya hukum sebab-akibat dalam setiap perbuatan)
4.      Punarbhava Tattawa (percaya dengan adanya proses kelahiran kembali atau reinkarnasi)
5.      Moksa Tattwa (percaya bahwa kebahagiaan tertinggi merupakan tujuan akhir manusia)

Dalam agama Hindu, dikenal istilah Catur Warna bukan sama sekali dan tidak sama dengan kasta. Karena di dalam ajaran Pustaka Suci Weda, tidak terdapat istilah kasta. yang ada hanyalah istilah Catur Warna. Dalam ajaran Catur Warna, masyarakat dibagi menjadi empat golongan, yaitu:
-Brāhmana : golongan para pendeta, orang suci, pemuka agama dan rohaniwan
-Ksatria : golongan para raja, adipati, patih, menteri, dan pejabat Negara
-Waisya : golongan para pekerja di bidang ekonomi
-Sudra : golongan para pembantu ketiga golongan di atas
Menurut ajaran catur Warna, status seseorang didapat sesuai dengan pekerjaannya. Jadi, status seseorang tidak didapat semenjak dia lahir melainkan didapat setelah ia menekuni suatu profesi atau ahli dalam suatu bidang tertentu. Catur Warna menekankan seseorang agar melaksanakan kewajibannya dengan sebaik-baiknya. Keempat golongan sangat dianjurkan untuk saling membantu agar mereka dapat memperoleh hak. Dalam sistem Catur Warna terjadi suatu siklus "memberi dan diberi" jika keempat golongan saling memenuhi kewajibannya.

2.      Budha
Agama Budha tumbuh di India tepatnya bagian Timur Laut. Muncul sekitar 525 SM. Kata "buddha " berarti (yang telah sadar) atau (yang telah terjaga) atau (yang telah cerah). Kata buddha  berasal dari akar kata "budh" (terjaga, menyadari, memahami). Kata "budh" juga merupakan akar kata dari kata-kata seperti "bodhi", "bodha", "bodhati", "buddhi" (budi). Kata Buddha  menjadi sebuah gelar untuk seseorang yang telah mencapai Pencerahan Sempurna. Agama Budha muncul dan dikenalkan oleh Sidharta Gautama (yang berarti semua harapan dikabulkan) . Ia juga dikenal dengan nama Sakyamuni (orang bijak dari kaum Sakya) yang lahir dari suku Sakya pada awal masa Magadha 546–324 SM, yang merupakan putra mahkota dari Raja Suddhodana dan Ratu Maya, di sebuah kota selatan pegunungan Himalaya yang bernama Lumbini. Sekarang kota ini terletak di Nepal sebelah selatan. Pada kelahirannya, ada Petapa Asita yang meramalakn bahwa sang bayi kelak akan menjadi Buddha dan mengatakan bahwa Pangeran kelak akan meninggalkan istana untuk pergi bertapa setelah melihat lima peristiwa, yaitu Orang tua (lanjut usia), orang sakit, orang mati, orang menangis, dan orang Bertapa yang tenang indrianya. Raja Suddhodana tidak menginginkan hal itu terjadi, sehingga ia memberikan kemewahan dan kebahagiaan kepada Sidharta dan tidak diperbolehkan keluar dari istana. Kemudian tibalah pada suatu hari Sidharta keluar dari istana untuk melihat rakyat yang akan di pimpinnya kelak. Lalu Sidharta melihat kelima kejadian tersebut dan merenungkannya. Itulah awal mula agama Budha yang muncul disebabkan karena :
  • Sidharta melihat adanya dominasi golongan Brahmana atas ajaran dan ritual keagamaan dalam masyarakat India. Lagipula hanya kaum brahmana yang menguasai kitab suci Weda sementara kasta lain tau mengenai ajaran Hindu dari Brahmana tanpa boleh mempelajari langsung ajaran Hindu. Dalam kegiatan pemerintahan pun Brahmana turut campur tangan.
  • Sidharta memandang bahwa adanya sistem kasta dalam agama Hindu dapat memecah belah masyarakat, bahkan sistem kasta dianggap membedakan derajat dan martabat manusia berdasarkan kelahiran. Padahal setiap manusia itu sama kedudukannya.
Itulah fenomena yang ada di lingkungannya. Ada  satu hal yang membuat Sidharta akhirnya berusaha untuk menentang adat dan tradisi yang ada adalah karena beliau melihat adanya kenyataan hidup bahwa manusia akan tua, sakit, mati, dan hidup miskin yang intinya bahwa bagi Sidharta kehidupan adalah suatu "penderitaan". Oleh karena itu manusia harus dapat menghindarkan diri dari penderitaan (samsara), dan demi mencari cara atau jalan untuk membebaskan diri dari penderitaan guna mencapai kesempurnaan maka beliau meninggalkan istana dan kehidupan awalnya yang penuh kemewahan di bawah perlindungan ayahnya, raja Suddhodana untuk melakukan meditasi tepatnya di bawah pohon Bodhi di daerah Bodh Gaya. Dalam meditasinya tersebut akhirnya Sidharta memperoleh penerangan agung dan saat itulah terlahir atau tercipta agama Budha. Agama Budha lahir sebagai upaya pengolahan pemikiran dan pengolahan  diri Sidharta sehingga menemukan cara yang terbaik bagi manusia agar dapat terbebas dari penderitaan di dunia sehingga dapat mencapai kesempurnaan (nirwana) dan berharap tidak akan terlahir kembali di dunia untuk merasakan penderitaan yang sama.
Ajaran agama Buddha bersumber pada kitab Tripitaka yang merupakan kumpulan khotbah, keterangan, perumpamaan, dan percakapan yang pernah dilakukan sang Buddha dengan para siswa dan pengikutnya. Dengan demikian, isi kitab tersebut semuanya tidak hanya berasal dari kata-kata sang Buddha sendiri melainkan juga kata-kata dan komentar-komentar dari para siswanya Sutra Pitaka atau SuttaPitaka WinayaPitaka Abbidharma Pitaka atau Abbidhamma Pitaka.  Kitab Tripitaka (dari bahasa Sansekerta Tri artinya tiga dan pitaka artinya keranjang) terdiri atas 3 kumpulan tulisan, yaitu :
  • Sutta (Suttanata) Pitaka berisi kumpulan khotbah, pokok-pokok atau dasar ajaran sang Buddha
  • Vinaya Pitaka berisi kodefikasi aturan-aturan yang berkenaan dengan kehidupan pendeta atau segala macam peraturan dan hukum yang menentukan cara hidup para pemeluknya.
  • Abhrdharma Pitaka berisi filosofi (falsafah agama), psikologi, klasifikasi, dan sistematisasi doktrin
Budha mengajarkan 4 kenyataan dalam hidup, yaitu bahwa:
  1. Hidup merupakan samsara
  2. Samsara disebabkan oleh nafsu yang menguasai manusia
  3. Samsara dapat dihilangkan dengan menghilangkan nafsu
  4. Untuk menghilangkan nafsu, ditempuh delapan jalur kebenaran.
Delapan Jalan Kebenaran :
1.      Mempunyai pandangan yang benar             5.  Punya penghidupan yang benar
2.      Mempunyai niat yang benar                         6.  Berusaha yang benar
3.      Berbicara yang benar                               7.  Memperhatikan hal-hal yang benar
4.      Berbuat yang benar                                       8.  Bersemadi yang benar
Tiga Kebaktian (Tri Dharma) dalam agama Budha :
  1. Berbakti kepada Sang Budha
  2. Berbakti kepada ajaran-ajarannya
  3. Berbakti kepada Sanggha (jemaat Perkumpulan)
Tridharma jika diucapkan oleh seseorang yang mau masuk agama budha, yaitu mengucapkan :
  1. Saya mencari perlindungan pada Budha
  2. Saya mencari perlindungan pada Dharma
  3. Saya mencari perlindungan pada Sanggha
Selain Tridarma dalam agama Budha dikenal juga Triratna yang berarti tiga mutiara, terdiri dari Budha yaitu Sidharta yang telah dianggap sebagai dewa, Dharma yaitu kewajiban yang harus ditaati oleh umat Buddha dan Sanggha yaitu aturan/ perkumpulan dalam agama Budha.



