Jumat, 11 Oktober 2013

SEJARAH DAN MAKNA PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI


Rinaldi Afriadi Siregar / PIS
Hari ini 17 Agustus 2013 tepat 68 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, tidak seperti beberapa tahun yang lalu suasana meriah selalu mewarnai setiap peringatan 17 Agustusan baik di kota maupun pelosok desa antusias mengadakan lomba dan acara meriah lainnya. Mungkin karena baberapa tahun belakangan ini setiap tanggal 17 Agustus masih dalam suasana bulan Ramadhan dimana umat Islam tengah melaksanakan ibadah puasa sehingga banyak lomba-lomba tahunan ditiadakan.
Pada 17 Agustus 2013 kali ini sebenarnya sudah diluar bulan Ramadhan bahkan sudah lebih dari 1 minggu sejak hari raya Idul Fitri, namun di beberapa daerah masih terlihat sepi dari kegiatan perlombaan. Mungkin masih banyak warga masyarakat yang belum kembali dari kampung halamannya setelah mudik lebaran, atau karena kurang persiapan untuk penyelenggaran perlombaan. Di kampung penulis sendiri di seputaran Kp. Parung Serab, Tirtajaya - Kota Depok nyaris tidak ada yang mengadakan lomba, meski ada RT tetangga yang tetap melaksanakan kegiatan perlombaan tersebut. Tetapi warga RT kami tidak berkecil hati karena perlombaannya akan dilaksanakan pada bulan September 2013 mendatang sekaligus acara halal bihalal dan family gathering di Cipanas Puncak Bogor. Ahai, sebuah suasana baru memperingati Agustusan pada bulan September. Wah sudah melenceng dari judul nih pembukaannya, tapi itulah kenyataan yang ada saat ini biar tidak terlalu tegang.
Baiklah sesuai dengan judul artikel ini yaitu tentang Sejarah dan Makna Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia disini Aneka Info akan sedikit mengulas tentang bagaimana proses Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia terjadi. Proklamasi sendiri berasal dari bahasa Latin (Proclamare) yang berarti pengumuman atau pemberitahuan kepada publik. Dan biasanya proklamasi merupakan puncak dari sebuah semangat rela berjuang yang dilakukan dengan tulus tanpa pamrih dan mengesampingkan segala kepentingan diri sendiri, kesemuanya dilakukan demi sebuah cita-cita mulia merdeka dari cengkeraman penjajah.
Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang kita cintai ini mempunyai latarbelakang dijatuhkannya bom atom oleh tentara Amerika Serikta di dua kota besar di Jepang yaitu kota Hirosima dan Nagasaki pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945 yang membuat Jepang menyerah tanpa syarat kepada Amerika Serikat yang merupakan pimpinan tentara sekutu pada perang dunia ke II. Saat itu Republik Indonesia masih dalam cengkeraman penjajahan Jepang. Menyerahnya Jepang kepada tentara sekutu tersebut tidak ingin disia-siakan oleh para pejuang Indonesia yang sudah sangat ingin menghirup alam kemerdekaan sejak penjajahan Belanda selama 350 tahun. Dengat semangat yang menggebu-gebu para pejuang Indonesia khususnya dari kalangan pemuda ingin segera memproklamirkan kemerdekaan dari penjajahan tentara Jepang.
Namun hal itu tidak serta merta mendapat persetujuan dari pejuang kalangan tua. Soekarno sangat menghawatirkan bila proklamasi segera diumumkan akan mendapat perlawanan dari tentara Jepang dan akan menimbulkan banyak korban jiwa khususnya para pejuang Indonesia. Soekarno lebih suka mengadakan konsolidasi dengan pihak Jepang apakah telah benar-benar menyerah kepada tentara sekutu dan ingin memberikan kemerdekaan kepada negara Indonesa. Oleh karena itu dibentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dengan Jepang yang dikenal dengan Dokuritsu Junbi Cosakai.
Sementara itu pejuang dari kalangan muda menentang dibentuknya PPKI, mereka mengaggap itu adalah rekayasa Jepang yang mempunyai niat tidak baik dibalik kepanitiaan tersebut. Pejuang muda tidak ingin kemerdekaan diberikan begitu saja setelah Jepang menjajah dengan cara-cara yang dianggap tidak manusiawi. Mereka ingin kemerdekaan benar-benar direbut dengan perjuangan, airmata, darah dan nyawa bila perlu. Untuk menghindari Soekarno dan Moh. Hatta terpedaya dengan rencana Jepang tersebut maka pejuang kalangan pemuda menculik keduanya dan diasingkan ke Rengasdengklok. Apapun resiko yang harus dihadapi untuk melawan tentara Jepang akan dilakukan oleh pejuang dari golongan pemuda.
Sementara Soekarno dan Moh. Hatta diasingkan ke Rengasdengklok, di Jakarta pejuang golongan muda terus mengadakan konsolidasi dengan pejuang dari kaum tua untuk melakukan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang diwakili Wikana dari golongan muda dan Ahmad Soebardjo dari golongan tua. Dengan berbagai argumentasi dan pertimbangan akhirnya golongan muda mau menerima saran dari golongan tua agar pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilakukan dengan penuh perhitungan dan tidak terburu-buru, hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Setelah kedua golongan baik muda maupun tua sepakat mengenai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia maka Yusuf Konto dan Ahmad Soebardjo pergi ke Rengasdengklok untuk menjemput Soekarno dan Moh. Hatta. Mereka dibawa ke Jakarta di kediaman Laksamana Maeda Oranye Nassau Boulevard (sekarang Jl. Imam Bonjol No. 1, Menteng, Jakarta Pusat dan dijadikan Museum Perumusan Teks Proklamasi). Banyak pejuang pemuda yang telah berkumpul disana, salah satunya adalah Chaerul Saleh yang ditugaskan mencegah tentara Jepang untuk tidak mencampuri pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Setelah mengadakan rapat semalam suntuk di tempat tersebut akhirnya disetujui konsep Teks Proklamasi yang dibuat oleh Soekarno dan langsung diketik oleh Sayuti Malik.
Pukul 10.00 pagi hari tanggal 17 Agustus 1945 teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan oleh Soekarno dan didampingi Moh. Hatta di kediaman Soekarno tepatnya di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta dan disiarkan melalui radio untuk melakukan pengambilalihan kekuasaan. Dibacakannya teks Proklamasi tersebut yang disiarkan langsung melalui radio telah membuka mata dunia bahwa telah berdaulat negara baru yang terbebas dari penjajahan Jepang, sekaligus mengumumkan bahwa rakyat Indonesia adalah rakyat merdeka yang sejajar dengan bangsa-bangsa merdeka lainnya di dunia.
Makna dari Proklamasi Kemerdekaan adalah bahwa rakyat dan bangsa Indonesia memberikan informasi kepada dunia internasional bahwa sejak diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia sebagai awal dari berdirinya Negara Republik Indonesia yang berdaulat dan wajib dihormati oleh negara lain di dunia, hak dan kewajiban negara berdaulat agar disejajarkan dengan negera-negara berdaulat lainnya. Bagi bangsa Indonesia sendiri Proklamasi Kemerdekaan memiliki makna yang sangat mendalam, dimana Proklamasi Kemerdekaan menjadi motivasi untuk bangkit dari ketertinggalan selama dijajah dan bekerja keras untuk membangun Indonesia menjadi negara yang maju dalam segala bidang yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indoneia.
Namun jangan kita lupakan bahwa kemerdekaan yang kita dapatkan tidak semata-mata karena perjuangan rakyat Indonesia saja, tetapi sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 bahwa atas berkan Rahmat Allah Yang Maha Kuasa maka kemerdekaan dapat kita nikmati hingga saat ini. Karena itu patutlah kiranya kita bersyukur kepada Allah SWT yang telah menganugerahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
DAFTAR PUSTAKA :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar