Minggu, 05 Januari 2014

Austria-Hongaria (Kerajaan Ganda)

Guswita Putri/PIS
            Ausgleich ("Penggabungan") pada bulan Februari 1867 yang membuka susunan dualis Kekaisaran sebagai pengganti mantan Kekaisaran Austria bersatu (1804-1867) bermula dari saat itu ketika Austria telah mundur dalam kekuatan dan kekuasaan di semenanjung Italia peninsula (sebagai akibat perang tahun 1859) dan di Jerman yang lebih luas (berpuncak dalam Perang Prusia-Austria 1866). Penyebab lain perubahan konstitusional termasuk ketakpuasan orang-orang Hongaria yang berkelanjutan dengan kekuasaan dari Wina, dan bertambahnya kesadaran nasional pada bagian bangsa lain dalam Kekaisaran Austria. Ketidakpuasan orang-orang Hongaria berkembang sebagian dari penindasan Austria, dengan dukungan Rusia, dari revolusi liberal Hongaria 1848 – 1849. Bagaimanapun, ketidakpuasan dengan kekuasaan Hongaria telah berkembang selama bertahun-tahun dalam Hongaria, dan memiliki banyak penyebab.
Dalam upaya menopang dukungan untuk monarki, Kaisar Franz Joseph mulai merundingkan penggabungan dengan bangsawan Magyar untuk memastikan dukungan mereka. Beberapa anggota pemerintahan, seperti PM Austria Pangeran Belcredi, menasihati kaisar membuat perjanjian konstitusional yang lebih menyeluruh dengan seluruh bangsa yang akan menciptakan struktur federal. Belcredi khawatir bila akomodasi dengan kepentingan Magyar akan menjauhkan bangsa lain. Bagaimanapun, Franz Joseph tak sanggup mengabaikan kekuatan bangsawan Magyar, dan mereka takkan menerima apapun kekurangan  daripada dualisme antara mereka sendiri dan elit tradisional Austria.
Khususnya, pemimpin Hongaria meminta dan menerima penobatan kaisar sebagai Raja Hongaria sebagai penetapan kembali hak historis Hongaria, dan pendiriaan parlemen terpisah di Budapest dengan kekuasaan untuk menjalankan hukum untuk tanah bersejarah mahkota Hongaria (Negeri St. Stefanus), walau pada dasar yang akan memelihara dominasi politik etnis Hongaria (lebih secara spesifik dari kebangsawanan besar dan elit berpendidikan negara) dan pengeluaran efektif bagian besar negeri yakni orang Rumania dan minoritas Slavia
Austria-Hongaria, juga dikenal sebagai Kerajaan ganda atau sebagai monarki , ialah negara dualistik (1867 –1918) dari yang Kerajaan Hongaria pemerintahan sendiri dan perwakilan dalam urusan bersama (terutama hubungan luar negeri dan pertahanan) dengan daerah barat dan utara Kekaisaran Austria di bawah para Kaisar Austria (yang juga menjabat sebagai Raja Hongaria) dari dinasti Habsburg. Federasi ini melahirkan nama "Kerajaan dan Negeri yang Diwakili dalam Dewan Kekaisaran dan Negeri Mahkota Hongaria Suci".
            Austria-Hongaria didirikan pada tahun 1867 dalam penggabungan antara bangsawan Hongaria dan monarki Habsburg dalam percobaan mencapai Kekaisaran Austri kuno pada tahun 1804. Sebagai kekaisaran multi-nasional pada masa kesadaran nasional, menemukan kehidupan politiknya yang didominasi pertikaian antara 11 kelompok nasional yang utama. Meski perselisihan antara kelompok seringkali mengenai kekaisaran, 50 tahun keberadaannya memperlihatkan perkembangan ekonomi dan modernisasdi yang cepat, seperti banyak perbaikan liberal.
            Banyak tulisan merujuk pada setengah bagian Austria-Hongaria yang non-Hongaria ("Austria") sebagai Cisleithania – sebab kebanyakan wilayahnya membujur ke barat (atau ke sisi "nya", dari pandangan orang Austria) dari sungai Leitha (walau Galisia di timur lautnya juga dihitung sebagai "Austria"). Daerah ini (terdiri lebih daripada yang secara sederhana Austria) dan tak memiliki bahasa resmi kelompok sebelum tahun 1915, dan oleh sebab itu sumber-sumber resmi merujuk pada "Kerajaan dan Negeri yang Diwakili dalam Dewan Kekaisaran". (Dewan Kekaisaran (Reichsrat) berfungsi sebagai parlemen Cisleithania.) Demikian pula, separuh Transleithania ("Hongaria") juga terdiri lebih daripada Hongaria, dan melahirkan penandaan resmi "Tanah Mahkota Hongaria Suci dari (Santo) Stefanus" – rujukan pada raja Hongaria Kristen pertama yang dijadikan.