Daftar Pustaka :
Sejarah SMA/MA Kelas X Kemdikbud 2014
Sayadaw.tipitakadhara Mingun. Riwayat Agung Para Buddha


2 komentar:

  1. saya ingin berbagi cerita kepada semua teman-teman bahwa saya yg dulunya orang yg paling tersusah,walaupun mau makan itu pun harus hutang dulu sama tetangga dan syukur kalau ada yg mau kasi,semakin aku berusaha semakin jauh juga pekerjaan dan selama aku ingin berbuat baik kepada orang lain semakin banyak pula yg membenci saya karna saya cuma dianggap rendah sama orang lain karna saya tidak punya apa-apa,dan akhirnya saya berencana untuk pergi mencari dukun yg bisa menembus nomor dan disuatu hari saya bertemu sama orang yg pernah dibantu sama AKI ALHI dan dia memberikan nomor AKI ALHI,dia bilan kepada saya kalau AKI ALHI bisa membantu orang yg lagi kesusahan dan tidak berpikir panjang lebar lagi saya langsun menghubungi AKI ALHI dan dengan senan hati AKI ALHI ingin membantu saya,,alhamdulillah saya sudah menang togel yg ke5 kalinya dan rencana saya bersama keluarga ingin membuka usaha dan para teman-teman diluar sana yg ingin seperti saya silahkan hubungi AKI ALHI,di 0823 1366 9888 saya sangat bersyukur kepada allah karna melalui bantuan AKI ALHI, dan kini kehidupan saya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,ingat kesempatan tdk akan datan untuk yg kedua kalinya
    Atau KLIK TOGEL AKURAT 88


























    saya ingin berbagi cerita kepada semua teman-teman bahwa saya yg dulunya orang yg paling tersusah,walaupun mau makan itu pun harus hutang dulu sama tetangga dan syukur kalau ada yg mau kasi,semakin aku berusaha semakin jauh juga pekerjaan dan selama aku ingin berbuat baik kepada orang lain semakin banyak pula yg membenci saya karna saya cuma dianggap rendah sama orang lain karna saya tidak punya apa-apa,dan akhirnya saya berencana untuk pergi mencari dukun yg bisa menembus nomor dan disuatu hari saya bertemu sama orang yg pernah dibantu sama AKI ALHI dan dia memberikan nomor AKI ALHI,dia bilan kepada saya kalau AKI ALHI bisa membantu orang yg lagi kesusahan dan tidak berpikir panjang lebar lagi saya langsun menghubungi AKI ALHI dan dengan senan hati AKI ALHI ingin membantu saya,,alhamdulillah saya sudah menang togel yg ke5 kalinya dan rencana saya bersama keluarga ingin membuka usaha dan para teman-teman diluar sana yg ingin seperti saya silahkan hubungi AKI ALHI,di 0823 1366 9888 saya sangat bersyukur kepada allah karna melalui bantuan AKI ALHI, dan kini kehidupan saya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,ingat kesempatan tdk akan datan untuk yg kedua kalinya
    Atau KLIK TOGEL AKURAT 88



    BalasHapus