Selasa, 09 Juni 2015

SEJARAH PENDIDIKAN DI SELANDIA BARU


SATRIADI / SP

A.    Sejarah Pendidikan Selandia Baru
Sejarah pendidikan di Selandia Baru telah berlangsung sejak lama. Dari delapan universitas yang ada di Selandia Baru, enam diantaranya lahir pada tahun 1800-an, sedangkan dua universitas lainnya lahir pada tahun 1900-an.

·         Sekolah Dasar
Sejarah pendidikan dasar di Selandia Baru dimulai pada sekitar awal tahun 1877 dimana didirikan sekolah dasar nasional pertama di negara tersebut. Sekolah-sekolah dasar yang ada di Selandia Baru pada saat itu didirikan oleh tiap pemerintah provinsi atau yang lebih dikenal sekolah pemerintah. Selain sekolah-sekolah yang didirikan oleh pemerintah ada juga beberapa sekolah yang didirikan oleh gereja-gereja dan beberapa sekolah yang dibangun oleh dikelola oleh swasta.
Pada awalnya pembangunan sekolah yang dilakukan baik oleh pemerintah maupun gereja dan lembaga swasta tidak serta merta membuat penduduk di Selandia Baru datang untuk bersekolah. Para penduduk terutama penduduk yang ada di pedesaan pada saat itu masih menganggap bahwa lebih baik anak-anak bekerja daripada harus berangkat ke sekolah, hal ini dikarenakan sistem perburuhan yang ada di pedesaan sehingga pada awalnya banyak anak yang tidak bersekolah.
Untuk mengatasi masalah banyaknya anak-anak usia sekolah yang bekerja pemerintah yang berwenang pada saat itu mengeluarkan peraturan wajib belajar. Peraturan wajib belajar mengatur bahwa anak-anak yang berusia 7 hingga 14 tahun diwajibkan mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah yang berwenang berkewajiban untuk membebaskan biaya pendidikan. Kebijakan yang diterapkan oleh pemerintahan yang berwenang ini ternyata mampu menyadarkan pentingnya pendidikan bagi penduduk sehingga para penduduk perlahan-lahan mulai menyekolahkan anak-anaknya di sekolah-sekolah dasar baik sekolah dasar yang didirikan oleh pemerintah maupun sekolah dasar yang didirikan oleh gereja dan oleh lembaga swasta.
·         Sekolah Menengah
Sejarah sekolah menengah yang ada di Selandia Baru tidak jauh berbeda dengan sekolah dasarnya dimana banyak penduduk yang lebih memilih bekerja daripada harus sekolah hingga tingkat sekolah menengah. Sedikitnya penduduk yang mengikuti pendidikan menengah di Selandia Baru tercermin dari data yang didapat bahwa kurang dari 10 % penduduk di Selandia Baru yang mengecap pendidikan menengah pada sekitar tahun 1900-an.
Menanggapi masalah sedikitnya penduduk yang mengecap pendidikan menengah, pada tahun 1914 pemerintah yang berwenang pada saat itu mengeluarkan kebijakan dimana menyatakan bahwa pendidikan menengah gratis atau bebas biaya bagi penduduk Selandia Baru. Kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah ini ternyata disambut dengan baik oleh penduduk Selandia Baru hal ini tercermin bahwa pada tahun 1917 ada sekitar 37 % penduduk Selandia Baru yang mengecap pendidikan menengah.
·         Universitas
1.      Universitas Otago
Universitas ini didirikan tahun 1869 atas permintaan Dewan Provinsi Otago di South Island. Universitas Otago merupakan universitas tertua di Selandia Baru. Universitas ini mulai dibuka pada Juli 1871 dengan tiga profesor sebagai staf. Seorang mengajar Bahasa dan Sastra, Bahasa Inggris, serta Literatur. Yang lainnya bertanggung jawab untuk pengajaran Matematika dan Ilmu Alam. Sedangkan yang ketiga mengajarkan bidang Filsafat Mental dan Moral.
 Setahun berikutnya, tambah seorang profesor untuk Ilmu Alam. Sedangkan Ilmu Hukum dimulai tahun 1973, disusul dua tahun kemudian semacam kursus untuk kedokteran. Lalu Sekolah Pertambangan hadir pada tahun 1878, yang kelak menjadi Departemen Teknologi Mineral dan ditransfer ke Universitas Auckland pada tahun 1987. Sekolah untuk Perawatan Gigi dibangun tahun 1907. Seiring perjalanan waktu, jumlah fakultas dan jurusan pun bertambah. Begitu juga dengan jumlah mahasiswa (nasional dan internasional) semakin banyak. Pada tahun 1961 jumlah mahasiswa yang masuk setiap tahun rata-rata mencapai 3.000 orang. Pada tahun 2002, jumlah mahasiswa Universitas Otago mencapai 18.000 orang.
2.      Universitas Canterbury
Universitas tertua kedua adalah Universitas Canterbury di Christchurch-South Island. Universitas ini semula adalah Canterbury College yang didirikan pada tahun 1873. Selama satu abad pertama, Universitas Canterbury berada di pusat kota Christchurch. Pada tahun 1975, bangunan itu dilengkapi dengan sebuah kawasan seluas 75 hektar di kawasan Ilam.
Pada saat ini Universitas Canterbury menyelenggarakan sekitar 50 jurusan, mulai dari akuntansi hingga ilmu perkebunbinatangan. Selain itu, juga terdapat begitu banyak pusat penelitian khusus, tersebar di Kaikora, Mt John (Observatory Universitas) Cass, Westposrt, dan Harihari.
3.      Universitas Lincoln
Pada awalnya Universitas Lincoln merupakan sekolah pertanian yang didirikan tahun 1878. Pada tahun 1896 telah dihasilkan lulusan pertama, dan pada tahun yang sama menjadi Canterbury Agricultural College.  Pada saat ini Universitas Lincoln menikmati reputasinya atas berbagai temuan dan (metode) pengajaran yang istimewa, juga riset dalam berbagai bidang, termasuk bisnis dan manajemen, manajemen lingkungan, ilmu-ilmu sosial, design science, dan sebagainya.
4.      Universitas Auckland
Secara formal Universitas Auckland berdiri pada tanggal 23 Mei 1883 sebagai Auckland University College (bagian dari Universitas Selandia Baru). Pada awalnya, Universitas Auckland memiliki jumlah mahasiswa yang sangat sedikit, peningkatan jumlah mahasiswa baru terjadi setelah tahun 1900-an.  Namun, jumlah mahasiswa yang sedikit ini mendorong universitas untuk mengkhususkan diri dalam bidang penelitian yang dimulai sejak tahun 1930-an.
Pada tahun 1934, Universitas Auckland kian berkembang dengan hadirnya empat profesor baru, yaitu HG Forder (Matematika), Arthur Sewel (Sastra Inggris), CG Cooper (Sastra Kuno), dan James Rutherford (Sejarah). Kehadiran empat profesor baru ini mendorong staf pengajar lainnya untuk menjadikan Universitas Auckland sebagai lembaga pendidikan tinggi yang diakui secara internasional di bidang riset.
5.      Universitas Teknologi Auckland
Pada awalnya Universitas Teknologi Auckland ini bernama Sekolah Teknik Auckland. Universitas ini berdiri pada tahun 1895 dengan 30 mahasiswa. Pada saat itu ada tiga bidang studi yang menjadi pembuka, yaitu gambar arsitektur, memasak, dan membuat pakaian. Seiring perjalanan waktu, lembaga pendidikan ini berkali-kali berganti nama. Tahun 1913 dinamakan kembali sebagai Seddon Memorial Technical College. Tahun 1960 berganti nama menjadi Institut Teknik Auckland (Auckland Technical Institute/ATI). Pada tahun 1995 atau satu abad kemudian, jumlah mahasiswa yang berkuliah di Auckland Technical Institute telah mencapai 25.000 orang. Dan tahun 2000, ATI menjadi AUT.
6.      Universitas Victoria
Nama Victoria pada universitas ini merupakan penghormatan kepada Ratu Victoria yang merayakan yubileum ulang tahun dan dikukuhkan dengan Act of Parliament pada tahun 1897. Pada tahun-tahun awal, seluruh kuliah dilaksanakan di sebuah tempat kontrakan. Keadaan ini memaksa semua pihak untuk membangun kampus yang representatif di Kelburn, yang kini menjadi markas Universitas Victoria.
Tahun 1904 merupakan tahap awal pembangunan kampus yang permanen. Seiring dengan tersedianya kampus yang permanen, jumlah mahasiswa di universitas ini pun terus meningkat dari 254 pada tahun 1905, menjadi 700 pada tahun 1923. Kini jumlah mahasiswa sudah lebih dari 20.000 dengan penambahan mahasiswa baru nasional dan internasional rata-rata 3.000 orang setiap tahun.
7.      Universitas Massey
Universitas Massey didirikan pada tahun 1927 di dekat Palmerston North di North Island. Universitas Massey lebih banyak mengkhususkan diri pada bidang ilmu-ilmu pertanian, dan banyak membantu mengembangkan pertanian, sebagai saka guru perekonomian Selandia Baru.
Mengingat gerak utamanya pada pertanian, dan sebagian besar penduduk Selandia Baru hidup dari pertanian, maka jumlah mahasiswa Universitas Massey amat banyak. Kebanyakan dari mahasiswa itu mengambil kuliah dalam paruh waktu. Sebagai contoh seorang petani ingin mendapatkan ilmu guna menggemukkan sapinya maka melalui internet atau konferensi jarak jauh kuliah pun bisa dilakukan. Kini Universitas Massey telah berkembang amat pesat, dengan jumlah mahasiswa lebih dari 40.000 orang. Untuk melayani mahasiswa yang juga petani, Universitas Massey mengembangkan sayap dengan menambah kampus baru di Wellington dan di Albany, sekitar 15 kilometer dari pusat kota Auckland.
8.      Universitas Waikato
Universitas Waikato merupakan universitas termuda di antara tujuh universitas lainnya. Upaya pembangunan universitas ini telah mulai digagas pada tahun 1956 dan akhirnya pada tahun 1964 universitas ini diresmikan oleh Gubernur Jenderal Sir Bernard Fergusson. Kini, Universitas Waikato telah memiliki lebih dari 13.500 mahasiswa. Dan, terus melanjutkan tradisi sebagai tempat untuk mengembangkan pemikiran yang bebas dan belajar progresif.  Pada tahun 1989 dengan bantuan Pusat Antariksa AS (NASA), Universitas Waikato menjadi universitas pertama yang menggunakan cyber-graduates, yaitu melengkapi cara pemberian kuliah secara online.
B.     Sistem Pendidikan di Selandia Baru
Di Selandia Baru, pelajaran diadakan dalam lingkungan berbahasa Inggris. Anda akan duduk sekelas dengan orang-orang Selandia Baru dan akan didorong untuk turut serta dalam semua segi pembelajaran. Selandia Baru menyelenggarakan sistem pendidikan berbasis Inggris, dan ia diakui di mana-mana. Ini berarti Anda dapat pindah ke lembaga pendidikan lain di Selandia Baru ataupun di negara-negara lain berbahasa Inggris sementara Anda belajar.
      Universitas
Universitas Selandia Baru adalah universitas berlandaskan penelitian dan merupakan universitas negeri. Universitas menawarkan jenjang pendidikan dari sertifikat sampai doktoral. Tahun akademik berlangsung dari bulan Maret sampai bulan November. Ada sebagian program/kursus yang dapa dimulai pada bulan Juli. Ada pula sejumlah kuliah semester musim panas (bulan Januari sampai bulan Maret).
      Institut teknologi dan politeknik
Institut teknologi dan politeknik (ITP) Selandia Baru adalah milik negara. ITP Selandia Baru menawarkan pendidikan yang setara baiknya dengan pendidikan yang ditawarkan di universitas-universitas Selandia Baru. ITP Selandia Baru menawarkan pendidikan mulai dari tingkat sertifikat hingga gelar penuh dan tingkat studi pascasarjana. Tahun akademik berlangsung dari bulan Maret sampai bulan November –tetapi ada pula sebagian kursus dan program yang boleh dimulai pada bulan Juli.
      Akademi keguruan
Kebanyakan akademi keguruan dan ilmu pendidikan kini telah tergabung dengan universitas regional, hingga muatan program/kursus dan tanggal mulai sejalan dengan universitas.
      Penyedia Pelatihan Swasta
Terdapat pula banyak sekolah pelatihan swasta (Private Training Providers, PTE) di seluruh Selandia Baru. Sebagian PTE mengadakan program dalam bidang ilmu tertentu, misalnya, bisnis atau kepariwisataan. Semua PTE wajib terdaftar dengan Otoritas Kualifikasi Selandia Baru (New Zealand Qualifications Authority). Kebanyakan PTE ini berjalan atas jadwal yang mirip dengan jadwal perguruan tersier negeri.
      Penyedia jasa pengajaran bahasa Inggris
Kebanyakan penyedia jasa pengajaran bahasa Inggris tersier dan swasta mempunyai tanggal mulai yang fleksibel sepanjang tahun. Banyak mahasiswa internasional mendaftarkan diri dalam kursus Bahasa Inggris untuk Tujuan Studi Akademik sebelum menjalani program akademik umum. Kursus-kursus bahasa Inggris yang lamanya 4 minggu sampai 12 bulan diselenggarakan sepanjang tahun. Pelajar yang fasih berbahasa Inggris seringkali melakukan studi dasar jangka pendek atau studi orientasi pra-universitas.
      Studi-studi dasar
Banyak universitas dan sebagian sekolah menengah menawarkan program studi-studi dasar. Program studi tersebut biasanya berupa pengenalan sistem pendidikan dan kursus/program studi yang tersedia di Selandia Baru Program studi dasar ini berguna bagi mahasiswa yang sedang mempertimbangkan studi tingkat universitas.
      Sekolah menengah
Kebanyakan sekolah menengah Selandia Baru adalah milik negara. Beberapa sekolah menengah adalah swasta atau terintegrasi (sebagian biayai disediakan oleh negara); sebagian sekolah teruntuk pria atau wanita saja, dan sebagian berafiliasi dengan agama atau gereja tertentu. Sekolah menengah Selandia Baru umumnya untuk siswa-siswa berusia 13 sampai 19 tahun (tingkatan tahun/kelas 9 hingga 13). Siswa dalam Tahun 11 sampai 13 belajar untuk memperoleh National Certificate of Educational Achievement (NCE, Sertifikat Nasional Prestasi Pendidikan). Tahun akademik berlangsung dari bulan Februari sampai pertengahan bulan Desember dengan jeda dalam bulan April, Juli, dan September.
Kesadaran penduduk Selandia Baru akan pentingnya pendidikan. Walaupun pada awalnya banyak penduduk Selandia Baru yang enggan ke sekolah bahkan untuk sekolah dasar sekalipun namun perlahan-lahan anggapan ini mulai berubah seiring dengan perkembangan zaman. Para penduduk yang pada awalnya menganggap pendidikan tidak penting mulai sadar setelah beberapa kebijakan pemerintahan yang berwenang menerapkan beberapa peraturan mengenai pendidikan. Adanya kesadaran penduduk akan pentingnya pendidikan juga dilandasi karena kebutuhan sumber daya manusia yang berkualitas dan berpendidikan untuk pekerjaan-pekerjaan di perkotaan sehingga perburuhan yang hanya membutuhkan tenaga mulai ditinggalkan.
Dengan adanya kesadaran penduduk akan pentingnya pendidikan maka perhatian penduduk dan pemerintah akan pendidikan pun meningkat. Meningkatnya perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan di Selandia Baru menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.  Peningkatan sumber daya manusia Selandia Baru sebagai hasil dari pendidikan yang telah disadari pentingnya oleh penduduk Selandia Baru secara langsung maupun tidak langsung membawa perubahan ke arah lebih baik terhadap pembangunan dalam segala bidang di negara Selandia Baru.
DAFTAR PUSTAKA
-          Mc Adam, Richad P.(1993). Lessons from abroad : How 0ther countries educate their Children ( chapter 2 : the amerikan education ( 1sted), Oxfor


Tidak ada komentar:

Posting Komentar