            "Kerajaan dan Negeri" setengah bagian Cisleithania di kekaisaran itu yaitu Kerajaan Bohemia, Kerajaan Dalmatia, Kerajaan Galisia dan Lodomeria, Kepangeranan Austria (Sebagai Austria Atas dan Austria Bawah), Kadipaten Bukowina, Kadipaten Carintia, Kadipaten Carniola, Kadipaten Salzburg, Kadipaten Silesia Hulu dan Silesia Hilir, Kadipaten Styria, Margravate Moravia, Wilayah Kepangeranan Tyrol (termasuk negeri Vorarlberg), Tanah Pesisir (termasuk Wilayah Kepangeranan Gorizia dan Gradiska, Kota Trieste dan Margravate Istria). Negeri separuh Transleithania di kekaisaran itu yaitu Kerajaan Hongaria- termasuk Transylvania dan Vojvodina, Kerajaan Kroasia dan Slavonia, Kota Fiume.
Lambang Austria-Hongaria, diambil pada tahun 1915 untuk menekankan persatuan kekaisaran selama PD I. Pada tanggal 28 Juni 1914Franz Ferdinand, pewaris untuk pamandanya Kaisar Franz Josef (satu-satunya putra Franz Josef telah tewas dalam keadaan yang tetap misterius, dan republiken Meksiko telah menghukum mati saudara kaisar), mengunjungi ibu kota Bosnia Sarajevo di mana militan Serbia Bosnia dari kelompok nasionalis Bosnia Muda membunuhnya. Lihat: Pembunuhan di Sarajevo.
Sebelumnya kekasisaran ini telah kehilangan wilayah yang banyak dihuni etnis Italia ke Piemonte karena gerakan nasionalis yang besar di seluruh Italia, dan banyak orang Austria-Hongaria merasakan ancaman hilangnya daerah selatan yang dihuni orang-orang Slavia pada Serbia sebentar lagi. Serbia telah menerima jumlah wilayah yang berarti dalam Perang Balkan II 1913, menyebabkan banyak kesulitan dalam lingkunagn pemerintahan di Wina dan Budapest. Beberapa anggota pemerintahan, seperti Conrad von Hötzendorf telah menginginkan berhadapan muka dengan bangsa Serbia yang bangkit kembali selama beberapa tahun. Kepemimpinan Austria-Hongaria, yang disokong sekutu Jermannya, memutuskan menghadapi Serbia secara militer sebelum dapat mendorong pemberontakan: memanfaatkan pembunuhan sebagai alasan, mereka menyajikan daftar 10 permintaan yang diharapkannya Serbia takkan pernah menerima. Saat Serbia menerima 9 dari 10 permintaan tapi hanya sebagian menyetujui 1 yang tersisa, Austria-Hongaria mengumumkan perang. Peristiwa itu membawa Kekaisaran ke dalam konflik dengan Serbia dan lebih dari selama bulan Juli dan Agustus 1914, menyebabkan mulainyaPD I, sebagaimana yang dimobilisasi Russia dalam mendukung Serbia, memulai rangkaian kontra-mobilisasi.
Italia awalnya tetap netral, walau bersekutu dengan Austria-Hongaria. Pada tahun 1915 beralih ke sisi kekuatan Entente, berharap mendapatkan daerah dari Austria-Hongaria. Awalnya pasukan Austria-Hongaria menundukkan Serbia, mempertahankan jalan ke dalam Hongaria dan memukul mundur majunya Italia di GoriziaPasukan Austria-Hongaria menderita berat sepanjang perang, khususnya pada tahun 1914. Bagaimanapun, mereka sangat sukses (walau dengan bantuan dan arahan Jerman) tetap berlanjut ke wilayah musuh menyusul kemenangan yang dipimpin Jerman di Galisia (Mei 1915) dan di Caporetto di front Italia (Oktober 1917). Sepanjang perang, usaha perang Austria-Hongaria telah menjadi kian menurun pada arahan perencana Jerman. Kurangnya bekal, moril rendah, dan tingkat korban yang tinggi sungguh telah memengaruhi kemampuan operasional pasukan dari akhir perang.
3        unsur nyata yang dikuasai Austria-Hongaria:
a.     Pemerintahan Hongaria
b.     Pemerintahan "Austria" atau Cisleithania
c.     Administrasi persatuan di bawah penguasa
Hongaria dan Austria menegakkan parlemen terpisah, masing-masing dengan perdana menterinya sendiri. Hubungan/koordinasi keduanya mulai pada pemerintahan di bawah monarki, memegang kekuatan absolut dalam teori namun terbatas dalam prakteknya. Pemerintahan umum monarki bertanggung jawab pada tentara, untuk AL (Angkatan Laut), untuk kebijakan luar negeri, dan untuk persatuan cukai.
Di daerah tertentu Cisleithania dan Hongaria, seperti Galisia dan Kroasia, menikmati kedudukan khusus dengan susunan pemerintahan mereka yang unik. Dewan Kementrian Umum menguasai pemerintahan umum: terdiri atas 3 menteri untuk pertanggungjawaban bersama (keuangan, militer, dan kebijakan asing bersama), 2 PM, beberapa adipati dan monarki. 2 delegasi perwakilan, masing-masing dari Austria dan dari Hongaria, bertemu secara terpisah dan memilih pada ekspeditur Dewan Kementrian Umum, memberi 2 pengaruh pemerintahan dalam administrasi umum. Bagaimanapun, akhirnya kementrian hanya menjawab pada monarki, dan ia memiliki keputusan akhir pada masalah kebijakan asing dan militer.
Tanggung jawab yang saling melengkapi antara kementrian bersama dan kementrian dua paruhan menimbulkan perselisihan dan ketakefisienan. Angkatan bersenjata menderita terutama dari yang saling melengkapi itu. Walau pemerintahan bersatu menetapkan hubungan militer menyeluruh, pemerintahan Austria dan Hongaria masing-masing tetap mengepalai "kuota rekrut, legislasi mengenai wajib militer, transfer dan ketetapan angkatan bersenjata, dan peraturan urusan kewarganegaraan, non-militer anggota angkatan bersenjata". Tak usah dikatakan, masing-masing pemerintahan bisa memiliki pengaruh kuat atas tanggung jawab pemerintahan umum. Tiap paruh Kerajaan Ganda membuktikan yang disediakan untuk mengganggu operasi umum untuk melanjutkan perhatiannya sendiri.
Hubungan selama lebih dari setengah abad setelah tahun 1867 antara dua setengah kekaisaran (nyatanya bagian Cisleithan memuat hampir 57% penduduk kerajaan yang digabungkan dan penerimaan agak besar dari sumber ekonominya) menonjolkan perselisihan ulang atas susunan pajak eksternal yang diterima dan atas sumbangan keuangan dari tiap pemerintahan untuk kesejahteraan umum. Di bawah istilah Ausgleich, sebuah persetujuan, dirundingkan kembali tiap 10 tahun, menetapkan persoalan ini. Masing-masing penambahan kekuatan pada pembaharuan susunan melihat huru-hara politik. Pertentangan antara paruhan kekaisaran berpuncak di pertengahan 1900-an dalam krisis konstitusi berkepanjangan – yang digerakkan oleh ketaksetujuan atas bahasa kekuasaan dalam unit pasukan Hongaria, dan diperdalam oleh kedatangan kekuasaan di Budapest (April 1906) dari gabungan orang-orang nasionalis Hongaria. Pembaharuan sementara susunan umum terjadi pada bulan Oktober 1907 dan November 1917 atas dasar status quo.
            Bahasa merupakan salah satu isu yang paling diperdebatkan dalam politik Austria-Hongaria. Seluruh pemerintahan menghadapi rintangan sulit dan memecah belah dalam memisah-misahkan bahasa pemerintahan dan perintah. Para minoritas ingin memastikan kemungkinan terluas untuk pendidikan dalam bahasa mereka sendiri seperti dalam bahasa "dominan" Hongaria dan Jerman. Pada 1 kesempatan khusus, yang disebut "ordonansi 5 April 1897", PM Austria Kasimir Felix Graf Badeni memberikan orang-orang Ceko equal standing dengan orang-orang Jerman dalam pemerintahan dalam negeri Bohemia, menimbulkan krisis karena hasutan para nasionalis Jerman ke seluruh kekaisaran. Lantas Badeni dipecat. Pada kesempatan lain, orang-orang Ceko kehilangan hak bahasa mereka sendiri dalam kehidupan sehari-hari, termasuk koran dan di tempat kerja: Orang-orang Ceko harus menggunakan bahasa Jerman. Ini menyebabkan kekacauan umum.
Keadaan Ekomomi kerajaan Austria-Hongaria
            Ekonomi Austria-Hongaria berubah cepat selama keberadaan Kerajaan Ganda. Perubahan teknologi  telah mempercepat industrialisasi dan urbanisasi. Mode produksi kapitalis menyebar ke seluruh kekaisaran selama 50 tahun keberadaannya. Institusi kuno feodalisme terus lenyap. Pertumbuhan ekonomi berpusat sekeliling Wina, tanah Austria (wilayah Austria modern), tanah Alpen, dan tanah Bohemia. Pada tahun-tahun terakhir abad ke-19 pertumbuhan ekonomi yang cepat menyebar ke dataran Hongaria tengah dan ke tanah Karpathia. Sebagai akibat pola ini perbedaan luas dalam perkembangan ada di dalam kekaisaran. Umumnya wilayah barat mencapai perkembangan yang lebih jauh daripada di timur. Dari awal abab ke-20 kebanyakan wilayah kekaisaran telah memulai mengalami perkembangan ekonomi yang pesat. Bagaimanapun, ekonomi kekaisaran secara keseluruhan tetap ketinggalan sekali di belakang ekonomi kekuatan lain, karena hanya telah memulai modernisasi yang diteruskan belakangan.
Daftar Pustaka:
Wacik,Jero.2006.Ensiklopedia Sejarah dan Budaya, Sejarah Dunia.Jakarta: PT. Lentera Abadi
Ojong.2009.Sejarah Eropa.Jakarta:Kompas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar