Kamis, 10 Oktober 2013

PELITA (PEMBANGUNAN LIMA TAHUN)

EGGI MAKHASUCI / SI5


Pola dasar pembangunan nasional dan pola umum pembangunan jangka panjang. Pembangunan adalah proses perubahan yang terus menerus yang merupakan kemajuan dan perbaikan menuju tujuan yang ingin di capai. Dalam pembangunan nasional Indonesia, tujuan yang ingin di capai adalah terciptanya masyarakat adil dan makmur yang merata material dan spiritual berdasarkan panca sila. Pelaksanaan pembangunan itu bertumpu kepada trilogy pembangunan yaitu:
a.       Pemeretaan bangunan dan hasil-hasilnya yang menuju kepada terciptanya keadilan sosila bagi seluruh rakyat
b.      Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi
c.       Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis
Tujuan pembangunan nasional Indonesia yakni terciptanya masyarakat adil dan makmur tidak mungkin diujutkan dalam waktu yang singkat sebaliknya harus dilakukan dalam jangka waktu panjang dan memalalui beberapa tahap. Karena itu di perlukan adanya pola dasar dan pola umum jangka panjang sebagai pedoman bagi pelaksana pembangunan itu. Kedua pola itu yakni pola dasar pembangunan nasional dan pola umum pembangunan jangka panjang.
Dalam pola dasar pembangunan nasional dinyantakan, bahwa pembangunan nasional pada hakekatnya adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. Selanjutnya di gariskan pula asas-asas pembangunan modal dasar dan factor-faktor dominan yang harus selalu di perhatikan dalam pelaksanaan pembangunan itu. Secara keseluruhan pola dasar itu merupakan pedoman bagi pelaksanaan pembangunan dari masa kemasa.
Asaa-asas pembangunan member corak dan watak kepada pembangunan yang akan dilaksanakan. Kesemuanya ada tujuan asas yakni:
a.       Asas mamfaat yang berarti bahwa pembangunan yang dilakukan itu harus member mamfaat rakyat yang banyak.
b.      Asas usaha bersama dan kekeluargaan dengan asas ini dimaksudkan bahwa pembangunan di lakukan secara gotong royong dan di jiwai oleh semangat kekeluargaan.
c.       Asas demokrasi yang di maksud dengan demokrasi disini adalah demokrasi pancasila dengan demikian apabila timbul masalah-masalah nasional, jalan yang di tempuh untuk menyelesaiannya iyalah muasyawarah untuk mufakat.
d.      Asas adil dan merata yakni setiap hasil pembanguanan baik material maupun spiritual harus dapat dinikmati secara merata oleh seluruh rakyat.
e.       Asa perikehidupan dalam keseimbangan yang menekankan perlu adanya keseimbangan antara kepentingan rohani dan jasmani keseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat dan keseimbangan antara kepentingan nasinal dan internasinal.
f.       Asas kesadaran hokum yang mewajibkan setiap warga Negara sadar dan taat kepada hukum  dan mewajibkan Negara untuk menegakkan dan menjamin kepastian hukum.
g.      Asas kepercayaan kepada diri sendiri artinya pembangunan itu dilakukan berdasarkan kemampuan dan kekuatan sendiri dan bersendikan kepribadian bangsa.
·         Pelaksanaan Pembangunan Nasional
Seperti telah disebutkan di muka bahwa Pembangunan nasional direalisasikan melalui Pembangunan Jangka Pendek dan Pembangunan Jangka Panjang. Dan Pembangunan Jangka Pendek dirancang melalui program Pembangunan Lima Tahun (Pelita). Selama masa Orde Baru, pemerintah telah melaksanakan enam Pelita yaitu:
1.      Pelita I
Pelita I dilaksanakan mulai 1 April 1969 sampai 31 Maret 1974, dan menjadi landasan awal pembangunan masa Orde Baru. Tujuan Pelita I adalah meningkatkan taraf hidup rakyat dan sekaligus meletakkan dasar-dasar bagi pembangunan tahap berikutnya. Sasarannya adalah pangan, sandang, perbaikan prasarana perumahan rakyat, perluasan lapangan kerja, dan kesejahteraan rohani. Titik beratnya adalah pembangunan bidang pertanian sesuai dengan tujuan untuk mengejar keterbelakangan ekonomi melalui proses pembaharuan bidang pertanian, karena mayoritas penduduk Indonesia masih hidup dari hasil pertanian.
2.      Pelita II
Pelita II mulai berjalan sejak tanggal 1 April 1974 sampai 31 Maret 1979. Sasaran utama Pelita II ini adalah tersedianya pangan, sandang, perumahan, sarana prasarana, mensejahterakan rakyat, dan memperluas kesempatan kerja. Pelaksanaan Pelita II dipandang cukup berhasil. Pada awal pemerintahan Orde Baru inflasi mencapai 60% dan pada akhir Pelita I inflasi berhasil ditekan menjadi 47%. Dan pada tahun keempat Pelita II inflasi turun menjadi 9,5%.
3.      Pelita III
Pelita III dilaksanakan pada tanggal 1 April 1979 sampai 31 Maret 1984. Pelaksanaan Pelita III masih berpedoman pada Trilogi Pembangunan, dengan titik berat pembangunan adalah pemerataan yang dikenal dengan Delapan Jalur Pemerataan.
4.      Pelita IV
Pelita IV dilaksanakan tanggal 1 April 1984 sampai 31 Maret 1989. Titik berat Pelita IV ini adalah sektor pertanian untuk menuju swasembada pangan, dan meningkatkan industri yang dapat menghasilkan mesin industri sendiri. Dan di tengah berlangsung pembangunan pada Pelita IV ini yaitu awal tahun 1980 terjadi resesi. Untuk mempertahankan kelangsungan pembangunan ekonomi, pemerintah mengeluarkan kebijakan moneter dan fiskal. Dan pembangunan nasional dapat berlangsung terus.
5.      Pelita V
Pelita V dimulai 1 April 1989 sampai 31 Maret 1994. Pada Pelita ini pembangunan ditekankan pada sector pertanian dan industri. Pada masa itu kondisi ekonomi Indonesia berada pada posisi yang baik, dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 6,8% per tahun. Posisi perdagangan luar negeri memperlihatkan gambaran yang menggembirakan. Peningkatan ekspor lebih baik dibanding sebelumnya.
6.      Pelita VI
Pelita VI dimulai 1 April 1994 sampai 31 Maret 1999. Program pembangunan pada Pelita VI ini ditekankan pada sektor ekonomi yang berkaitan dengan industri dan pertanian, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya. Sektor ekonomi dipandang sebagai penggerak pembangunan. Namun pada periode ini terjadi krisis moneter yang melanda negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. Karena krisis moneter dan peristiwa politik dalam negeri yang mengganggu perekonomian telah menyebabkan proses pembangunan terhambat, dan juga menyebabkan runtuhnya pemerintahan Orde Baru.

DAFTAR PUSTAKA
·         Bintro Tjokroamidjojo M.A. Perencanaan pembangunan.
·         Departemen penerangan, Rencana Pembangunan Lima Tahun 1983/1984 Jilid I, Jakarta 1979.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar