Kamis, 03 Oktober 2013

TALIBAN DAN MULTI KONFLIK DI AFGANISTAN

AINUN SYARIFATUL ALFIAH/PIS

Setelah negara-negara di Asia tengah menjadi negara yang merdeka di akhir tahun 1991,negara bekas Uni soviet itu membangun hubungan resmi dengan Afganistan dalam sebuah hubungan perserikatan ekonomi yang di sebut economis coorperation organisation, negara yang terjaring antara lain Turki,Iran,dan Pakistan.Namun hubungan mereka sangat sulit bahkan menimbulkan masalah setelah jatuh nya Najibullah di tahun 1992.Dimana tidak ada pemerintahan yang benar-benar aktif di Afganistan serta terus berlangsung perang dan pertumpahan darah.hal ini di perburuk dengan banyaknya anggota perlawanaan Tajikistan yang melarikan diri ke bagian utara provinsi Afganistan.
Merespon disintegrasi
Perang Afganistan yang berlangsung tanpa  henti dan akan meimbulkan disintegrasi telah membuat para nasionalis di Tajikistan dan Uzbekistan mengikuti terus perkembangan dalam negara Afganistan.Dengan cara"menyebarakan" etnis Tajik dan Uzbek, para nasionalis ini berharap meluaskan negara dengan cara menduduki wilayah Afganistan.
Dalam sebuah pertemuan yang mendadak yang di adakan di Amaly pada tanggal 4 oktober yang di hadiri oleh presiden dari negara asia tengah, perdana mentri Rusia Viktor Cherno Mydir,serta staf keamananya.dalam sebuah pertemuan itu terbentuk keputusan yang keras kepada Taliban untuk tidak melakukan pembaharuan keperbatasan common wealth merdeka (CIS) di wilayah utara Afganistan. Dalam pertemuan ini juga di singgung bahwa bantuan milier apapun pada kekuatan Anti-taliban di Afganistan tak akan di salurkan, namun bantuan- bantuan kemanusiaan termasuk bahan makanan dan listrik akan diberikan pada penduduk Afganistan di wilayah utara. Penasehat keamanan presiden Rusia Boris Yeltsin, jendral lebed, dengan semangat menyuruh agar Rusia turun tangan  ikut membantu mengembalikan presiden Afganistan untuk mengadakan perlawanan terhadap Taliban, lebed mengatakan Rusia harus dengan segera menggunakan kekuatan untuk menahan gelombang pasang islam. Lebed juga mengatakan bahwa persoalan checyna tak punya arti apa-apa jika di banding kan dengan afganistan. Kecuali jika afganistan bisa di hancurkan. Sebagai politis dan mantan jendral Uni soviet, sangat wajar jika lebed terlihat begitu berani mengatakan menentang kebangkitan islam. Pernyataan lebed ini memang tidak bisa di jadikan ukuran secara pasti berapa besar orang-orang yang bukan nasionalis di moskow.

 Denagan segala retorika yang ada, dapat di ambil kesimpulan tak ada antisipasi serius di moskow untuk mengirimkan pasukan kembali dan menginvansi Afganistan.seperti yang pernah di lakukan Uni soviet di tahun 1997. Satu kemungkinan yang paling bisa di lakukan rusia di afganistan adalah mempersenjatai para oposisi taliban dan mensuplai senjata lebih banyak. Menghadapi ancaman ini,presiden negara-negara asia tengah itu, para pengamat yakin, mereka bisa bersatu dengan uni soviet.jika ini terjadi,maka akan sulit untuk mengendalikan perbatasan tajikistan di sungai pyandazh, dan kemungkinan terburuk nya adalah kami bisa menimggalkan Asia tengah , dan sama artinya dengan  meniggalkan tempat asal puluhan juta pengungsi yang bisa berbicara bahasa rusia dari wilayah itu.
 Atas nama Tajikistan, presiden Rakhmonov menyesalkan banjirnya pengungsi dari Afganistan yang terlibat dalam perang ke negrinya, dan mengkritik keras masyarakat internasional yang seakan tidak peduli terhadap situasi gelap yang terjadi di Afganistan." Saat perang dengan Uni soviet mereka semua angkat bicara di hampir setiap menit, tapi kini semua orang diam tidak berkata", kata Rakhmanov

Ketegangan antara Taliban dan negara-negara tetangganya di wilayah utara tampaknya akan terus berlangsung, dan bahkan menigkat pada pertengahan september 1997, jika taliban stabil sebenarnya negara-negara di kawasan itu akan sangat baik. Apakah Rusia ataupun negara-negara Asia tengah bisa menghapus rasa takut dan kegelisahan bahwa Afganistan di bawah taliban akan mengajarkan kegiatan yang di lakukan para aktivis islam di antara rakyat mereka, atau kemungkinan munculnya ketidakstabilan politik atau bahkan model revolusi islam, masih tetap sebagai sesuatu yang sangat tak pastii.

Daftar pustaka
Maley william,1999.fudamental reborn?afganistan and the taliban .penerbit the mall  lahore.pakistan Vanguard books
 Rahman,samson.1999.taliban dan multi konflik di afganistan.jakarta:penerbit pustaka al_kausar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar